![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Mereka memang masuk secara bersamaan tapi secara acak mereka dilempar ke bagian-bagian tertentu dari makam leluhur yang berbentuk labirin dan punya banyak perangkap.
"Hah, ini toh makam leluhur gunung pedang. Seharusnya aku saja yang masuk ke sini sendiri di kehidupan sebelumnya tapi tak apalah, ayo kita temukan Changyi," ucap Yeon-Jin.
Walau Yeon-Jin sudah diberitahu oleh Cia Changyi untuk tidak ikut dan harus mengajari Han Yu belajar jurus pedang untuk lomba namun Yeon-Jin hanya terlihat menerima tapi berencana menyelinap.
Yeon-Jin dapat melihat sesosok wanita cantik yang membuatnya berhenti sejenak, ia tersenyum lalu mengeluarkan kilatan petir dari tangannya.
Petir secara cepat keluar dari tangan Yeon-Jin lalu menyerang ke arah wanita itu yang membuatnya hangus dan mengeluarkan banyak asap.
"Wah, tempat ini sangat menakjubkan. Aku bisa mengeluarkan kekuatan elemen di sini, petir ini boleh juga," ucap Yeon-Jin yang tubuhnya mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Yeon-Jin menatap ke abu yang telah ia buat sendiri, "Maaf tapi aku sudah mengatasi ketakutan ku kepada wanita murahan itu sejak bertemu dengan Changyi," ucap Yeon-Jin.
Dulu Yeon-Jin memang menjalan hubungan spesial secara paksa oleh seorang wanita pendekar gelap yang telah membuatnya dikuasai iblis.
"Wah, kau sangat hebat ya bisa mengatasi kelemahan mu," ucap seorang peri kecil bernama Yuyu yang berwajah manis.
"Kau penjaga makam leluhur ini? Menarik juga ada peri di sini tapi kau kurang tepat kalau mengatakan itu kelemahan terbesar ku," ucap Yeon-Jin.
"Huh, kau sudah datang ke makam leluhur ini. Sekarang kau tak bisa keluar dari sini hidup-hidup kalau kau tak bisa memecahkan ujian dari para leluhur," ucap Yuyu.
"Ujian ya, baiklah sepertinya menarik. Huh, untung saja aku menyelinap ke sini kalau tidak aku akan melewatkan hal menarik ini," ucap Yeon-Jin sambil bersemangat.
"Jangan menjadi sombong, lingkungan di sini sudah diberi ilusi tingkat tinggi walau kau mampu beradaptasi dan sesuka hati melakukan berbagai teknik dan jurus bertarung tapi dibutuhkan kecerdasan untuk menyelesaikan ujian ini," ucap Yuyu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian suasana di sekitar sudah mulai berubah, batu-batu yang berada di sekitar Yeon-Jin langsung berubah menjadi sosok seperti pendekar dan siap menyerang.
"Stone Warrior ya, baiklah aku pasti bisa mengalahkan mereka," ucap Yeon-Jin yang kemudian membuat sebuah pedang dari petir yang juga memercikkan kilat yang bersinar terang.
Stone Warrior itu tak lama kemudian membuat formasi dan sama-sama menyerang, walau begitu tapi serangan mereka hanya memukul dengan tekanan yang tinggi.
Dari berbagai arah ada tangan-tangan batu yang mengelilingi Yeon-Jin, Yeon-Jin membuat gerakan gelombang dengan pedang petirnya dan dengan cepat menyentuh tangan-tangan batu itu.
Sosok-sosok Stone Warrior langsung berubah menjadi kabut dan dari kabut itu datang lebih banyak lagi tangan-tangan batu bagai tak terbatas.
Yeon-Jin melihat cela di samping yang tak ada tangan batunya lalu ia pun melompat ke samping sambil ia melempar pedang petir itu ke arah yang berlawanan.
Tangan Yeon-Jin mengelurkan petir dari tangannya yang menarik kembali pedang petir yang tadi ia lempar membuat percikkan besar yang menghancurkan para Stone Warrior.
Mata Yeon-Jin pun turut mengeluarkan percikapan petir dan ia pun menghalau serangan Stone Warrior itu namun nampaknya sia-sia saja karena Stone Warrior mudah dikalahkan dan berproduksi.
Yeon-Jin sudah merasa agak capek pun tak tahan lagi, ia mengangkat tinggi-tinggi pedang miliknya yang membuat ledakan besar, Di sekeliling tubuhnya Yeon telah membalut dengan perisai petir.
Sepersekian detik sebelum ledakkan itu semua nampak terang dan dalam hitungan detik sebelum terjadi ledakan Yeon-Jin berhasil melihat sumber dari Stone Warrior.
Debu bertebaran dimana-mana, ledakkannya cukup besar sampai menghancurkan hampir 30% wilayah ini, Dibalik debu itu Yeon-Jin berlari cepat.
Dari tangannya keluar pedang yang terhunus ke depan, tangan yang satunya pun juga turut mengeluarkan percikan petir yang bertegangan tinggi.
Saat itulah sosok patung batu berbentu wanita ia hunuskan bagian perutnya dengan pedang petir dan tangan satunya memegang kepala patung itu sampai hancur.
__ADS_1
Dari patung itu muncul cahaya yang cukup terang, bebatuan yang ada di sana semuanya berkumpul dengan bergelindingan ke arah patung wanita itu.
Yeon-Jin pun sampai-sampai harus membuat pedangnya cukup lebar sehingga bisa membuatnya dapat menaikinya, dengan guntur yang ia buat ia bisa berada di atas langit.
Tak lama kemudian para batu itu menjadi satu kesatuan yang utuh, "Tunggu, jangan bilang mereka mau bersatu. Baiklah ini akan lebih seru dan cepat," ucap Yeon-Jin.
Yeon-Jin mengangkat tangannya yang memercikkan kilatan petir lalu ia dengan cepat mengarahkan tangannya ke bebatuan itu dan terjadilah ledakan yang cukup kuat.
Yeon-Jin turun ke bawah dan mendapati sesuatu, batu-batu ini masih tetap hidup bagaikan abadi walau sudah diserang sekedemikian dahsyatnya. "Sepertinya bukan patung tadi pemicunya," gumam Yeon-Jin dalam hati.
Dalam sesaat bebatuan itu kembali bergelindingan, mau diserang bagaimana pun nampaknya tak mempan sama sekali. Yeon-Jin sekarang harus menemukan pemicu dari pergerakan bebatuan ini.
"Tunggu, aku mendapatkan elemen petir abadi di sini. Mereka mau aku menggunakan ini untuk melawan batu-batu ini, jangan-jangan petir ini adalah pemicu mereka," pikir Yeon-Jin.
Kali ini Yeon-Jin mengandalkan pikirannya, ia memejamkan matanya dan merasakan energi petir yang bergejolak dari tubuhnya. Dapat dirasakan tubuhnya menjadi pemicu bebatuan itu.
"Kalau seperti ini mau tak mau pakai cara ini," ucap Yeon-Jin, ia melihat bebatuan itu hampir bersatu semuanya. Ia sudah tak punya waktu lagi, kalau dibiarkan mereka akan tak terkalahkan.
Kali ini ia meletakkan pedang petir miliknya sejajar dengan tubuhnya, matanya terpejam dan kilatan guntur yang besar mulai terpusat di langit yang ada di atasnya.
Tak bersalang lama ada petir yang sangat besar menyambar ke tubuh Yeon-Jin, sesuai perkiraannya hal itu dapat mengganggu keseimbangan energi petir yang ada di dalam tubuhnya.
Bebatuan itu pun sejenak berhenti, mereka pun bergerak mengelinding ke arah Yeon-Jin tepatnya energi sumber petir yang sangat kuat yang dihasilkan oleh Yeon-Jin.
Batu-batu itu memenuhi tubuh Yeon-Jin dan petir itu masih menyambar dengan kuat ke arah Yeon-Jin. Rasanya Yeon-Jin seperti mati untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1