![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Perjalanan Cia Changyi dan Yeon-Jin pun dimulai, tujuan mereka adalah kota di daerah utara kekaisaran. Mereka harus melewati jalur dagang karena itu satu-satunya jalan ke sana.
"Kau ingatkan di utara banyak kota yang bermusim dingin sepanjang tahun, kita akan ke sana," ucap Cia Changyi kepada Yeon-Jin.
"Pantas saja kau bawa banyak baju musim dingin, tapi apa sebenarnya tujuan mu ke sana. Seingatku tak ada yang menarik di sana hanya ada bunga teratai beku yang terkenal," ucap Yeon-Jin.
"Maka dari sungguh menarik kan untuk mencari yang tak dapat di temukan oleh orang lain," ucap Cia Changyi, Yeon-Jin hanya mengikut saja toh ia tak rugi sama sekali.
Jalur dagang yang mereka lewati saat ini tak ramai karena gelombang dagang sudah lewat dan akan ramai lagi 2 sampai 3 minggu lagi, hal ini jelas dipakai oleh Cia Changyi karena gelombang dagang itu sangat padat.
Mereka menggunakan langkah ringan untuk dapat berlari dengan cepat, stamina mereka pun cukup kuat karena latihan keras setahun terakhir.
Saat malam tiba mereka pun memutuskan beristirahat dan makan daging monster yang mereka buru yang kemudian dibuat sup oleh Cia Changyi, setelah kenyang mereka pun tidur di tenda.
Karena ingin buang air kecil, Yeon-Jin pun keluar tenda lalu berjalan ke dalam hutan agak jauh. Selesai kencing ia mendengar samar-samar suara pertarungan.
Karena penasaran ia pun memutuskan melihat pertarungan itu, ia bisa melihat ada 2 orang satu pria dan satu wanita saling bertarung sengit nampak si pria memakai seragam sekte tengkorak merah.
Melihat lambang itu membuat Yeon-Jin mengeram marah, ia ingat kalau sekte itu telah membuatnya menjadi mesin pembunuh di kehidupan sebelumnya.
"Kebetulan ada salah satu murid sekte para bajingan itu, waktu yang tepat untuk membalas dendam," ucap Yeon-Jin dalam hati, kemudian ia melihat situasi sebelum menyerang.
Wanita itu diketahui adalah nona muda dari keluarga Liu, ia bernama Liu Ahcy yang terpisah dari rombongannya karena pembunuh bayaran dari salah satu musuh keluarga Liu.
Sekte tengkorak merah memang juga membuka jasa pembunuh bayaran dengan harga tinggi, sebagian besar dari tugas yang mereka kerjakan selalu berjalan mulus dan biasanya pembunuh bayaran itu disebut pembunuh tengkorak.
__ADS_1
Pembunuh tengkorak itu dengan gigih menebas pedangnya ke arah Liu Ahcy, setiap tebasannya tersebar serbuk racun yang dapat membuat pergerakan lawan melemah.
Liu Ahcy fokus mempertahankan diri, pedangnya menebas ke arah pembunuh tengkorak itu dengan 4 gerakan dari jurus 6 tebasan maut. Gerakan pertama pedang itu menebas dengan pola gelombang.
Pembunuh tengkorak menghindari gelombang itu dengan ikut menebas, namun walau begitu serangan gelombang itu masih bisa melewati tebasan itu dan melukai pembunuh tengkorak itu.
Liu Ahcy tak ingin berhenti menyerang, gerakan keduanya ia berlari ke arah pembunuh tengkorak itu lalu menghunuskannya ke depan lalu dari mata pedang itu keluar angin kencang.
Pembunuh tengkorak itu mengguankan pedangnya untuk menahannya, kuda-kudanya ia kencangkan untuk menahan angin kencang itu, sedikit demi sedikit ia bisa bergerak maju dan menghempaskan angin itu.
Setelah mundur beberapa langkah, Liu Ahcy melompat ke atas pembunuh bayaran dan membuat pedangnya lurus ke bawah. Melihat hal itu pembunuh tengkorak itu pun turut melompat dari bawah ke atas Liu Ahcy.
Mata pedang mereka bertemu dan keduanya sama-sama memberikan tekanan yang kuat, namun pedang yang dipakai pembunuh bayaran itu mulai mengeluarkan serbuk bunga beracun.
Liu Ahcy menggertakan giginya, seharusnya dua serangan tadi berhasil tapi kenapa harus gagal. Ia juga merasa pergerakannya mulai melemah dan hal itu membuat pembunuh tengkorak tersenyum sinis.
Saat itulah pembunuh tengkorak itu menyiapkan kuda-kudanya dan meluruskan pedangnya ke samping, dengan gerakan cepat ia menargetkan leher Liu Ahcy.
Liu Ahcy secara mendadak penglihatannya kabur, efek serbuk bunga itu sangat mematikan. Bunga berasal dari sekte tengkorak merah dan hanya bisa mereka budidayakan.
Liu Ahcy samar-samar melihat serangan itu, ia pun hanya bisa berlari juga dan menebas ke depannya berharap serangannya bisa mengenai lawannya.
Namun tebasan itu dapat dipatahkan dengan pedang pembunuh tengkorak itu, pedang itu masih menargetkan leher Liu Ahcy dan saat semakin dekat ada sesuatu yang terjadi.
Yeon-Jin berlari ke hadapan Liu Ahcy kemudian pedangnya menghunus dengan cepat lengan pembunuh tengkorak itu, karena serangan mendadak membuat pembunuh tengkorak itu mundur ke belakang.
__ADS_1
"Dasar sekte tengkorak merah, menggunakan serbuk bunga beracun untuk melemahkan musuh, tak heran kalian sering menyelesaikan misi pembunuhan bayaran," ucap Yeon-Jin.
"Kau darimana tahu kebenaran sekte tengkorak merah, siapapun kau harus mati sebelum rahasia ini menyebar," ucap pembunuh tengkorak itu, ia awalnya terkejut namun sekarang targetnya ada dua.
"Kau sangat sombong, biar kuberi tahu kau bahwa diri ku adalah saudara pendekar hebat Cia Changyi," ucap Yeon-Jin dengan bangga.
Melihat serangan itu membuat Yeon-Jin melukai jarinya, darah yang keluar dari jarinya lalu ia gunakan sebagai racun di pedangnya. Ia dengan sekali tebasan menyebarkan racun darahnya.
Serbuk bunga beracun itu dan darah milik Yeon-Jin bertemu, namun entitas racun darah milik Yeon-Jin sangatlah tinggi sampai-sampai serbuk bunga beracun itu menyatu dengan darah lalu menyerang pembunuh tengkorak.
Serangan itu kemudian membuat pembunuh tengkorak itu berlutut lalu tersungkur dengan genangan darah yang segera terbentuk di sekitarnya.
Yeon-Jin memang sedari tadi menunggu momentum yang pas untuk menyerang dan untungnya ia mendapatkan jimat dari Cia Changyi yang bisa menghilangkan aura keberadaan.
Saat berbalik, Yeon-Jin melihat Liu Ahcy yang sudah tak sadarkan diri juga. Itu pasti efek serbuk bunga racun yang akan membuat tubuh Liu Ahcy melemah dan panas dingin.
Efeknya memang sangat cepat, Yeon-Jin pun mendekati Liu Ahcy. Tetesan darah miliknya ia teteskan ke mulut Liu Ahcy, dengan darahnya itu dapat menetralkan beberapa racun dan semua itu berkat ramuan dari Cia Changyi yang selama ini Yeon-Jin minum.
Setelah serasa cukup Yeon-Jin pun segera meninggalkan begitu saja tubuh Liu Ahcy, dalam keadaan itu Liu Ahcy masih dapat melihat walau samar wajah penyelamatnya lalu karena efek darah Yeon-Jin ia pun tertidur.
Keesokan harinya Liu Ahcy tersadar, tubuhnya tak sakit sama sekali dan luka ditubuhnya pun berangsur hilang. Ia kembali teringat darah dari penyelamatnya itu.
"Darah itu sangat hebat, bisa meregenasikan luka ku dengan cepat," ucap Liu Ahcy dalam hati, sebelum sempat ia berpikir lagi rombongannya menemukannya.
Liu Ahcy memilih untuk merahasiakan kejadian sebenarnya tadi malam kepada saudaranya saat ditanyai, kemudian mereka bergegas melanjutkan perjalanan yang tertunda.
__ADS_1