![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
"Changyi untuk apa kau membawa anak perempuan itu? kau bahkan juga memberikan cincin permata yang kau temukan di gua naga saat itu," tanya Yeon-Jin kepada Cia Changyi.
"Oh ini Lei Mei, dia adalah kenalan ku dari kehidupan sebelumnya. Di masa depan dia adalah pendekar wanita misterius yang dijuluki bunga dahlia," ucap Cia Changyi.
"Pendekar bunga dahlia? sudah ku duga masa lalunya pasti kelam tapi apa hubungan mu dengannya di masa lalu sampai kau tahu tentang identitas saat kecil," tanya Yeon-Jin.
"Beberapa bulan sebelum aku meninggal aku sempat bertarung dengannya dan secara tak sengaja aku melihat wajah dan tanda lahirnya, dia adalah wanita tercantik yang pernah aku temui makanya aku dapat mengingatnya dengan baik," jawab Cia Changyi.
"Dasar mesum! Kau menyukai anak dibawah umur seperti dia, menjijikan sekali," ucap Yeon-Jin kesal karena menganggap Cia Changyi menyukai Lei Mei.
"Aku tak menyukainya, untuk apa kau marah begitu. Tenang aku tidak akan melangkahi mu, saat kau menemukan wanita mu maka aku juga akan menemukan nya," ucap Cia Changyi menenangkan Yeon-Jin.
Sedangkan Lei Mei berjalan berada di samping Cia Changyi, ia masih merasa canggung berada di antara dua pendekar itu. Ia hanya menunduk sambil berjalan.
"Lei Mei kau tadi hanya memiliki beberapa baju yang sama kan jadi sebaiknya kita beli baju baru untuk mu," ucap Cia Changyi yang melihat baju kotor yang dikenakan Lei Mei.
"Ah tak perlu tuan pendekar, aku tak pantas membeli baju baru aku sudah biasa dengan baju bekas yang digunakan lap," ucap Lei Mei merendah diri.
"Kau tak usah panggil kita tuan pendekar, kau bisa panggil Yeon dan dia Changyi karena nantinya kita akan menjadi team berjelajah dan aku juga tak nyaman melihat baju kotor yang kau kenakan," ucap Yeon-Jin.
Lei Mei pun hanya bisa mengangguk, walau ia diam tapi ia senang karena tidak diperlakukan buruk oleh Cia Changyi dan Yeon-Jin. Mereka pun akhirnya masuk ke salah satu butik yang cukup terkenal.
Lei Mei menatap baju-baju yang cukup indah, gaun bangsawan yang menawan dan baju pendekar wanita juga tak kalah keren.
"Lei Mei kau bebas memilih baju tapi beli baju untuk pendekar wanita karena nantinya kita akan lebih sering bertarung," ucap Cia Changyi memberi saran.
__ADS_1
Lei Mei pun mengangguk, ia memutuskan melihat-lihat pakaian bersama Yeon-Jin atas perintah Cia Changyi, sedangkan Cia Changyi duduk menunggu.
"Wah kita ketemu lagi, sebelumnya kita belum berkenalan dan meminta maaf," ucap nona Wang yang tiba-tiba saja duduk di samping Cia Changyi membuat Cia Changyi agak terkejut.
"Tak masalah, aku juga akan segera pergi berkelana ke daerah lain lagi jadi aku tak mempermasalahkan sikap kekasih mu," ucap Cia Changyi dengan ramah.
"Tak bisa begitu, aku juga sebagai calon istrinya harus meminta maaf kan secara resmi kepada mu," ucap nona Wang yang memegang tangan Cia Changyi sambil mendekatinya.
Brakk
"Dasar laki-laki tak tahu diri beraninya kau goda calon istri ku!" hardik tuan muda Zhao yang tiba-tiba saja menggebrak meja.
Mendengar itu menarik perhatian para pengunjung dan juga Yeon-Jin dan Lei Mei yang sudah selesai berbelanja. Mereka pun mendekat ke arah keributan itu.
"Sayang ini hanya salah paham dia tidak bermaksud menggoda ku kok, dia hanya memegang tangan ku untuk tanda maaf," ucap nona Wang memutar balikkan fakta karena panik.
"Kali ini akhirnya kita bertemu, kakak ku sudah keluar tadi pagi dari latihan tertutup dan kebetulan bersama dengan ku. Kakak inilah orang yang mempermalukan adik kesayangan mu," ucap tuan muda Zhao merengek kepada kakaknya.
Kakaknya adalah pria berotot yang sangat tinggi, dia adalah pria muda paling kuat di kalangan bangsawan walau sebenarnya para pemuda bangsawan lain hanya mengalah saja supaya bisa dekat dengan keluarga Zhao.
"Huh kau pengelana yang miskin beraninya menyinggung keluarga Zhao, aku dengar kau mengalahkan pengawal terbaik keluarga ku tapi sayang kau akan segera aku kalahkan,"
"Tapi aku tak punya banyak waktu, bagaimana kalau kau mengalahkan adik ku kalau sampai adik ku kalah maka kau bisa bertarung melawan ku," ucap Cia Changyi.
"Baiklah adik laki-laki mu ini kelihatannya juga tak jauh berbeda dengan mu,"
__ADS_1
"Tidak kau salah lihat, adik yang aku maksud adalah adik perempuan ku, dia baru saja membangkitkan kekuatannya," ucap Cia Changyi dengan bangga.
Mendengar itu membuat tertawa beberapa orang dan mencemooh tindakan Cia Changyi yang berlindung dengan adik perempuannya yang kelihatan polos.
"Tuan aku belum bisa bertarung," ucap Lei Mei yang takut mendengar yang dikatakan oleh Cia Changyi.
"Iya Changyi, Lei Mei bahkan belum kita ajari teknik pedang bagaimana dia melawan pria itu," ucap Yeon-Jin yang juga protes dengan tindakan Cia Changyi.
"Kalian percayalah, Lei Mei kau bisa melakukannya. Aku sudah memberikan mu cincin ini dan juga mintalah kakak di dalam tubuh mu sedikit membantu mu ya," ucap Cia Changyi.
Lei Mei berpikir sejenak, beberapa saat kemudian ia mengangguk.
"Baiklah aku akan melakukannya," ucap Lei Mei yang entah mengapa bisa memiliki kepercayaan diri, diam-diam Cia Changyi juga turut membantu.
"Kau anak kecil ingin melawan ku, benar-benar diluar dugaan aku pikir kakak mu begitu kuat tapi adiknya yang malah disuruh menyambut kematian,"
"Tutup mulut mu dan rasakanlah kematian mu sendiri," ucap Lei Mei yang warna matanya yang sebelumnya hitam mulai berubah merah pekat.
Tak berselang lama tubuh lawannya langsung gemetar hebat, ia jatuh dan kedua dengkulnya menopang tubuhnya. Keringat dingin mengucur dari tubuhnya yang kelihatan ketakutan.
Melihat pemandangan aneh itu membuat yang menonton merasa heran, sebenarnya apa yang terjadi mengapa anak perempuan itu bisa mengalahkan lawannya tanpa menyerang sama sekali.
"Ini sihir gelap! Pasti kalian adalah pendekar hitam kan," tuduh tuan muda Zhao yang melihat kondisi kakaknya.
"Jangan menjadi bodoh, ini disebut kekuatan ilusi yang langka jadi sepertinya pengetahuan mu memang dangkal ya," ucap Yeon-Jin membela.
__ADS_1
Di saat semua orang sedang terkejut dan mencerna apa yang sebenarnya terjadi, kemudian Cia Changyi bergegas pergi mengajak Lei Mei dan Yeon-Jin sebelum tambah runyam.
"Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau tahu tentang keberadaan ku ditubuh anak ini?" tanya Lei Mei yang sedang dikuasai oleh jiwa dewi.