Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 78 : 2 Jam Cukup


__ADS_3

Vivi berusaha tapi entah mengapa mata dari monster itu sangatlah kuat, Vivi melihat tubuh Han Bao semakin dijerat oleh urat-urat mata monster itu yang sangat panjang.


Vivi kemudian mengarahkan mata pedangnya tepat di bagian hitam dari mata monster itu, alhasil monster itu yang kesakitan pun menghempaskan tubuh Vivi.


Vivi terpental dan terjatuh beberapa meter, pendarahan pun terjadi pada Vivi karena luka dari pertarungan sebelum-sebelumnya masih belum kering.


"Han Bao, maafkan aku.." batin Vivi sebelum tak sadarkan diri, Han Bao dari awal misi ini selalu membantunya dan juga mempertaruhkan nyawa demi keselamatan bersama yang membuat Vivi terharu.


Kali ini saat Han Bao membutuhkan bantuan malahan Vivi sekarang terkapar tak berdaya, sesaat sebelum Vivi pingsan ada cahaya berwarna-warni yang muncul cukup terang.


Dari cahaya terang berwarna-warni itu muncullah Cia Changyi dan lainnya. Cia Changyi punya firasat kalau Han Bao dalam bahaya jadi ia langsung mengambil ancang-ancang untuk menyerang.


Benar saja, Cia Changyi yang pertama datang telah melihat kondisi Han Bao yang sedang berusaha dicerna energinya oleh monster yang memiliki banyak mata dan urat mata yang panjang-panjang.


Cia Changyi tapi basa-basi langsung menebaskan pedangnya ke monster itu, ia menggunakan kekuatan murni mutiara cahaya dewa karena tahu monster ini punya hawa jahat yang kuat tapi bukan iblis.


Saat yang lain datang, Han Bao sudah terkapar tak sadarkan diri lalu Han Yu segera berlari untuk melihat kondisi dari Han Bao. Qia melihat juga Vivi dan berinisiatif membantunya walau tak saling kenal.


Han Bao dan Vivi segara dibawa ke tempat teduh, disana Cia Changyi berusaha mengobati keduanya. Tinggallah berdua Yeon-Jin dan A Yeong yang hanya melihat hal itu.


"Rupanya temanmu itu punya kemampuan medis yang bagus ya," ucap A Yeong berusaha membuka percakapan dengan Yeon-Jin walaupun masih gugup.


"Ya kau benar, dia memang sangat perhatian kepada orang lain ditambah dirinya punya bakat dan kemampuan yang sangat hebat bahkan aku sepertinya harus berguru dengannya," ucap Yeon-Jin menatap kagum sosok Cia Changyi.

__ADS_1


"Ada banyak hal yang aku masih pertanyakan tentang kalian, bagaimana hubungan kalian lalu mengapa kalian bisa memiliki kekuatan seperti ini dalam keadaan masih kecil lalu bagaimana kau bisa dimurnikan dari pengaruh iblis?" tanya A Yeong yang merasa penasaran.


"Baiklah akan aku jawab, hubungan ku dengan Cia Changyi adalah saudara tanpa garis darah dan alasan mengapa aku bisa dimurnikan karena Cia Changyi dan selebihnya nanti juga kau tahu sendiri," ucap Yeon-Jin.


Yeon-Jin kemudian menuju ke arah Cia Changyi, A Yeong pun mengikuti dari belakang. A Yeong punya banyak pertanyaan dan hal yang ia ragukan oleh Yeon-Jin dan juga Cia Changyi.


"Bagaimana keadaan mereka Changyi?" tanya Yeon-Jin yang kemudian duduk di dekat Cia Changyi.


"Untungnya mereka masih bisa diselamatkan tapi butuh waktu, tapi tenang saja semua dalam kendali," ucap Cia Changyi.


"Wah memang Changyi ku ini yang terbaik, pak dokter Changyi bagaimana jika aku sakit? Apakah kau akan merawat ku?" tanya Cia8 Changyi.


"Apaan sih, jangan manja ke aku terus. Lihat tuh kamu udah punya calon istri dan nantinya yang selalu bersama mu dan menjaga mu adalah pasangan hidup mu," ucap Cia Changyi lalu beranjak ke arah Han Yu dan Qia.


Yeon-Jin menatap Cia Changyi yang menjauh, ia pun berdiri lalu menuju ke portal yang masih menyala untuk kembali ke tempat A Yeong. A Yeong yang melihat itu pun mengikuti Yeon-Jin dari belakang.


"Terima kasih guru, aku sangat senang. Kami akan ke puncak ketika kondisi Han Yu dan Vivi memungkinkan," ucap Han Yu.


"Oh ya, sampai kapan mereka akan tak sadarkan diri begitu?" tanya Qia kepada Cia Changyi, ia juga merasa prihatin dengan kondisi dari mereka karena ia juga sebelumnya pernah mengalaminya.


"Tenang saja mereka tak akan lama untuk kembali sembuh, kita tunggu saja pasti mereka akan bangun kurang dari 2 jam lagi. Kalian jaga mereka ya aku mau ke sana dulu, nanti aku akna ke sini," ucap Cia Changyi.


Cia Changyi pun beranjak portal itu, Han Yu dan Qia pun duduk di dekat Han Bao dan Vivi dibaringkan. Han Yu mengelus rambut Han Bao dan berharap semua akan baik-baik saja dan mereka akan bisa kembali dengan baik.

__ADS_1


Sedangkan ditempat lain.


"Mengapa kau mengikuti ku?" tanya Yeon-Jin kepada A Yeong yang duduk tak jauh dari tempatnya sekarang.


"Aku hanya tak ingin kau sendiri. Kau tahu sendiri kalau kita adalah jodoh dari langit jadi aku pikir.. " ucap A Yeong yang terpotong oleh perkataan dari Yeon-Jin.


"Kau pikir apa? Dengar ini nona A Yeong, aku sama sekali tak tertarik dengan tulisan dari batu takdir bodoh itu dan kau bisa bersikap seperti tak terjadi apapun diantara kita," ucap Yeon-Jin.


"Kau begitu susah didekati, aku semakin yakin dengan apa yang aku pikirkan tentang mu," batin A Yeong, ia yang merasa Yeon-Jin butuh waktu sendiri pun beranjak pergi.


"Hei A Yeong, aku hanya ke sini untuk membicarakan tentang kerja sama tim kita, apakah aku mengganggu kau dan Yeon-Jin," ucap Cia Changyi yang berpapasan dengan A Yeong.


"Tak apa lagian Yeon-Jin butuh waktu sendiri, ayo sebaiknya kita bicarakan lebih dalam lagi tentang itu diruang kerja ku," ucap A Yeong kemudian ia dan Cia Changyi pun ke dalam gudang itu.


2 jam kemudian.


Kondisi Han Bao dan Vivi benar-benar membaik, mereka pun memutuskan melanjutkan perjalanan dan kali ini juga ditemani Cia Changyi dan yang lain.


"Kalau boleh aku tahu, sebenarnya ratu siluman itu seperti apa?" tanya Cia Changyi kepada A Yeong yang berjalan tak jauh darinya.


"Dia sebenarnya hanya suruhan untuk menjaga tempat ini sebelum penguasa yang sebenarnya datang, aku rasa salah satu dari 4 perempuan itulah yang akan mewarisi tempat ini," ucap A Yeong.


"Apakah dia tahu keberadaan mu?" tanya Cia Changyi yang merasa penasaran.

__ADS_1


"Iya dia tahu, tapi entah mengapa dia tak mengusirku dan membiarkan begitu saja diriku. Saat itu aku terlempar di sini karena ingin kabur dari seseorang, mungkin sekitar 10 tahun yang lalu," ucap A Yeong.


Mereka pun tak lama kemudian berada di puncak gunung, ratu siluman dan para pesuruhnya sudah ada di sana lebih dulu.


__ADS_2