![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
"Hahahaha, kau wanita yang cukup menarik ya. Kau bisa membuat alam seperti ini pasti dibutuhkan otak jenius dan pengorbanan. Aku jadi penasaran apa yang telah kau korbankan," ucap Cia Changyi.
"Huh, dasar tidak sopan. Sekarang kalian mau apa ke sini? Dengar ya, jangan harap kalian bisa mengalahkan ku karena aku punya kemampuan tersembunyi," ucap A Yeong memperingatkan.
"Tidak tidak, aku hanya ingin menganalisa tempat ini dan orang yang berada di baliknya. Setelah melihat secara langsung aku langsung tahu identitas mu, nona A Yeong," ucap Cia Changyi.
Mendengar itu membuat A Yeong menjadi sangat terkejut, ia tak menyangka kalau orang yang ada di hadapannya ini bisa mengetahui tentang dirinya. Hal ini membuat A Yeong meningkatkan kewaspadaan.
"Siapa kau? Bagaimana kau bisa mengetahui tentang ku," tanya A Yeong, ia meningkatkan kewaspadaan khususnya kepada Cia Changyi.
"Tenanglah, tak usah terlalu tegang begitu. Aku penasaran dengan laboratorium mu yang pastinya menyimpan banyak penelitian untuk berbagai jenis racun," ucap Cia Changyi.
"Kau ini! Aku tak tahu darimana kau mengetahui semua hal tentang ku tapi yang jelas kau dan teman-teman mu ini harus dihilangkan," ucap A Yeong.
Mendengar hal itu membuat Qia, Han Yu, dan Yeon-Jin menjadi waspada. Mereka tak mengerti mengapa Cia Changyi bersikap seakan-akan mengenal dengan baik wanita itu.
"Tenang, jangan kaku gitu. Saat di sini aku tak mengenali siapa dalang dari semua ini tapi setelah mengamati secara langsung dan melihat mu membuat ku mengerti, aku tahu kau butuh darah iblis untuk menyempurnakan penelitian mu," ucap Cia Changyi.
"Jangan bicara mengada-ada! Kau itu dari tadi bicara omong kosong tanpa pembuktian sama sekali," ucap A Yeong bersiap untuk menyerang, ditangannya sudah ada hawa kegelapan.
Cia Changyi menarik tangan Yeon-Jin, menatap matanya dengan intens lalu membuat jari dari Yeon-Jin mengeluarkan darah dengan jarum yang dimiliki oleh Cia Changyi.
__ADS_1
A Yeong mencium bau darah dari Yeon-Jin, ia pun mundur ke belakang karena tak menyangka bahwa apa yang dikatakan oleh Cia Changyi benar. Hal ini tak mungkin bukan darah iblis karena A Yeong juga memilikinya.
"Ah, apa yang kau lakukan Changyi," ucap Yeon-Jin yang merasa terkejut karena ia tanpa sadar dilukai oleh Cia Changyi walaupun tidak merasa sakit.
"Tenang, kau percayakan kepada ku," ucap Cia Changyi, ia tersenyum penuh makna membuat hati Yeon-Jin luluh. Yeon-Jin sudah memberikan jiwa dan raganya untuk mempercayai Cia Changyi.
Qia dan Han Yu hanya menyimak, mereka juga dalam keadaan yang tak baik-baik saja karena mereka secara langsung diracun secara perlahan karena semakin lama di sini.
"Aku tahu semua rahasia mu karena teman ku, Yeon-Jin adalah perwujudan dari iblis yang telah disucikan," ucap Cia Changyi.
"Ini tidak mungkin terjadi! Bagaimana kau bisa menggunakan kekuatan semengerikan itu? Apa hubungan mu dengan dewa agung?" tanya A Yeong, ia tak bisa mengelak kebenaran dihadapannya.
"Kami ke sini tidak bertujuan untuk menjawab pertanyaan mu tapi ingin bekerja sama. Tak usah banyak basa-basi lagi ya, biarkan kami masuk dan sembuhkan dua wanita itu karena kau sedang sangat membutuhkan kami," ucap Cia Changyi.
Cia Changyi tersenyum melihat raut wajah A Yeong, di kehidupan dulu Cia Changyi berteman lalu bermusuhan lalu berteman lagi karena Yeon-Jin.
A Yeong melempar dua botol ke arah Cia Changyi yang langsung dapat ditangkap. "Itu adalah penawar untuk mereka, cepat ikuti aku ke dalam sebelum aku berubah pikiran," ucap A Yeong.
Setelah Qia dan Han Yu menerima botol penawar itu, mereka pun bersama-sama masuk ke dalam gedung itu mengikuti A Yeong. Yeon-Jin menatap Cia Changyi dengan rasa penasaran.
"Maaf ya aku tak menjelaskannya karena aku juga baru mengetahui kalau A Yeong lah yang menjadi dalang dari semua ini, tenang saja semua akan baik-baik saja kalau kau mengikuti apa yang aku ucapkan," ucap Cia Changyi.
__ADS_1
"Tapi wanita itu, aku benar-benar merasa tak asing dengannya. Apa aku pernah mengenalnya dulu di kehidupan sebelumnya?" tanya Yeon-Jin merasa bingung.
"Iya, kau sangat mengenalnya dan dia juga sangat mengenal mu. Tapi ada bagusnya kau tak bisa mengingatnya karena hubungan kalian dulunya sangatlah beracun," ucap Cia Changyi.
Yeon-Jin berusaha keras mengingat tapi ia tetap tak bisa melihatnya dikepalanya, hanya ada ingatan buram dan perasaan sangat dekat dengan sosok A Yeong.
Mereka pun masuk ke dalam gedung itu yang terlihat seperti kebun, banyak tanaman berbagai jenis ditempatkan di satu tempat namun dipisah-pisah sesuai kondisi alam tanaman itu dapat berkembang biak.
Qia yang punya rasa ingin tahu yang tinggi hanya bisa memperhatikan saja, ia tak berani mengutak-atik karena ia tahu pasti identitas dari wanita pemilik gedung ini tidak boleh disinggung.
Han Yu hanya bisa mengagumi wajah cantik dari wanita itu, ia juga bisa melihat jika dibandingkan dirinya maka dirinya seperti kurcaci yang mengelilingi cinderella.
"Han Yu, Qia. Kalian boleh melakukan apapun di sini anggaplah seperti rumah kalian, aku dan Yeon-Jin akan memiliki perbincangan yang serius dengan A Yeong," ucap Cia Changyi setelah A Yeong memasuki sebuah ruangan.
Mereka memasuki ruang kerja A Yeong, di sana tempat A Yeong melakukan penelitian beberapa tanaman yang membentuk alam ini berbeda dengan alam di sekitar kawasan gunung ini.
A Yeong merasa gugup apalagi daritadia ia ditatap dengan intens oleh Yeon-Jin, ia berusaha menghindari tatapan secara langsung oleh Yeon-Jin dan fokus ke Cia Changyi.
"Nah Yeon-Jin, ini adalah A Yeong yang memiliki nasib yang sama dengan mu. Dia juga menjadi wadah bagi iblis wanita yang kuat dan sudah hidup ratusan tahun," ucap Cia Changyi.
"Jadi dia adalah orang yang memiliki fisik sama seperti ku?" tanya Yeon-Jin memastikan yang diangguki oleh Cia Changyi, tapi anehnya Yeon-Jin tak bisa mengingat tentang hal itu.
__ADS_1
"Kau pasti bingung ya, nanti aku akan jelaskan tapi yang jelas dan yang perlu kau tahu saat ini adalah A Yeong akan menjadi pasangan hidup mu," ucap Cia Changyi yang membuat Yeon-Jin terkejut.
"Iya, itulah yang ditulis di batu takdir," ucap A Yeong tanpa menatap ke arah Yeon-Jin karena sangking malunya. Ia kira batu itu hanya membual tapi sekarang ia merasa jatuh cinta pandangan pertama kepada Yeon-Jin.