![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Tubuh Lei Mei memiliki jiwa seorang dewi yang menjadikan tubuh Lei Mei sebagai wadah sejak Lei Mei dilahirkan, selama ini jiwa dewi itu menggunakan energi tubuh Lei Mei untuk menguatkan tubuhnya.
Maka dari itu Lei Mei tidak bisa menjadi pendekar saat itu karena jiwa dewi di dalam tubuhnya secara diam-diam berkultivasi dan menyerap energi alam dari tubuh Lei Mei.
"Cincin yang aku berikan memiliki energi yang kuat, ini akan membuka kekuatan besar dari Lei Mei," jelas Cia Changyi kepada Lei Rong yang memeluk tubuh putrinya.
Lei Rong merasakan gejolak energi yang kuat dari Lei Mei, ia sama sekali tak merasakan bahaya dengan kondisi putrinya walaupun Lei Mei tak sadarkan diri.
"Bagaimana kau bisa tahu tentang kekuatan putriku, tolong jawab aku," ucap Lei Rong memohon kepada Cia Changyi.
"Baiklah aku akan bilang, sebenarnya aku memiliki benda surgawi yang bisa mendeteksi potensi seseorang sama seperti cincin itu bisa membuka potensi Lei Mei," jelas Cia Changyi.
"Tapi kenapa kau mau menolong kami, tidak ada yang gratis kan di dunia pendekar ini?" ucap Lei Rong kepada Cia Changyi, ia masih agak ragu tentang kebaikan dari Cia Changyi.
"Iya anggap saja aku memang ingin memanfaatkan putri mu, aku mau dia menjadi kuat dan membantu ku mengalahkan para pemuja iblis dan mencegah kebangkitan iblis lalu setelah itu ia bisa bebas melakukan apapun," ucap Cia Changyi.
Lei Rong tak bisa berkata-kata lagi, ia pun memutuskan untuk sekali lagi percaya dengan seseorang. Ia menatap wajah putrinya yang perlahan-lahan sadar.
"Ibu... Tadi ada wanita cantik tadi mendatangi ku dan katanya dia akan menjadikan ku kuat sehingga bisa menjaga ibu, apakah itu benar bu?" tanya Lei Mei setelah sadar.
"Iya nak, itu benar. Sekarang kau harus tinggal bersama tuan pendekar itu ya nak supaya kau bertambah kuat untuk melindungi orang yang kau cintai," ucap Lei Rong sambil meneteskan air mata.
"Wah apakah aku akan keluar dari sini dan tidak perlu disiksa menjadi pelayan lagi, akhirnya doa kita terkabul bu kita bisa keluar dari sini kan," ucap Lei Mei dengan antusias.
__ADS_1
"Maafkan ibu nak, ibu harus tetap disini karena ada urusan. Nanti kau bisa mendatangi ibu ketika sudah menjadi pendekar yang hebat ya," ucap Lei Rong kepada Lei Mei.
Lei Rong ingin menatap di sini untuk membalaskan dendamnya kepada keluarga Lei, ia juga ingin mengembalikan kekuatan tubuhnya seperti semula atau bahkan lebih kuat lagi dari sebelumnya.
Setelah percakapan alot antara Lei Mei dan Lei Rong pada akhirnya Lei Rong dapat meyakinkan Lei Mei untuk ikut bersama dengan Cia Changyi dan Yeon-Jin tanpa bersama dirinya.
"Tuan pendekar aku punya satu permintaan, bisakah kau palsukan kematian ku dan bawa putri ku sebagai budak mu dihadapan keluarga Lei," ucap Lei Rong kepada Cia Changyi setelah berhasil menidurkan Lei Mei.
"Baiklah aku akan membantu mu," ucap Cia Changyi, kemudian Cia Changyi dan Lei Rong pun berbincang untuk menyusun rencana kedepannya agar rencana mereka berhasil.
Setelah Lei Mei bangun dari tidurnya, Lei Rong pun dengan perlahan dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh Lei Mei pun menjelaskan tentang rencana yang dibuat bersama Cia Changyi tadi.
"Ibu kenapa kita harus melakukan itu?" tanya Lei Mei kepada ibunya, Lei Mei ini memang masihlah anak yang polos yang belum tahu tentang kerasnya dunia luar dan hanya terkurung di kediaman Lei menjadi pelayan.
Lei Mei pun hanya mengangguk saja menuruti kemauan ibunya, kemudian mereka pun melaksanakan rencana itu. Lebih cepat selesai lebih bagus, pikir Lei Rong.
Lei Mei menangis histeris sambil berlari, ia mengatakan ibunya telah meninggal. Ayah Lei Mei yang mendengar itu sama sekali tak peduli, ia meminta beberapa penjaga untuk mengubur mayat Lei Rong di dekat gubuk.
Hanya ada 2 penjaga yang melakukan prosesi pemakaman dari Lei Rong, dua pengawal itu hanya melihat sesuatu yang dibalut dengan kain putih dan sudah berbau busuk.
Dua pengawal itu sama sekali tak curiga dan langsung mengubur sesuatu itu dengan secepat mungkin karena bau busuk yang keluar dari buntalan kain itu.
"Huh, akhirnya wanita itu mati juga setelah diracun selama bertahun-tahun sebaiknya setelah ini aku jual saja Lei Mei menjadi budak," gumam kepala keluarga Lei sambil melihat proses pemakaman Lei Rong dari jendela ruang kerjanya.
__ADS_1
Lei Mei menangis tersedu-sedu dengan suara yang cukup kencang membuat orang sekitar bukannya simpati malah memarahi dan memukuli Lei Mei.
"Diam anak cengeng, ibu mu itu sudah mati apa kau juga mau mati sepertinya hah!" hardik salah seorang pelayan kepada Lei Mei.
"Kau itu harus kerja jangan hanya menangis, tak ada gunanya menangisi ibu mu yang pasti tersiksa di neraka itu," hardik salah seorang pelayan lainnya.
Di ruang kerja kepala keluarga Lei.
Cia Changyi menghampiri kepala keluarga Lei yang disambut hangat olehnya, ia disuguhi teh dan diperlakukan sebagai tamu kehormatan.
"Ada apa gerangan kedatangan tuan pendekar? Apakah ada yang mau dikeluhkan dari pelayanan keluarga Lei kami? Aku harap tidak demikian," ucap kepala keluarga Lei.
"Tidak, pelayanannya bagus. Tapi aku mendengar suara tangis dari seorang anak perempuan, kenapa dia menangis daritadi menganggu pendengaran ku," ucap Cia Changyi.
"Ah maafkan aku, ibu dari anak itu baru saja meninggal pagi ini jadi dia menangis terus. Rencananya saya akan membawa anak itu ke panti asuhan agar bisa diadopsi oleh orang baik diluaran sana," ucap kepala keluarga Lei.
"Seorang anak? Kebetulan aku sedang mencari anak kecil sebagai budak ku melanjutkan berkelana, bisakah aku membelinya?" ucap Cia Changyi.
"Ah tuan mau menjadikan anak itu budak? Tak masalah tuan saya akan memberikan kepada tuan secara cuma-cuma sebagai kenang-kenangan dari keluarga Lei kami," ucap kepala keluarga Lei.
Semua berjalan sesuai rencana, akhirnya Cia Changyi, Yeon-Jin, dan Lei Mei hari itu juga pergi dari kediaman keluarga Lei. Walaupun sempat dihalangi oleh Lei Kaili yang berusaha menggoda Cia Changyi untuk membawanya pergi.
"Ah tuan pendekar saya sangat takut dijodohkan oleh ayah saya, saya ingin menjadi pendekar wanita yang independen bisakah saya ikut tuan pendekar berkelana," ucap Lei Kaili.
__ADS_1
Setelah percakapan yang alot akhirnya Lei Kaili mendengus kesal karena tidak berhasil menggoda Cia Changyi, ia juga mengutuk Lei Mei supaya disiksa oleh Cia Changyi dan Yeon-Jin.