Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 42 : Masalah


__ADS_3

"Kalian baik-baik saja kan? Maaf ya kami tadi hanya menonton dan baru menyelamatkan kalian saat keadaan genting tadi," ucap Cia Changyi kepada kedua wanita yang terduduk dihadapannya.


Han Bao dan Han Yu masih mencerna apa yang sebenarnya terjadi dihadapan mereka, mereka intinya tidak bisa mengatakan atau berpikir apapun karena kejadiannya cepat dan aneh menurut mereka.


"Hei kalian sadarlah, tenang karena kalian sudah kami selamatkan dari dua pendekar aliran hitam itu," ucap Cia Changyi yang kemudian menjentikkan jarinya di depan dua wanita itu.


Han Bao dan Han Yu seketika tersadar, mereka kemudian berusaha berdiri tegak lalu menundukkan kepala bersama sambil mengucapkan terima kasih kepada penyelamat mereka.


"Kami sangat berterima kasih karena bisa di tolong oleh para pendekar yang hebat. Anu, sebenarnya tadi itu apa ya? Kami masih bingung dengan kejadian tadi," ucap Han Yu memberanikan diri.


"Kami tidak sehebat itu, aku dan kakak senior ku kebetulan bisa beberapa trik ilusi jadi kami menggunakannya di saat keadaan genting," ucap Lei Mei dengan bersemangat.


"Trik ilusi! Gila kau bisa ilusi, kekuatan pikiran yang langka itu," ucap Han Bao dengan antusias, bisa dibilang ia sangat menyukai kekuatan ilusi dari buku yang ia baca di perpustakaan sekte.


"Oh iya kalian pasti pengelana ya, sebagai tanda terima kasih kami bisakah kalian kami antar ke sekte kami, guru kami pasti akan sangat berterima kasih kepada penyelamat kami," ucap Han Yu memohon kepada mereka.


"Baiklah kami juga kebetulan tak punya tempat menetap di kota ini setelah perjalanan cukup panjang," ucap Cia Changyi dan sesuai tebakannya hal itu berhasil.


Han Bao dan Han Yu pun berkenalan dengan penyelamat mereka dan juga bersama-sama menuju ke sekte gunung pedang yang mana sekte ini salah satu dari jajaran 10 sekte aliran putih terbesar di dunia pendekar.


"Kalian pendekar dari sekte mana? Pasti termasuk dari 10 sekte besar aliran putih kan tapi mengapa tidak memakai baju sekte," ucap Han Bao penasaran.


"Iya kami salah satu dari 10 sekte besar aliran putih itu tapi kami murid pribadi jadi kami tidak harus memakai baju sekte," ucap Yeon-Jin menjawab dengan bangga.

__ADS_1


Hal itu jelas membuat Han Yu dan Han Bao semakin kagum kepada mereka, sebab menjadi murid pribadi itu sangat ketat bukan hanya berdasarkan garis keturunan tapi bakat.


"Oh iya kenapa tadi kalian di serang oleh dua pendekar itu? Memang kalian ada masalah apa dengan mereka?" tanya Lei Mei penasaran.


"Mereka adalah bedebah dari aliran hitam yang berusaha membunuh para murid berbakat di sekte aliran putih yang dianggap mengancam mereka, kalian memang tidak diburu juga?" ucap Han Yu.


"Kami memilih latihan tertutup selama ini dan tidak memperlihatkan bakat kami ke dunia luar dan baru pertama kali ini kami menjelajah di dunia ini," ucap Cia Changyi menjawab.


Setelah beberapa menit mereka pun telah sampai di sebuah gunung yang merupakan bagian dari sekte gunung pedang yang memiliki 4 gunung besar sebagai letak sekte.


Gunung rembulan adalah bagian dari sekte gunung pedang yang sebagian besar berisi wanita sesuai namanya pemandangan bulan dari gunung ini sangat indah dibanding ditempat lain.


Han Bao dan Han Yu pun mengantarkan penyelamat mereka itu menuju ke guru mereka sekaligus melapor misi dan kejadian penyelamatan itu kepada guru mereka.


"Wah murid-murid ku sampai juga, siapa yang kalian bawa ini?" tanya Xi Li yang merupakan guru daripada Han Yu dan Han Bao.


Setelah itu Han Yu dan Han Bao menceritakan semuanya tentang kejadian yang sebelumnya mereka alami bersama serta bakat dan identitas misterius dari 3 penyelamat mereka ini.


"Saya sebagai guru daripada Han Yu dan Han Bao mengucapkan terima kasih yang banyak karena telah menyelamatkan murid ku, kalian bisa tinggal di sini untuk sementara sampai kalian melanjutkan perjalanan, buatlah seperti di rumah sendiri," ucap Xi Li.


Pada akhirnya Cia Changyi dan Yeon-Jin ditempatkan di satu kamar yang sama sesuai permintaan Yeon-Jin, sedangkan Lei Mei memiliki kamar sendiri


"Ah sekte ini, dulu aku hancurkan dan sekarang aku tinggal sebagai tamu disini," ucap Yeon-Jin mengingat sosoknya yang dengan kejam memimpin pasukan meruntuhkan sekte gunung pedang.

__ADS_1


"Iya dan saat itu kau merepotkan ku tau, dari puluhan ribu orang hanya 100 orang kurang yang berhasil aku dan pasukan ku selamatkan, tapi di kehidupan ini kau adalah pasukan ku," ucap Cia Changyi mengejek Yeon-Jin.


"Ih sombongnya, lihat saja aku yang akan menjadikan mu bawahan ku," ucap Yeon-Jin yang kesal, ia pun masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Cia Changyi pun tersenyum, kemudian ia pun mendekati jendela dan menikmati suasana sore hari yang asri di gunung rembulan dengan beberapa murid wanita lalu lalang baru selesai latihan.


"Sekte pedang cahaya, aku masih ingat ada banyak harimau dan benalu di sini," ucap Cia Changyi yang membuat perumpamaan bagi anggota sekte cahaya pedang di kehidupan yang lalu.


Malam harinya Lei Mei datang makan malam bersama kedua seniornya sesuai undangan dari Han Yu dan Han Bao di kediaman pribadi mereka. Mereka menyantap hidangan yang cukup lezat.


"Han Yu aku melihat kau punya bakat yang cukup mumpuni bisa mengalahkan pendekar tadi yang lebih kuat darimu, apakah itu mata langit surgawi yang langka?" ucap Cia Changyi.


"Ah mata senior memang sangat jeli dan berpengetahuan luas, benar kakak ku memiliki mata biru yang indah itu yang hanya aktif saat beberapa kondisi saja," ucap Han Bao dengan antusias.


"Tidak begitu, sebenarnya diriku masih terlalu lemah untuk mengendalikan mata ini. Bahkan adik ku hampir mati dan bukan aku yang menyelamatkannya walaupun aku memiliki mata ini," ucap Han Yu merendah.


"Jangan begitu kak, kakak sangat hebat dalam hal kekuatan dibandingkan dengan ku yang terhambat. Justru aku yang tidak mampu melindungi diriku sendiri," ucap Han Bao.


"Terhambat? Memang ada masalah apa dengan kekuatan saudari Han Bao?" tanya Lei Mei penasaran setelah mendengar pernyataan Han Bao tadi.


"Entah mengapa adikku tak ada perkembangan selama beberapa tahun terakhir padahal ia sempat menjadi salah satu remaja paling kuat di masanya," ucap Han Yu.


Cia Changyi pun meneguk kuah dari sup yang ia makan sampai habis kemudian ia mengatakan. "Bisakah aku menemui guru kalian,"

__ADS_1


__ADS_2