
"Tammy?"
Tammy perlahan duduk, ia pun memeluk sahabatnya Lala "Lala!" Keduanya berpelukan seakan melepas kerinduan satu sama lain, Lala menangis melihat keadaan Tammy seperti ini. Wajah dengan penuh luka dan lebam "Kenapa bisa seperti ini sih?"
Lala enggak tega melihat Tammy dengan keadaanya, ia saksi hidup gimana Tammy selama ini "Tammy, kenapa kamu enggak pernah bahagia?"
Lala tahu, gimana tersiksanya Tammy. Ia memang di penuhi banyak harta sejak kecil, namun ia tidak pernah bahagia karena kedua orangtuanya tidak pernah mengizinkan mengeluarkan isi pendapatan dan apa yang dia mau
"Aku juga turut berduka atas meninggalnya mama dan papa kamu,"
Tammy melepaskan pelukannya dari Lala "Aku yang udah bunuh mereka!"
"Apa?"
Bukannya menyalahkan atau membenci Tammy. Lala justru memeluk Tammy dengan erat "Apa sesakit ini Tam? Sampai kamu harus membunuh mereka?"
__ADS_1
Tammy mengangguk, hanya Lala yang tahu dan memahaminya. Hanya Lala orang satu-satunya yang mengerti dirinya. Hanya Lala yang selalu ada disaat ia hancur dan terluka
Devano kebingungan, mengapa sahabatnya tidak menjauh atau membenci Tammy? Kenapa sahabatnya justru memeluk Tammy?
"Kamu saksi dari segala saksi kehidupan aku,"
*******
Flashback
Kedua orang tuanya sangat bahagia dan saat mereka di panggil ke panggung dengan terang-terangan ibunya Tammy dan Kimmy membandingkan keduanya. Ia hanya membanggakan Kimmy saja
"Selamat pagi semuanya, saya nyonya Valerie ibu dari Kimmy, saya sangat bahagia karena putri saya mendapatkan peringkat juara umum di sekolah ini, berbeda jauh dengan saudara kembarnya Tammy yang hanya mendapatkan sepuluh besar, suatu aib yang memalukan bagi kami sebenarnya! Sejak kecil, Tammy dan Kimmy ini memang sangat berbeda, Kimmy sudah terlihat cerdasnya sedangkan Tammy? Bahkan saya rasanya ingin memasukannya ke sekolah luar biasa! Lihat Kimmy anak saya, dia cantik, pintar, berprestasi, juga memiliki bakat, suara yang indah dan dia idaman di sekolah ini bukan? Dan saya, untuk memberikan hadiah kepada anak saya Kimmy, saya akan membeli sekolah ini khusus untuknya!"
Tammy menangis, terang-terangan mama dan papanya mempermalukan dia dan membanggakan saudara kembarnya. Ia pun berlari menjauh dari acara
__ADS_1
"Lihat anak kurang ajar itu! Saat saya orang tuanya, mama dan papanya berdiri untuk berbicara di depan. Dia malah pergi!"
Huuuuuuu!!!!!
Seluruh murid menyoraki Tammy, Kimmy hanya diam tersenyum saja karena di satu sisi. Dia sedang di puja-puji oleh mama, papa, guru dan teman-teman lainnya. Satu sekolah memberikan selamat padanya tanpa ia memikirkan perasaan saudara kembarnya Tammy!
Lala disaat itu hanya memeluk Tammy yang menangis "Aku malu rasanya La!"
"Tammy, kenapa mama dan papa kamu tega ya?" Lala ikut menangis, merasakan rasa sakit Tammy di saat itu
"Padahal aku tahu, kamu udah berjuang mati-matian untuk mendapatkan nilai yang baik, kamu bahkan enggak istirahat yang cukup, kamu enggak makan tepat waktu hingga kamu sakit, kamu berusaha agar bisa membuat mama dan papa kamu bangga. Namun begitu balasan mereka kepada kamu,"
"Tammy!"
Kedua orang tuanya datang "Kamu kenapa menangis? Apa yang mama kamu katakan itu benar nak! Kamu contoh dong itu kembaran kamu Kimmy! Papa sudah berapa kali bilang sama kamu sayang? Kamu harus seperti saudara kembar kamu Kimmy!"
__ADS_1