Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 45 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Zaskia berlari ke arah koridor rumah sakit,


Segera ia mencari keberadaan Kimmy dan kakaknya Devano "Kak, gimana keadaan Kayla?" Kimmy bangkit memeluk adik iparnya


"Kayla koma sekarang, Rama sudah membunuh anaknya sendiri,"


Zaskia kaget, bukan kaget karena mengetahui Rama adalah papa kandungnya namun ia kaget karena Rama sudah melakukan hal ini kepada darah dagingnya sendiri.


Devano sudah terlihat gusar, ingin mengetahui semua tentang kebenaran yang ada namun ia tetap berusaha tenang karena menurutnya ini bukan waktu yang tepat.


"Ini bukan waktu yang tepat, aku harus tenang!"


Devano memang selalu berusaha untuk tenang, Zaskia memeluk kakak iparnya dengan erat


"Kakak harus kuat demi Kayla!"


"Gimana aku bisa kuat? Anak aku berbaring lemah di dalam sana,"


Zaskia melirik kakaknya Devano, kini kakaknya sudah mengetahui setengah kebenaranya.


Apa yang akan kakaknya pikirkan? Apa yang akan kakaknya lakukan setelah mengetahui setengah kebenaran ini?


"Zaskia, Kayla akan baik-baik ajakan?"


"Kak, percaya sama aku! Kayla akan membaik! Semuanya akan baik-baik saja. Kakak jangan khawatir!"


Ucapan memang hanya penenang belakangan, namun yang dibutuh kan oleh Kimmy saat ini bukan hanya kalimat penenang. Melainkan pembuktian dengan anaknya yang akan sadar.


************


Sebulan berlalu


Kayla belum juga sadar dari komanya, bahkan Kimmy kehilangan seleranya untuk makan, tidur dan juga tersenyum


Semua telah di upayakan oleh Dokter, bahkan Dokter terbaik di seluruh Dunia telah mereka datangkan untuk merawat Kayla. Namun, kenyataannya juga nihil


Zaskia selalu setia menemani Kimmy di rumah sakit, sementara Devano tetap membagi waktunya untuk kedua istrinya.


Bukan Devano tak menyayangi Kayla, namun ia juga mempunyai Bintang sekarang. Jika perhatiannya tertuju pada Kayla semua, kasihan Bintang yang akan kekurangan figur ayah.


Tammy, sesekali juga menjenguk keponakan sekaligus anak dari mantan suaminya.


Ia ingin menjaga Kayla lebih lama, namun tidak ada yang menjaga Bintang, dan anak sekecil itu tidak baik berada di lingkungan rumah sakit.


Tammy menggendong Bintang,


Ia merasa lelah karena bergadang semalaman. Devano meminta Tammy untuk istirahat, ia akan bergantian menjaga Bintang.

__ADS_1


Seringkali Devano meminta Tammy untuk menggunakan Baby Sister agar membantu Tammy. Jadinya, wanita itu enggak akan merasakan lelahnya.


Namun, tetap saja Tammy tidak mau, ia mau menikmati waktunya menjadi seorang ibu.


"Aku ingin menjadi seorang ibu yang seutuhnya,"


"Tapi, kamu bisa kelelahan menjaga Bintang sendirian, malam kamu enggak tidur,"


"Kan ada kamu! Semua akan lebih mudah kalau kita mengerjakannya berdua,"


Devano menggelengkan kepalanya, sungguh Tammy begitu keras kepala namun itu ia tunjukan sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab.


Tammy hanya tidak mau ketinggaland dalam setiap detik perkembangan anaknya


"Ya udah kamu tidur, aku yang menjaga Bintang. Aku kan papanya, jadi aku juga berhak menjaga dia,"


Tammy tersenyum, memberikan Bintang dalam gendongan suaminya


"Ya sudah, aku tidur dulu ya?"


Devano mengangguk, ia meminta Tammy untuk tidur sepuasnya. Dan ia yang akan menjaga Bintang.


Setiap malam, ia menemani Kimmy menjaga Kayla dan jika pagi. Ia akan bergantian menjaga Tammy dan Bintang.


Devano akan selalu adil untuk kedua istrinya, keduanya sangat membutuhkan ia. Dan tiada henti ia selalu berdoa untuk keselamatan Kayla.


Rumah juga tak akan ramai tanpa kehadiran Kayla dengan segala kerewelannya.


Devano mengurus Bintang dengan baik, ponselnya berbunyi.


Pihak kepolisan mengubungi Devano


Devano pun kaget, mendengar Rama yang kabur dari penjara. Bagaimana ini bisa? Melihat Tammy yang tertidur pulas membuatnya tak tega membangunkan Tammy. Namun, ia juga tak bisa diam saja, bagaimana jika Rama melakukan hal yang nekat di rumah sakit?


Devano keluar dengan menggendong Bintang, ia pun memberikan Bintang kepada Baby sister yang selama ini membantu menjaga dan merawat Kayla. Penjagaan di rumah tidak perlu di ragukan lagi, begitu banyak pengawal di setiap sudut rumah. Bahkan, didepan kaca dan pintu sekali pun


Devano tak khawatir jika Rama akan kerumahnya dan masuk. Karena penjagaannya sangat ketat. Ia juga meminta lima pengawal sekaligus untuk terus menemani Bintang dan juga Baby Sister.


Tak perduli walau Baby Sister meminta pengawal untuk keluar kamar, mereka tak akan pergi. Itu perintah dari Devano, Bintang harus selalu ada dalam mata pengawasan.


Baby sister merasa risih, namun itu sudah perintah dan tak bisa di ganggu gugat.


*************


Devano menggunakan mobil dengan beberapa pengawal menuju rumah sakit. Ia meminta pengawal untuk berjaga-jaga di sekitar rumah sakit, Devano takut jika Rama menyusup untuk menemui Kayla. Apalagi, ia tahu jika Kayla adalah anak kandungnya.


Devano menuju Kimmy dan Zaskia "Rama telah kabur dari penjara,"

__ADS_1


"Apa?"


Kimmy semakin menangis, ia tak tau apa yang akan Rama lakukan selanjutnya kepada ia dan anaknya.


"Gimana Kayla? Apa dia enggak cukup menyakiti Kayla?"


"Kak tenang lah!"


Devano meminta Zaskia pulang kerumah dengan pengawal, ia tidak mau adiknya dalam bahaya. Namun Zaskia menolak


"Enggak kak! Dia enggak akan bisa melakukan apapun. Banyak pengawal di sini, aku juga bisa menjaga diri ku dengan baik kak!"


Devano akhirnya membiarkan adiknya tetap di rumah sakit, matanya terus memantau setiap orang satu demi satu yang lewat. Bahkan perawat dan Dokter sekali pun harus membuka maskernya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan ICU.


"Kak, bagaimana jika dia bukan ke rumah sakit namun pergi ke rumah? Bagaimana jika dia akan membuat hal yang nekat dengan kak Tammy dan Bintang?"


Kimmy menoleh ke arah Zaskia, lalu melepaskan tangan Zaskia dari bahunya.


Kimmy merasa sedikit kecewa, di saat seperti ini Zaskia lebih khawatir dengan keadaan Tammy dan juga Bintang. Padahal, di dalam sana Kayla sedang kritis.


"Kak, bukan begitu maksudnya kak!" Namun Kimmy tak mau mendengarkan ucapan Zaskia, semuanya sudah lebih cukup baginya


"Kamu enggak usah menjelaskan apapun lagi Zaskia, kakak mengerti!"


Kimmy salah paham dengannya, Zaskia ingin menjelaskan segalanya namun dilarang oleh Devano. Baginya, Kimmy sudah terlalu berlebihan dan tak salah kalau Zaskia khawatir dengan keadaan Tammy dan Bintang di rumah.


Devano memahami perasaan dan ke khawatiran Kimmy, namun bukan berarti Kimmy bisa melakukan dan mengatakan apa saja yang menurutnya baik namun menyakiti orang lain.


Kimmy menangis, gemetaran


Zaskia masih mencoba menenangkan Kimmy


"Lepaskan Zaskia! Berhenti berpura-pura perduli dengan ku dan anakku! Kau bisa pulang kerumah! Kau bisa menjaga kakak ipar baru mu,"


Zaskia menangis, dan meminta maaf


"Kak, Zaskia minta maaf! Zaskia enggak bermaksud,"


"Sudah lah Zaskia! Jika dia tidak mau dengan kamu, jangan memaksa! Kamu lebih baik pulang saja,"


Devano mengelus rambut adiknya, ia tak tahan melihat adiknya di perlakukan seperti itu


"Kamu itu berharga Zaskia! Jangan membuat diri kamu menjadi rendah karena memaksakan kehendak!"


Kimmy memahami apa maksud Devano namun sekarang pikirannya sedang kacau.


Sudah satu bulan anaknya koma dan sekarang, pria yang membuat anaknya menderita juga kabur dari penjara. Kimmy tak bisa berfikir dengan jernih, rasanya ia ingin membunuh Rama.

__ADS_1


Rama penyebab semua ini, dan juga Tammy! Andai saja Tammy tidak membuat acara yang lebay dan berlebihan. Anaknya Kayla pasti akan baik-baik aja sekarang. Entah sampai kapan ia harus bersabar menunggu anaknya sadar dan kembali dalam pelukannya lagi.


__ADS_2