![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
"Sekarang aku minta tolong kepada mu senior Fang, aku ingin menyelamatkan seseorang dari penculikan," ucap Cia Changyi kepada Zhang Fang.
"Siapa itu? Aku kan masih lemah kenapa kau tak minta tolong kepada Camilla saja," ucap Zhang Fang berusaha menolak.
"Kau tahu kalau kau harus membuka potensi tubuh yin yang milik mu dan ini salah satu caranya, aku juga sudah meminta persetujuan kepada Camilla," ucap Cia Changyi.
Zhang Fang pun menghela nafas, kalau dipikir lagi ini juga demi kebaikan Zang Fang juga karena ia pun mengalami kemandekan dalam melatih tubuh yin yang milik nya.
"Tapi siapa yang harus aku selamatkan? Kau harus memberi ku intruksi, entah mengapa kau yang bukan pendekar lebih berpengalaman dari pada aku," ucap Zhang Fang.
"Ya itu karena aku suka membaca dan sering melihat pertarungan sejak kecil, dengan cara itulah aku bisa beradaptasi dengan dunia pendekar ini," ucap Cia Changyi.
Mendengar itu membuat Zhang Fang merasa bagaikan burung di dalam sarang emas, ia terlalu di jaga oleh ayahnya sampai tak mengizinkannya melihat seperti apa dunia pendekar.
Zhang Fang memandang Cia Changyi adalah sosok yang kuat dan lebih cocok menjadi seniornya, melalui Cia Changyi ia bisa merasakan seperti burung yang terbang bebas.
Cia Changyi menyampaikan rencananya berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari kehidupannya sebelumnya, ia harap tak ada yang berubah dan semua berjalan lancar.
"Tapi kekuatan ku masih belum cukup kuat, kedengarannya para pembunuh bayaran itu lebih berpengalaman dan berbahaya," ucap Zhang Fang merasa takut.
"Aku sudah merencanakan ini dengan matang, ini adalah alat yang bisa membuat kita berkomunikasi dengan telepati kau cukup melakukan apa yang aku intruksikan," ucap Cia Changyi.
Ia menyodorkan sebuah alat yang telah ia buat sendiri selama beberapa hari ini, walaupun ada jarak jangkauannya tapi itu sudah cukup sebagai alat telepati.
"Kau mendapatkan ini dari mana? Alat seperti ini sangat mahal, bahkan ayah ku hanya memiliki beberapa dan mengatakan kalau itu benda mahal," ucap Zhang Fang terkejut.
"Ya kau tak usah tahu dulu deh, ini aku juga menyiapkan ramuan yang akan meningkatkan kekuatan mu selama seharian ini puluhan kali lipat, ini juga yang akan membantumu menerobos" ucap Cia Changyi sambil menyodorkan sebuah ramuan
__ADS_1
"Kau semakin misterius saja, untung orang seperti mu sangat baik kalau kau pendekar aliran hitam maka pasti akan sangat merepotkan," ucap Zhang Fang pun mengambil ramuan itu.
"Kau harus minum ini ketika aku suruh, sekarang aku akan masak sarapan kita kau cukup menunggu saja," ucap Cia Changyi lalu beranjak pergi untuk memasak.
Sedangkan di tempat lain.
Nampak seorang anak kecil yang seusia dengan Cia Changyi saat ini tengah berada di ruang khusus, ia memiliki mata merah darah dan rambut berwarna merah.
Pembawa kesialan!
Itulah julukan anak itu, ketika baru lahir ibunya meninggal dan bahkan ia tak menangis walau sudah dicubit oleh bidan. Di tambah lagi ia membuat orang yang mendekatinya terbunuh secara misterius.
Namanya adalah Kim Yeon-Jin, nama pemberian ibunya dengan harapan semua orang dapat menghargai anaknya namun sayang bahkan ayahnya sepertinya membencinya.
"Tuan Yeon makanlah, kau sudah tak makan selama beberapa hari nanti kau bisa jatuh sakit," ucap seorang pelayan yang merupakan pelayan setia dari ibunya Yeon.
Mendengar itu membuat pelayan itu merasa sedih, walau begitu ia tak bisa berbuat apapun untuk menolong tuan muda, ia berharap tuan muda bisa bertemu orang yang bisa melindunginya dan menyayanginya.
Yeon-Jin hanya menatap pemandangan dari luar jendela yang sudah disegel dengan jimat dan mantra sehingga tak dapat ia pecahkan, ia nampak menangis dalam diam sambil tersenyum.
"Ayah aku takut, aku harap kau tak membuangku," ucap Yeon-Jin sambil menangis, ia meratapi nasibnya yang malang karena dicap sebagai pembawa nasib buruk.
Tak terasa hari sudah semakin siang, ada beberapa prajurit kerajaan yang masuk ke ruangan Yeon-Jin lalu membawanya ke suatu tempat.
Yeon-Jin tahu kalau ini pasti akan terjadi juga akhirnya, bahkan ayahnya sama sekali tak sudi untuk melihat dirinya untuk terakhir kali sebelum dibuang.
Di kereta kuda yang dipakai Yeon-Jin hanya ada dirinya serta 2 orang pengawal yang mengantar kepergian Yeon-Jin untuk diasingkan ke hutan yang sama saja seperti kematian bagi anak kecil seperti Yeon-Jin.
__ADS_1
Sepertinya ayahnya Yeon-Jin ingin putranya mati secara mengenaskan di hutan dan tak pernah muncul lagi ke istana, bahkan saat ini ayahnya sedang bermain dengan para selir tanpa memikirkan anak kandungnya sendiri.
Tak lama ada beberapa pergerakan mencurigakan, ada dua pendekar aliran hitam yang cukup kuat sedang mengintai kereta kuda yang membawa Yeon-Jin.
Saat waktunya dirasa pas mereka pun menunjukkan diri mereka dan menghalangi kereta kuda itu, sontak hal itu membuat kereta kuda itu ngerem mendadak.
"Hei siapa kalian! Beraninya menghalangi jalan ku," ucap kusir yang mengendalikan kereta kuda itu namun tanpa basa-basi salah seorang pendekar itu membunuhnya dengan sekali tebasan.
Kedua pengawal itu pun juga bernasib sama, mereka tanpa perlawanan secara mendadak dihabisi dengan ditebas, itulah yang dinamakan perbedaan kekuatan.
Yeon-Jin yang melihat kejadian itu pun bergidik ngeri, ia merasa dirinya akan dibunuh oleh para pendekar ini bahkan ia sempat berpikir kalau jangan-jangan ini perbuatan ayahnya.
Saat salah seorang pendekar itu hendak masuk ke dalam kereta kuda untuk menculik Yeon-Jin ia malah dihalangi oleh seorang gadis berusia 12 tahun yang juga sama-sama mengawasi dari tadi.
"Hei gadis kecil minggirlah sebelum kau bernasib sama seperti 3 orang yang lain yang mati sia-sia," ucap salah seorang pendekar yang berbelas kasih kepada Zhang Fang.
"Aku tak butuh kasian mu," ucap Zhang Fang yang secara brutal langsung menyerang pendekar itu, pendekar yang lainnya pun turut membantu untuk melawan Zhang Fang.
Sedangkan Cia Changyi ia memasuki kereta kuda itu dan menutup mulut Yeon-Jin.
"Tenang lah kami mau membantu mu Yeon-Jin, sekarang ikutlah bersama ku ke tempat yang cukup aman sampai teman ku mengalahkan kedua pendekar itu," ucap Cia Changyi.
Cia Changyi pun menarik tubuh Yeon-Jin untuk segera kabur, dengan bantuan Zhang Fang mereka bisa kabur tanpa diketahui oleh kedua pendekar itu karena sedang serius bertarung.
Yeon-Jin merasa terkejut dengan Cia Changyi yang memegang tangannya, biasanya orang-orang akan langsung kesakitan ketika menyentuhnya tapi berbeda dengan Cia Changyi, ia pun hanya menurut saja.
Sembari kabur Cia Changyi tetap berkomunikasi dengan Zhang Fang, dengan pengalaman nya di kehidupan sebelumnya, Cia Changyi dapat membantu Zhang Fang melawan kedua pendekar itu walaupun ia tak melihat pertarungan itu.
__ADS_1