
"Maaf, tapi sepertinya tidak. Makam kedua orang tua kami ada di sini, Zaskia juga harus melanjutkan pendidikannya yang tertunda kemarin di sini,"
Kimmy mengerti, ia juga tidak memaksa "Baiklah, kita akan membeli rumah saja di sini," Kimmy mengambil ponselnya, meminta orang kepercayaannya untuk menyiapkan rumah untuk mereka huni.
Tak butuh waktu lama, Kimmy membawa Devano dan Zaskia ke rumah baru yang akan mereka tempati
"Ma-maaf kalau rumah ini enggak sesuai dengan harapan kalian," ujarnya dengan nada sedih, namun ia berusaha untuk tetap tegar.
Zaskia tersenyum dan mendekati Kimmy "Kak, ini rumahnya sangat bagus kok. Enggak penting besar atau mewahnya yang terpenting adalah kenyamanannya,"
Zaskia ingin memeluk Kimmy, namun wanita itu menghindar
"K-kita masuk aja,"
Kimmy masuk ke dalam, Zaskia merasa sedih
"Kenapa kak Kimmy enggak mau aku sentuh atau peluk? Apa karena kita enggak selevel dengannya kak?"
Zaskia bertanya kepada Devano, namun lelaki itu merasa ada yang aneh "Jika karena kita tidak selevel dengannya pasti saat awal bertemu dia sudah angkuh tidak mau di sentuh!" Ujarnya kepada sang adik
"Lalu, kenapa kak Kimmy seperti itu kak?" Devano menghibur adiknya "Sudah jangan di pikirkan mungkin saat ini dia lagi berduka karena kehilangan kedua orang tuanya. Kita harus memakluminya dan memberikan ia sedikit waktu dan ruang untuk sendiri,"
Zaskia mengangguk, keduanya masuk ke dalam.
********
Devano melihat perubahan wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya, namun ia tidak memiliki hak untuk bertanya lebih lanjut tentang istrinya itu
Ia sadar posisinya saat ini hanyalah suami bayaran saja, Devano memutuskan untuk berjalan-jalan keluar rumah.
"Aku hanya seorang pecundang, aku tidak mampu melindungi kedua orang tuaku, aku juga tidak mampu memberikan kenyamanan untuk adikku Zaskia, dan sekarang sebagai seorang lelaki aku hanya di bayar untuk menjadi suami,"
Cih!
Begitu malang nasib Devano, ia memikirkan jika saja dahulu ia tidak manja, pasti saat ini dia bisa berguna untuk siapapun.
"Mama dan papa benar, andai aku mengikuti ucapan mereka sejak dulu, semua ini tidak akan pernah terjadi," gumamnya kembali
__ADS_1
Devano berjalan keluar rumah, Zaskia memanggilnya "Kakak mau kemana?" Wanita itu berlari mendekati sang kakak
"Kakak mau jalan-jalan sebentar, kamu di rumah aja jaga kakak ipar mu, atau istirahat di kamar mu ya?" Zaskia memeluk kakaknya "Kak, Zaskia seneng banget. Setelah melewati masa sulit, akhirnya kita bisa tidur dan makan di rumah yang nyaman. Kita enggak harus mulung agar bisa makan, kita juga enggak merasakan dinginnya angin malam, derasnya hujan di malam hari kak, atau teriknya panas matahari,"
Ucapan Zaskia membuat Devano semakin merasa tidak berguna menjadi seorang kakak, berapa menderitanya sang adik selama satu bulan belakangan ini "Yaudah, sekarang kamu udah nyaman kan? Ada tempat tidur yang nyaman, kamu bisa tertidur dengan puas sayang!"
"Makasih kak, makasih karena kakak udah mau menikah dengan kak Kimmy,"
Devano hanya mengangguk, ia meminta adiknya masuk ke dalam sedangkan ia pergi berjalan kaki ntah kemana.
*********
Ternyata, Devano pergi ke makam kedua orang tuanya yang hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk berjalan kaki.
Melihat makam kedua orang tuanya yang mau dibongkar, ia pun segera berlari mendekati "Apa yang kalian lakukan di makan kedua orang tua ku?"
Devano mendorong orang-orang yang mau membongkar malam kedua orang tuanya
"Kami sudah memberikan surat untuk membayar tanah ini, namun pihak keluarga kalian mengatakan untuk memindahkan atau membuang saja mayatnya. Dan menggantinya dengan orang lain yang mau di makamkan,"
"Bajingan!" Devano terlihat kesal, ia meminta kepada petugas untuk memberikannya waktu "Beri aku waktu, aku akan kembali kurang lebih dua jam lagi, aku akan membayar tanah ini! Jangan membongkar makam mama dan papa ku!"
Hatinya hancur, namun ia tidak mempunyai waktu untuk bersedih, ia harus menemui Kimmy! Ia membutuhkan uang itu sekarang, untuk membayar sewa tanah pemakaman itu.
Di teriknya panas matahari, Devano terus berlari menuju rumah baru mereka. Ia harus bertahan dan kuat demi kedua orang tuanya.
******
Sesampai di rumah, Devano mencari keberadaan Kimmy, Kimmy sedang menangis di pojokan kamar dengan terisak
Kimmy melihat Devano masuk ke dalam kamarnya "Lancang sekali kau! Beraninya kau masuk ke dalam kamar ku tanpa Izin ku!" Kimmy berteriak marah!
Devano mendekati dengan nada yang ngos-ngosan "M-maaf aku l-lancang, tap-tapi aku butuh uang itu!"
Kimmy melihat air mata yang menetes membasahi pipi Devano "Kamu baik-baik ajakan?" Kimmy langsung menandatangi sebuah cek dan memberikannya kepada Devano "Ini,"
"Ak-aku akan kembali," Devano ingin pergi, namun Kimmy menahan dan memegang tangannya
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa kamu terlihat gelisah?"
"Se-seseorang ingin membongkar makam mama dan papa ku karena tidak ada yang mau membayar sewa tanah itu,"
"Apa? Aku ikut dengan mu!"
Kimmy segera melupakan kesedihannya, ia ikut dengan Devano, namun Devano menolak "Jangan! Biar aku saja,"
"Enggak! Aku harus tahu, bagaimana pun itu juga makam mertua aku!"
Devano mengangguk dan mengalah "Oke, ayo! Aku tidak mempunyai waktu yang banyak,"
**********
Keduanya pergi ke pemakaman tanpa diketahui oleh Zaskia, di sana Kimmy membereskan segalanya. Bahkan tanah itu udah dibeli oleh Kimmy untuk mertuanya
"Jangan khawatir!! Sekarang, tanah ini punya mama dan papa kamu. Enggak akan adalagi yang membongkar makam ini,"
"Terimakasih,"
Devano mengucapkan terimakasih banyak kepada Kimmy, ia tidak tahu bagaimana jadinya jika tidak ada Kimmy
"Seharusnya kamu enggak mengatasi semuanya sendirian! Iya aku tahu, kita menikah hanya karena sebuah kesepakatan tapi sekarang bagaimana pun kamu suami ku, dan aku adalah istri mu,"
Devano hanya diam, ia merasa begitu pecundang. Bahkan, sebagai lelaki yang menyelesaikan masalahnya adalah sang istri
"Kita pulang yuk?" Kimmy mengajak Devano pulang kerumah namun Devano menolak "Kamu pulang aja, ada hal yang harus aku selesaikan!"
"Apa?"
"Aku harus kerumah lama ku, aku harus bicara kepada paman dan bibi ku,"
"Untuk apa? Protes dengan semua ini?" tanya Kimmy yang menatap Devano, lelaki itu mengangguk. Kimmy tertawa kecil "Enggak ada artinya kamu ke sana, untuk apa bicara dengan orang yang enggak punya hati seperti mereka? Yang ada, tenaga kamu habis, kamu sakit hati dan mereka tertawa melihat kebodohan kamu!"
"Van, kalau mereka punya hati. Mereka enggak akan membiarkan makam kakaknya dibongkar seperti ini, mereka juga enggak akan membiarkan keponakannya menderita dan hidup di jalanan!"
Devano membenarkan ucapan Kimmy "Kamu tahu? Nasib kita itu sama tapi kamu jauh lebih beruntung Van! Kenapa? Karena kamu punya adik yang sangat manis dan menyayangi kamu seperti Zaskia. Kalian sebagai saudara saling menguatkan, saling melindungi!"
__ADS_1
Devano tahu, kemana arah bicara Kimmy. Wanita itu pasti sedih karena ia memiliki saudara kembar yang sangat jahat dan kejam.