![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Mereka sampai di sekte cahaya pedang, syukurlah Zhang Fang sudah agak sembuh ketika sampai di sekte sehingga Zhang Fang bisa langsung menemui ayahnya.
Sedangkan Cia Changyi dan Yeon-Jin berada di kediaman Lee Anming, Yeon-Jin duduk bersama Cia Changyi yang sedang menikmati cahaya matahari yang sedang terbit.
"Bagaimana? Apakah kau sudah mempercayaiku atau masih ragu-ragu?" tanya Yeon-Jin sambil menatap Cia Changyi.
Sejujurnya Cia Changyi bingung mau percaya atau tidak dengan Yeon-Jin, kalau dirinya bisa bertransmigrasi seharusnya ia tak terkejut ketika ada juga orang lain yang bertransmigrasi.
"Kita sama-sama orang yang manipulatif, kau bisa mempengaruhi kepercayaan orang lain dan demikian dengan ku kalau aku tak dipengaruhi iblis di kehidupan sebelumnya, jadi kita banyak memiliki kesamaan," ucap Yeon-Jin.
Apa yang dikatakan Yeon-Jin memang benar, Cia Changyi mampu membuat orang-orang mempercayainya karena dia adalah orang manipulatif namun ia tak pernah menggunakannya untuk kejahatan.
"Sebenarnya apa mau mu? Kau berpura-pura lemah saat itu," tanya Cia Changyi kepada Yeon-Jin.
"Sebenarnya tadi saat penculik ku itu ingin masuk aku hendak membunuhnya namun malah kau yang duluan masuk dan membawa ku, awalnya aku bingung tapi sekarang aku tahu kalau kau adalah Cia Changyi," ucap Yeon-Jin.
Yeon-Jin pun berdiri, ia menghadap Cia Changyi dan mengulurkan tangannya kepada Cia Changyi. Melihat itu membuat Cia Changyi merasa bingung.
"Bagaimana kalau kita saling bantu saja, kau membantu ku menetralkan racun ku dan membantu ku membalas dendam lalu kau bisa menjadikan ku pesuruh mu," ucap Yeon-Jin.
Cia Changyi nampak berpikir, hal itu membuat Yeon-Jin menghela nafas lalu menarik tangan Cia Changyi untuk menjabat tangannya.
"Baik kita sepakat ya, sudahlah aku mengantuk mau tidur," ucap Yeon-Jin lalu beranjak ke dalam rumah sambil menguap karena masih mengantuk.
"Hei tunggu kita belum sepakat. Ya ampun kau kotor jangan masuk rumah lepas sepatu dulu dan jangan berani-berani tidur di kasur sebelum mandi," ucap Cia Changyi bergegas menyusul Yeon-Jin.
__ADS_1
Sedangkan Zhang Fang tengah berbaring di kamarnya, ketua sekte pun berada di sampingnya yang tadi hampir pingsan.
"Kau jangan terlalu memaksakan diri, seharusnya kau langsung istirahat saja kalau tubuhmu lemas setelah latihan tertutup," ucap ketua Zhang yang cemas dengan kondisi anaknya.
"Tenanglah ayah aku baik-baik saja, aku kan sudah berjanji sama ayah. Aku akan menjadi pendekar hebat yang akan membuat ayah bangga," ucap Zhang Fang lalu tersenyum.
Melihat senyuman Zhang Fang membuat ketua Zhang melihat sosok ibunya Zhang Fang di dalam diri Zhang Fang, ia pun tersenyum lalu mengelus rambut putrinya.
"Istirahatlah, kalau butuh apa-apa kau tinggal gunakan lonceng ini untuk memanggil pelayan," ucap ketua Zhang, setelah mengecup kening Zhang Fang ia pun beranjak pergi.
Zhang Fang sekarang memikirkan Cia Changyi dan Yeon-Jin, dalam hatinya ia masih penasaran tentang hubungan Cia Changyi dengan anak raja yang dikatakan pembawa sial itu.
Saat sakit tadi dia digendong oleh Yeon-Jin padahal rumornya Yeon-Jin ini dapat membunuh orang yang menyentuhnya, sepertinya rumor itu salah, pikir Zhang Fang.
Tak lama setelah hari itu Zhang Fang pun kembali pulih, ia memutuskan untuk menghampiri Cia Changyi dan Yeon-Jin, mereka pasti di rumah senior Lee Anming, pikir Zhang Fang.
"Senior Fang selamat pagi, kau bisa minum teh bersama Yeon-Jin dulu aku mau mandi terlebih dulu," ucap Cia Changyi yang melihat keberadaan Zhang Fang sehabis olahraga pagi.
Zhang Fang pun menatap Cia Changyi yang masuk ke dalam rumah, ia melirik ke arah Yeon-Jin yang tersenyum dan mempersilahkan duduk di sampingnya.
Zhang Fang pun memberanikan diri untuk mendekati Yeon-Jin, ia pun duduk di sampingnya dan secara terburu-buru mengambil teh.
"Kau pasti takut ya di dekat ku, tenang Changyi sudah memberiku penetral jadi kau tak akan mati seperti yang lainnya," ucap Yeon-Jin yang melihat kalau Zhang Fang merasa gugup di dekatnya.
Mendengar itu membuat Zhang Fang tersedak teh yang ia minum, ia merasa tak enak karena seakan-akan membuat Yeon-Jin seperti monster jahat.
__ADS_1
"Bukan begitu, aku hanya mendengar rumor tengang mu dan junior Changyi meminta ku menyelamatkan mu tanpa aku ketahui identitas mu sebelunmnya. Jadi aku merasa aneh mengapa Changyi bisa mengenal kau yang dikurung di istana," ucap Zhang Fang.
"Ya kau benar, aneh juga aku yang dikurung di istana bisa dikenal oleh Changyi. Baiklah aku kenalkan, sebenarnya aku dan Changyi adalah teman sejak usia kami 4 tahun dan pertemanan kami bisa dibilang rahasia yang tak diketahui siapapun sebelumnya," ucap Yeon-Jin.
Mendengar itu membuat Zhang Fang merasa aneh, dari penjelasan Yeon-Jin masih banyak hal yang dipertanyakan seperti bagaimana Cia Changyi bisa ke istana dan berteman dekat dengan Yeon-Jin.
"Anehkan? Aku juga merasa aneh seperti mu tapi satu hal yang harus kau tahu kalau aku dan Changyi bisa dibilang saudara yang ditakdirkan bersama, dia bisa menetralkan racun ku," ucap Yeon-Jin.
Zhang Fang pun menghilangkan kecurigaannya, toh yang terpenting sekarang Yeon-Jin tak berbahaya seperti yang dirumorkan jadi ia pun berusaha membuka obrolan ringan untuk mencairkan suasana.
Kemudian Cia Changyi pun keluar dengan penampilan rapi, ia menghampiri Zhang Fang dan Yeon-Jin yang sedang mengobrol sambil meminum teh.
"Wah kalian sudah akrab ya kelihatannya," ucap Cia Changyi lalu duduk di dekat Yeon-Jin.
"Ya, Yeon-Jin menceritakan hal-hal tentang istana yang ia ketahui. Itu kedengaran menarik saat ia menceritakannya," ucap Zhang Fang walaupun ia merasa aneh.
"Jadi Yeon, kau sudah memperkenalkan dirimu kan kepadanya?" ucap Cia Changyi sambil menoleh ke arah Yeon-Jin yang diiyakan oleh Yeon-Jin.
"Sebenarnya aku penasaran tentang racun ditubuh Yeon-Jin, kalau kau bisa menetralkan racunnya kenapa tidak memberi tahu raja bukankah dia akan senang," ucap Zhang Fang.
"Ya dia akan senang dan menjadikan Yeon sebagai alat untuk menguasai kerajaan yang lain, aku melihat tempramen buruk raja selama di istana," ucap Cia Changyi.
Itu memang benar, dikehidupan sebelumnya raja yang merupakan ayah Yeon-Jin adalah orang yang haus kekuasaan dan bahkan ingin mengambil Yeon-Jin setelah tahu kekuatannya untuk dijadikan alat.
Ayahnya Yeon-Jin sama saja seperti perkumpulan pendekar hitam itu yang tak memandang Yeon-Jin sebagai alat namun sebagai alat pembunuh.
__ADS_1
"Dia membuang Yeon-Jin karena menganggap Yeon-Jin bisa membunuh dirinya suatu hari karena kekuatan Yeon-Jin yang tak terkontrol kalau sampai dia tahu aku bisa mengontrol kekuatannya bisa-bisa aku juga ikut dikurung," ucap Cia Changyi.