Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 24 : Keputusan Lee Anming


__ADS_3

Keesokan harinya nampak Lee Anming yang sedang menikmati teh di pagi hari, ia memandang langit pagi dan suasana sejuk namun pikirannya tak tenang.


Cia Changyi yang melihat hal itu pun memberanikan diri mengambil inisiatif untuk memulai percakapan karena ia tak ingin ketegangan ini berlanjut.


Cia Changyi pun duduk di samping Lee Anming. Lee Anming yang mengetahui keberadaan Cia Changyi tak bergeming bagaikan Cia Changyi tak ada di sampingnya.


"Aku minta maaf kak. Terkesan aku memiliki niat jahat berada di sisi mu tapi aku berani bersumpah demi jiwa ragaku kalau aku tak akan berniat jahat kepada mu," ucap Cia Changyi.


"Sumpah yang kau ucapkan juga diucapkan oleh teman ku dulu namun dia mengkhianati ku saat desa kami diserang, demi bertahan hidup dia membuatku ditangkap," ucap Lee Anming.


Cia Changyi baru tahu kisah ini dari Lee Anming saat ini karena di kehidupan sebelumnya ia tak diceritakan pengalaman buruk ini oleh Lee Anming.


Cia Changyi bagaikan tak ada harapan lagi entah ia akan diusir dari sini ia akan tetap menerimanya, ia sudah membuat Lee Anming kecewa.


"Kau tahu Changyi, saat aku tahu kau membawa anak raja itu aku sudah curiga kepada mu dan ingin menyelidiki mu namun saat aku juga menemukan fakta tentang nona Zhang aku sepertinya tak usah menyelidiki mu lagi," ucap Lee Anming.


Cia Changyi hanya mendengarnya tanpa bergeming, ia menatap kembali Lee Anming yang tanpa ekspresi itu. Cia Changyi pun beranjak pergi.


Yeon-Jin yang melihat itu dari tadi pun menghampiri Cia Changyi dan memegang tangan Cia Changyi dengan erat.


"Aku tak pernah bertemu orang seperti mu baik di kehidupan yang lalu atau yang sekarang dan aku yakin kau adalah seseorang yang disebut keluarga," ucap Yeon-Jin sambil menggenggam erat tangan Cia Changyi.


Cia Changyi menatap Yeon-Jin, sepertinya dulu hidupnya Yeon-Jin lebih menyedihkan dari hidup Cia Changyi dulu. Yeon-Jin diperlakukan seperti alat dan berbahaya namun Cia Changyi tak beranggapan seperti itu.


"Kemana pun kau pergi bolehkah aku mengikuti ku, teman ku," ucap Yeon-Jin yang diangguki oleh Cia Changyi. Mereka pun beranjak pergi dari sana tanpa menatap ke belakang.


"Tunggu, kalian mau kemana?" Lee Anming menghentikan Cia Changyi dan Yeon-Jin dan hal itu membuat mereka berbalik badan dan menemukan sosok Lee Anming dihadapan mereka.

__ADS_1


"Changyi aku belum selesai. Teman ku yang menghianati ku dulu dengan sumpahnya aku tak menemukan ketulusan dalam matanya tapi aku bisa melihat ketulusan dimata mu saat kau yang mengucapkannya," ucap Lee Anming.


Lee Anming berhenti sejenak, ia pun menatap Yeon-Jin dan Cia Changyi secara bersamaan. Keduanya bahkan masih terlihat seperti anak kecil yang polos dimata Lee Anming.


"Aku mempercayai mu Changyi, aku bisa merasakan kalau kau adalah anak baik dan aku akan menjaga mu dari gelapnya dunia pendekar agar kau tak terjerumus di dalamnya," ucap Lee Anming.


Kata-kata itu membuat hati Cia Changyi tak bisa lagi mendeskripsikan kesenangan, ia merasa seperti hatinya yang hampir patah itu kembali utuh seperti semula.


Tak terasa air mata Cia Changyi pun jatuh, hal itu membuat Yeon-Jin terkejut karena mengingat sosok Cia Changyi di kehidupan yang sebelumnya, ia dulunya pendekar hebat namun sekarang menangis.


"Tak apa kau menangis Changyi, semua pendekar hebat juga butuh menangis untuk melampiaskan perasaannya," ucap Lee Anming sambil menyeka air mata Cia Changyi.


Mendengar itu membuat Yeon-Jin terkesan, ia selalu di doktrin untuk tidak mengekspresikan perasaannya. Ia sekarang tahu alasan Cia Changyi sangat menyayangi Lee Anming.


"Uhukk uhukk," Lee Anming terbatuk-batuk setelah itu. Sekarang sepertinya sakitnya Lee Anming mulai menyebar.


Lee Anming pun ke kamarnya untuk istirahat, Cia Changyi hanya melihat dan tak bisa membantu untuk saat ini tapi ia akan temukan caranya sekarang juga.


"Apa yang terjadi dengan kakak mu, aku merasakan benda aneh di tubuhnya," ucap Yeon-Jin kepada Cia Changyi.


"Kau bisa merasakan sesuatu, oh iya kau dulu tinggal bersama pendekar aliran hitam selama puluhan tahun, kakak ku sebenarnya di celakai oleh pendekar aliran hitam," ucap Cia Changyi.


"Ya, kekuatan ku belum sepenuhnya pulih tapi aku pastikan benda itu tak akan langsung membunuh tapi secara perlahan menggerogoti tubuhnya, aku bisa merasakan auranya," ucap Yeon-Jin menganalisa.


"Kita harus cepat, aku tak mau kehilangan kakak ku lagi. Yeon aku mohon bantu aku, aku akan membalas budi baik mu nanti," ucap Cia Changyi kepada Yeon-Jin.


"Kau lihat wajah mu yang memohon itu sangat berbeda dengan wajah tegas mu di kehidupan sebelumnya," ucap Yeon-Jin menggoda Cia Changyi.

__ADS_1


"Kau! Apa kau adu tanding lagi bersama ku," ucap Cia Changyi yang kesal lalu mengejar Yeon-Jin yang segera masuk ke rumah.


Sebenarnya Cia Changyi dan Yeon-Jin karena masuk di tubuh masa kecil mereka jadi ada sedikit sifat kekanak-kanakan yang akan mereka keluarkan tanpa mereka sadari.


Di tempat lain.


Ling Cang yang berpakaian serba hitam memasuki sebuah ruangan yang dijaga ketat oleh para penjaga yang memiliki kekuatan yang cukup kuat, ia masuk ke dalam dan disambut.


"Wah akhirnya anak ku menemui ku juga," ucap ketua Ling yang merupakan ketua sekte aliran hitam yang juga dewan aliansi gerakan kebangkitan iblis.


"Aku juga merindukan ayah, tapi aku senang karena bisa melumpuhkan murid jenius sekte cahaya pedang itu, perlahan kedudukan kita di aliansi akan menguat," ucap Ling Cang.


"Kau benar anakku, kita harus sebaik mungkin melakukan tugas kita untuk menyenangkan yang mulia iblis. Ayo sekarang waktunya persembahan," ucap ketua Ling.


Keduanya pun memasuki sebuah ruang rahasia di ruangan itu, hanya ada beberapa lilin yang menerangi kegelapan di sana.


Seorang gadis kecil yang meringkuk ketakutan di sana sambil menangis terikat di sudut ruangan, mulutnya tersumpal sehingga suaranya tak jelas ditambah tubuhnya yang memiliki banyak luka.


Gadis itu merasa ketakutan saat melihat keberadaan orang lain, ia tak mau di siksa lagi dan di ambil darahnya.


"Keturunan suci phoenix, aku dapat mencium bau darah segar darinya ayah," ucap Ling Cang.


"Ya, aku menyisakan gadis itu untuk mu. Kau bisa menikmatinya," ucap ketua Ling kemudian berseringai jahat.


Perlahan Ling Cang mengeluarkan wujud lain dari dirinya, wajahnya yang cantik berubah jadi seburuk buruknya wajah yang dilihat oleh gadis itu. Giginya pun berubah menjadi taring tajam.


Detik kemudian tubuh gadis itu terkoyak-koyak oleh gigi taring Ling Cang, melihat itu membuat ketua Ling berseringai.

__ADS_1


__ADS_2