Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 27 : Pengaruh Jahat Iblis


__ADS_3

Sesaat kemudian ada orang yang mengetuk pintu rumah Lee Anming. Hal itu membuat Lee Anming merasa aneh karena tak pernah ada temannya yang ke rumahnya malam-malam.


"Oh kak aku lupa memberi tahu mu kalau teman ku ke sini dan mau belajar bersama," ucap Cia Changyi yang benar-benar memang lupa memberi tahu.


"Teman mu? Bawa saja dia masuk, tapi jangan sampai merusak rumah," ucap Lee Anming kemudian meminum ramuan dari Cia Changyi yang membuat rasa sakitnya mereda.


Saat membuka pintu rumah Cia Changyi mendapati Fu Heng sambil membawa beberapa buku tentang alchemist koleksinya, ia pun merasa gugup karena baru pertama kali ke sini.


"Ayo masuk, anggaplah seperti di rumah mu sendiri," ucap Cia Changyi. Ia membawa Fu Heng ke ruang tamu.


"Oh jadi saudara Fu Heng teman mu," ucap Lee Anming dari belakang, ia pun menyapa Fu Heng yang dijawab senyuman oleh Fu Heng.


"Kalian belajarlah, kakak harus bangun pagi untuk berlatih bersama guru," ucap Lee Anming lalu beranjak ke kamarnya agar tak mengganggu mereka belajar.


Setelah kepergian Lee Anming, Fu Heng pun membuka halaman demi halaman buku tentang ramuan alchemist. Ada beberapa hal yang sulit ia pahami di buku ini.


"Sebenarnya apa maksud kalimat ini? Sebenarnya menghitung kemungkinan reaksi itu secara ringkas seperti apa?" Fu Heng menanyakan beberapa hal yang mengganjal di hatinya.


Sebisa mungkin Cia Changyi menjelaskannya dengan bahasa yang lebih dapat dimengerti oleh pemula seperti Fu Heng, tak terasa 2 jam berlalu.


"Tunggu Fu Heng, kita sudahi saja belajarnya. Ini sudah larut dan aku pun mengantuk apa kau tak mengantuk daritadi belajar," tanya Cia Changyi.


"Ah aku sangat bersemangat sampai lupa tidur, baiklah aku akan ke sini kalau kau ada waktu. Aku akan membuat laporan tentang beberapa buku ini aku harap kau mau memeriksanya," ucap Fu Heng.


Lalu Cia Changyi pun mengantarkan Fu Heng ke luar dan Fu Heng pun pamit kemudian beranjak pulang, Cia Changyi yang melihat kepergian Fu Heng pun menghela nafasnya.


"Memang anak yang gila belajar, sifatnya itu sangat menarik. Aku harap dia bisa lebih hebat dari yang ada di kehidupan sebelumnya," ucap Cia Changyi lalu tersenyum puas.


Saat ia menutup pintu lalu berbalik badan ia mendapati Yeon-Jin berada di hadapannya. Hal itu membuat Cia Changyi cukup merasa terkejut dengan keberadaan Yeon-Jin.

__ADS_1


"Yeon! Kau mengagetkan aku saja tahu. Kenapa kau belum tidur, sekarang sudah larut dan ingatlah tubuh mu masihlah anak kecil saat ini jadi butuh tidur untuk pertumbuhan," ucap Cia Changyi.


"Aku terbangun tadi dan melihat kalian masih belajar lalu aku mengikuti mu saat mengantarnya ke depan," ucap Yeon-Jin.


"Untuk apa kau melakukan itu dan kenapa kau tak lanjut tidur saja," ucap Cia Changyi kepada Yeon-Jin.


"Tadi aku samar-samar mendengar kalian berbincang tentang energi suci. Aku ingat dulu kau mengatakan kepada ku dikehidupan sebelumnya bisa membebaskan ku dengan energi suci," ucap Yeon-Jin.


"Oh masalah itu, jadi sebenarnya aku menyelinap dan menjadi mata-mata ke aliansi dan aku juga mempelajari pengaruh jahat yang mempengaruhi jiwa mu dulu dan aku melakukan penelitian dan hasilnya adalah energi suci alchemist ramuan juga bisa mensucikan jiwa mu," jawab Cia Changyi.


"Jadi kau sampai melakukan penelitian untuk membebaskan ku dari pengaruh jahat itu?" tanya Yeon-Jin kepada Cia Changyi untuk memastikan saja.


"Iya, kau itu sangat berbahaya jadi aku pikir harus tahu kelemahan mu untuk menghentikan mu. Sudahlah aku mengantuk ingin tidur, ayo kita tidur," ucap Cia Changyi yang memang mengantuk.


Saat ini Yeon-Jin memikirkan perkataan Cia Changti tadi. Di catatan tentang pengaruh jahat itu pasti ada banyak cara untuk mengalahkannya lalu membunuhnya tapi Cia Changyi memilih untuk melakukan penelitian agar ia bisa suci dari pengaruh jahat itu.


"Dewa agung, aku pasti akan terus mendampingi Cia Changyi untuk selama-lamanya sebagai temannya," ucap Yeon-Jin lalu kembali tertidur.


Di tempat lain.


Ada seorang wanita dengan rambut pirang sedang berlari dengan baju compang-camping, terdapat luka sayatan pedang di beberapa bagian tubuhnya.


Sayang sekali ia tersandung hingga terjatuh tersungkur, ia merintih kesakitan lalu secara paksa badan wanita itu dibalik lalu ditampar dengan keras.


Yang menampar wanita itu adalah seorang pria yang sangat dicintai oleh wanita itu, mereka berdua adalah suami istri dari golongan manusia biasa.


Sang suami kembali memukuli istrinya dengan brutal, walau wajahnya mengekspresikan kemarahan sampai wajahnya memerah namun dalam lubuk hatinya tidak demikian.


Sang istri tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya menutupi perutnya yang sedang mengandung dan berharap anaknya yang masih 4 bulan dalam kandungan masih bisa diselamatkan.

__ADS_1


Entah apa yang terjadi, secara tiba-tiba suaminya pulang-pulang menganiayanya dengan kesetanan, si istri sekarang sudah tak berdaya dan mulai kehilangan kesadaran.


Si suami pun selanjutnya melakukan hal yang sangat bejad, ia mengambil sepotong kayu yang tumpul lalu dengan paksa memasukkannya ke rahim istrinya.


Sang istri terbelalak matanya, air matanya langsung mengalir deras dan ia pun menjerit kesakitan. Ia menendang suaminya dengan sisa kekuatannya dan membuat suaminya terdorong.


Si suami pun mengambil kayu itu secara paksa lalu menghantamkannya ke kepala istrinya beberapa kali dengan kekuatan penuh sampai-sampai wajah istrinya hancur.


Saat sang istri sudah tak bernyawa lagi secara tiba-tiba muncul seorang wanita dengan boneka kayu yang ia pegang dengan erat yang mengeluarkan kekuatan jahat.


Wanita itu tersenyum melihat pria yang telah membunuh istrinya itu, ia mengangkat tinggi-tinggi boneka kayu yang ia genggam lalu mengucapkan mantra.


"Iblis yang agung dengan kegelapannya, aku persembahkan jiwa kedua orang ini dengan dosa mereka," ucap wanita itu.


Seketika pria yang telah membunuh istrinya itu mulai sadar, tubuhnya rupanya telah dikendalikan oleh wanita itu dengan boneka kayu yang ia bawa.


Sang pria yang menyadari hal itu pun merasa marah ditambah melihat kondisi istri dan calon anaknya yang sudah tak berdaya, hatinya hancur. Ia yang gelap mata pun hendak menyerang wanita itu.


Namun sebelum bisa menyerangnya, si pria secara tiba-tiba tercekik lalu wajahnya mulai menghitam. Ia tak bisa bernapas dan mulai meronta-ronta.


"Kau adalah suami yang jahat. Istrinya sedang hamil malah kau selingkuhi dengan mencari wanita hiburan, sekarang rasakan akibatnya dengan menjadi tumbalku," ucap wanita itu lalu tertawa terbahak-bahak.


Sesaat kemudian pada akhirnya laki-laki itu pun tak bernyawa dan seorang pria pun menghampiri wanita tersebut.


"Nyonya, ada masalah. Tetua yang kau suruh untuk membawa pangeran Yeon-Jin telah ditemukan tak bernyawa, aku rasa dia terkena racun sang pangeran," ucap pria itu melapor.


"Apa kau bilang?! Itu mustahil, bagaimana mungkin ramuan ku gagal kau pasti salah," ucap wanita itu yang kemudian menebas pria yang melapor itu dengan marah.


"Aku Emo Hua tak mungkin tak mendapatkan apa yang aku inginkan. Pangeran terkutuk itu akan menjadi boneka ku yang setia apapun tumbalnya," ucap Emo Hua, wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2