![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Tuduhan itu membuat geger orang-orang, mereka dapat melihat ada kegelapan yang dibawa di tangan Cia Changyi. Benda yang seperti itu memang identik dengan pendekar gelap.
"Apa yang terjadi sebenarnya saudara Yi Chen? Mengapa ribut-ribut begini saat ketua sekte sakit?" tanya Yi Gin yang merupakan adik dari Yi Chen.
"Nona Xi Li telah mengkhianati kita, dia dan pemuda itu hendak meracuni ayah kita dengan kegelapan. Aku memergokinya, lihat saja ada hawa jahat pendekar gelap yang dia pegang," ucap Yi Chen menyakinkan.
"Kau jangan memutar balikkan fakta, senior Yi Gin kami tak bersalah. Senior Yi Chen dialah yang hendak membunuh ketua sekte agar dapat menggantikannya bahkan alasan saudara pertama meninggal itu karena ulahnya," ucap Xi Li membela diri.
Sontak hal itu mengejutkan orang-orang disekitar, mereka tak tahu mana yang benar atau salah tapi yang menurut mereka bisa lebih dipercaya adalah Yi Chen.
"Omong kosong apa ini?! Keributan ini tak seharusnya terjadi, apa kalian tidak malu dengan ketua sekte?" teriak ketua dewan pengurus sekte bernama Han Meng.
"Lihatlah pengkhianat itu senior Meng, dia telah mengkhianati sekte dengan bersekutu dengan aliansi kebangkitan iblis. Ayo kita bunuh mereka untuk membalaskan dendam ketua sekte," ucap Yi Chen dengan emosi.
"Apa benar nona Xi Li kau tega mengkhianati kami? Padahal dulu ketua sekte yang telah mengangkat mu menjadi murid sampai menjadi guru ini," ucap Yi Gin tak percaya apa yang ada di hadapannya ini.
"Tidak ini semua bohong, senior Yi Chen lah yang ingin membunuh ketua sekte dan bahkan tuan Cia Changyi telah menyembuhkan ketua sekte sekarang kita bisa lihat kondisi ketua sekte yang membaik," ucap Xi Li yang mengejutkan semua orang.
"Kau berbohong, ketua sekte sudah di periksa oleh banyak tabib hebat tapi belum kunjung sembuh," ucap Yi Chen, ia tak menyangka kalau pemuda itu bisa menyembuhkan ayahnya.
"Kalau kau tak percaya kita bisa memeriksanya sekalian mencari tahu siapa yang benar dan siapa yang salah," ucap Cia Changyi.
__ADS_1
Yi Gin dan Hang Meng pun penasaran dan ingin melihat keadaan ketua sekte, mau tak mau Yi Chen pun turut ikut dan tak bisa membantah. Han Meng pun membubarkan kerumunan yang menonton sedari tadi.
"Guru apa kita harus mengikuti mereka?" tanya Lei Mei kepada Yeon-Jin.
"Tidak usah, aku rasa Changyi pasti bisa mengurus urusan ini sendiri. Sudahlah ayo kita kembali latihan, saat ini pikiran ku sudah tenang," ucap Yeon-Jin yang mulai menghilangkan pikiran negatifnya.
Lei Mei pun mengangguk lalu mengikuti gurunya, jujur ia cukup terkejut dengan skandal yang ia dengar tapi ia tak bisa apa-apa dan hanya bisa menyimak apa yang akan terjadi.
Di ruangan ketua sekte nampak kalau ketua sekte dalam keadaan yang cukup membaik, walaupun belum sadarkan diri tapi dilihat dari luar keadaannya nampak sehat dan seperti orang yang tertidur.
"Ah benar, ketua sekte dalam keadaan yang baik. Apakah kau yang menyembuhkan ketua sekte nak?" tanya Han Meng yang lumayan terkejut dengan apa yang ia lihat.
"Itu bohong, aku yang mereka pasti penyebab luka dalam ketua sekte. Mereka pasti pura-pura menyembuhkan ketua sekte untuk menuduh ku berbohong," ucap Yi Chen berusaha mengelak.
"Cukup, nak bisakah kau tunjukkan kepada kami kalau kau memang yang menyelamatkan ayah ku. Mungkin saja kan terjadi kesalahpahaman diantara kita," ucap Yi Gin berusaha menengahi.
"Baiklah aku bisa membuktikannya, aku akan membangunkan ketua sekte sehingga kalian bisa menyaksikan sendiri kesaksian dari beliau," ucap Cia Changyi menanggapi Yi Gin.
Cia Changyi langsung saja memberikan infus ramuan dan energi mutiara cahaya dewa ke dalam tubuh ketua sekte, perlahan kondisinya mulai membaik dan matanya kembali terbuka.
"Ah benar kau yang menyembuhkan ketua sekte, lihatlah sekarang ketua sekte sudah sadar," ucap Han Meng yang merasa senang karena akhirnya ketua sekte bisa kembali pulih seperti sediakala.
__ADS_1
"Tunggu, ini tidak mungkin. Saudara Yi Gin, senior Han Meng ini pasti adalah akal-akalan pemuda itu memberikan kita jebakan," ucap Yi Chen yang keringat dingin melihat ayahnya kembali pulih bahkan sadar.
"Kau berusaha mengelak kesehatan ketua sekte sudah pulih, jelas kau memang ingin membunuh ayah mu untuk menggantikan posisinya," ucap Xi Li yang menyudutkan Yi Chen.
"Cukup keributan ini, walaupun aku tak sadar tapi aku masih bisa tahu apa yang terjadi diluar kesadaran ku," ucap ketua sekte gunung pedang yang kembali pulih dari komanya.
"Ah ayah akhirnya kau pulih juga, kau tahu sudah berbulan-bulan sejak kau membuka mata dan sekarang kau sudah sehat seperti sediakala," ucap Yi Gin yang senang melihat keadaan ayahnya.
"Kau memang putra ku yang baik dalam mengurusku, sedangkan kau Yi Chen. Kau pikir aku tak tahu kalau sebelum aku koma kau telah menaruh kegelapan dalam tubuh ku, aku tak percaya kau tega melakukan ini dengan ku," ucap ketua sekte.
"Iya ketua sekte, Yi Chen bahkan juga yang telah menyebabkan saudara pertama meninggal. Niatnya adalah ingin menjadikan dirinya menjadi penguasa sekte dengan bersekutu dengan aliansi kebangkitan iblis," ucap Xi Li.
Mendengar itu membuat ketua sekte marah kepada anak keduanya, ia tak menyangka kalau ia bisa memiliki anak yang sangat membangkang seperti Yi Chen.
Yi Chen yang merasa terpojok pun akhirnya mau tak mau menunjukkan wajah aslinya, ia tak menyangka kalau rencana yang ia bangun selama bertahun-tahun telah dihancurkan oleh seorang pemuda.
"Sialan, padahal hampir saja aku berhasil tapi malah digagalkan oleh orang asing. Baiklah aku akan membunuh kalian untuk menguasai sekte ini," ucap Yi Chen yang mengamuk.
Yi Chen mengeluarkan pil berwarna merah lalu menelannya, secara cepat tubuhnya menjadi besar dengan perawakan yang menakutkan bahkan kekuatannya berlipat kali lebih kuat dari sebelumnya.
Hal ini mengejutkan yang lain, terutama anggota sekte ini yang tak menyangka kalau Yi Chen benar-benar bersekutu dengan aliansi kebangkitan iblis hanya karena haus akan kekuasaan.
__ADS_1
"Nona Xi Li tolong evakuasi semuanya, aku yang akan menghadapi pemuja iblis ini," ucap Cia Changyi yang dipercaya oleh Xi Li, Xi Li pun membawa orang yang lain untuk keluar.
"Dasar pemuda sialan, sekarang kau akan mati ditangan ku dulu sebelum aku membunuh mereka," ucap Yi Chen yang kemudian bergegas menyerang Cia Changyi dengan bringas.