
Laras yang kesal pun langsung mengatakan jika semua orang egois dan hanya memikirkan diri masing-masing saja
"Kalian egois dan buta dengan semua kebenarannya! Kalau kalian mengerti dengan kebenaran, seharusnya kalian tau semua kebenaranya yang ada. Kimmy sudah tiada, dia masih bertahan hanya dengan bantuan alat! Apa kalian tidak mengerti? Mau sampai kapan kalian membuatnya tersiksa seperti itu? Tubuhnya juga sakit karena alat-alat itu,"
Devano dan yang lainnya terdiam, apa yang dikatakan oleh Laras memang benar namun mereka tidak bisa menerima semua kenyataan ini
"Kenyataan memang pahit, namun itu lah kebenarannya! Kalian harus bisa memikirkan masa depan anak ini! Masa depan anak ini jauh lebih penting dari apapun!"
Semuanya kembali terdiam "Coba kalian semua merenung, mau sampai kapan mengorbankan satu kehidupan demi kehidupan yang mungkin sejak lama telah pergi,"
Tammy mengatupkan kedua tangannya kedepan, memohon kepada tantenya untuk tidak berbicara hal yang semakin menyakitkan hati
"Tante cukup! Tammy mohon cukup Tante! Jangan membuat luka ini semakin membesar lagi, Tammy sangat menyayangi Kimmy. Mungkin yang Tante katakan benar, namun kami semua masih berharap untuk kesembuhannya,"
"Sama seperti kamu, dan kalian semua. Tante juga berharap Kimmy segera sadar demi anaknya namun kamu lihat sendiri kan? Dia tidak bisa sadar! Kita sudah cukup sabar menunggu, ini demi masa depan Queen, bukan hanya Queen namun juga Bintang. Queen membutuhkan ibu dan Bintang membutuhkan kasih sayang seorang ayah,"
Tammy tetap menolak "Maaf, saya tidak bisa!" Tammy menghapus air matanya ia pun mengatakan kepada semuanya bahwa dirinya dan Bintang akan kembali keluar negeri
"Maaf, lebih baik aku kembali keluar negeri bersama Bintang,"
Tammy pun ingin pergi, namun Devano memegang tangan Tammy
"Menikah lah dengan ku demi anak-anak kita,"
Devano menatap Tammy, matanya berkaca-kaca "Ak-aku enggak bisa,"
"Ini bukan untuk kita Tammy namun demi anak-anak dan kamu tau kan? Sebelum kembali drop dan koma Kimmy meminta kita berdua untuk bersatu menjaga anak-anak,"
Tammy menangis, ia merasa dilema apakah ia harus terjebak dalam pernikahan yang rumit lagi?
"Saya tidak setuju!" Chyntia merasa keberatan menurutnya itu tidak masuk akal
"Devano, mama sudah menganggap kamu sebagai anak mama dan sebagai seorang ibu mama harus memberitahu mana yang benar dan mana yang salah,"
Devano mendekati mertua adiknya "Ma, tapi sekarang Devano juga seorang ayah. Devano ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak Devano! Devano mohon mama bisa memahami dan menghargai keputusan Devano ya ma?"
Vero meminta mamanya untuk tidak terlalu ikut campur
"Ma, jangan ikut campur lagi!"
Vero tak mau mamanya terlalu ikut campur masalah keluarga dari istirnya begitu dalam "Bagaimana pun kita hanya orang luar ma, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri,"
__ADS_1
Chyntia yang sedih hanya bisa pasrah namun ia berharap agar Tammy tak akan melukai perasaan Kimmy dengan menerima permintaan Devano.
Devano saat Ini sedang gundah dan mudah terpengaruh, namun Tammy? Ia masih berpikir dengan jernih
"Tammy ku mohon!"
Devano memeluk Tammy dengan keputusasaan, ia merasa lemah dengan situasi yang ada. Dia mencintai Kimmy namun ucapan tantenya Kimmy juga tak salah semuanya demi masa depan Queen.
Tammy yang tak kuasa melihat ketidak berdayaan Devano mengangguk setuju "Semua ini aku lakukan demi masa depan anak-anak,"
Zaskia dan yang lainnya hanya sedih namun tak bisa melakukan sesuatu, mereka hanya pasrah dengan keputusan Tammy dan Devano.
Namun, Laras sangat bahagia dengan keputusan itu menurutnya Tammy berhak bahagia, Devano juga pernah menjadi suami tammy dan juga ayah dari anaknya, jadi Tammy berhak bahagia dengan Devano.
Sebenarnya, Laras tak memikirkan masa depan Queen ia hanya memikirkan tentang kebahagiaan Tammy. Laras enggak bisa melihat keponakannya terus menerus menjadi janda dan mengurus anaknya sendirian sementara Kimmy mendapatkan keluarga yang utuh. Itu tak adil untuk Tammy
"Kita akan melangsungkan pernikahan kalian nanti malam,"
Tammy terkejut, ia melepaskan pelukannya dari Devano "Ini terlalu cepat Tante,"
"Terlalu cepat apa sayang? Semakin cepat juga semakin bagus. Lagipula, semua orang juga tau kamu ini istrinya Devano dulu. Jadi tidak ada yang harus di tutupi lagi bukan?"
Devano mengangguk setuju "Kita akan menikah nanti malam secara agama,"
Laras setuju, itu tak masalah baginya yang terpenting adalah menjadikan Tammy istrinya Devano terlebih dahulu
"Untuk sekarang tidak masalah secara agama. Namun saat Kimmy telah tiada kalian harus mengakuinya secara hukum dan Tante yang akan mengurus semuanya,"
Zaskia hanya menatap wanita itu, mengapa ia hanya memikirkan tentang kematian Kimmy saja? Bahkan ia tak merasa khawatir sedikit pun dengan keadaan Kimmy yang masih koma.
Devano setuju, Tammy juga hanya pasrah menunduk malu. Ia tau pasti semua orang akan menganggapnya sebagai wanita buruk lagi, namun Tammy tak perduli karena semua ini dia lakukan untuk masa depan anak-anaknya. Dan sebagai seorang ibu rela melakukan apapun demi kebahagiaan anak-anaknya walau itu harus membuat ia kehilangan harga dirinya.
***************
Zaskia berlari ke kamar, yang diikuti oleh Vero dan juga Cyntia. Hati Zaskia merasa hancur, dia tidak menyalahkan Tammy dalam masalah ini sekarang, namun apa kesalahan kakak iparnya Kimmy? Harus kembali di madu oleh saudara kembarnya sendiri bahkan di saat ia sedang koma di rumah sakit
"Sayang," mama mertua Zaskia mencoba menghibur menantunya itu bahkan ia juga ikut menangis "Sayang, mama tau ini semua sangat menyakitkan untuk kamu. Mama juga merasakan hal yang sama, mama juga sedih dan marah namun ini sudah keputusan kakak kamu. Kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk semuanya,"
"Maaf Zaskia, andai aku bisa membantu mu. Namun dalam masalah ini aku dan mama tidak mempunyai wewenang apapun, kamu juga enggak bisa ikut campur dengan masalah inti keluarga kakak mu. Saat ini kakak mu sudah mempunyai istri dan anak, dia juga tau apa yang baik untuk keluarganya,"
Zaskia hanya diam, ia memikirkan nasib kakak iparnya "K-kak Kimmy selalu menyayangi ku, menyayangi kak Devano dengan tulus namun mengapa takdir selalu membuatnya menderita? Mengapa?"
__ADS_1
"Zaskia kamu harus tenang, semua ini dilakukan demi masa depan Queen dia masih terlalu kecil dan membutuhkan sosok ibu,"
"Saat kak Kimmy sadar nanti aku yakin kak Kimmy akan memberikannya kasih sayang yang melimpah, seperti yang kak Kimmy lakukan terhadap almarhumah anaknya Kayla. Kak Kimmy menjadi ibu yang baik dan terbaik kok,"
"Tapi kita enggak tau sampai kapan Kimmy akan sadar kan nak? Bisa jadi yang dikatakan oleh tantenya benar, Kimmy sudah lama tiada,"
Chyntia hanya ingin menghibur menantunya, menghapus air mata Zaskia. Zaskia memeluk mama mertuanya
"Ma, aku bahkan enggak sanggup melihat semua ini. Ini enggak adil buat kak Kimmy,"
****************
Semua adil dalam cinta dan perang!
Wanita paru baya tersenyum puas, karena Tammy akan menjadi istri Devano kembali dan ia yakin kebahagiaan untuk Tammy adalah menikah dengan Devano.
Laras sangat menyayangi Tammy, ia menganggap Tammy sebagai putri kandungnya. Ia sudah lama melihat Tammy menderita dan ia ingin Tammy sekarang bahagia dan memiliki keluarga yang utuh.
Jika itu harus merebutnya dari Kimmy, maka itu akan dilakukan oleh Laras.
Laras juga menyayangi Kimmy, namun baginya Kimmy sudah sangat puas mendapatkan kasih sayang juga kebahagiaan. Kini, waktunya bergantian dan Tammy yang akan mendapatkan kebahagiaan itu.
"Tammy sayang, Tante sudah bersumpah akan melakukan apapun demi kebahagiaan kamu dan sekarang Tante sudah melakukannya nak!"
Laras menyiapkan pernikahan Tammy dan Devano dengan penuh kebahagiaan. Ia tak ingin momen itu menjadi rusak! Memang hanya pernikahan secara agama namun bukannya harus tetap melakukan yang terbaik.
Laras meminta orang suruhannya untuk melakukan dekor
"Tante, ini sudah berlebihan!"
Tammy menegur tantenya "Sayang, tapi ini sebuah pernikahan bukannya sebuah duka! Jadi wajar harus di dekor kan nak?"
Devano mendekati Tammy dan Laras
"Apa yang Tante katakan benar kan Devano? Apakah salah? Tammy sudah melakukan pengorbanan sebesar ini, jadi dia juga harus mendapatkan sedikit penghargaan dengan mendekorasi rumah ini untuk pernikahan kalian nanti malam,"
Devano mengangguk, ia menyerahkan semua itu dan mempercayakannya kepada tantenya Tammy. Tammy meminta kepada tantenya untuk tak berlebihan, bagaimana pun mereka dalam keadaan yang bersedih. Memikirkan tentang Kimmy yang masih dalam keadaan koma.
"Sayang, Kimmy itu juga keponakannya Tante! Sama seperti kamu dan Tante enggak mungkin kan berpesta dan berbahagia disaat keponakan Tante sedang koma? Tapi Tante juga enggak bisa terus berduka dalam acara pernikahan kamu! Tante ingin yang terbaik untuk kalian semua,"
Tammy hanya mengangguk pasrah, ia tak bisa lagi mengatakan hal apapun.
__ADS_1
Laras memeluk keponakannya "Tante sangat sayang sekali sama kamu nak! Kamu adalah belah jiwa Tante, kehidupan Tante!"
Tammy mengangguk, ia tau tantenya memang sangat menyayangi dirinya.