![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Seperti biasa Zhang Fang datang ke kediaman Zhang Fang saat malam hari untuk latihan bersama Camilla, saat datang ia menyapa Yeon-Jin dan Cia Changyi.
Kemudian Camilla dan Zhang Fang pun latihan seperti biasa di halaman belakang rumah, mereka membutuhkan udara segar agar energi yin yang bisa lebih stabil.
"Wah kau ternyata sangat agresif ya, seingatku wanita itu yang bersama pendekar wanita bunga dahlia dan sekarang ia bersama mu, kau sangat licik," ucap Yeon-Jin.
"Itu bukan licik tapi mengambil kesempatan yang ada. Bukankah kau yang licik karena berpura-pura lemah dan memanfaatkan aku," ucap Yeon-Jin.
"Bukan aku yang kuat tapi musuhku yang lemah," ucap Yeon-Jin menyombongkan diri.
"Oh kau sombong, bagaimana kalau kita adu tanding saja. Ah sudah lama aku tak adu tanding sejak di sini," ucap Cia Changyi menantang Yeon-Jin.
"Baiklah, jangan menyesal kalau kalah nanti ya," ucap Yeon-Jin lalu berseringai, melihat hal itu Cia Changyi menelan kasar lidahnya dan panik.
"Tunggu dulu, kau kan sudah menjadi pendekar jadi ini menjadi tak adil untukku, aku ingin kau tak menggunakan racun mu itu," ucap Cia Changyi yang mengetahui niat Yeon-Jin.
"Ah jadi tak seru deh, bukankah kau bisa menetralkan racun ku jadi seharusnya kau kebal terhadap racun ku kan," ucap Yeon-Jin, nampak ia mengejek Cia Changyi.
"Itu hal yang berbeda dan jangan pasang wajah mengejek itu atau aku akan memukuli pantat mu sampai merah," ucap Cia Changyi yang kesal dengan kelakuan Yeon-Jin.
"Iya iya jangan kesal gitu aku cuman bercanda. Baiklah aku hanya akan menggunakan kekuatan fisikku, yah aku pun belum pernah adu tanding sejak bertransmigrasi jadi ini waktu yang tepat," ucap Yeon-Jin.
Akhirnya mereka pun segera menuju ke halaman depan rumah, mereka menyiapkan senjata pedang mereka masing-masing dan mereka pun saling menyerang satu sama lain.
Cia Changyi menggunakan teknik pedang yang ia kuasai di kehidupan sebelumnya, walau tanpa energi spiritual tapi itu sudah cukup untuk mengalahkan tiga pria dewasa manusia biasa.
__ADS_1
Sedangkan Yeon-Jin tak mau kalah, sejak bertransmigrasi ia belum pernah bertarung dan hal saat ini hasrat bertarungnya ia kobarkan, tekniknya pun sama mematikan seperti Cia Changyi dan tanpa racun sama sekali.
Kedua pedang itu saling menyerang membuat suara pertempuran yang cukup ribut, untung saja di sekitar kediaman Lee Anming memang sepi ketika malam tiba jadi Cia Changyi tak khawatir.
Cia Changyi menebas rambut Yeon-Jin dan Yeon-Jin membuat baju Cia Changyi sebagian robek, walau begitu tak ada darah sama sekali yang keluar.
Mereka sama-sama berusaha mengontrol kekuatan yang mereka keluarkan walaupun itu hanya kekuatan fisik saja, nampak stamina Cia Changyi mulai menurun.
"Changyi kau nampaknya mulai lelah ya, yah jadi gak seru deh padahal baru sejam masih sudah mau kalah sih," ucap Yeon-Jin yang mengejek Cia Changyi.
"Jangan sombong dulu, aku tidak akan menyerah sampai batas ku, aku akan mengalahkan mu," ucap Cia Changyi yang tak terima ejekan Yeon-Jin.
Selain karena usia keduanya berbeda 4 tahun, tubuh Yeon-Jin juga mengandung racun sehingga stamina fisiknya lebih kuat dari Cia Changyi yang belum menjadi pendekar ditambah ia merasa sakit dari mutiara cahaya dewa.
"Hei kenapa kau tak menghindar, bukankah kau dulunya ahli pedang," ucap Yeon-Jin yang tak menyangka kalau Cia Changyi menjadi lengah dan menerima luka dari serangannya.
Secara cepat dari belakang ada sosok yang menyerang Yeon-Jin, Yeon-Jin yang masih belum pulih kekuatannya dan belum bisa merasakan keberadaan seseorang di sekitarnya pun terkena serangan itu.
"Siapa kau dan apa tujuan mu menyerang adik ku?!" ucap Lee Anming dengan nada yang lantang, ia tadi melihat Cia Changyi terjatuh dan terluka akibat serangan Yeon-Jin.
Yeon-Jin yang melihat keberadaan Lee Anming pun tanpa pikir panjang menyerangnya menggunakan racun miliknya, Cia Changyi yang melihat itu berusaha melerainya.
Namun sepertinya sudah terlambat, Lee Anming terkena racun dari Yeon-Jin secara mendadak membuatnya merasa sakit ditambah ia juga yang mengalami luka dalam membuatnya terjatuh.
"Yeon dia kakak ku. Kau tak seharusnya melukainya," ucap Cia Changyi kemudian menghampiri kakaknya yang tak berdaya.
__ADS_1
"Aku secara refleks menyerangnya karena dia tiba-tiba menyerangku, aku tak bermaksud menyerang kakak mu Changyi," ucap Yeon-Jin merasa bersalah.
"Sudahlah kita bicarakan nanti, sekarang tolong bawa kakak ku ke dalam, aku akan membuat penawarnya dulu," ucap Cia Changyi yang berlari menuju dapur untuk membuat penawarnya.
Lee Anming yang setengah sadar diri dibawa oleh Yeon-Jin kedalam rumah, Yeon-Jin menidurkan tubuh Lee Anming ke sofa lalu ia pun merasa cemas dengan keadaan Lee Anming, ia harap Changyi memaafkannya.
Tak lama Cia Changyi datang dan membawa ramuan, ia membuat Lee Anming meminumnya. Perlahan efek ramuan itu mulai bekerja dan Lee Anming pun kembali pulih.
"Kak kau tak apa-apa kan, maafkan Yeon dia terkejut karena kau menyerangnya secara mendadak jadi dia memberi mu racunnya," ucap Cia Changyi membela Yeon-Jin.
Yeon-Jin cukup tersentuh, ia pikir Cia Changyi akan memarahinya seperti di kehidupan dulu saat ia berbuat salah sedikit saja maka ia akan dihukum.
"Siapa dia Changyi? Kau yang membawanya ke sini," tanya Lee Anming kepada Cia Changyi yang menundukkan kepalanya melihat itu Yeon-Jin menyuruh Cia Changyi untuk menatap wajahnya ketika berbicara.
"Dia adalah putra dari yang mulia permaisuri, dia adalah teman dekat ku. Dia mau dibunuh raja jadi dia aku selamatkan," ucap Cia Changyi sambil menatap mata Lee Anming.
"Tunggu, jadi dia anak raja yang dikurung di menara?" tanya Lee Anming untuk memastikan apa yang dia dengar dari Cia Changyi.
"Ya tapi dia sudah aku netralkan racunnya, dengan darah ku aku membuat ramuan untuk membuat racunnya lebih terkendali," ucap Cia Changyi.
Yeon-Jin terkejut tentang darah Cia Changyi yang menetralkan racunnya, jelas selama ini ia sudah minum banyak dan entah berapa banyak darah yang dipakai oleh Cia Changyi.
Cia Changyi menjelaskan semuanya dengan berusaha tetap tenang, Lee Anming banyak terkejut dan tanda tanya mendengar cerita dari Cia Changyi.
Namun pada akhirnya Lee Anming menerima Yeon-Jin, ia tak bisa mengusirnya karena alasan racun Yeon-Jin yang berbahaya dan hanya Cia Changyi yang bisa mengontrolnya.
__ADS_1