![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Tak terasa perjalanan mereka sudah sampai tujuan, nampak kota lain sudah mereka masuki. Zhang Fang yang hanya berada di area sekte selama ini merasa bersemangat berada di kota lain.
"Senior Fang, aku mau menjual bagian tubuh harimau tadi. Kau bisa berbelanja barang keinginan mu mumpung berada di kota," ucap Cia Changyi yang diiyakan oleh Zhang Fang.
Zhang Fang nampak bersemangat sekali, ia mengelilingi pasar dan membeli beberapa barang yang menurutnya lucu. Ia menunggu Cia Changyi namun belum juga datang.
Zhang Fang melihat di sebuah gang, ia melihat sekilas ada seorang wanita yang tak sadarkan diri dibawa beberapa pemuda ke gang sepi itu, hal itu sangat mencurigakan, pikir Zhang Fang.
Ia pun berinisiatif untuk mengeceknya takut-takut terjadi hal yang tak diinginkan dan benar saja ternyata wanita tadi hendak dinodai oleh 5 pemuda itu.
Merasa kesal dengan pemandangan yang ia lihat membuat Zhang Fang tak bisa membiarkan begitu saja tindakan tak senonoh ini, ia akan menolong gadis itu dari para bajingan itu.
"Hentikan! Kalian orang tak berguna bebaskan wanita itu sekarang juga!" ucap Zhang Fang yang menganggu aktifitas ke-lima pemuda itu.
"Sialan berani sekali wanita seperti mu menganggu kita, sepertinya kau ingin kita melakukan tindakan tak senonoh juga kepada mu ya," ucap salah seorang pemuda.
"Cih, dasar sampah masyarakat! Kalian tak pantas hidup," ucap Zhang Fang dan seketika itu juga ia mengeluarkan pedangnya bersiap untuk menyerang.
Melihat itu ke-lima pemuda itu pun merasa kesal, karena Zhang Fang juga gadis yang cantik sehingga mereka pikir untuk menodainya ketika berhasil mengalahkannya.
Ke-lima pemuda itu menyerang secara bersamaan karena menganggap Zhang Fang bukanlah wanita lemah yang hanya berlagak, mereka dengan gesit menyerang Zhang Fang.
Zhang Fang yang kalah jumlah pun hampir saja tak bisa mengimbangi mereka, ia telah menggunakan energi yin yang cukup banyak sehingga tak bisa menggunakannya beberapa jam lagi.
__ADS_1
Zhang Fang menerima luka di lengannya yang membuat pergerakannya lambat, ternyata melawan manusia dan monster adalah dua hal yang berbeda ditambah selama ini Zhang Fang hanya berlatih bersama murid sekte yang tak serius menyerang Zhang Fang.
Memang benar kalau Zhang Fang selama ini dimanjakan oleh ketua sekte sehingga menjadi lemah begini, ia tak bisa membantah kata-kata itu saat ini.
Wanita itu yang sudah sadar dan melihat pertarungan itu pun merasa takut dan menyelinap pergi untuk mencari pertolongan. Ia dengan susah payah memanjat tembok.
Cia Changyi pun yang sudah selesai menjual bagian tubuh harimau pun merasa kesulitan mencari Zhang Fang, padahal seharusnya Zhang Fang hanya berada di sekitar sini.
Di sudut jalan ia melihat perempuan yang lemas dan hampir tak sadarkan diri, Cia Changyi yang melihat itu memutuskan untuk menolongnya daripada terjadi hal buruk.
"Uh, tolong tuan di gang sana ada nona pendekar baik hati yang menolong ku tapi sekarang ia diserang oleh 5 pendekar lain," ucap perempuan itu lalu ia pun jatuh pingsan dipangkuan Cia Changyi.
Setelah meminta tolong warga sekitar untuk membawa perempuan itu ke tabib, Cia Changyi pun bergegas untuk melihat apa yang dikatakan perempuan tadi benar atau tidak.
Ia berharap kalau itu salah namun harapannya pupus saat ia menemukan gelang sekte milik Zhang Fang tergeletak di sekitar gang yang dimaksud perempuan tadi.
Sedangkan Zhang Fang, ia dibawa oleh ke-lima pemuda itu untuk dibawa ke markas mereka yang berada di dekat hutan, mereka mengurung Zhang Fang bersama tawanan lain.
Kalau tidak ada panggilan mendadak dari ketua dari ke-lima pemuda itu maka pastinya mereka masih ada di gang itu dan menodai tubuh Zhang Fang.
"Sial padahal aku ingin menikmatinya tapi bos memanggil kita," ucap salah seorang pemuda yang membawa Zhang Fang ke penjara.
"Sudahlah kita bisa menggunakannya nanti, yang terpenting sekarang adalah bos sekarang. Kalau sampai kita telat maka kita bisa saja dibunuh olehnya," ucap salah seorang pemuda memperingati lainnya.
__ADS_1
Ketika ke-lima pemuda itu pergi tak lama kemudian Zhang Fang tersadar dari pingsannya, ia mengalami luka yang cukup serius sehingga ia merasa sakit saat pertama kali sadar.
Seorang wanita lain menghampiri Zhang Fang dan berusaha menghentikan pendarahan luka, Zhang Fang pun hanya pasrah saja dan tidak melawan.
"Ah akhirnya lukanya berhasil berhenti tapi kau juga butuh obat untuk meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan," ucap wanita yang membantu Zhang Fang itu.
"Terima kasih nona, tapi sekarang kita ada dimana? mengapa ada banyak wanita di sini?" tanya Zhang Fang, ia melihat sekeliling dan mendapati banyak wanita yang dipenjara serta memiliki tatapan kosong.
"Kau tak tahu? Kita yang malang ini akan menjadi budak *** para pendekar itu, sebagian besar wanita di sini sudah di nodai sehingga mereka menjadi depresi," jawab nona itu.
"Tapi kita harus keluar dari sini, kita tak bisa selamanya berada disini dan menunggu kematian," ucap Zhang Fang, ia ingin menolong yang lain tapi bahkan ia tak bisa menolong dirinya sendiri.
"Percuma saja, disini dipasang jimat yang sangat kuat. Ada yang berusaha kabur namun tak lama ia tewas karena tersengat listrik dari jimat itu," ucap nona itu menjelaskan.
Zhang Fang menggertakan giginya, ia begitu bodoh karena meremehkan musuhnya dan menyerang dengan gegabah, sekarang harapan satu-satunya Zhang Fang adalah Cia Changyi.
"Junior Changyi, aku harap kau berhasil menemukan ku dan menyelematkan kami disini," gumam Zhang Fang di dalam hati, ia pun berusaha menyembuhkan lukanya dengan energi yin yang.
Sedangkan Cia Changyi sekarang sedang mencari keberadaan Zhang Fang, dengan bantuan Camilla ia melacak energi yin yang milik Zhang Fang.
Tak lama Cia Changyi berhenti di gedung tua yang sudah terbengkalai di dekat hutan, Cia Changyi tak bisa langsung masuk saja dan menyelamatkan Zhang Fang karena ia tak punya kekuatan pendekar saat ini.
Cia Changyi melihat seorang anak membawa beberapa arak yang sepertinya untuk penghuni gedung tua itu, Cia Changyi pun tak menyia-nyiakan kesempatannya itu.
__ADS_1
Di sisi lain ketua sekte yang sedang sibuk teringat oleh Zhang Fang putrinya, ia merasa rindu dengan putri semata wayangnya itu karena beberapa hari sudah tidak melihat Zhang Fang.
"Aku harap kau baik-baik saja Fafa. Huh, tenang. Aku tak boleh terlalu mengekangnya begitu lama yang bisa melukainya," ucap ketua Zhang yang sebenarnya hanya menyayangi Zhang Fang.