Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 66 : Ratu Siluman


__ADS_3

Tak lama kemudian suasana hutan mendadak berubah, dari 25 orang tersisa 18 murid yang mereka semua dapat merasakan perubahan atmosfer yang tak biasa di sini.


Naluri mereka membawa mereka untuk ke sumber perubahan atmosfer, entah mengapa langkah kaki mereka berjalan sendiri mendekati sesuatu itu.


"Kak, kaki ku entah mengapa berjalan sendiri ke sana. Sebenarnya ada apa dengan ku?" tanya Han Bao kepada Han Yu satu-satunya yang tak terpengaruh.


"Aku juga tak tahu, hal ini belum pernah aku temui selama ini. Mungkin ini salah satu bagian ujian tambahan, sebaiknya kita ikuti saja," ucap Han Yu yang menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.


Tak lama kemudian mereka ber-18 murid berkumpul di satu area dan dapat mereka lihat ada banyak sosok siluman di sana yang ditengah-tengah kumpulan itu ada sosok ratu siluman.


"Ah. Itu adalah siluman, aku tak tahu kalau ada siluman di sini padahal selama ini aku belum pernah menemui salah satu dari mereka sebelumnya," batin Han Yu dan serupa dengan yang lain.


"Selamat datang para murid gunung pedang. Perkenalkan aku adalah ratu siluman yang menguasai alam hutan ini dan akulah yang mengumpulkan kalian di sini," ucap ratu siluman.


"Apa tujuan mu mengumpulkan kami?" ucap salah seorang murid wanita dengan berani setelah suasana hening yang terjadi.


"Itu adalah pertanyaan yang bagus, jadi alasan ku mengumpulkan kalian adalah untuk memberi salah satu dari kalian harta berharga dari alam ini," ucap ratu siluman.


Sontak hal itu membuat para murid sekte gunung pedang semangat untuk mendapatkan harta itu yang pasti sangat berharga, namun ada beberapa murid yang cukup curiga dengan ratu siluman.


"Tenang, aku tahu kalau kalian ingin menang kompetisi dan menjadi 10 besar. 8 dari kalian sepertinya punya jumlah yang sedikit dalam hal membunuh monster apa sebaiknya mereka disingkirkan," ucap ratu siluman.


Dari 18 murid itu mereka saling melihat satu sama lain, sepertinya sang ratu siluman memberi kode untuk menyingkirkan 8 murid untuk mendapatkan harta peninggalan.

__ADS_1


"Kak, sebenarnya siapa dia dan apa maksudnya dengan itu?" tanya Han Bao yang tak mengerti situasinya, ia pun juga dapat melihat ada banyak tatapan membunuh.


"Han Bao, ratu siluman itu ingin mengadu domba kita dengan harta peninggalan yang ia bicarakan. Kita tidak boleh lengah karena sepertinya banyak yang termakan hasutannya," ucap Han Yu menjelaskannya.


Han Bao pun mengangguk mengerti, ia menatap sinis ratu siluman yang menurutnya walaupun cantik tapi memiliki tubuh yang aneh dengan setengah ular dari pinggang sampai ke bawah.


"Dengar, aku beri kalian waktu sampai jam pasir ini habis dan ingat harus ada minimal 10 orang yang tersisa," ucap ratu siluman yang kemudian muncul secara tiba-tiba jam pasir dari tangannya.


Beberapa saat kemudian keheningan pun menjadi gaduh ketika ada salah satu yang menyerang, itu adalah Kia atas perintah Xixi yang membuat yang lainnya ikut menyerang satu sama lain.


Han Bao dan Han Yu saling menjaga satu sama lain, mereka menyerang hanya kepada murid yang menyerang mereka duluan. Begitulah kesepakatan di antara mereka.


Seorang murid menebaskan pedangnya ke arah Han Bao yang mana efek dari tebasan itu mengeluarkan bunga-bunga berwarna merah yang mengarah ke Han Bao.


Sosok ratu siluman tersenyum melihat pertarungan para murid itu, ternyata mereka cukup naif dan juga serakah dengan langsung mempercayai perkataannya.


Di sisi lain Xixi hanya berdiri saja dengan dua orang yakni Kia dan Qia yang menghalau berbagai serangan yang datang dan sesekali Xixi menggunakan jarum racunnya.


Tak lama kemudian tersisa 10 orang yang sudah difilter dan bersamaan dengan itu tanah yang mereka pijak secara mendadak runtuh dan mereka pun masuk ke dalam tanah.


"Kak," ucap Han Bao yang dengan sergap Han Yu meraih tangan Han Bao dan pada akhirnya mereka pun masuk ke dalam tanah bersama yang lain.


Ratu siluman pun menghentakkan trisulanya lalu dirinya dan para pengikutnya pun turun juga ke dalam tanah, suasana gelap ruang bawah tanah secara mendadak menjadi terang saat ratu siluman dan pengikutnya turut berada di sana.

__ADS_1


"Wah kalian cukup gesit ya, selamat 10 dari kalian sudah menjadi pemenang di kompetisi tahunan sekte gunung pedang tapi kalian sekarang harus memperebutkan hadiah peninggalan kuno," ucap ratu siluman.


"Tunggu, aku dan adik ku tak mau harta itu dan kami sudah cukup dengan menjadi bagian dari 10 besar dari kompetisi tahunan sekte gunung pedang," ucap Han Yu dengan berani.


Ia dan adiknya tak mau saling membunuh untuk mendapatkan harta peninggalan yang tak jelas itu, beberapa orang berbisik-bisik ada yang juga punya pemikiran yang sama dengan Han Yu dan ada juga sebaliknya.


"Ya ampun kamu ini bocah ingusan yang tak mengerti apapun, baiklah aku akan memperlihatkan harta yang akan menjadi hadiahnya mungkin saja itu bisa mengubah pikiran kalian," ucap ratu siluman.


Kemudian muncullah dari tangan ratu siluman sebuah cahaya seperti hologram yang memperlihatkan sebuah benda yang cukup menarik yakni kalung kehidupan.


Sudah menjadi hal umum kalau dulu sekte gunung pedang dibuat oleh beberapa dewa dewi dan salah satu peninggalan yang tak diketahui keberadaannya adalah kalung kehidupan yang hanya diketahui rupanya dari buku sejarah sekte.


"Lihat saudari Xixi, kalau sampai kau memiliki kalung kehidupan itu maka kau akan menjadi yang paling dihormati di antara para murid bahkan antar gunung," ucap Kia.


"Ya kau benar, pokoknya apapun yang terjadi aku harus mendapatkan kalung kehidupan itu dan kalian harus membantu ku," ucap Xixi, sedangkan Qia hanya diam dengan kebodohan dari Xixi dan Kia yang serakah.


Masa sih mereka sebodoh itu? Sebenarnya ada legenda tentang alam hutan ini yang tersebar bahkan sejak puluhan tahun yang lalu dan hal itu membuat sebagian dari mereka percaya kepada ratu siluman.


"Bagaimana kak. Kakak kalau sampai mendapatkan kalung kehidupan itu maka akan dapat mengangkat derajat gunung bulan apa sebaiknya aku saja yang menyerah," ucap Han Bao yang mulai ragu.


"Tidak Han Bao, entah mengapa aku tak bisa percaya dengan mudah kepada ratu siluman itu seperti yang lain tapi yang jelas kita harus keluar dari sini karena tujuan kita ke sini sudah tercapai," ucap Han Yu.


Tekad Han Yu bulat, ia dan adiknya tak mau menjadi bagian dari keserakahan para murid.

__ADS_1


__ADS_2