![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Suasana pagi di gunung rembulan cukup asri, para murid wanita sudah bangun dan telah siap untuk berlatih. Berbeda dengan Han Yu dan Han Bao yang berada di belakang gunung.
"Guru kenapa kita harus berada di belakang gunung? Di sekte sudah ada fasilitas yang mumpuni untuk pelatihan wanita," tanya Han Bao.
"Kalian punya bakat yang berbeda dengan murid wanita lain, jadi butuh latihan khusus yang berbeda juga. Sekarang Han Bao kau harus naik turun gunung dengan beban," ucap Cia Changyi.
"Maaf aku menyela tapi latihan fisik kasar itu bukankah hanya untuk pria, jika wanita melakukan itu maka akan membuat aliran energi menjadi tak seimbang," ucap Han Yu.
"Memang benar itu bisa terjadi, tapi tubuh Han Bao telah mandek dalam kemajuan salah satu cara untuk mendobrak itu dengan latihan fisik keras, kebetulan Lei Mei juga akan ikut jadi Han Bao tidak sendirian," ucap Yeon-Jin.
Han Bao sama sekali tak bisa menolak, ia tak biasa berlatih fisik untuk pria jadi ia agak kesulitan dalam membawa beban sambil berlari naik turun gunung.
Namun dengan bantuan ramuan dari Cia Changyi dan juga ditemani dengan Lei Mei pada akhirnya Han Bao menaiki gunung dengan semangat, melihat itu Han Yu pun merasa tenang.
"Untuk kau Han Yu, aku akan melawan mu dan gunakanlah seluruh kekuatan mu agar aku bisa mendeteksi seberapa besar kemampuan mu," ucap Cia Changyi.
"Tapi jika aku melukai guru bagaimana?" tanya Han Yu dengan ragu-ragu, ia selama ini hanya latih tanding bersama dengan sesama murid lalu guru hanya memperhatikan dan menilai.
"Tenang saja, aku akan menghentikan latih tanding jika sudah melewati batas," ucap Yeon-Jin yang kemudian duduk di batu yang cukup besar.
"Sudah tidak usah ragu-ragu, bagaimana pun usia kita tidak terlalu beda jauh jadi tidak usah sungkan-sungkan kepada ku walaupun sekarang aku guru sementara mu," ucap Cia Changyi.
Mau mengelak lagi pun tak bisa, pada akhirnya Han Yu pun mengambil pedang dari sarungnya lalu bersiap dengan kuda-kuda, ia menatap ke depan ke arah Cia Changyi.
__ADS_1
Dapat dilihat mata Han Yu berubah menjadi sebiru langit yang cerah pagi ini, Han Yu menghela nafas lalu berlari sambil bersiap menyerang.
Pedang milik Han Yu berputar ke depan kemudian secara mendadak ia berhenti saat mendekati Cia Changyi lalu menebaskan energi yang cukup kuat dari pedangnya ke arah Cia Changyi.
Cia Changyi secara refleks menghindari serangan ke samping dan itu sesuai dengan prediksi Han Yu, ternyata serangan itu mengalami pembelokkan.
Kesan kalau serangan itu lurus ke depan ternyata cukup bagus, tapi Cia Changyi melihat kecatatan di sana. Cia Changyi pun mengangkat pedangnya ke titik lemah serangan Han Yu.
Serangan dari pedang Han Yu itu dapat dengan mudah dipatahkan, energi berwarna biru yang keluar dari pedang Han Yu itu pun menjadi kabut yang kemudian Cia Changyi menyerang dari belakang.
Gerakan secepat itu hanya sekilas dirasakan oleh Han Yu, sepersekian detik Han Yu pun berbalik dan mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan Cia Changyi.
Kedua pedang itu saling bersentuhan membuat suara yang cukup keras, Han Yu mengeluarkan gelombang energi dari matanya yang mengalir ke pedang yang ia pegang.
Gelombang energi yang terbentuk dari dorongan kuat sebelumnya ditembus oleh pedang Han Yu dan membuat pusaran energi berwarna biru muda membentuk angin yang cukup kuat ke arah Cia Changyi.
Cia Changyi tak bergerak sama sekali, itu yang dilihat oleh Han Yu namun saat pusaran angin itu mengenai Cia Changyi secara mendadak tubuh Cia Changyi menjadi kabut.
Ternyata Cia Changyi melompat ke atas dan dengan pedangnya ia menghunuskan serangan ke depan dan beberapa detik kemudian pedang yang dipegang oleh Han Yu terlepas dari genggamannya.
Serangan dari Cia Changyi tadi telah menyerang titik di bagian tangan Han Yu yang menjadi kelemahannya, Han Yu pun terjatuh namun dengan cepat ditarik oleh Cia Changyi.
Tubuh Han Yu pun ditarik, karena tarikan Cia Changyi yang cukup kuat serta tubuh Han Yu yang memang lemas membuat wajah Han Yu berdekatan dengan wajah Cia Changyi.
__ADS_1
Beberapa senti sebelum wajah mereka semakin mendekat secara tiba-tiba ada sebuah pusaran energi yang menuju ke arah mereka lalu secara refleks Cia Changyi mendorong Han Yu kemudian menangkis serangan itu.
"Au," ucap Han Yu yang pada akhirnya jatuh juga, Cia Changyi pun segera membantu Han Yu sambil meminta maaf kepada Han Yu.
"Yeon kenapa kau secara tiba-tiba menyerang kami, aku jadi membuat Han Yu terjatuh ke tanah kan," ucap Cia Changyi memarahi Yeon-Jin.
"Terus kau mau berciuman dengan Han Yu, wajah kalian hampir berdekatan tadi tahu," ucap Yeon-Jin merasa kesal.
"Ah tak apa kok guru, aku mengerti maksud guru Yeon-Jin mengapa melakukan itu sebaiknya kita lanjutkan latihan daripada membuang waktu," ucap Han Yu berusaha melerai agar masalah tak menjadi runyam.
"Lain kali jangan kau ulangi tindakan berbahaya itu Yeon. Han Yu ada beberapa hal yang aku diskusikan dengan mu mengenai kelemahan serangan mu jadi sekalian sambil praktek," ucap Cia Changyi.
"Jadi sebenarnya apa yang membuat serangan ku menjadi mudah dipatahkan oleh guru selain karena perbedaan kekuatan?" tanya Han Yu kepada Cia Changyi.
"Biar aku saja yang perjelas, tangan mu itu bermasalah. Gerakan dasar mu kurang kuat ditambah pengontrolan energi dari mata mu kurang stabil, selama ini sepertinya kau meremehkan gerakan dasar," ucap Yeon-Jin yang memperhatikan dari tadi.
"Benar apa yang dikatakan oleh Yeon, sekarang kau harus mengumpulkan beberapa daun lalu gunakan energi matamu dan beberapa gerakan dasar untuk dapat memotong-motong daun dengan rapi," ucap Cia Changyi.
Han Yu melakukan apa yang diperintahkan oleh Cia Changyi, tapi itu tak berjalan dengan mudah. Ketika pedang Han Yu menyentuh daun maka yang terjadi adalah daun itu terbakar.
"Kau itu sangat bodoh, kau bisa lihat serangan mu itu tak terkontrol dengan baik, daun yang terbakar itu melambangkan kalau api di dalam mata mu membara dengan tak terkontrol," ucap Yeon-Jin menganalisa.
"Sudahlah Yeon kau tak usah menghinanya, Han Yu sekarang lakukan hal yang sama sampai kau dapat tahu cara mengontrol api itu di dalam mata mu," ucap Cia Changyi.
__ADS_1
Han Yu sama sekali tak kesal, ia menuruti perkataan gurunya dan berusaha mengendalikan api itu walau sampai berjam-jam ia mencoba tapi tak kunjung berhasil.