![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Cia Changyi baru saja masuk ke dalam makam leluhur, matanya buram dan beberapa saat kemudian penglihatannya mulai normal kembali. Satu sosok yang ia lihat dihadapannya.
"Selamat datang anak muda, aku merasa sangat tertarik dengan mu. Kau sepertinya menyimpan banyak rahasia sebagai seorang pendekar," ucap sosok wanita bernama Dewi Saras.
"Salam Dewi Saras, aku tahu kau lah yang menjaga makam leluhur ini sejak makam ini pertama kali dibuat, aku harap berkatnya," ucap Cia Changyi memberi hormat.
"Hahaha, kau tak usah formal begitu. Ternyata penilaian ku benar, kau bukan pendekar biasa dan lebih kuat dan pintar dari dua pendekar yang lain," ucap Dewi Saras.
Cia Changyi menghela nafas, pasti satunya adalah Yeon-Jin yang nekat masuk ke dalam portal saat Cia Changyi dan Wei Lan masuk ke dalam duluan.
"Dewi Saras, aku mau membuat sebuah kesepakatan dengan mu. Hal ini pasti menarik perhatian anda," ucap Cia Changyi membuat Dewi Saras penasaran.
"Katakan apa yang kau tawarkan, ingat aku memberi mu kesempatan karena penilaian ku tak pernah salah. Jangan jadi yang pertama," ucap Dewi Saras.
"Saya tahu kalau anda dihukum oleh ayah anda untuk menjaga makam leluhur ini, saya bisa membantu anda terbebas dari hukuman ini," ucap Cia Changyi.
Dewi Saras terkejut, ia tak menyangka kalau Cia Changyi bisa tahu sejauh itu. Bahkan untuk saat ini ia tak bisa membaca pikiran Cia Changyi walau Cia Changyi berada di wilayah makam leluhur.
"Siapa kau sebenarnya? Apa jangan-jangan kau utusan ibu ku," ucap Dewi Saras.
"Tidak, aku tahu bukan karena apa yang kau pikirkan. Satu hal yang jelas kalau aku bisa membuka segel makam leluhur yang menjadi kutukan di sini," ucap Cia Changyi.
"Kau sangat mencurigakan, bagaimana aku bisa mempercayai mu dan tidak menuduh mu mata-mata dari musuh keluarga ku kalau kau memang bukan dari keluarga ku," ucap Dewi Saras.
"Bukankah kau tak usah takut, sudah ada banyak mata-mata yang dikirim ke sini dan semua berujung pada kematian karena segel itu. Lagian kalau pun aku bisa membuka segel kutukan itu pertanda kalau aku tidak ada niat jahat pada keluarga mu," ucap Cia Changyi.
__ADS_1
Apa yang dikatakan oleh Cia Changyi memanglah benar, Cia Changyi untungnya dia pernah masuk ke makam leluhur tempat saudara laki-laki Dewi Saras juga dikurung ditempat lain.
"Katanya kau mau penawaran, kalau kau misal bisa membuka segel kutukan itu apa yang kau mau? Katakan tujuan mu ke sini!" ucap Dewi Saras kepada Cia Changyi.
"Aku hanya ingin ayahnya teman ku dibangkitkan dari segel kutukan, saat aku membuka segel kau harus membuat jiwa ayahnya teman ku bisa hidup kembali," ucap Cia Changyi langsung mengutarakan tujuannya.
"Biasanya seseorang pendekar akan meminta sesuatu yang dapat membuatnya bertambah kuat sebagai hadiah tapi kau rupanya teman yang baik ya. Baiklah kau bisa mencoba membuka segel kutukan itu, tapi ingat kau bisa mati jika gagal seperti yang lain," ucap Dewi Saras.
Cia Changyi di kehidupan sebelumnya sudah pernah beberapa kali membuka segel kutukan, jadi Cia Changyi cukup optimis bisa membuka segel itu walau nyawa taruhannya.
Di depan Cia Changyi sekarang ada sebuah pintu kayu besar, di dalam ruangan itu ada semacam segel yang harus dipatahkan untuk membebaskan jiwa-jiwa dari makam leluhur dan orang yang mati di sini.
"Aku harap apa yang pendekar itu katakan bisa dibuktikan, aku juga kangen dengan alam di luar sana," gumam Dewi Saras di dalam hati sambil melihat Cia Changyi masuk ke dalam ruang segel.
Kobaran api menyelimuti ruangan ini, tapi hal itu tak menyakiti secara langsung tubuh Cia Changyi. Di balik kobaran itu ada sesosok pria berbalutkan api.
"Suatu kehormatan bisa menemui Aistos sang naga api," ucap Cia Changyi, ia menjentikkan jarinya dan kobaran api disekelilingnya pun padam.
Kegelapan menyelimuti ruangan itu, Aistos melihat ke sekeliling merasakan api-apinya namun ia tak bisa merasakannya. Dari tubuhnya ia mengelurkan api yang membuat seisi ruangan itu terang benderang.
"Nah gitu dong, cukup ada satu api yang menerangi ruangan ini aja," ucap Cia Changyi yang berada di hadapan Aistos.
"Apa mau mu manusia, jangan sombong dulu karena aku belum sepenuhnya mengeluarkan kekuatan api ku," ucap Asitos dengan nada angkuh. Kobaran api yang lain mulai bermunculan di sekitarnya.
"Mau ku satu, menjadikan mu wadah segel ku dan membebaskan jiwa-jiwa yang terkurung di sini," ucap Cia Changyi mengutarakan maksud dan tujuannya.
__ADS_1
"Hahahaha, kau cukup berani tapi sayang keberanian mu itu akan segera menjadi abu sama seperti orang-orang terdahulu mu," ucap Aiston dan semakin lama kobaran api itu semakin banyak dan panas.
Dari tangan Cia Changyi muncul senjata pedang berbentuk kobaran api, Cia Changyi mengerakkan pedang itu ke depan lalu mengeluarkan api yang hancur ketika bersentuhan dengan Aiston.
"Hahaha, kau hanya bisa menggunakan elemen api di sini dan api adalah makanan mu jadi kau akan sia-sia saja apabila menyerang ku," ucap Aiston mengejek Cia Changyi.
"Siapa bilang aku akan menyerang, kau tahu Aiston aku ini bisa membuat mu buta dalam kegelapan untuk selamanya," ucap Cia Changyi.
"Hahahaha, itu adalah omong kosong sebelum kalah. Baiklah aku akan membiarkan mu menyerang ku selama beberapa detik, setidaknya ini adalah kebaikan hati ku," ucap Aiston yang merasa kemenangan juga akan ada di tangannya.
"Kobaran api ini juga akan menjadi saksi atas kesombongan mu itu, Aiston," ucap Cia Changyi dan kemudian dari berbagai arah muncul banyak sosok Cia Changyi menyerang Aiston.
Aiston hanya perlu mengibaskan sedikit tangannya sehingga membuat hancur bayangan-bayangan itu, Aiston meremehkan dengan ilusi yang menurutnya tingkat rendah ini yang dikeluarkan oleh Cia Changyi.
"Huh, kau tahu ada ahli ilusi tingkat tinggi yang mau mengalahkan ku dan berakhir menjadi abu sedangkan kau tanpa tahu malu mengeluarkan ilusi rendahan ini, memalukan!" hardik Aiston.
"Siapa bilang ini ilusi rendahan? Kau akan tahu akibatnya Aiston," ucap Cia Changyi namun Aiston tak dapat melihatnya.
Dari arah depan secara mendadak Cia Changyi yang asli menghunuskan pedang apinya ke jantung Aiston, hal itu bukannya membuat Aiston kesakitan malahan membuatnya geli.
"Hanya ini serangan mu," ucap Aiston mengejek.
"Bukan, tapi ini," ucap Cia Changyi yang mengeluarkan batu berwarna merah yang berkedip-kedip.
"Rahasia kobaran api sang naga" adalah salah satu dari 8 rahasia surgawi naga yang menyerap naga berelemen api yang ditusuk jantungnya dengan energi api suci.
__ADS_1
Untungnya tubuh Cia Changyi dapat mengaktifkan mutiara cahaya dewa yang dapat memurnikan elemen api menjadi api suci.