Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 93 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Tammy meminta Devano untuk segera kembali pulang kerumah


"Mami, kenapa papi marah-marah?" Tammy menenangkan anaknya Queen "Sayang, sebaiknya kita bahas ini nanti saja ya?" Queen mengangguk, sementara Devano melajukan mobilnya kembali pulang kerumah.


Tammy memberikan pesan kepada Tantenya Laras


Tante, semua yang terjadi ini enggak benar! Tante enggak seharusnya memisahkan ibu dan anak! ~Tammy


Ia langsung mengirimkan pesannya melalui WhatsApp, namun Laras hanya melihat tanpa membalas pesannya. Tammy menyandarkan kepalanya di kursi mobil, entah apa yang di mau oleh tantenya


Tante, aku mohon! Kita butuh bicara segera! ~Tammy


Masih tetap sama, Laras hanya membacanya saja. Kepala Tammy terasa sangat pusing


"Kenapa Tante melakukan itu semua?" Batinnya, Devano yang menyetir mobil juga terlihat kesal, yang dilakukan oleh Laras menurutnya salah

__ADS_1


"Tammy, katakan kepada tante mu kita harus bicara dengannya setelah mengantar Queen pulang, atau aku akan memberitahu semuanya kepada Kimmy, aku tak perduli dengan semua resiko yang ada-,"


Devano seakan mengancam, Tammy meminta Devano untuk mengatakan itu sendiri "Kau saja yang mengatakannya dan terserah apa yang akan kau lakukan Dev! Sungguh aku tak perduli, jika menurut mu memberitahu semuanya itu yang terbaik maka lakukan lah!"


Sepertinya Tammy sudah lelah dan pasrah, apapun yang terjadi biar terjadi dengan semestinya. Berpura-pura sungguh sangat melelahkan batin dan jiwanya.


Devano merasa heran, mengapa Tammy tak terlihat takut sedikit pun


"Apakah benar, jika Tammy dan tantenya Laras tak bekerja sama seperti yang aku pikir?"


"Kenapa Dev? Ayo kita kembali kerumah itu dan katakan yang sebenarnya kepada Kimmy. Lagi pula, masih ada Queen disini, bukannya dia juga harus tau bukan? Apalagi? Ini waktu yang tepat untuk memberitahu semuanya,"


Devano diam tanpa mengatakan apapun "Ayo Dev! Putar balik dan kembali kerumah tante Laras! Agar semuanya jelas dan tau semua kebenaranya yang ada-,"


Devano pun meminta maaf kepada Tammy "Maaf, aku enggak bermaksud untuk menyakiti atau melukai perasaanmu,"

__ADS_1


Tammy hanya diam, memandang arah luar jendela, ia tau jika Devano sedih namun ucapan Devano sudah melukai hatinya.


"Aku juga enggak minta berada di posisi seperti ini," gumamnya, Queen pun memeluk maminya "Mami jangan sedih! Maafin Queen, karena Queen mami jadi di marahi sama papi-,"


Tammy menggelengkan kepalanya "Tidak sayang! Ini semua bukan karena Queen! Queen jangan sedih lagi ya?"


Tammy menghibur Queen padahal hatinya yang sedang sedih dan terluka


"Mami, Queen sangat sayang sekali sama mami,"


"Mami juga sayang sekali sama kamu sayang!" Tammy mencium Queen, dan memeluknya dengan erat. Dia enggak perduli walau nantinya Queen akan mengetahui semua kebenaran yang ada. Cinta dan kasih sayangnya tulus untuk Queen dan ia tau jika cinta seorang ibu untuk anaknya itu tanpa batas


"Walau apapun yang terjadi, aku akan tetap menyayangi Queen! Queen dan Bintang segalanya bagi ku. Memang bukan aku yang melahirkan mereka namun aku lah yang merawat mereka sejak mereka bayi, mereka anak-anakku. Walau kelak nanti mereka akan kembali kepada ibu kandung mereka aku tak perduli," batinnya, ia memeluk Queen dengan erat dan penuh cinta.


Devano menatap Istri dan anaknya dari kaca depan mobil

__ADS_1


"Tuhan, aku enggak tau mana yang benar dan salah. Tapi aku mohon bahagiakan selalu keluarga ku, lindungi semua keluargaku,"


__ADS_2