Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 43 : Menjadi Guru


__ADS_3

"Aku ingin mengatakan hal penting dengan guru kalian, apakah dia sedang sibuk sekarang?" tanya Cia Changyi yang sudah menyelesaikan makanannya.


"Kebetulan malam ini guru tidak ada pekerjaan dan sedang bersantai karena sedang libur, baiklah aku akan antar senior ke kediaman guru," ucap Han Yu.


"Pokoknya aku ikut," ucap Yeon-Jin kemudian berdiri dan memegang tangan Cia Changyi sambil memberi isyarat kepada Cia Changyi.


"Ah dia juga ikut, junior Han Bao aku titip Lei Mei kepada mu ya," ucap Cia Changyi yang diiyakan oleh Han Bao.


Sepanjang jalan ada banyak wanita lalu lalang dan menyapa Han Yu dan juga sosok Cia Changyi yang menurut mereka sangat tampan, namun Yeon-Jin mampu mengusir wanita-wanita itu.


"Bisakah kau menggunakan penyamaran yang tidak terlalu mencolok, jangan-jangan kau suka diperhatikan begitu dengan para wanita itu," ucap Yeon-Jin kepada Cia Changyi.


"Jangan salahkan aku, emang pada dasarnya aku ini berkharisma sehingga mengundang perhatian kaum wanita. Kau harus menghilangkan pikiran aneh tentang wanita kalau tidak kau akan jomblo selamanya," ucap Cia Changyi memperingatkan.


"Asalkan dapat bersama mu aku sudah cukup, andai kau perempuan pasti aku akan menjadikan mu istriku," ucap Yeon-Jin menggoda Cia Changyi lalu dicubit oleh Cia Changyi.


Yeon-Jin memang menganggap Cia Changyi sebagai sosok teman dekat yang memberinya perasaan memiliki keluarga, Yeon-Jin juga masih ingat dengan pesan dari dewa agung.


Han Yu tak begitu memperhatikan percakapan mereka, pada akhirnya mereka pun sampai ke kediaman Xi Li lalu masuk ke dalam, mereka pun disambut oleh Xi Li.


"Guru, senior ingin menemui guru dan mengatakan sesuatu jadi murid mengantar ke sini, maaf jika mengganggu istirahat guru," ucap Han Yu sambil membungkukan badan.


"Ah tak apa, Han Yu kau bisa keluar. Sepertinya apa yang menjadi maksud mereka cukup rumit," ucap Xi Li, kemudian Han Yu pun undur diri menunggu di depan rumah.

__ADS_1


Setelah itu Xi Li mempersilakan Cia Changyi dan Yeon-Jin untuk masuk ke ruang kerjanya agar lebih formal dan rahasia.


"Jadi tidak usah berbasa-basi lagi tujuan kami ke sini untuk membantu Han Yu dan Han Bao mengenai masalah mereka," ucap Cia Changyi langsung mengutarakan maksudnya.


"Masalah? Sepertinya benar kalau kalian adalah pendekar hebat bisa tahu apa yang menghambat latihan dua murid ku itu tapi apa yang mau kalian inginkan?" tanya Xi Li kepada Cia Changyi.


Xi Li memang bisa meraskan kalau Cia Changyi ini adalah yang paling kuat dan entah mengapa instingnya mengatakan kalau ia tak boleh menyinggung dua sosok dihadapannya ini.


"Kami akan hanya ingin membantu, untuk imbalan kami hanya ingin tujuan dari pendekar aliran hitam itu tercapai karena kami musuh mereka dan begitu juga dengan anda," ucap Cia Changyi kepada Xi Li.


"Baiklah aku akan mendengarkan dulu solusi yang kalian berikan, kalau itu terdengar masuk akal dan bisa dilakukan dengan aman maka aku akan menyetujuinya. Jelas kalau itu berhasil aku akan memberikan kalian hadiah semampuku," ucap Xi Li.


Kemudian Cia Changyi menjelaskan solusi dari masalah yang dialami oleh Han Yu dan Han Bao kepada Xi Li dengan cukup detail. Sebenarnya dua kakak adik itu termasuk teman Cia Changyi di masa lalu.


Secara kebetulan Han Yu dan Han Bao setelah sekte gunung pedang sudah bubar mereka berkelana dan bertemu dengan master beladiri yang dapat membantu perkembangan mereka.


"Itu tak penting, yang terpenting adalah melakukan pelatihan untuk Han Yu dan Han Bao. Untuk hadiah aku hanya ingin mereka menang petandingan tahunan, aku mendengar beberapa murid membicarakan hal itu sepanjang jalan ke sini," ucap Cia Changyi.


"Kalian hanya ingin dua murid ku itu menang? Kalian tidak mau hadiah apapun, aku bukan sombong tapi aku punya banyak sumber daya yang berguna yang bisa kalian pakai," ucap Xi Li memastikan.


"Kami tak terlalu membutuhkan itu, kalau boleh malahan kami ingin mengajari Han Yu dan Han Bao berlatih karena aku sangat tertarik dengan bakat mereka," ucap Cia Changyi.


Mendengar hal itu membuat Xi Li semakin penasaran dengan sosok Cia Changyi, ia pun mengiyakan hal itu sekaligus penasaran dengan gaya latihan dari pendekar muda hebat di hadapannya ini.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka keluar dari ruang kerja Xi Li, Xi Li pun menyuruh Han Yu untuk masuk untuk mengantar Cia Changyi dan Yeon-Jin.


"Oh iya, mulai besok sampai pertandingan tahunan kau dan adik mu akan di ajari oleh tuan pendekar Cia Changyi dan temannya, aku harap kalian dapat lebih berkembang dibawah bimbingan mereka," ucap Xi Li.


Sontak hal itu mengejutkan Han Yu yang tak menyangka kalau gurunya mempercayakan Cia Changyi dan Yeon-Jin untuk urusan latihan mereka, hal itu membuat Han Yu semakin menghormati sosok Cia Changyi dan Yeon-Jin.


Tak lama kemudian mereka pun pamit keluar dari kediaman Xi Li, saat mereka berada di luar Han Yu pun berlutut dihadapan Cia Changyi dan Yeon-Jin.


"Sekarang murid memberi hormat kepada guru," ucap Han Yu yang membuat Cia Changyi tersenyum, ia ingat sosok Han Yu dulu dan sekarang sama saja.


"Tak usah terlalu formal begitu, kami akan menjadi guru sementara bagi mu dan adik mu. Aku harap kalian akan senang berada di bawah bimbingan ku," ucap Cia Changyi sambil membantu Han Yu berdiri.


Han Yu memegang erat Cia Changyi, ia tersenyum karena akan di bawah bimbingan dari penyelamatnya. Yeon-Jin pun batuk cukup keras ketika melihat itu.


"Sudah malam, besok sudah mulai latihannya sebaiknya sekarang kita kembali untuk istirahat," ucap Yeon-Jin yang menyadarkan Han Yu.


"Maaf, baiklah aku dan Han Bao akan datang menjemput guru jam 6 pagi," ucap Han Yu yang salah tingkah menyadari ia tak melepas tangan Cia Changyi tadi.


Akhirnya mereka pun menuju ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


"Apa hubungan mu dengan mereka?" tanya Yeon-Jin kepada Cia Changyi.


"Han Yu adalah teman baikku di kehidupan yang lalu, bisa dibilang dia turut berperan besar dalam membantu ku untuk memberantas kegelapan," ucap Cia Changyi.

__ADS_1


"Teman baik? Aku rasa hubungan kalian tidak sesederhana itu, pasti kalian pacaran ya?" tanya Yeon-Jin menggoda Cia Changyi.


"Udah gak usah ngelantur, sebaiknya sekarang kita tidur karena aku sudah ngantuk," ucap Cia Changyi yang kemudian langsung menutupi tubuh dengan selimutnya.


__ADS_2