Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 73 : Kemunculan 2 Tokoh Utama


__ADS_3

Sedangkan Cia Changyi dan Yeon-Jin yang melihat dari tadi apa yang sudah terjadi pada Han Yu melalui cincin yang telah Cia Changyi berikan.


"Bagus, cincin itu membawa sang pemilik ke harta karun. Yeon apakah kau siap?" tanya Cia Changyi kepada Yeon-Jin yang juga sama-sama menunggu hal ini.


"Iya, aku tak sabar sekali kekuatan ku akan kembali walau tak sepenuhnya. Ayo Changyi, aku sangat lelah duduk dan hanya menjadi penonton, jiwa petualang ku meronta-ronta," ucap Yeon-Jin.


"Iya aku tahu, aku juga dari tadi melakukan analisa dengan alam hutan itu apalagi extensi dari ratu siluman itu," ucap Cia Changyi menjelaskan kepada Yeon-Jin.


Yeon-Jin pun hanya mengangguk, bisa dibilang daritadi ia hanya memakan popcorn dan seperti melihat film panjang yang dialami langsung oleh Han Yu.


"Bersiaplah kita akan langsung ke sana untuk berpetualang," ucap Cia Changyi, ia membuka sebuah portal yang membuka jalan ke alam hutan berkat bantuan dari cincin yang dikenakan oleh Han Yu.


Sambil berpegangan tangan, Cia Changyi membawa Yeon-Jin bersamanya. Yeon-Jin merasa sangat bahagia bisa kembali berpetualang dengan Cia Changyi.


"Aku harap bisa membuat Changyi merasa terkesan dengan kekuatan ku nantinya di sana, aku harap bisa melindunginya," batin Yeon-Jin sambil memasuki portal bersama Cia Changyi.


Sementara itu Han Yu dan Qia melihat sesuatu yang aneh, kali ini berasal dari cincin yang dikenakan oleh Han Yu yang saat ini mengeluarkan cahaya merah yang kemudian semakin membesar.


Han Yu dan Qia hanya bisa diam saja menonton karena kejadiannya sangatlah cepat sampai pada akhirnya Cia Changyi dan Yeon-Jin pun keluar dari sana yang bisa dikenali oleh Han Yu.


Han Yu pun merasa terkejut, bingung sekaligus merasa senang dan tenang. Pokoknya dirinya tak menyangka kalau dua gurunya bisa berada di sini dan rupanya cincin inilah yang menjadi perantara.

__ADS_1


"Guru, aku tak menyangka kalian akan ke sini," ucap Han Yu sambil memberi hormat kepada Cia Changyi dan Yeon-Jin yang baru saja keluar dari portal dan perlahan portal itu menghilang.


Qia pun merasa bingung atas kejadian yang tengah terjadi saat ini, ada dua gurunya Han Yu yang keluar dari cincin melalui portal dari dunia luar ke alam hutan ini? Apalagi kalau dilihat Cia Changyi dan Yeon-Jin sepertinya berusia 20 tahunan.


"Han Yu, maaf aku tak bilang ini secara langsung tapi aku sangat penasaran dengan alam hutan yang ada di sini dan juga ingin memantau mu jadi aku memberikan mu cincin ini, tenang kok nanti aku akan memutus koneksi ku ke cincin ini sehingga kau bisa memilikinya," ucap Cia Changyi.


"Ah guru, aku seharusnya menyadari kalau selama ini guru juga diam-diam memberi ku bantuan melalui cincin ini, aku jadi sungkan sekali menerima ini menjadi milikku," ucap Han Yu merasa tak enak.


"Sudahlah Han Yu, cincin itu memang butuh tuan dan kau adalah orang yang pantas memilikinya terbukti kau bisa mengendalikannya tanpa kau sadari kan," ucap Yeon-Jin menyakinkan Han Yu.


"Sekali lagi terima kasih guru. Oh iya ini adalah Qia yang merupakan salah satu murid sekte yang tersisa," ucap Han Yu menjelaskan keberadaan Qia kepada kedua gurunya.


Han Yu berhenti sejenak, perlahan pipinya memerah dan merasa malu. Bukankah tadi dirinya telah mandi dan berganti baju, apakah kedua gurunya telah melihatnya yang tak mengenakan apapun.


"Eh, Han Yu tapi kau jangan khawatir. Kami bukan pria mesum jadi kami tak melihat tubuh mu ketika kau mandi dan berganti baju," ucap Cia Changyi yang langsung konek dengan sikap malunya Han Yu.


Di kehidupan sebelumnya Han Yu dan Cia Changyi punya hubungan sangat dekat tapi bukan hubungan romantis, samalah seperti hubungannya Cia Changyi dan Yeon-Jin.


"Ah iya, aku tak bermaksud demikian," ucap Han Yu yang tambah malu lagi, dirinya tak menyangka jikalau Cia Changyi bisa mengetahui isi hatinya dan juga blak-blakan. Tapi Han Yu berusaha bersikap biasa karena ada dua orang lain di sini.


"Ehm, kalau saya pahami kalian adalah guru Han Yu tapi sepertinya bukan guru dari sekte gunung pedang. Maaf jika saya lancang," ucap Qia yang penasaran sampai ia memberanikan diri bertanya.

__ADS_1


"Iya kita adalah tamu dari gurunya Han Yu dan kami melihat potensi besar yang dimiliki oleh Han Yu yang membuat kita memutuskan memberikan sedikit pengarahan, kami ke sini juga akan membantu kalian," ucap Cia Changyi.


Qia merasa takjub, ia telah melihat penampilan Han Yu beberapa tahun terakhir tapi ia tak mengenal Han Yu hanya tahu wajahnya dan Qia yakin kedua orang ini adalah master yang membuat Han Yu bisa sekuat tadi.


Qia tak mau menyinggung mereka sehingga ia memutuskan untuk mengikuti mereka saja, ya mungkin emang inilah nasib dari dirinya yang harus menjadi pengikut orang lain seumur hidupnya.


"Baik, Yeon-Jin kau uruslah anak-anak ini biar aku sendiri mengeksplor tempat ini," ucap Cia Changyi yang sontak membuat Yeon-Jin merasa tak terima.


"Changyi aku tak mau mengurus dua bocah ini, ayolah aku ingin mengikuti mu. Kau mau berpetualang seru dan mendapatkan harta untuk diri mu sendiri kan," ucap Yeon-Jin.


"Kau ini jangan jadi seperti anak kecil deh," ucap Cia Changyi yang secara fakta merekan kan memang masih anak-anak di kehidupan ini hanya saja mereka menggunakan sihir pengubah fisik dan jiwa mereka yang berumur tua.


"Guru, bagaimana kalau kita mengeksplor tempat ini bersama. Ayolah guru kami ingin bisa memiliki pengalaman, nanti hartanya akan kami serahkan sepenuhnya kepada guru," ucap Han Yu membujuk Cia Changyi.


"Iya, lagian kita tak tahu seperti apa kekuatan mereka di sini nanti bisa saja kau terbunuh dan tak ditemukan," ucap Yeon-Jin yang membuat Cia Changyi tak bisa mengelak.


"Hah, baiklah. Aku sebenarnya tak tahu apa yang akan terjadi nantinya makanya tak mau membahayakan kalian tapi kalau dipikir-pikir mungkin kalian bisa membantu ku," ucap Cia Changyi.


"Mohon maaf tapi apakah tidak apa-apa, maksud ku bagaimana dengan ratu siluman yang menguasai tempat ini. Bisa-bisa dia murka jika ada orang asing yang masuk ke wilayahnya secara sembarangan," ucap Qia.


"Iya kau benar, tempramen ratu siluman itu sangat membingungkan dan sulit untuk ditebak," ucap Han Yu yang menjadi panik.

__ADS_1


__ADS_2