Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 7 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

"Hai keponakan ku tersayang," Devano dan Kimmy menoleh ke arah suara itu berasal, ternyata itu adalah paman dan bibinya Devano


"Kalian?"


"Bagaimana? Apakah kamu sudah melihat kuburan," Bibinya menepis tubuh Devano, ia bingung kenapa makam kedua orang tua Devano masih utuh


"Cih, pasti kalian mengira jika makam ini sudah di bongkar bukan? Manusia tidak punya hati! Di mana hati nurani kalian sebagai manusia?"


"Diam kamu gembel! Bagaimana ini bisa terjadi? Seharusnya makam ini sudah di bongkar! Pa, coba hubungi petugas yang mau membongkarnya! Apakah mereka sedang ada urusan lain?"


Dengan santai dan elegan Kimmy mendekati Bibinya Devano yang saat ini sudah menjadi suami dirinya "Hallo om, Tante! Perkenalkan saya Kimmy Kharisma Putri Tan, anak dari Tuan Baksoro Tan, penguasa terkenal dan orang kedua terkaya di kota ini!,"


Bibinya Devano terkejut "Sekaligus istri dari Devano, keponakan yang kalian dzolimi ini!"


"Apa!"


Paman dan Bibinya terkejut bukan main, ia tahu seberapa pengaruhnya keluarga Tan "Nak, bibi senang karena kamu menantu kami. Dan kami mendengar kabar mama dan papa kamu meninggal dunia ya? Kami turut berduka cita ya? Nak Devano, ajak dong istri kamu main kerumah kita!"


Dengan tidak tau malunya mereka mengatakan hal yang manis, melupakan perlakuan jahat mereka. Kimmy yang mau disentuh langsung menghindar, ia tidak menyukai manusia-manusia jahat seperti mereka.


"Dan jika kedatangan kalian kesini untuk tau,apakah makam ini sudah dibongkar. Jawabannya adalah tidak! Sampai kapan pun makam ini tidak akan dibongkar karena suami ku telah membeli tanah ini! Semua tanah ini!"


Paman dan Bibinya semakin terkejut, kekuasaan yang dimiliki oleh keluarga Tan pasti di manfaatkan oleh Devano "Kimmy, kamu menyesal karena telah menikah dengan pria pecundang sepertinya! Lebih baik kamu menikah dengan anak kami! Dia ganteng, pintar dan lulusan luar negeri!"


Kimmy terkekeh mendengar ucapan Bibinya Devano "Sungguh manusia tidak punya malu!" Gumamnya dengan lantang, ia kesal namun tak mau membuang energi untuk meladeni orang seperti itu


"Kamu akan menyesal menikah dengan pecundang ini nak!" kini pamannya Devano yang ikut bersuara "Untuk apa kamu membayar tanah ini? Lebih baik kamu investasikan semuanya dan mendapatkan keuntungan! Jangan membuang uang mu hanya untuk dia!"


Devano mengepalkan kedua tangannya, orang yang selama ini baik menyayanginya selama kedua orang tuanya masih hidup kini berubah menjadi seseorang monster yang menakutkan!

__ADS_1


Kimmy tau jika Devano merasa kesal dan emosi, namun wanita itu memberikan isyarat kepada suaminya agar menahan amarah.


"Sayang, di sini banyak setannya terutama setan yang bersujud manusia di hadapan kita. Lebih baik kita pergi saja!"


"Kurang ajar!" Kimmy hampir di tampar oleh Bibinya Devano, namun pamannya Devano mencegah agar istrinya tidak melakukan hal yang ceroboh


"Sayang sekali, padahal sekali saja kalian menyentuh ku. Akan ku perkenalkan gimana rasanya hidup di balik jeruji besi seumur hidup!"


Kimmy menggenggam tangan suaminya, mengajak Devano pulang dan meninggalkan kerabat Devano di makam


Keduanya menuju kearah mobil "Aku tahu apa yang kamu rasakan! Kamu pasti marah dan kecewa, tapi enggak ada gunanya juga berdebat dengan orang-orang seperti mereka. Kita yang waras, maka kita lah yang mengalah!"


Saat Kimmy mau masuk kedalam mobil, kepalanya terasa pusing, Devano dengan sigap memegang tubuh Kimmy yang terjatuh. Wanita itu tak sadarkan diri, Devano meminta supir mengantarkan keduanya keruma sakit.


***********


Devano mendekati Kimmy yang saat ini udah sadar, matanya memerah "Selamat, karena kamu sudah menjebak ku! Aku pikir, aku hanya menjadi suami bayaran saja, namun ternyata aku menjadi ayah bayaran untuk anak yang kau kandung,"


Kenapa kamu harus hadir disaat aku enggak menginginkannya? Seharusnya kamu hadir di rahim Tammy, sudah lama ia menunggu dan menanti anak. Kenapa kepadaku? ~batinnya


"Kenapa kamu enggak bilang? Apa sengaja menjebak aku?" Devano mengatakan dengan nada yang sedikit tegas membuat Kimmy sedikit kaget "Ak-aku,"


Kimmy bingung harus mengatakan apa? Apakah ia harus menceritakan segalanya


"Saya tahu, saya dan adik saya hidup karena bantuan kamu. Tapi apakah pantas kamu membohongi saya dan adik saya? Kenapa? Kenapa tidak pacar mu saja yang menikahi mu!"


Devano merasa dirinya telah di tipu, ia pun memutuskan keluar dari kamar.


Beberapa waktu lalu

__ADS_1


Saat ia membawa Kimmy kerumah sakit, dokter memeriksa dan mengatakan jika Kimmy sedang mengandung. Usia kandungannya memasuki usia tiga bulan.


"Istri dan anak anda baik-baik saja,"


Kata-kata itu terus terang di kuping Devano, sungguh malang nasibnya bahkan ia dibayar untuk menjadi ayah dari anak yang dikandung oleh Kimmy.


Devano tidak tahu harus melakukan apa? Apakah ia harus mengakhiri pernikahannya dengan Kimmy? Namun, saat ini adiknya membutuhkan biaya untuk melanjutkan pendidikan. Beberapa waktu lalu, Zaskia mengatakan jika ia senang bisa kembali tidur dengan nyaman di sebuah rumah bukan di kolong jembatan lagi.


Matanya memerah, sorotan mata yang tak bisa ia jelaskan, Kimmy keluar mendekati Devano "Aku tidak memaksa mu, kau bisa mundur menjadi suami ku jika kau ingin. Sungguh aku minta maaf, aku tidak tahu jika aku sedang mengandung. Jika aku tahu, aku tidak akan membuat mu terlibat dengan semua ini, maaf!"


Hanya itu yang bisa Kimmy katakan, karena ia sendiri tidak tahu apakah harus bahagia apa harus merana?


"Aku akan pergi dari rumah itu, rumah itu buat kalian. Bagaimana pun Zaskia sudah nyaman dengan rumah itu, sekali lagi aku minta maaf!"


Kimmy ingin pergi, namun Devano memegang tangannya "Aku menerima anak itu," entah apa yang ada di pikiran Devano, namun yang jelas saat ini ia akan melakukan apapun demi masa depan Zaskia sang adik. Hanya pekerjaan ini yang ia miliki untuk memenuhi kebutuhan sang adik.


"Ak-aku bersedia menjadi suami sekaligus ayah bayaran untuk anak mu, tapi! Ada satu hal yang aku ingin,"


"Apa?""


"Aku ingin kita pisah kamar, dan jangan pakai nama ku dibelakang nama anakmu kelak!"


Kimmy mengangguk dengan perasaan sakit, walau ia tidak memiliki perasaan apapun namun ia bisa membayangkan bagaimana nasib anaknya nanti. Ia mengira Devano adalah ayahnya namun lelaki itu saja bahkan enggan memberikan nama belakangnya kepada anaknya kelak.


"Kita pulang!"


Kimmy mengajak Devano untuk pulang kerumah mereka.


********

__ADS_1


Sesampai di rumah, Zaskia bertanya kemana mereka pergi "Kak, aku mencari kalian berdua. Kalian darimana?"


Devano pun tak menjawab apapun, Zaskia melihat keduanya yang terlihat begitu tegang "Kakak mau istirahat dulu di kamar!" Ujar Devano kepada adiknya, ia juga berencana mencari pekerjaan. Agar bisa lebih berguna lagi untuk keluarganya


__ADS_2