Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 14 : Bertemu Murid Lama


__ADS_3

Pagi yang cerah di fakultas alchemist, Zhang Fang sesuai intruksi dari Cia Changyi menghampiri master Fu di kediamannya, kebetulan ia juga kehabisan pil.


"Eh ada nona Fang, silakan masuk apakah mau mengambil persediaan pil?" tanya master Fu, ia mengingat tanggal sekarang dan berpikir kalau Zhang Fang menghabiskan lebih banyak pil bulan ini.


"Ya selain itu ada yang aku mau sampaikan, ramuan ini bisakah kau periksa," ucap Zhang Fang sembari menyodorkan sebotol ramuan dari Cia Changyi.


Master Fu pun mengambil botol itu dan dengan hati-hati memeriksanya, ia bisa merasakan kalau ramuan ini sama seperti pil-pil yang ia buat tapi agak sedikit lebih murni.


"Kalau bisa minumlah itu master Fu, aku mendapatkannya dari guruku dan dia juga mengirimi mu surat ini," ucap Zhang Fang sembari menyodorkan surat itu.


Master Fu tak berkata-kata dan hanya membaca surat itu, ia membaca dengan seksama lalu menampilkan raut wajah terkejut, ia melirik ke botol yang ia pegang.


Tak lama kemudian master Fu dengan ragu-ragu menyicipi ramuan itu, melihat hal itu Zhang Fang tak bisa bereaksi apa-apa karena tak tahu kondisi yang ia lihat sekarang ini.


"nona Fang siapa yang memberikan mu ramuan dan surat ini, aku harus menemuinya dan memastikan lebih lanjut," ucap master Fu, reaksinya sulit untuk dijelaskan oleh Zhang Fang.


"Itu dari guruku, dia adalah orang yang tersembunyi bahkan ayahku tak tahu soal ini kau bisa menemuinya tapi rahasiakan ini dari siapapun," ucap Zhang Fang dengan serius.


Master Fu berpikir sejenak, ia merasa heran dengan kejadian yang ia alami saat ini. Apakah ada master alchemist yang mengangkat Zhang Fang sebagai murid secara diam-diam, pikir master Fu.


"Kalau kau setuju kau bisa ke gunung belakang untuk menemui guruku di jam 9 malam, dan aku kesini juga untuk mendapatkan persediaan pil karena sudah habis lebih awal," ucap Zhang Fang.


Master Fu pun tak berkata lebih lanjut lagi, ia pun menyiapkan pil untuk Zhang Fang sembari memikirkan tentang tulisan yang ada di surat itu dan ramuan itu.


"nona Fang bisakah kau memberi tahuku identitas gurumu?" tanya master Fu kepada Zhang Fang dengan rasa penasaran.

__ADS_1


"Kata guruku kau bisa tahu kalau sudah bertemu dengannya, ingat untuk merahasiakan hal ini dari siapapun termasuk ayahku," ucap Zhang Fang lalu pamit pergi.


Master Fu pun hanya bisa terduduk sembari melihat kembali isi surat itu, selama ia menjadi alchemist selama puluhan tahun ia baru saja menerima pencerahan untuk masalahnya.


"Aku semakin penasaran dengan guru rahasia nona Fang, sebenarnya apa tujuannya," master Fu berpikir, ia harus memastikan apakah guru rahasianya Zhang Fang ini memihak sekte atau tidak.


Malam pun tiba, master Fu sudah berada di gunung belakang bahkan lebih awal dari waktu yang dijanjikan sambil membawa surat dan botol ramuan itu.


Dari kegelapan muncullah sosok wanita yang merupakan Camilla dan disisinya ada Zhang Fang yang mengantar Camilla ke gunung belakang untuk pertemuan ini.


"nona Fang kau ada disini," ucap master Fu yang terkejut dengan keberadaa Zhang Fang bersama seorang wanita, ia menatap waspada kepada wanita disamping Zhang Fang.


"Master Fu kenalkan ini adalah guruku yang aku ceritakan itu, aku akan menunggu di sana dan silakan kalian mengobrol saja," ucap Zhang Fang lalu segera menuju ke tempat Cia Changyi tak jauh dari sana.


"Changyi sebenarnya apa yang terjadi?" Zhang Fang yang penasaran pun menanyakannya kepada Cia Changyi.


Ketika Cia Changyi menjadi alchemist yang hebat dengan banyak terobosan baru di bidang alchemist ada banyak alchemist senior maupun junior yang berbondong-bondong meminta saran kepada Cia Changyi.


Setelah percakapan antara Camilla dan master Fu selesai Camilla pun undur diri dan sekarang master Fu melihat Cia Changyi yang belum pernah ia lihat sebelumnya di sekte.


"nona Fang siapa dia?" tanya master Fu sambil menatap Cia Changyi, pandangan mereka bertemu dan ia bisa melihat aura yang berbeda dari tubuh Cia Changyi.


"Dia adalah Cia Changyi adik angkat senior Lee Anming," ucap Zhang Fang memperkenalkan Cia Changyi kepada master Fu.


Master Fu memikirkan apa yang dikatakan oleh Camilla, ia pun menghela nafas dan mau tak mau menuruti apa yang disyaratkan oleh Camilla sebagai imbalan dari terobosan yang diberikan kepadanya.

__ADS_1


"Ambillah ini junior Changyi, dengan ini kau punya akses khusus di fakultas alchemist, sampaikan juga terima kasihku lagi kepada nona Camilla," ucap master Fu sambil memberikan sebuah token setelah itu ia pun pergi.


"Wah junior Changyi, kau mendapatkan token khusus yang hanya dimiliki murid jenius di fakultas alchemist," ucap Zhang Fang yang memerhatikan token yang diberikan oleh master Fu.


"Semua ini juga berkat Camilla, Zhang Fang maukah kau ikut bersama ku keluar sekte, ada beberapa hal yang harus aku beli yang tak ada di sekte ini dan aku ingin menjelajah," ucap Cia Changyi.


Zhang Fang yang diajak keluar oleh seorang laki-laki untuk pertama kali pun merasa canggung, ia juga merasa penasaran dengan dunia luar pun mengiyakan ajakan Cia Changyi.


Mereka pun berjalan masing-masing ke kediaman mereka, Cia Changyi bertekad harus menyelesaikan urusannya ini sebelum Lee Anming pulang dari tugas wajibnya.


Keesokan harinya.


Zhang Fang berada di depan ruang kerja ayahnya, ia menghela nafas dan memberanikan diri untuk meminta izin kepada ayahnya yang protektif kepada putri satu-satunya ini.


"Ayah, apa aku boleh masuk?" ucap Zhang Fang sembari mengetuk pintu, ayahnya pun mempersilakan masuk dan saat pintu dibuka ia melihat ayahnya sedang sibuk dengan dokumen-dokumen.


"Ada apa Fafa? Tumben kau menemui ayah di ruang kerja," ucap ketua Zhang, ia melihat putrinya yang malu-malu untuk meminta izin.


"Sebenarnya aku ingin latihan tertutup selama seminggu, aku ingin menerobos ke tingkat selanjutnya tanpa diganggu siapapun," Zhang Fang lega bisa mengatakannya dengan lancar.


"Tumben sekali kau meminta itu, seminggu juga bukan waktu yang sebentar untuk anak dibawah umur seperti mu untuk latihan tertutup," ucap ketua Zhang.


"Aku hanya ingin mencobanya sekali-kali, tak apa kan untuk membiarkan ku pergi, aku akan berada di gua gunung belakang selama seminggu dan akan langsung menemui ayah setelah selesai," ucap Zhang Fang.


Awalnya ketua Zhang cukup khawatir dengan keinginan putrinya tapi ia juga tak bisa terlalu mengekang putrinya untuk berkembang.

__ADS_1


"Baiklah, satu minggu dan kalau sampai lebih maka kau tak boleh latihan tertutup lagi," ucap ketua Zhang yang membuat Zhang Fang merasa senang.


"Terima kasih ayah, aku akan segera berkemas," ucap Zhang Fang dan mencium pipi ayahnya sebelum pergi berkemas, ketua Zhang pun hanya tersenyum melihat tingkah putrinya.


__ADS_2