Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 41 : Han Bao dan Han Yu


__ADS_3

Tak berselang lama Cia Changyi dan Yeon-Jin pun melepaskan penyamaran mereka dan kembali ke tubuh semula, hal ini mengejutkan Lei Mei.


"Ini adalah tubuh kami yang asli, yang tadi hanya penyamaran kami," ucap Cia Changyi segera menjelaskan ketika melihat ekspresi kaget Lei Mei.


"Kami melakukan ini agar tidak dikenali oleh orang lain dengan wujud asli kami dan sebaiknya kau juga pakai penyamaran ya," ucap Yeon-Jin menambahkan.


Lei Mei menatap wajah asli Cia Changyi dan Yeon-Jin yang mana mereka kelihatan seusia dengannya, ia pun bertanya tentang umur mereka dan kembali dibuat terkejut dengan hal itu.


"Wah kalian adalah pendekar jenius terhebat, kalau kalian tidak mengatakannya sendiri kalau umur kalian kurang dari 12 tahun maka aku tidak akan percaya," ucap Lei Mei.


"Ya kami punya lebih banyak rahasia lagi tapi yang jelas kami hanya butuh kepercayaan dari mu saja," ucap Cia Changyi yang diiyakan oleh Lei Mei.


Lei Mei pun juga turut memakai penyamaran, sekarang ia seperti wanita berusia 20 tahunan yang memiliki paras cantik dan bajunya menyesuaikan dengan penyamaran ya.


"Baiklah sekarang dengan tubuh ini setidaknya kita tidak akan dipandang sebelah mata oleh orang-orang, ayo kita lanjutkan perjalanan kita," ucap Cia Changyi dengan semangat.


Mereka kembali melaju dan kali ini mereka mempercepat pergerakan mereka dengan langkah cepat karena sekarang Lei Mei sudah bisa menggunakannya.


Tak berselang lama mereka menghentikan langkah mereka karena Cia Changyi secara tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu diam-diam bersembunyi di salah satu pohon.


Lei Mei dan Yeon-Jin pun bergegas mengikuti apa yang dilakukan oleh Cia Changyi, mereka melihat ke depan ke arah sesuatu yang diperhatikan oleh Cia Changyi.


Di depan sana ada sebuah pertarungan antara 4 orang diantaranya dua wanita dan dua pria, dua wanita itu memakai seragam sekte aliran putih dan dua pria itu adalah pendekar aliran hitam.

__ADS_1


Dua wanita itu saling menyerang secara bersamaan, kedua pedang mereka arahkan ke arah yang berlawanan. Mereka tidak saling berhadapan hanya punggung mereka yang mendekat.


Dua pendekar hitam itu menggunakan teknik lari yang membuat mereka bergerak cepat memutari kedua wanita itu, pergerakan mereka sangat cepat sehingga sulit untuk dilihat kedua wanita itu.


Setiap beberapa putaran dua pendekar hitam itu menyerang secara tiba-tiba salah satu wanita ditambah area serangan kedua wanita itu dipersempit oleh dua pendekar aliran hitam.


Semua itu terjadi dengan cepat, setelah menerima serangan pertama lalu kedua wanita itu pun menyerang secara bersamaan dengan membentuk sudut 180 derajat.


Namun sebelum serangan itu selesai kedua pedang itu ditangkis oleh dua pendekar hitam sehingga terjadilah pertarungan satu lawan satu diantara mereka.


"Changyi aku rasa kita harus membantu mereka, sepertinya kedua wanita itu dari aliran putih ditambah dua pendekar hitam lainnya juga punya kecepatan melebihi dua wanita itu," ucap Yeon-Jin berbisik kepada Cia Changyi.


"Benar senior Changyi, aku jadi kasihan melihat dua wanita itu mengalami luka pedang tanpa bisa membalas," ucap Lei Mei sambil memperhatikan pertarungan yang menurutnya tak seimbang itu.


"Lei Mei sebaiknya kita lihat dulu dan pelajari pola lawan kita dengan begitu kita akan dapat mengalahkannya dengan mudah," ucap Cia Changyi kemudian menjelaskan situasinya.


Han Bao bahkan harus mempertahankan pedangnya agar tak jatuh, matanya serasa buram ketika melihat pergerakan dari pendekar hitam itu yang menyerangnya secara acak.


Han Bao berusaha menebak serangan dari pendekar hitam itu dari hembusan angin, saat ia merasakan ada hembusan angin maka ia akan mengarahkan pedangnya ke sumber hembusan angin.


Namun walau dengan cara itu berhasil menebak pergerakan serangan pendekar hitam itu tetapi tetap saja Han Bao hanya bisa menahan serangan itu tanpa bisa membalas.


Tak jauh berbeda dengan Han Yu yang juga kesulitan tapi Han Yu cukup dapat mengimbangi pendekar hitam itu, pedang Han Yu yang tadinya hanya dapat menangkis sekarang dapat membalas menyerang.

__ADS_1


Mata Han Yu yang asalnya berwarna hitam pekat sekarang berubah menjadi berwarna biru muda, pedang Han Yu berputar ke depan lalu dengan cepat melompat ke arah pendekar hitam.


Pedang milik Han Yu mengeluarkan aura yang sangat kuat sehingga dapat memperjelas pergerakan pendekar hitam itu dan beberapa detik kemudian Han Yu berhasil membuat mundur pendekar hitam itu.


Melihat itu pendekar yang menyerang Han Bao dan yang dikalahkan oleh Han Yu pun dengan cepat melompat ke arah Han Bao lalu menebaskan pedangnya secara bersamaan ke lengan kanan dan kiri Han Bao sehingga pedang milik Han Bao pun jatuh.


Salah satu pendekar hitam segera mengunci tubuh Han Bao sedangkan pendekar hitam yang lainnya meletakkan mata pedangnya tepat di leher Han Bao yang berjarak hanya beberapa centi.


"Sialan kalian! Cepat lepaskan adik ku!" ucap Han Yu merasa terkejut dengan kejadian yang sangat cepat itu, ia gemetar ketakutan melihat adiknya dalam keadaan bahaya.


"Kau jangan bergerak dan jangan coba-coba kabur apalagi menyelamatkan adik mu ini kalau tidak maka kepala adik mu akan aku penggal," ucap pendekar hitam yang memegang pedang di leher Han Bao.


"Mau kalian apa?! Kenapa kalian melakukan ini kepada kami!" teriak Han Bao dengan perasaan marah kepada kedua pendekar hitam itu yang begitu kejam dengan mereka.


"Salahkan diri mu yang begitu berbakat dan hanya akan menjadi halangan bagi kami membangkitkan yang mulia iblis," ucap salah seorang pendekar hitam.


"Kak kabur saja! Yang terpenting adalah kehidupan kakak yang dapat menghalangi bedebah ini dengan tujuan mereka," ucap Han Bao sambil menangis.


Tapi sepertinya Han Yu tak mau itu terjadi, ia bersiap dengan kuda-kudanya dan dengan gerakan cepat menebaskan pedangnya ke atas dan salah satu pendekar hitam itu juga dengan cepat menebaskan pedangnya ke leher Han Bao.


Kejadian selanjutnya membuat Han Yu, Han Bao, dan kedua pendekar hitam kebingungan. Han Bao dan Han Yu terduduk bersama dengan kedua pedang mereka berada di depan mereka.


Sedangkan dua pendekar hitam itu mereka dengan ekspresi terkejut dan terheran-heran terbelah dengan sangat mengenaskan, kepala mereka tepenggal membuat kepala mereka bergelinding.

__ADS_1


"Bagus Lei Mei, kau tadi sangat baik dalam membuat ilusi," ucap Cia Changyi memuji.


"Ah bukan apa-apa kok, tadi senior juga ikut membantu ku kan dengan energi ilusi milik senior kalau bukan karena itu pasti akan terlambat menyelamatkan mereka," ucap Lei Mei.


__ADS_2