Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 80 : Marahan


__ADS_3

"Bagus, kalau begitu ada baiknya jika kau membuka potensi mu selama kita berkelana nantinya," ucap Cia Changyi.


"Iya, mohon bantuannya. Aku juga harus berterima kasih kepada mu karena sudah baik kepada ku dan membawa suasana indah di sekte ini," ucap Wei Lan merasa senang.


Mereka mengobrol tanpa menyadari keberadaan seseorang yang langsung pergi ketika melihat Cia Changyi dan Wei Lan bersama. Kemudian Cia Changyi dan Wei Lan pun kembali.


Saat mereka datang sudah diputuskan mengenai ranking di kompetisi ini, Han Yu duduk di kursi dengan nomer 1 terpampang di depan. Di sampingnya juga ada Han Bao.


"Tuan Cia Changyi, kau sangat hebat. Kami sangat senang tentang kehebatan mu dan teman mu yang tak terduga, aku harap kami tetap bisa menggunakan alam hutan gaib," ucap Xi Li.


"Iya tentu kau harus bilang Yeon, oh iya rencananya aku dan teman-teman ku akan kembali berkelana besok," ucap Cia Changyi.


Cia Changyi kemudian pamit, ia berjalan menuju ke kamarnya dan menemukan Yeon-Jin lalu menyapanya. Mereka berencana akan kembali berkelana besok pagi.


"Oke nanti akan ada aku, kau, A Yeong, Lei Mei, dan Wei Lan. Sekarang jadi pas ada 5 orang dan pasti akan sangat menyenangkan," ucap Cia Changyi.


Berbeda dengan Cia Changyi yang merasa senang, Yeon-Jin nampak kusut lalu keluar begitu saja saat Cia Changyi berbicara membuat Cia Changyi terkejut lalu mengikuti Yeon-Jin.


"Yeon ada apa? Kenapa kau cemberut begitu sih. Apa kau sedang bertengkar dengan A Yeong? Padahal sekarang seharusnya kalian sedang romantis-romantisnya," tanya Cia Changyi.


"Kau kenapa selalu menyebutkan A Yeong diantara kita? Kau tahu aku sejak awal ingin berkelana hanya berdua dengan mu tapi kau malah mengajak 3 teman mu yang lain," ucap Yeon-Jin meluapkan emosinya.


"Dengar Yeon, kita tidak bisa mengalahkan iblis dan para pengikutnya hanya berdua. Harus ada bantuan dari yang lain," ucap Cia Changyi berusaha menjelaskan kepada Yeon-Jin.

__ADS_1


"Aku tak ingin ada orang lain dan sesuatu diantara kita, sebenarnya kau anggap aku ini apa di dalam hidup mu Changyi? Apa aku hanya menjadi partner dalam misi mu?" tanya Yeon-Jin.


"Tentu saja bukan hanya itu, Yeon aku sudah menganggap mu sebagai saudara ku. Sejak kita berteman aku merasa memiliki seorang adik, aku menganggap mu seperti kepada kak Lee Anming," ucap Cia Changyi.


Mendengar itu membuat Yeon-Jin tersenyum tapi bukan senyuman bahagia, Yeon-Jin menepuk bahu Cia Changyi kemudian beranjak masuk ke dalam kamar.


"Changyi, kau memang bodoh. Kau memang bodoh kalau urusannya tentang hati seperti yang di ucapkan nona A Yeong," batin Yeon-Jin.


Cia Changyi merasa bingung dengan apa yang telah terjadi dengan Yeon-Jin, ia berpikir jika mungkin saja Yeon-Jin memiliki masalah dengan A Yeong dalam hal percintaan.


"Huh, cinta memang sangat rumit. Padahal mereka tadi kelihatan baik-baik saja tapi sekarang bertengkar dan malah aku yang dimusuhi," ucap Cia Changyi merasa bingung.


Di kejauhan A Yeong melihat hal itu. Tak terasa air mata jatuh, entah mengapa dirinya sangat sedih melihat hal itu. A Yeong mengingat kejadian yang tadi ia alami bersama Yeon-Jin setelah Cia Changyi masuk portal.


Keesokan harinya.


"Oh iya karena sudah ada kak Weil Lan dan kak A Yeong kenapa tidak menghentikan penyamaran kita saja, rasanya sangat risih ketika memakai penyamaran seperti bukan diriku saja," ucap Lei Mei.


"Ah itu ide bagus, sebenarnya aku juga sudah muak dengan penyamaran ini," ucap Yeon-Jin.


"Apa? Kalian menyamar?" tanya Wei Lan, ia sama sekali tak tahu apa-apa dan merasa bingung.


"Iya Wei Lan, kami bertiga menyamar menjadi orang dewasa agar tak dicurigai, sebenarnya umur kami belum mencapai 15 tahun," ucap Cia Changyi menjelaskan.

__ADS_1


"Ah bohong, kalian pasti bercanda. Mana mungkin coba kalian bisa melakukan hal seperti itu walaupun kalian sehebat apapun," ucap Wei Lan yang agak tak percaya dengan perkataan dari Cia Changyi.


Mendengar itu akhirnya mereka bertiga pun melepas penyamaran mereka yang membuat Wei Lan merasa sangat terkejut, ia tak menyangka jika yang ia kagumi adalah anak dibawah umur.


"Lihat, sekarang kau percaya kan kehebatan kami. Mulai sekarang kau dan A Yeong akan menjadi kakak kami, mohon bantuannya ya," ucap Lei Mei lalu tersenyum manis.


A Yeong kemudian menepuk bahu Wei Lan yang menampilkan ekspresi sangat terkejut dan syok. "Sudahlah, aku juga saat tahu sangat terkejut tapi mau bagaimana lagi. Mereka memang punya banyak rahasia dan bukan anak biasa," ucap A Yeong.


"Ehm, sebaiknya kita bahas tentang perjalanan kita yang selanjutnya, kita akan ke arah barat tepatnya ke bangsa Europia. Di sana pasti akan ada hal yang menarik," ucap Cia Changyi.


"Bangsa Europia? Tempat itu begitu unik dan juga aneh, kau yakin mau ke tempat yang seperti itu?" tanya Wei Lan kepada Cia Changyi setelah mengatur ekspresinya.


"Iya kak Changyi, dibuku yang aku sempat baca kalau bangsa Europia sangatlah kolot bahkan masih ada perbudakan di sana," ucap Lei Mei sambil mengingat-ingat tentang bangsa Europia dari buku yang sempat ia baca di perpustakaan keluarga Lei.


Walaupun Lei Mei ini dulunya bodoh dan menghabiskan sebagian waktunya untuk mengerjakan pekerjaan rumah keluarga Lei dan mengurus ibunya tapi ia menyempatkan untuk menyelinap membaca buku dari perpustakaan untuk menghibur dirinya.


"Iya pastinya aku yakin, ya kan Yeon. Kau pasti nanti akan senang jika berada di sana," ucap Cia Changyi sambil menatap Yeon-Jin yang memalingkan muka lalu bergegas berjalan di depan Cia Changyi.


Lei Mei merasa aneh dengan sikap dari Yeon-Jin, yang ia tahu sikap Yeon-Jin akan seperti kucing kepada majikannya jika berada di dekat Cia Changyi tapi sepertinya mereka sedang bertengkar.


"Ah yasudah. Ada baiknya kita bahas hal lain, bagaimana dengan perkembangan latihan mu Lei Mei. Aku tahu cerita mu dari Cia Changyi sebelumnya," ucap A Yeong.


"Ya semua baik, aku dulunya latihan bersama Han Bao tapi sekarang aku tak punya teman latihan lagi tapi aku akan tetap semangat," ucap Lei Mei lalu tersenyum berusaha bersemangat.

__ADS_1


"Bagus, itu baru yang namanya tekad. Baiklah kalau tak keberatan aku akan mengajari mu tentang ilmu medis bagaimana? Aku merasakan bakat yang hebat darimu," ucap A Yeong.


"Wah kedengarannya bagus, kak Changyi apakah aku boleh belajar ilmu medis bersama dengan kak A Yeong?" tanya Lei Mei yang diangguki oleh Cia Changyi.


__ADS_2