Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 41 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

"Bintang sayang, kesayangan mami! Jangan menangis ya anak pintar?" Tammy bahagia, setelah sekian lama akhirnya ia bisa merasakan menggendong dan mengurus baby.


Pintu terbuka,


Devano masuk ke dalam kamar "Gimana, rewel dia?" Tammy mengangguk "Anak kecil udah biasa rewel begitu," ujarnya. Devano pun memberikan saran kepada Tammy agar ia mau menyewa baby sister "Gimana kalau menyewa baby sister aja?"


Tammy menolak "Enggak! Aku mau merawatnya sendirian. Ini kesempatan aku ingin menjadi ibu, setelah aku menjadi ibu masa aku mau memberikan anak ku kepada orang lain,"


"Bukan begitu tammy. Namun, aku enggak mau kamu merasa kerepotan, dengan adanya baby sister akan membantu kamu menjaga Bintang,"


"Aku bisa sendirian kok,"


Kimmy dan Tammy sangat berbeda. Dulu, Kimmy yang langsung mau menggunakan baby sister karena dirinya tak mau repot. Ternyata, lebih keibuan Tammy daripada Kimmy.


Tidak semua orang sama bahkan anak kembar sekali pun "Makasih ya Dev, kamu udah mewujudkan mimpi aku yang enggak pernah aku dapat sejak dulu. Aku meminta kepada Rama dulu,""


"Yang dulu-dulu biarlah berlalu, tidak usah di perpanjang lagi ya? Sekarang, fokus dengan Bintang dan keluarga kecil kita,"


Tammy mengangguk "Makasih banyak Dev!"


Devano mengatakan jika akan menepati janjinya untuk selalu membuat Tammy merasa bahagia.


"Aku berharap dengan kehadiran Bintang mampu membuat kamu bangkit dari segala keterpurukan ini,"


Devano sangat penuh berharap, Tammy mampu melewati masa-masa sulitnya apalagi. Ia fokus merawat Bintang.


"Aku minta tolong kamu belikan dia susu formula ya?"


Tammy meminta Devano memberikan susu formula terbaik untuk anaknya Bintang. Devano mengangguk "Aku akan pergi membeli segala keperluannya,"


"Memangnya kamu tahu?"


Devano mengangguk "Tentu saja, dulu kebutuhan Kayla aku dan Zaskia yang membelinya,"


"Aku berharap Zaskia bisa menyayangi Bintang seperti dia menyayangi Kayla. Aku enggak mau, suatu saat nanti Bintang mengetahui jika dirinya hanya anak angkat. Aku mau semua orang menerima dia seperti anak kandung kita,"


Hanya permintaan sederhana, walau sebenarnya Tammy enggak tahu apakah semua orang setuju atau tidak.


"Aku akan memberitahu segalanya kepada Kimmy dan juga Zaskia. Kayla masih kecil, dia tidak akan tahu apapun,"


"Tapi, bagaimana dengan keluarga mu yang lainnya?"


Tammy mengatakan jika keluarganya enggak ada yang tahu kalau rahim Tammy sudah diangkat.


"Kita akan pergi kerumah keluarga besar, untuk mengenalkannya kepada keluarga besar,"


Devano mengangguk "Kita bawa Kayla juga ya? Selama ini keluarga besar kamu enggak pernah tau dengan Kayla. Gimana pun, Kayla juga bagian dari keluarga kalian,"


Tammy mengangguk, tentu saja ia akan membawa Kayla. Bagaimana pun, Tammy menyayangi Kayla ia juga tak percaya jika Kimmy tidak pernah mendekatkan Kayla kepada keluarga besar.


"Kita akan pergi siang ini bagaimana?" Tammy bertanya kepada Devano namun ia mengatakan jika dirinya masih mempunyai pekerjaan


"Maaf, tapi aku harus ke kantor. Banyak pekerjaan, boleh ya?"


"Dev! Kantor itu punya kamu sekarang, kamu suami dari dua wanita yang mewarisi seluruh kekayaan dari papa Baskoro Tan! Enggak ada yang harus kamu takuti, kamu enggak datang juga enggak masalah. Ada karyawan yang akan handle semuanya Dev!"


"Tapi, aku juga harus memantau kan Tammy?" Tammy menggelengkan kepalanya, Devano begitu bertanggungjawab. Dia bahkan mau ke kantor, tidak seperti Rama yang hanya mau uang saja.


"Sudah, kita bisa mengawasinya dari rumah yang terpenting itu anak-anak kamu, Dev!"


"Tammy, begini saja! Lusa kita akan membuat acara, untuk memperkenalkan Bintang sebagai anak kita kepada seluruh dunia? Dan keluarga besar semuanya akan kita undang bagaimana?"


"Boleh sih! Tapi jangan di sini! Mansion mama papa yang selama ini kami tempati sejak kecil saja. Di sana luas dan lebar, tidak seperti di sini kecil! Tamu-tamu pasti akan berbicara hal yang buruk.Karena anak dari keluarga Baskoro Tan tinggal di rumah sederhana!"

__ADS_1


"Kenapa? Yang penting itu kenyamanan di dalam rumah Tammy!"


Tammy mengerti, namun image keluarganya juga harus di pertahankan "Kamu enggak mengerti, Dev!"


"Oke, aku ikut apa maunya Kamu oke?"


Tammy memeluk suaminya dengan senang "Makasih banyak Dev! Kamu segalanya, kamu yang paling istimewa! Aku mencintai mu,"


Devano diam, ia tak bisa membalas ungkapan cinta Tammy, karena perasaannya sudah jatuh kepada Kimmy.


"Dev?"


"Hem?"


Tammy melepaskan pelukannya, lalu menatap Devano "Apakah kau memiliki perasaan kepada ku? Atau pernikahan ini hanya karena semata kasihan saja?"


"Tammy, semua itu enggak penting. Yang paling penting adalah kamu selalu merasa bahagia setiap harinya iyakan?"


Tammy mengangguk "Karena aku tau Dev, jika seseorang mencintai kita dia akan selalu membuat kita bahagia setiap hari dan setiap detiknya. Kamu udah wujudkan semua itu! Sungguh, dulu aku mengira bahwa Rama yang akan memberikan hal yang enggak pernah aku dapatkan, tapi aku salah! Kamu memberikannya dengan cara mu sendiri Dev!"


"Karena semua pria memiliki caranya masing-masing untuk membahagiakan istrinya, dan aku mau kamu ingat Tammy. Aku bukan hanya suami kamu, tapi aku juga suaminya Kimmy. Aku mau kamu dan dia bisa mengerti, aku akan membahagiakan kalian berdua dengan cara ku sendiri, aku mohon mengerti aku. Jika aku bersamanya tolong jangan marah! Begitu juga sebaliknya aku selalu bilang ke Kimmy untuk bisa menerima kamu bukan hanya sebagai saudara kembarnya namun juga madunya,"


Tammy diam, ia masih kesal dengan Kimmy "Tammy, semua yang terjadi dalam hidup kamu itu bukan kesalahan Kimmy! Aku tau, dunia memang enggak adil buat kamu, kedua orang tua kalian lebih menyayangi dia, tapi apa kesalahannya? Coba kamu lihat, seluruh keluarga besar sangat menyayangi kamu dan tidak menyukai dia. Apakah itu kesalahan kamu!"


"Tentu saja tidak, aku enggak bisa memaksa orang menyayangi dia Dev!"


Devano tersenyum "Begitu juga dengan semua yang kamu alami. Tammy, bukannya aku ingin mengingatkan atau mengungkit kesalahan kamu, tapi kamu harus ingat? Waktu dulu kamu koma selama beberapa bulan, siapa yang merawat dan menjaga kamu?"


"K-kimmy,""


"Walau semua kesalahan dan kejahatan yang udah kamu buat, walau dia tau kamu yang udah bunuh mama dan papa kalian. Dia tetap menyayangi kamu, padahal dia mempunyai kesempatan untuk balas dendam, dia punya kesempatan untuk membunuh kamu juga karena sudah membunuh kedua orang tua kalian, namun tidak kan? Kimmy tidak melakukan itu, dia tidak perduli kesalahan kamu, dia merawat dan melindungi kamu sebisanya,"


Tammy terdiam, apa yang Devano katakan memang benar.


"Apakah Kimmy pernah jahat sama kamu?" Tammy menggelengkan kepalanya "Apakah Kimmy pernah berbuat kesalahan?" Tammy kembali menggelengkan kepalanya, Kimmy memang tidak pernah berbuat kesalahan.


Tammy pun tak bisa menjelaskannya "Kamu enggak paham rasanya gimana Dev selalu di banding-bandingkan! Kamu enggak tau gimana rasanya jadi orang yang terakhir. Kamu enggak tau gimana rasanya dihina sementara saudara kembar kamu di puja-puja, kamu enggak tahu gimana rasanya jadi orang bodoh, orang jelek Dev!"


Tammy menangis, bahkan Bintang yang tertidur di gendongannya ikut menangis. Tammy langsung menenangkan anaknya


"Sayang nak, maafin mami ya. Suara mami udah buat Bintang terganggu,"


Setelah Bintang kembali tenang, Tammy membaringkan Bintang di atas tempat tidur. Baru lah Devano kembali mengajaknya berbicara


"Lalu, apa kamu pernah merasakan gimana rasanya di benci oleh saudara kembar kamu sendiri? Gimana rasanya di siksa bahkan ketakutan dan terus menghindar dari saudara kembar sendiri? Gimana hancurnya melihat kedua tuanya di bunuh oleh saudara kembarnya sendiri. Dan sekarang, suaminya menikah lagi dengan saudara kembarnya sendiri. Apakah kamu bisa merasakan rasa sakitnya Tammy?"


Tammy masih bungkam, Devano memegang tangan istri keduanya itu "Aku bukan mau membandingkan kehidupan dan rasa sakit kalian. Tapi aku ingin kalian bersama, karena aku yakin jika kalian bersama dan terus saling menyayangi juga melindungi kalian akan melewati rasa sakit itu bersama-sama, kalian bisa berbagi setiap rasa sakit itu Tammy. Kamu lupa bagaimana dulu kamu dan dia selalu kompak? Selalu bercanda bersama? Melewati masa-masa senang dan sedih bersama? Apa kamu enggak mau seperti itu lagi?"


Devano mencoba membuat Tammy memahami segalanya "Coba sekali saja kamu buka hati kamu, untuk bisa menerima dan menyayangi saudara kembar kamu. Untuk bisa menerima tanpa harus membenci keadaan, aku enggak akan memaksa. Tapi bisa kan kamu mencobanya? Enggak harus sekarang dan terburu-buru, pelan-pelan saja!"


Tammy mengangguk "Aku enggak janji, tapi aku akan mencobanya Dev!"


Devano mengusap kepala Tammy dengan lembut "Istri pintar," Tammy tersenyum, Devano pun berpamitan untuk pergi. Ia mengecup kening Tammy


"Aku kerja dulu ya? Jaga anak kita baik-baik, dan kamu enggak usah sering keluar kamar. Biar mencegah adanya permasalah, aku enggak di rumah. Jadi aku enggak mau ada keributan, kamu fokus sama Bintang di kamar. Nanti aku akan minta orang suruhan aku untuk mengantar semua keperluan kamu dan Bintang,"


"Makasih Dev!"


Devano mengangguk, setelah kecupan di kening Tammy ia pun ke luar dari kamar istri keduanya.


********


Di luar kamar,

__ADS_1


Devano mengingat hubungannya dengan sang adik akhir-akhir ini renggang, bahkan beberapa kali ia membentak Zaskia adik kesayangannya itu.


Devano pergi ke kamar Zaskia.


Ia membuka pintu kamar,


Terlihat Zaskia yang sedang bermain dengan Kayla, Zaskia yang menatap kakaknya langsung melirik sejenak lalu fokus dengan keponakannya


"Anak papa main apa?"


"Main ini papa!" Kayla menunjuk mainannya "Sayang, kamu pergi ke kamar boleh? Papa mau bicara sama aunty,"


"Iya papa,"


Kayla bangkit, ia segera keluar dari kamar tantenya. Zaskia memasang wajah cemberut


"Jelek banget kalau cemberut!"


"Nye-nye-nye!"


Zaskia yang malas segera memasang earphone di telinganya. Devano melepaskan earphone tersebut


"Enggak usah ganggu bisa?"


Zaskia berkata dengan ketus, ia masih kecewa dengan sikap kakaknya yang sudah menikah dengan Tammy. Kembaran Kimmy sendiri


"Kakak tau perbuatan kakak membuat kamu kesal dan kecewa,"


"Memang!"


"Kia, boleh kan mendengar kakak sebentar aja?"


"Yaudah cepatan ngomong! Enggak punya banyak waktu buat pengkhianat!"


Devano menatap adiknya, ia merasa sedih dengan ucapan adiknya


"Kakak tau, kamu marah dan kecewa,"


"Kan udah tau, buat apa di bahas lagi?"


Mata Zaskia berkaca-kaca hatinya merasa sakit dengan perbuatan kakaknya "Kakak enggak sadar punya adik perempuan? Gimana kelak nanti aku menikah, suami ku melakukan hal yang sama? Aku mendapatkan karma dari perbuatan saudara lelaki ku?"


Zaskia tak tahan lagi, air matanya menetes membahasi pipinya


"Enggak akan!"


Zaskia menghapus air matanya "Zaskia, kakak melakukan ini semua untuk kebaikan,"


"Kebaikan untuk siapa? Untuk kakak? Lalu, bagaimana dengan perasaan kak Kimmy? Apa kakak memikir kan perasaanya? Kak, ingat jasa wanita itu! Kak Kimmy sudah menyelematkan kita dari kesusahan,"


Devano mengingat betul bagaimana kebaikan Kimmy kepada ia dan adiknya "Zaskia, jika kamu berada di posisi kakak kamu akan melakukan hal yang sama adikku!"


Devano pun menceritakan segalanya kepada Zaskia, bagaimana Tammy mau mengakhiri hidupnya karena keputusasaan. Zaskia kaget mendengar penjelasan kakaknya


"Saat itu yang kakak pikirkan adalah keselamatan nyawanya, Tammy butuh bantuan kita!"


"Tapi enggak harus menikah dengannya kan kak?"


"Lalu bagaimana? Itu satu-satunya cara agar dia bisa lepas dari lelaki gila itu! Jika kamu di posisi kakak, apakah kamu akan membiarkan wanita tak berdaya ingin melakukan percobaan bunuh diri?"


Tentu saja Zaskia menggelengkan kepalanya dengan cepat "Enggak kak! Mana bisa Zaskia melihat seseorang yang tak berdaya melakukan itu semua,"


"Lalu, apakah kakak harus tega melihatnya mengakhiri hidupnya?"

__ADS_1


Zaskia menangis, ia menyesal telah salah paham dengan kakaknya


"Maafin Zaskia kak! Zaskia enggak tau kalau ceritanya serumit itu, kakak juga enggak berdaya. Seharusnya sebagai seorang adik, Zaskia bisa mendukung kakak bukan malah memusuhi kakak, maafin Zaskia kak!"


__ADS_2