Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 46 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Devano meminta Zaskia untuk menjauh dari Kimmy


"Sekarang ini, kakak mu pikirannya sedang kacau, dia enggak bisa di ajak bicara. Kamu harus memahaminya ya?"


Zaskia mengangguk. Ia pun pulang bersama para pengawal, Devano khawatir namun ia percaya adiknya akan baik-baik saja


"Minum lah!" Devano meminta Kimmy untuk minum, namun ia menolak


"Aku bukan kamu yang bisa makan dan minum dengan enak saat anak aku kenapa-kenapa! Bukan kamu juga yang masih bisa terus bersama istri kedua mu!"


Ucapan Kimmy semakin enggak masuk akal, Devano mencoba sabar dengan sikap Kimmy


"Mau sampai kapan kamu begini!" Kimmy menggeleng


"Ya enggak tau! Sampai anak aku sadar,"


"Dia juga akan sedih melihat kamu begini!" Devano duduk di samping Kimmy


"Ini semua salahnya Tammy! Ia pasti sengajakan?"


"Cukup Kimmy!"


Devano tak tahan lagi


"Bahkan, di saat Kayla seperti ini kau masih membela Tammy?"


"Kim, ini semua bukan kesalahan Tammy, tapi ini semua kesalahan mu!" Kimmy terdiam


"Jika saja kau memberitahu semuanya tentang hubungan gelap mu dengan Rama, jika saja kau mengatakan kepada Rama jika Kayla adalah anak kandungnya, Kayla pasti akan baik-baik saja,"


Kimmy terdiam, bahkan ia tercengang tak menyangka ucapan suaminya


"Aku selalu menahan untuk membahas ini Kim! Aku memahami kondisi mu, bukan hanya kamu saja yang sedih dengan keadaan Kayla. Kami juga sedih! Semuanya menyayangi Kayla, kami juga ingin Kayla segera sadar!"


"Jika kamu jujur, dengan aku! Dengan Rama, semuanya tak akan terjadi. Walau aku menjadi suami mu, namun kau tak memberikan aku hak untuk mengetahui papa kandung Kayla! Siapa papanya, jika semua sudah begini dan terjadi kenapa Tammy yang harus kamu salahkan? Dia juga kesal, dia juga marah mengetahui kebenaran ini. Kamu mengkhianatinya, bahkan kamu hamil anak suaminya dulu! Kamu mikir enggak pakai otak?"


Kimmy menangis senggugukan "Ak-ak,"


Belum sempat Kimmy mengatakan apapun, Devano mengatupkan kedua tangannya "Tolong jangan bahas ini sekarang! Aku tidak mau membahas ini sekarang, fokus dengan kesembuhan Kayla dulu!"


Devano lebih marah dengan kenyataan ini, namun ia menurunkan egonya demi sang anak. Baginya, kesembuhan Kayla segalanya dari rasa sakitnya itu.


"Van, ta-"


"Diam Kimmy! Sudah aku katakan aku tidak mau membahas ini sekarang. Jadi kamu juga jangan membahas apapun lagi! Kita akan membahasnya nanti! Saat Kayla sudah siuman dan membaik!"


Kimmy ingin memberikan penjelasan kepada Devano namun Devano enggan mendengarkannya.


"Hentikan Kimmy! Jangan memaksa!" Kimmy akhirnya terdiam, perawat masuk ke dalam ruangan tentu saja di periksa terlebih dulu seperti biasanya oleh pengawal.


Dan beberapa perawat juga dokter masuk ke dalam ruangan ICU.

__ADS_1


Kimmy khawatir dengan keadaan anaknya sesuatu hal buruk terjadi kepada anaknya? Mengapa para dokter masuk dengan tergesa-gesa?


Kimmy ingin bertanya kepada dokter, namun Devano meminta istrinya untuk tenang terlebih dahulu


"Jangan menganggu pekerjaan mereka, kita bisa mengetahui segalanya setelah mereka selesai dengan tugasnya, Kim!"


Kimmy ketakutan, sekujur tubuhnya gemetar. Devano memeluk Kimmy dengan penuh cinta dan rasa sayang


"Tenang lah, Kayla akan baik-baik saja,"


Sejam telah berlalu


Tak lama dokter keluar dengan raut wajah yang datar


"Maaf, kami sudah melakukan sebisa kamu, namun pasien tak bisa diselamatkan,"


Kimmy yang mendengar kabar itu langsung tak sadarkan diri dalam pelukan Devano. Hati ibu mana yang tak hancur mengetahui anaknya meninggal dunia dan tak bisa terselamatkan?


Seketika, Dunia Kimmy runtuh. Ia sudah mengandung, melahirkan dan membesarkan anaknya dan ia juga melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana anaknya mati terbunuh oleh pria yang merupakan ayah kandung dari anaknya.


"Kimmy sadar lah!"


Devano menggendong tubuh Kimmy untuk masuk ke dalam ruangan dan diperiksa


**********


"Kimmy sadarlah!"


"Kak Kimmy,"


Kimmy mengingat Kayla "Anakku!"


Kimmy bangkit segera namun kepalanya masih terasa pusing, badannya juga lemas.


"Kayla,"


Kimmy menangis, berharap semua ini hanya mimpi. Ia pun mencoba memukul dan mencubit dirinya sendiri.


Apakah ini kenyataan atau hanya mimpi?


"Kimmy," Devano menangis, Dokter datang dan meminta Kimmy untuk menjaga kandungannya.


Kimmy semakin kaget, menoleh ke arah Devano. Pria itu mengangguk "Kamu hamil, sayang!"


Kimmy terisak, takdir semacam apa ini? Di sisi lain, Tuhan mengambil satu kehidupan dan memberikan kehidupan baru?


Zaskia memeluk kakak iparnya, ia bisa merasakan apa yang saat ini Kimmy rasakan "Kakak harus kuat," pandangannya kosong, bukannya ia tidak senang dengan kehamilan keduanya ini namun situasinya sangat sulit. Ia juga kehilangan anaknya Kayla.


Pandangan Kimmy memudar, ia kembali tak sadarkan diri.


Dokter kembali memberikannya vitamin agar dirinya tidak lemas

__ADS_1


*********


Tammy memandangi saudara kembarnya,


Ia merasa kasihan, bagaimana pun kehilangan anak bukan lah hal yang mudah bukan? Rama sungguh keterlaluan, ia sudah begitu banyak memakan korban. Dia sudah banyak menghabisi banyak nyawa, bahkan tak memiliki rasa ampun kepada anak sekecil Kayla.


Kayla anak yang manja, ia juga sangat ceria. Semua kehilangan dirinya. Apalagi Devano, ia sangat menyayangi Kayla walau tau jika Kayla bukan darah dagingnya


Devano, dan Zaskia merawat Kayla saat dirinya masih sangat kecil. Pihak rumah sakit meminta Devano untuk segera memakamkan jenazah Kayla segera mungkin


Devano mengangguk setuju, Zaskia dan Tammy menjaga Kimmy di rumah sakit. Ia akan mengurus segalanya


************


Kimmy kembali sadar namun tubuhnya masih sangat lemas "Di mana Devano?" tanya ia kepada Zaskia dan Tammy. Mereka mengatakan jika Devano sedang mengurus pemakaman Kayla. Kimmy meminta ikut, awalnya di tolak oleh Zaskia karena mengetahui kondisi Kimmy yang lemah. Namun Kimmy memaksa


"Aku mamanya, aku yang mengandung, aku yang melahirkan dan merawatnya. Jadi aku berhak ikut memakamkan anak aku!"


Akhirnya Zaskia setuju, ia juga tak tega melihat Kimmy seperti ini.


Zaskia meminta Kimmy untuk naik kursi roda "Kondisi kakak yang lemah sekarang, kakak naik ini aku yang akan Sorong ya?" Kimmy mengangguk, namun sebelum ke pemakaman Zaskia meminta Kimmy untuk makan dan minum obat


"Kakak harus minum obat dan makan biar punya tenaga," Kimmy menurut yang terpenting sekarang ini ia bisa melihat proses pemakaman anaknya.


***********


Di Pemakaman,


Devano kaget saat melihat Kimmy yang datang, kenapa Zaskia dan Tammy membiarkan Kimmy datang ke pemakaman? Kondisi Kimmy sedang tak sehat.


Devano mendekat, pemakaman telah selesai "Kenapa kalian kesini?"


"Kak Kimmy memaksanya,"


Kimmy menatap Devano "Apakah aku enggak punya hak atas anak aku?"


"Bukan begitu Kimmy! Tapi kamu masih saja lemah, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa,"


"Kayla anakku!" Seorang pria menangis berlari ke arah pemakaman, itu adalah Rama. Ia menyesal dengan perbuatannya


Kimmy berusaha turun dari kursi roda dan bangkit, ia mendekati Rama memukul pria itu berulang kali "Bajingan! Kau bajingan!"


Kimmy mengeluarkan dan menguapkan segala emosinya "Kau pembunuh! Kau membunuh darah daging mu sendiri, puas kau? Apa kau puas sudah melenyapkan dia?"


Devano meminta Kimmy tenang, ia takut sesuatu terjadi kepada kandungan Kimmy. Rama mendekati Kimmy, bahkan bersujud meminta maaf


"Maafkan aku, aku enggak bermaksud untuk membunuh anakku! Mohon ampun, izinkan aku melihatnya untuk terakhir kali!!"


"Pergi kau!"


Pengawal Kimmy tak mengizinkan Rama mendekati pemakaman "Aku bersumpah, setelah ini aku akan menyerahkan diri ke kantor polisi!"

__ADS_1


Rama ingin ikut andil dalam protes pemakaman itu, namun semuanya sudah selesai. Dekat dengan pemakaman anaknya saja, Rama tak diizinkan


"Kau bukan manusia! Kau ini iblis! Iblis yang menyamar sebagai manusia! Kau begitu tega! Kau tega!"


__ADS_2