
"Kak harusnya kakak enggak usah terlalu tegas dengan Kayla, dia masih anak-anak. Layaknya anak-anak pada umumnya pasti akan senang diberikan hadiah,"
"Zaskia, begitu banyak hadiah di sini. Tapi Kayla enggak melirik satu pun, hanya diberikan kepada Tammy! Kakak khawatir, bagaimana jika Rama dan Tammy memberikan racun di mainan itu?"
Sikap Kimmy hanya takut anaknya di sakiti oleh Tammy dan Rama.
"Kak, enggak mungkin mereka sejahat itu pada anak kecil,"
"Iya, tapi enggak salah kalau kakak waspada kan Zaskia?"
Zaskia mengangguk, trauma pada kakak iparnya begitu besar. Ia juga tak mungkin bisa menyalahkan Kimmy dengan semua yang sudah terjadi
"Rama manusia kejam, dia bisa melakukan apapun kepada Kayla, itu yang kakak takutkan namun Devano tak mengerti!"
Kimmy menangis, di tenangkan oleh Zaskia "Kak, semua ketakutan kakak belum tentu terjadi,"
"Jika Tammy sanggup membunuh kedua orang tua kami, mengapa dia enggak sanggup membunuh anakku?"
Pertanyaan yang cukup masuk akal, namun Zaskia tidak bisa mengatakan apapun. Ia hanya berharap yang terbaik untuk semuanya
"Kak, kakak harus sabar ya? Jangan marah-marah nanti sakit,"
Kimmy memikirkan nasib dirinya, ia akan meminum obat penunda kehamilan. Ia takut hamil untuk kedua kalinya, jika saja ia hamil anak suaminya, tentu Kimmy akan merasa bahagia. Namun dia hamil anak dari iparnya sendiri, suami dari kembarannya
Sungguh sangat miris
"Kak, kakak enggak kenapa-kenapa?"
Kimmy menggelengkan kepalanya "Enggak apa-apa Zaskia,"
"Kak, dia enggak menyakiti kakak lagi kan? Maksud ku apakah Rama melakukan hal yang buruk lagi kepada kakak?"
Kimmy terdiam, ia bingung apakah harus jujur atau tidak kepada adik iparnya?
"Kak, jawab aku!" Zaskia menggoyangkan tubuh kakak iparnya, Kimmy memeluk Zaskia dan menangis
"Dia melakukan itu tadi di gudang, aku sudah mencoba menghindar tapi tidak ada yang mendengar jeritan aku,"
Zaskia merasa hancur, lelaki itu sunggu bejat! Mengapa dia tega melakukan itu kepada Kimmy? Apa yang sebenarnya ia mau?
"Kak, kita harus memberitahu ini kepada kakak ku!"
Kimmy menolak "Jangan Zaskia! Aku takut, takut jika dia tidak bisa menerima semua ini,"
"Tapi kak! Kakak ku harus tau semua ini, enggak bisa kita diam aja!"
Kimmy hanya bisa menangis "Gimana kalau kakak hamil kedua kalinya?"
Zaskia terdiam "Kakak enggak usah kasih tau kakak aku, kalau kakak hamil. Kakak ku akan menganggap itu anaknya,"
Kimmy bingung, apakah ia harus memberitahu Zaskia jika dirinya tak pernah di sentuh oleh Devano?
"Kak, kenapa diam?"
"Kakak mu, d-dia!"
__ADS_1
"Kenapa kakak aku, kak?"
"Kakakmu belum pernah menyentuh aku saat kami awal menikah sampai sekarang,"
Apa?!!!
Hal yang tak masuk diakal, suami istri menikah selama lima tahun namun tidak pernah melakukannya sekali pun?
Hutfft!!!!
Zaskia bingung, jalan satu-satunya adalah jujur dengan kakaknya Devano
"Kakak enggak mau kan kalau kakak aku beranggapan kakak mengkhianati pernikahan kalian? Gimana kalau kakak hamil lagi, kak Devano akan menganggap kakak udah mengkhianati sucinya pernikahan kalian!"
Semua terasa pusing, Kayla hanya menatap mama dan auntynya saja, anak itu tidak tahu apa yang orang tua ini bicarakan.
***********
"Tammy!"
Devano mencoba menyadarkan Tammy yang tak sadarkan diri dengan keadaan yang memperhatikan.
Ternyata, Tammy yang menghubungi Devano meminta tolong.
Devano datang kerumah Tammy, tempat dimana ia tadi mengantarkan wanita itu pulang. Tak ada siapapun, seperti Rama meminta pelayan untuk pergi dan dirinya juga pergi setelah menyiksa Tammy.
Devano menggendong tubuh iparnya itu, membawa Tammy kerumah sakit untuk diperiksa. Ia memasukan tubuh Tammy ke dalam mobil, membawanya menjauh dari rumah itu.
Manusia mana yang tega menyiksa istrinya sendiri? Devano tak habis pikir mengapa Tammy selalu tahan dengan kehidupan yang begitu menyakitkan? Hidupnya bagaikan di neraka, setiap hari di siksa seperti itu.
Devano membawa Tammy kerumah sakit, dokter pun langsung menanganinya
******
Tammy telah sadar, melihat Devano disampingnya "Maaf, aku merepotkan!"
Devano menggelengkan kepalanya "Tidak! Tapi jika ini terus berlanjut, kau akan terus merepotkan aku,"
Tammy tersenyum, begitu juga dengan Devano
"Kau harus berani melaporkan ini kepada pihak polisi! Mau sampai kapan begini?"
Tammy membuang pandangannya ke sembarang arah, tatapannya kosong "Sampai aku mati mungkin,"
Hust!
Devano menutup mulut Tammy dengan lembut menggunakan tangannya yang kekar
"Jangan bicara seperti itu!"
Devano tak kuat mendengar ucapan wanita yang begitu lemah. Awalnya, ia menganggap Kimmy paling menderita di dunia ini, namun nyatanya ia salah. Masih ada Tammy yang jauh lebih menderita.
"Kamu tau gimana sakitnya penderitaan namun mengapa kamu membuat saudara kembar mu menderita?"
"Penderitaan ini membuat kemarahan juga kebencian! Aku membencinya, aku membenci dunia, aku benci keadaan dan aku benci diriku!"
__ADS_1
Tammy berhak marah, Tammy berhak kecewa namun ia tak berhak untuk menghancurkan hidup-hidup orang yang tak bersalah.
"Sama seperti mu, Kimmy juga korban Tammy! Kenapa kamu membencinya?"
"Karena dia adalah alasan kehancuran aku,"
Devano berjanji akan membuat kedua saudara kembar ini akur dan saling menyayangi juga melindungi. Ia berjanji akan membuat nama baik istrinya bagus.
Suami mana yang rela melihat istrinya di salahkan dalam segala hal.
"Cobalah menerima tanpa membenci keadaan Tammy!"
Tammy menatap Devano "Kamu lihat wajah aku! Kamu lihat!"
Tammy membelakangi Devano, menurunkan bajunya perlahan. Devano ngeri melihat punggung Tammy, bekas terbakar
"Apa yang udah dia lakukan kepada kamu Tammy?" Tammy kembali menutup pakaiannya
"Ini, bekas setrika panas! Dia kasih ke punggung belakang aku,"
Tanpa sadar, Devano meneteskan air matanya. Begitu malang nasib Tammy
"Ayo Tammy! Kamu harus keluar dari hubungan toxic ini!"
"Aku enggak punya siapa-siapa!"
"Kamu punya aku!"
Tammy menatap Devano dengan dalam
"Kenapa kamu nangis? Kasihan? Aku enggak perlu di kasihani!"
Devano mengatakan jika ia menangis bukan karena kasihan, namun ia tak bisa melihat seorang wanita diperlakukan seperti seorang binatang.
"Kamu berharga, kamu enggak pantas di ginikan sama siapapun! Kamu pantasnya di sayang! Di lindungi Tammy!"
Tammy hanya tersenyum sinis, apakah dia masih panas meminta kebahagiaan setelah apa yang sudah ia lalui?
Sejak kecil tidak disayangai oleh kedua orang tuanya, selalu di banding-bandingkan, selalu di hina sama kedua orang tuanya sendiri. Selalu kalah dalam hal apapun, selalu yang paling terbelakang dan Kimmy selalu menjadi pemenangnya.
Kimmy pintar, Kimmy cantik, dia berprestasi dan dia selalu memenangkan cinta dan perhatian mama dan papa mereka. Apakah Tammy masih mempunyai hak untuk bahagia?
Ia menaruh harapan kepada Rama suaminya, namun suaminya juga seperti seekor binatang buas yang selalu menyiksa dia kapan saja.
"Aku akan mengantarkan kamu pulang!"
Tammy menggelengkan kepalanya "Aku akan pulang tapi tolong jangan sekarang!"
Devano bingung "Aku akan pulang ke mansion yang tak pernah di tempati saja,"
Tammy meminta kepada Devano agar mengantarkannya ke mansion yang tidak di ketahui oleh Rama. Memang, banyak mansion milik kedua orang tuanya itu
Devano mengangguk "Ya sudah, kamu udah bisa berjalan kan?" Tammy mengangguk
Keduanya segera keluar dari rumah sakit
__ADS_1
"Enggak capek kamu? Di siksa terus setiap harinya?"
Tammy diam, siapa yang tidak lelah jika setiap hari di siksa? Tapi mungkin itu sudah takdirnya