Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 10 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

"Kakak istirahat lah di kamar bersama kak Kimmy," Devano kaget, ia langsung melepaskan pelukannya dengan sang adik


"Tidak bisa! Kakak enggak bisa!"


"Kak, kak Kimmy sedang mengandung, bagaimana jika tengah malam terjadi sesuatu kepadanya?"


"Kenapa enggak adik aja yang menemaninya?"


"Enggak bisa kak, kan kakak yang bilang kalau adik harus belajar, kalau satu kamar dengan kak Kimmy, pasti aku enggak bisa tidur nyenyak karena memikirkan kak Kimmy takut tengah malam kenapa-kenapa tapi kalau sama kakak, Zaskia bisa tidur nyenyak. Karena tahu ada kakak yang menjaga kak Kimmy,"


Devano memegang kepalanya yang tak gatal, mengapa Zaskia memberikan pilihan yang begitu sulit baginya? Devano sangat menyayangi sang adik, ia tidak bisa menolak namun di satu sisi. Ia juga tidak bisa tidur dengan wanita yang tidak ia cinta.


"Kak, aku tahu apa yang kakak pikirkan. Tapi kalau kakak enggak belajar dekat dengan kak Kimmy bagaimana kakak bisa jatuh hati kepadanya? Kak, kak Kimmy itu orang yang tulus, enggak adil rasanya kalau kita hanya memberikan kepalsuan kepadanya. Dia memberikan kita uang sepenuh hatinya bukan karena ia mengandalkan uang di setiap hal. Namun, ia ingin membeli kebahagiaan yang enggak bisa ia dapatin kak,"


Devano terenyuh mendengar ucapan adiknya, entah sejak kapan adiknya berubah menjadi wanita yang lebih bijaksana dan dewasa "Ya sudah kamu tidur sana kakak akan menemaninya,"


Zaskia tersenyum senang, ia tahu jika Kimmy adalah wanita yang pantas dan baik untuk kakaknya Devano.


*********


Dengan ragu, pria itu membuka pintu kamar Kimmy, terlihat begitu gelap mungkin Kimmy lebih nyaman dengan mematikan lampu saat tidur. Devano masuk perlahan, takut istrinya terganggu atau apalagi sampai terbangun


Ia berjalan perlahan, naik ke atas ranjang tepat di sebelah Kimmy. Ia pun membaringkan tubuhnya dengan perasaan yang masih canggung. Namun, jika bukan karena permintaan sang adik, Devano tidak akan melakukan ini


"Emmmh," terdengar Kimmy seperti sedang gelisah, ia pun uring-uringan sambil memejamkan mata. Devano mulai memberanikan diri untuk bersuara "Kamu enggak apa-apa?"


Kimmy yang mendengar suara Devano, membalikan tubuhnya ke arah Devano, lalu perlahan Kimmy membuka matanya setengah "K-kamu? Maaf kalau Ak-aku buat kamu terganggu dengan suara ku,"


"Enggak masalah, kamu tidur lah!"


Kimmy mengangguk, namun ia masih saja uring-uringan


"Kenapa?"


Devano bertanya dengan lembut, Kimmy awalnya ragu untuk menjawab namun Devano lebih mendekatkan dirinya dan mengelus kepala Kimmy dengan lembut.


"Ak-aku rasanya ingin memakan roti canai,"


Devano mengerutkan dahinya, sudah malam begini Kimmy meminta makan roti canai "Kamu belum makan emangnya?" tanya Devano dengan polos, ia memang belum pernah menangani wanita hamil seperti ini


Namun, ia mengingat ucapan almarhumah mamanya jika saat mengandung ia. Sang mama sering sekali meminta hal-hal yang aneh


"Mama dan papa pernah bercerita tentang keanehan ibu hamil, apa namanya ya?"


Devano mencoba mengingatnya


Ngidam!

__ADS_1


Devano bertanya kepada Kimmy "Apakah kamu mengidam?"


"Mengidam? Apa itu?"


Kimmy sama terlihat bingung dengan kata itu, Devano juga bingung menjelaskannya


"Dulu, mama dan papa aku pernah cerita. Kalau mama waktu hamil aku, suka meminta hal yang enggak masuk akal. Namanya, mengidam!"


Kimmy membuka matanya dengan sempurna, jantungnya berdegup kencang saat melihat Devano yang begitu dekat bahkan kini keduanya saling bertatapan


"Aku akan mencarikannya sekarang untukmu,"


Devano ingin bangkit namun Kimmy menahannya "Tidak usah, aku sudah meminta kepada asisten ku mencarinya,"


"Tapi ini sudah larut, waktunya mereka istirahat,"


Kimmy tertawa kecil, membuat Devano kebingungan "Ada apa?"


"Semua pelayan di sini memiliki Shift, dan yang aku suruh itu dia memang belum waktunya bekerja. Nanti setengah jam lagi baru masuk kerja sampai besok pagi, dan paginya akan ada yang bergantian,"


Devano mengerti, tidak sulit bagi Kimmy untuk membayar seratus pelayan sekaligus


Kimmy kembali merintih "Apa ada yang sakit?" Kimmy menggelengkan kepalanya, namun entah mengapa ia merasa begitu gelisah sekali sejak siang tadi


Devano yang mengerti, ia kembali berbaring di sebelah Kimmy. Tangannya melingkari tubuh Kimmy yang mungil


Kimmy mencoba memejamkan matanya, sentuhan dari Devano membuatnya merasa teduh dan hangat. Tanpa berlama-lama Kimmy langsung memejamkan kedua matanya dan tertidur dengan begitu pulasnya. Begitu juga dengan Devano.


Keduanya terlelap dengan keadaan berpelukan.


***********


Pagi harinya,


Kimmy perlahan membuka mata, tangan Devano masih terasa menegang perutnya. Ia melihat ke arah luar jendela, cahaya matahari mulai masuk ke kamar mereka


"Roti canai ku," lirihnya pelan, namun tetap saja membuta Devano terbangun. Ia pun menjauhkan tangannya dari perut Kimmy


"Kita ketiduran,"


"Iya, roti canai ku!" Kimmy segera bangkit, ia mengikat rambutnya asal. Dan keluar dari kamar


"Selamat pagi kakak ipar, nyenyak banget tidurnya!"


"Hem," Kimmy terlihat malu, apalagi Zaskia yang meledeknya "Kami enggak ngapa-ngapain kok,"


"Selamat pagi nyonya, maaf tadi malam saya tidak membangunkan Nyonya,"

__ADS_1


"Dimana dia?"


Tanya Kimmy kepada pelayannya, Zaskia sepertinya kepo "Siapa kak?"


Kimmy berjalan menuju dapur yang di ikuti oleh Zaskia "Ini,"


Kimmy menunjuk pada roti canai yang sudah di panaskan kembali.


Dengan lahap Kimmy menyantapnya "Kak?"


"Iya, kamu mau?"


Zaskia menggelengkan kepalanya, Devano turun dari kamar setelah membersihkan diri dan melihat Kimmy yang sudah menyantap makanan tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.


Astaga!


Kimmy tersadar bahwa dirinya belum menggosok gigi, ia pun menyengir malu "Maaf, karena terlalu ingin memakannya aku sampai jorok!"


Zaskia memakluminya, begitu juga dengan Devano


"Ohiya, aku harus pergi dulu!"


"Kemana?" tanya Kimmy spontan "Aku harus mencari pekerjaan di luar sana. Aku enggak bisa dirumah saja,"


Kimmy meminta Devano untuk mengurus bisnis kedua orang tuanya "Jangan, sebaiknya kamu membantu aku menghandle bisnis mama dan papa,"


"Enggak bisa, aku enggak bisa bergantung dengan kamu saja!"


"Enggak ada yang bergantung,"


Belum selesai Kimmy menyelesaikan ucapannya, ponselnya berbunyi ia pun meminta izin kepada Devano dan Zaskia untuk mengangkatnya.


Keduanya mengangguk


"Apa?" Kimmy menjatuhkan ponselnya "Ada apa kak?"


"Aku harus kerumah sakit sekarang," ujar Kimmy yang terlihat kebingungan dan panik. Ia meminta supir untuk menyiapkan mobil


"Aku ikut," Devano mau ikut dengan Kimmy karena ia tidak mau terjadi sesuatu kepada Kimmy di luar sana. Wanita itu mengangguk, bahkan ia tidak sempat untuk bersiap-siap


"Kak, apa kakak akan pergi dengan seperti ini?"


"Penampilan aku enggak penting Zaskia, ada yang jauh lebih penting lagi daripada sebuah penampilan," ujarnya dengan nada yang gemetar. Sepertinya ia begitu cemas


"Kak, Zaskia boleh ikut?"


Kimmy pun mengangguk, dan segera menuju mobil dengan pikiran yang kacau

__ADS_1


__ADS_2