
"Tapi kak,"
"Enggak ada tapi-tapi Zaskia!" Keduanya berdebat, Devano tau betul bagaimana paman dan bibinya itu pasti ada sesuatu hal yang membuat mereka meminta Zaskia untuk tinggal bersama.
"Kak, rumah itu penuh kenangan mama dan papa! Kita tumbuh dewasa di sana, setidaknya aku bisa hidup dengan kenangan mama dan papa di rumah itu!"
"Kamu enggak mengerti Zaskia!"
"Kakak yang enggak memahami aku! Aku rindu mama dan papa, lagipula paman dan bibi sudah menyesal katanya! Apa salahnya memaafkan mereka kak?"
Devano menghela nafas dengan kasar, ia tak mau memberitahu adiknya namun harus ia beritahu tentang makam mama dan papanya
"Mereka enggak berubah! Apa kamu tahu? Baru-baru ini, mereka meminta orang untuk membongkar makam mama dan papa karena mereka tidak mau membayar sewa tanahnya! Untung kakak datang kesana, dan tau hal ini jika tidak! Kita bahkan enggak akan tahu keberadaan makam kedua orang tua kita,"
"Apa?"
Zaskia merasa kaget, apakah yang kakaknya katakan itu benar? Mengapa paman dan bibinya tega?
"Mereka enggak pernah berubah, dan mereka enggak pernah menyesal. Percaya sama kakak,"
Zaskia melamun, namun ia ingin kembali kerumahnya "Kak, apa kita enggak bisa balik kerumah itu?"
Devano diam, tak tau apa yang harus ia katakan kepada adiknya
"Saat kita kehilangan mama dan papa, kita udah ikhlas kehilangan segalanya. Tolong jangan pernah meminta hal yang sudah bukan milik kita lagi, ikhlas kan ya? Kakak tau kamu kangen sama mama dan papa. Tapi, kamu harus sadar semuanya sudah terjadi,"
Kimmy mendengarkan percakapan kakak dan adik itu dari luar kamar, ia merasa sedih dan tau pasti apa yang saat ini dirasakan oleh Zaskia. Karena dirinya juga merasakan hal yang sama "Kehilangan kedua orang tua sekaligus kenangan yang ada dirumah yang sedari kecil tempati itu sulit, tapi semuanya sudah takdir!"
Kimmy ingin membantu Zaskia agar adik iparnya keluar dari kesedihan namun ia juga bingung harus melakukan apa.
Sebelumya, ia sudah membuat penawaran kepada paman dan bibinya Devano. Namun, mereka tidak mau menjual rumah itu, bahkan dengan harga yang fantastis sekaligus
Zaskia menoleh ke arah Kimmy yang berdiri di luar, ia pun memanggil Kimmy agar bergabung "Masuk aja kak, daripada kakak menguping dari luar,"
Kimmy tersenyum malu "Maaf, bukan bermaksud,"
"Enggak apa-apa kak,"
__ADS_1
Devano hanya menatap Kimmy dengan tatapan yang sulit dimengerti, namun terlihat jelas sangat tajam
"Zaskia kamu istirahat aja," Devano meminta adiknya untuk istirahat, ia keluar di ikuti oleh Kimmy
******
"Maaf, aku enggak bermaksud untuk menguping pembicaraan kamu dengan Zaskia,"
Devano menghela nafas dengan panjang "Boleh kan aku punya privasi berdua ngomong sama adik aku tanpa di dengar? Kami enggak mengkhianati kamu tenang aja!"
Devano merasa jika hidupnya dan sang adik udah di kuasai penuh oleh Kimmy, ia tau jika bayaran yang diberikan Kimmy bukan lah sedikit. Namun, apakah harus selalu ikut campur dan andil dalam masalahnya dan Zaskia?
"Maaf, aku enggak bermaksud,"
"Kami bukan penjahat, enggak usah cemas Kimmy! Kami bukan orang yang akan mengkhianati kamu,"
"Aku tau, dan aku minta maaf soal itu! Sumpah aku enggak bermaksud membuat kalian merasa tersinggung!"
Devano hanya diam, namun dirinya masih terlihat kesal
"Sungguh, aku minta maaf aku janji enggak akan melakukan itu lagi,"
"Kamu kenapa?"
Devano terlihat khawatir, Kimmy menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit itu "Katakan sesuatu kepada ku Kimmy!"
Kimmy menggeleng, Devano langsung menggendong tubuh Kimmy untuk di bawa ke kamar
*******
Di kamar, Devano segera menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan Kimmy "Aku enggak apa-apa, ini hanya kontraksi biasa yang terjadi kepada ibu hamil,"
Sebenarnya Kimmy juga tidak mengerti, ia hanya asal bicara saja. Dia hanya tidak mau Devano terus merasa khawatir "Semuanya baik-baik aja Devano! Aku akan istirahat dan semuanya akan normal lagi,"
Devano pun mengurungkan niatnya menghubungi Dokter sesuai permintaan Kimmy
"Kalau kamu masih merasa sakit, kamu harus bilang sama aku! Jangan kamu pendam sendiri oke?"
__ADS_1
Kimmy tersenyum, mengangguk kepada suaminya lalu kembali meminta maaf "Soal tadi aku minta maaf ya? Aku enggak bermaksud apa-apa, aku hanya khawatir dengan Zaskia,"
Devano duduk di samping Kimmy "Enggak semua hal harus kamu khawatir-kan! Aku senang karena kamu mau menerima pemulung seperti kami! Kau juga menyayangi adik ku seperti adik mu sendiri, tapi! Yang paling penting saat ini adalah kau harus memikirkan diri mu juga, kesehatan mu juga kehamilan mu! Jangan terlalu banyak berfikir, itu enggak baik untuk kandungan mu, masalah Tammy sudah membuat mu pusing jangan menambah apapun lagi,"
Kimmy diam, dia memang enggak bisa melihat orang-orang terdekatnya merasa menderita
"Aku enggak bisa melihat Zaskia sedih gitu, kamu tahu kan?"
Devano mengangguk "Kan ada aku! Aku yang akan menjaganya, menjaga mu dan anak ini!" Devano memegang perut Kimmy
"Apakah masih sakit?"
Kimmy menggelengkan kepalanya "Tidak! Rasanya tidak sakit lagi,"
Keduanya saling memandang dan tersenyum, sentuhan tangan Devano membuat dirinya merasa begitu nyaman.
"Istirahat lah!"
"Tapi aku enggak bisa sendiri,"
"Aku akan menemani mu, pejamkan lah mata mu sekarang!"
Kimmy pun menuruti ucapan Devano, tak butuh lama untuknya terlelap tidur. Devano memandangi wajah Kimmy, begitu manis dan cantik.
"Kemana pacarnya? Kenapa tega meninggalkan dia disaat hamil seperti ini? Mengapa wanita secantik dan sebaik dirinya di manfaatkan seperti ini?"
Begitu banyak pertanyaan di kepala Devano, dan ia memikirkan bagaimana jika Ayah dari anaknya Kimmy suatu saat nanti datang, ia akan mengambil Kimmy dan anak itu darinya.
Devano juga harus siap dengan kemungkinan yang ada di masa depan, karena dirinya hanya sebatas suami bayaran.
Dia tidak takut jika harus kehilangan harta yang saat ini ia miliki, karena dahulu ia juga pernah kehilangan harta kedua orang tuanya yang direbut oleh keluarga mereka sendiri. Membuat ia dan Zaskia harus hidup di kolong jembatan.
Yang ia pikirkan, apakah suatu saat nanti ia siap kehilangan Kimmy? Terbiasa tanpa wanita yang selama ini begitu baik kepadanya dan juga adiknya.
Devano pun tersadar dari pikirannya, ia menyelimuti tubuh Kimmy lalu segera keluar dari kamar.
"Kenapa aku berfikiran seperti itu? Seharusnya aku enggak berfikiran semacam itu!"
__ADS_1
Ada apa dengannya? Apakah ia mulai memiliki perasaan kepada Kimmy, istrinya itu? Tidak! Rasanya tidak mungkin bagi Devano memiliki perasaan kepada istrinya, karena hati dan cintanya sudah habis dengan masa lalunya dulu! Wanita yang sudah mengkhianati dirinya bersama sahabat dekat Devano sekaligus.
*********