![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Naga itu memiliki kekuatan ilusi yang bagus, ia membuat ruangan gua menjadi lebih luas dan tentunya membuat pergerakan mereka lebih luas lagi.
Cia Changyi dan Yeon-Jin bersiap dengan pedangnya, mereka duluan yang menyerang. Cia Changyi menebaskan pedangnya langsung ke ekor naga.
Sedangkan Yeon-Jin menebaskan pedangnya ke kaki naga, melihat serangan itu membuat naga tersenyum. Rupanya kedua manusia ini ingin langsung mengalahkan ku, pikir naga itu.
Namun hal itu tak akan dibiarkan oleh sang naga. Ia mengibaskan ekornya ke serangan Cia Changyi dan menggunakan cakarnya ke serangan Yeon-Jin.
Cia Changyi langsung menghindar ketika merasakan kekuatan besar dari ekor naga itu, hampir saja pedangnya patah karena hal itu. Ia pun kali ini menggunakan teknik.
Gerakan pertama teknik ini, Cia Changyi memutar pedangnya di udara dan membuat lingkaran energi lalu ia berlari cepat membawa energi itu ke arah naga.
Tapi naga itu bisa menghindar, Cia Changyi melihat itu pun membalikkan arah serangannya ke arah naga namun tiba-tiba naga itu menghilang ketika serangan itu mengenai tubuhnya.
"Hahahaha, anak manusia. Kau masih terlalu dini untuk bisa mengalahkan ku. Sekarang rasakan kekuatan ilusi ku," ucap sang naga.
Cia Changyi pun menghela nafas, ia bisa saja mematahkan ilusi ini namun ia memilih untuk bertarung saja dengan naga ini karena sangat jarang ada naga ilusi di dunia ini.
Tak selang lama naga itu menampakkan dirinya, Yeon-Jin berusaha menyerang dengan putaran energi yang ia keluarkan dari pedangnya. Pedangnya ia arahkan vertikal ke arah naga itu.
Namun naga itu malah menghilang dan secara tiba-tiba ia berada di belakang Yeon-Jin lalu menendang Yeon-Jin ke arah Cia Changyi, karena tak siap Yeon-Jin pun agak terpental.
Cia Changyi dan Yeon-Jin pun memutuskan untuk bersama-sama menyerang. Kedua pedang mereka satukan dan mereka aliri energi masing-masing.
__ADS_1
Kemudian Cia Changyi menebaskan pedangnya 180 derajat sehingga mengeluarkan energi yang kuat dan begitu juga dengan Yeon-Jin di sisi lain. Mereka melakukan itu karena tak tahu letak naga itu.
Namun tak ada reaksi sama sekali, naga itu pun keluar dari tanah yang dipijak oleh Cia Changyi dan Yeon-Jin yang membuat keduanya melompat menghindar.
Bersamaan dengan naga itu yang muncul dari tanah ada lagi naga yang sama muncul dari langit. Sekitar ada 2 naga saat ini, ini pasti ilusi, pikir Cia Changyi.
Tak berselang lama Yeon-Jin pun berlari ke atas untuk menyerang naga yang ada di atas udara. Ia mengggunakan 6 gerakan yang membuatnya bisa berada di udara untuk melakukan serangan.
Dan saat gerakan ke-6, ia mengeluarkan kumpulan energi dari 5 gerakan sebelumnya lalu ia tebaskan secara horizontal ke arah naga yang sedang terbang itu.
Namun sang naga menyemburkan api dari mulutnya, Hawa panas api bertabrakan dengan pedang milik Yeon-Jin. Namun Yeon-Jin tak mau kalah, ia sekuat tenaga menembus api itu.
Di sisi lain Cia Changyi juga menyerang naga yang keluar dari tanah itu, ia berlari memutari naga itu sambil melakukan serangan secara bertubi-tubi.
Naga itu tak tinggal diam, ia berusaha menangkis 10 serangan itu dan saat pola bunga muncul ia pun melompat lalu dari kakinya keluar api yang menembus serangan dari Cia Changyi.
Cia Changyi mundur ke belakang karena hawa panas dari tabrakan energi itu dan begitu juga dengan Yeon-Jin yang tak kuat menahan serangan api naga itu.
Kedua naga itu pun melompat dan saat mereka bertabrakan tubuh mereka menyatu dan naga yang asli pun muncul dengan tatapan sinis kepada kedua manusia di hadapannya.
"Aku kira kalian mampu minimal menahan serangan ku tapi rupanya ekspetasi ku diluar dugaan. Baiklah aku akan membuat kalian mengerti apa itu kekuatan ku sebenarnya," ucap naga itu.
Tiba-tiba ruangan gua itu menjadi seperti semula namun malah bertambah buruk, hawa gelap menyeruak dari tubuh naga lalu menusuk tubuh Cia Changyi dan Yeon-Jin.
__ADS_1
Mereka merasa tertekan, Yeon-Jin yang merasa terpojok pun mengangkat pedangnya hendak mengeluarkan darahnya secara paksa. Melihat itu Cia Changyi pun menghentikannya.
"Tidak! Kau tak boleh melakukan hal itu, ini tidak akan berhasil dan malah dapat membunuh mu," ucap Cia Changyi yang menyadari kalau energi yang dikeluarkan naga itu bisa membuat pendarahan Yeon-Jin
"Tak ada pilihan lain, kau mau kita mati mengenaskan karena naga sialan itu," ucap Yeon-Jin yang tangannya di pegang oleh Cia Changyi.
"Aku punya cara sendiri," ucap Cia Changyi.
Cia Changyi sambil menahan tekanan energi dari naga itu yang membuat nafasnya sesak, ia menatap naga itu dengan tatapan yang sulit dijelaskan dan kemudian ia jentikkan jarinya.
Suara jentikkan itu cukup keras dan secara tiba-tiba ruangan ilusi yang dibuat oleh naga itu menjadi terbalik, energi dari naga itu goyah dan ia tersungkur ke bawah.
Naga itu melirik ke atas, ia mendapati sosok Cia Changyi berada di hadapannya dengan aura hitam pekat di sekitar tubuhnya. Ruangan itu menjadi berlatarkan gelap dengan sedikit warna merah.
"Aku pikir untuk lebih lama bertarung kepada mu tapi teman ku ingin membunuh dirinya karena mu jadi kita selesaikan ini dengan cepat ya, aku tahu kekuatan mu hanya 5% saja jadi aku bisa mengalahkan mu," ucap Cia Changyi.
Hal itu mengejutkan naga itu, ia tak menyangka kalau sosok Cia Changyi berubah 180 derajat dari sebelumnya. Hal lain yang mengejutkannya lagi saat Cia Changyi mengeluarkan sebuah permata.
"Permata batu surgawi! Darimana kau mendapatkan itu?!" ucap naga itu terkejut. Ia tak menyangka kalau Cia Changyi dapat memiliki benda surgawi naga itu.
"Kau tak perlu tahu tapi yang jelas salah satu permata ku ini bereaksi dengan kekuatan ilusi mu jadi aku pikir kau adalah naga yang cocok untuk tinggal di sini," ucap Cia Changyi.
Cia Changyi mengambil darah milik naga itu lalu mencampurnya dengan batu permata yang bereaksi dengan kekuatan ilusi milik naga itu, hal itu menyakitkan bagi naga itu.
__ADS_1
Cia Changyi mengalirkan energinya ke dalam permata surgawi itu lalu tubuh naga itu pun perlahan masuk ke dalam batu itu. Perlahan ilusi yang dibuat oleh Cia Changyi menghilang bersamaan dengan naga itu masuk ke dalam batu permata surgawi.