Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 28 : Kegiatan Rutin


__ADS_3

Sejak Cia Changyi berusia 7 tahun, Cia Changyi dan Yeon-Jin mulai berlatih, mereka mulai dengan latihan fisik yang keras. Mereka setiap pagi naik turun gunung dengan membawa batu besar dan dilakukan setiap hari.


Berbagai latihan fisik telah dilakukan oleh mereka berdua dengan brutal setiap hari, Lee Anming pun tak bisa menahan diri untuk khawatir kepada kedua adiknya.


"Bisakah kalian berlatih yang normal saja, aku tahu kalian memang bukan anak biasa tapi tetap saja tubuh kalian masih kecil," tegur Lee Anming suatu hari selepas latihan.


"Kak tenang saja, kami rutin kok meminum ramuan yang membuat tubuh kami terbebas dari efek samping latihan keras," ucap Cia Changyi menjawab kekhawatiran Lee Anming.


"Jadi kakak tak perlu khawatir karena tubuh kami tak akan rusak, kami kan sudah berjanji akan menjadi kuat sebagai tujuan hidup kami," ucap Yeon-Jin menambahkan.


Lee Anming pun hanya menggeleng saja mendengar jawaban kompak keduanya. Hubungan mereka bertiga memang semakin akrab setelah beberapa bulan tinggal bersama.


Setiap seminggu sekali pun latihan Zhang Fang dilakukan bersama Camilla namun beberapa kali Zhang Fang juga ikut latihan bersama Cia Changyi dan Yeon-Jin untuk mendekati Cia Changyi tentunya.


Hu Feng pun demikian, bisa dikatakan hampir setiap malam Hu Feng akan membedah buku alchemist bersama Cia Changyi. Walau begitu Cia Changyi membatasi waktunya sampai jam 10 malam.


Semua berjalan dengan baik selama ini walaupun luka dalam Zhang Fang juga mulai membaik dan benda yang ada di dalam tubuh Lee Anming pun telah dikeluarkan oleh Yeon-Jin.


"Batu merah ini dari energi jahat iblis, yang menaruh ini kedalam tubuh saudara Lee Anming pasti telah melakukan banyak tumbal nyawa," ucap Yeon-Jin sambil memegang batu itu.


Yeon-Jin memang memaksakan diri saat mengeluarkan batu itu dari tubuh Lee Anming, untungnya energi jahat iblis itu masih melemah sampai saat ini belum sebesar dari kehidupan sebelumnya.


"Kak, aku mau kakak merahasiakan kesembuhan kakak dan tetap terlihat melemah," ucap Cia Changyi memperingati kakaknya setelah Yeon-Jin menyembuhkan Lee Anming.


"Ada apa? Apakah ada pengkhianat yang sengaja memberi ku batu iblis itu di sekte ini?" tanya Lee Anming kepada Cia Changyi.

__ADS_1


"Bisa dibilang seperti itu. Saat ini kakak tak usah tahu identitasnya tapi kakak tenang saja karena jumlah mata-mata di sekte ini masih sedikit dan pergerakan mereka masih pasif. Kakak jangan cemas karena aku akan menumpaskan mereka pada akhirnya," ucap Cia Changyi.


Lee Anming yang mendengar itu pun hanya bisa percaya saja dengan kemampuan masa depan Cia Changyi. Tapi dihatinya tetap mengutuk entah siapa pengkhianat itu.


Di sisi lain Zhang Fang secara aktif mulai mendekati Cia Changyi, ia pun selalu berdalih latihan mandiri oleh ayahnya ketika hendak ke kediaman Lee Anming.


Zhang Fang pun melakukan itu dengan mulus karena ia telah berkembang pesat dalam hal kekuatan membuatnya bisa meyakinkan ayahnya untuk tak protektif lagi.


Ketua sekte yang semakin sibuk juga dengan urusan sekte pun tak bisa terus mengontrol anaknya karena sering berpergian juga sebagai perwakilan sekte cahaya pedang.


Demikian pun dengan Hu Feng ia juga mendapat izin dari ayahnya untuk sering belajar bersama dengan Cia Changyi yang dikenalkan sebagai murid dari Camilla.


Camilla sendiri sekarang sudah bisa keluar dari tubuh Cia Changyi tanpa batas waktu semenjak Cia Changyi berusia 7 tahun, ia jadi sering keluar dan menikmati dunia luar.


Tak terasa sudah terlewat satu tahun, rutinitas mereka terjalin dan menjadi rutin selama setahun terakhir sejak Cia Changyi berusia 7 tahun dan sekarang sudah 8 tahun.


"Sebenarnya aku juga berpikir seperti itu. Ada beberapa harta berharga juga yang harus aku ambil sesuai ingatanku di kehidupan sebelumnya, apa kau juga sama?" tanya Cia Changyi.


"Ya ada sih tapi sebagian besar ada di aliansi kebangkitan iblis dan selebihnya karena aku ingin melihat dunia yang aku tak lihat sebelumnya di kehidupan sebelumnya," ucap Yeon-Jin.


Yeon-Jin memang tak bebas di kehidupan sebelumnya dan ia ingin kali ini di kehidupan ini bersama dengan Cia Changyi berjelajah.


"Baiklah kalau gitu aku harus memikirkan rencana kedepannya lalu kita harus diskusikan dengan yang lain," ucap Cia Changyi kepada Yeon-Jin yang senang mendengarnya.


Malam harinya.

__ADS_1


"Camilla aku dan Yeon mau keluar sekte selama beberapa tahun, kau tak apa kan di sini selama aku pergi," ucap Cia Changyi kepada Camilla.


"Ah tak apa tuan, lagian aku cukup senang di sini. Aku kan harus mengajar Zhang Fang juga, tapi kita tetap bisa terhubung. Jadi jangan sampai mati ya," ucap Camilla.


Intinya walaupun terpisah jarak antar dimensi sekalipun Camilla tetap bisa merasakan Cia Changyi yang sedang dalam bahaya dan ia pun akan ikut mati kalau Cia Changyi mati.


Beberapa hari kemudian.


"Aku sudah memutuskan bersama Yeon akan pergi mengembara selama beberapa tahun," ucap Cia Changyi kepada Lee Anming, Zhang Fang, dan Hu Feng.


"Apa?! Kau ingin meninggalkan sekte," ucap Hu Feng yang terkejut dan begitu juga yang lainnya.


"Pokoknya aku harus ikut dengan kalian," ucap Zhang Fang, hal itu mengusik Yeon-Jin yang menganggap Zhang Fang hanya akan mengganggu petualangannya.


"Tidak boleh, kau pikir aku tak tahu kalau kau hanya ingin mendekati Changyi kan," ucap Yeon-Jin yang sukses membuat pipi Zhang Fang memerah malu.


"Ehem, sebaiknya kita tidak keluar topik. Changyi pikir kau harus melakukan itu tapi aku tak menyangka secepat ini, aku pikir kau akan melakukannya saat sudah remaja," ucap Lee Anming.


"Kakak, kita memang belum 10 tahun tapi kita sudah terlihat 15 tahun kan," ucap Yeon-Jin dan memang benar, tubuh mereka seiring latihan keras telah tumbuh lebih dari anak seusianya.


"Tapi bagaimana dengan ku, masih ada banyak buku yang aku butuh bimbingan mu untuk aku kuasai," ucap Hu Feng kepada Cia Changyi dengan mata berbinar.


"Senior Feng, aku tahu kau sudah lebih pintar dari satu tahun lalu dan aku rasa kau pasti bisa memahaminya sendiri. Begini saja, kalau ada hal yang tak kau mengerti kau bisa mendiskusikannya dengan ku saat kita bertemu," ucap Cia Changyi.


Percakapan berjalan cukup baik walau Zhang Fang sangat ingin ikut mereka, namun pada akhirnya Zhang Fang menyerah juga karena pasti ayahnya tak akan memberi izin.

__ADS_1


"Oh iya kalian kapan mau berangkat?" tanya Lee Anming kepada Cia Changyi dan Yeon-Jin.


"Besok," ucap Cia Changyi dan Yeon-Jin serentak.


__ADS_2