Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 52 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Apa yang akan terjadi jika kedua orang tua Kevin tau jika anaknya telah menyia-nyiakan menantu kesayangan mereka.


"Kevin, kamu beruntung sekali memiliki istri seperti Namira, dia cantik, bukan hanya luarnya saja namun dalamnya juga cantik, pintar masak, sopan, dan paling penting menyayangi anak kamu dengan baik!"


Mamanya Kevin memuji kembali menantunya, dan jika Namira di sakiti, maka kedua orang tua Kevin akan menjadi garda terdepan untuk membela Namira


"Ma, tadi Kevin bertemu dengan Tammy. Sekarang dia cantik banget loh!" spontan Namira menoleh ke arah suaminya, ia tau siapa wanita itu.


Sejak awal pernikahan Kevin selalu membahas wanita itu.


"Oh iya? Gimana kabarnya dan saudara kembarnya itu?"


"Baik ma, sekarang Tammy semakin cantik dia juga mempunyai satu anak,"


Namira terlihat tidak nyaman dengan percakapan itu "Namira sayang, kamu jangan cemburu ya? Tammy itu adik kelasnya Kevin dulu, dia juga punya saudara kembar yang bernama Kimmy. Mama dan papanya mereka itu kolega kerja papa kamu dulu, sangat dekat. Dan Tammy juga Kimmy sangat dekat dengan kamu dulunya,"


"Lalu, kenapa anak kakak ku diberi nama Tammy? Apakah karena nama dia?" Namira bertanya kepada kedua mertuanya.


"Mama dan papa juga enggak tau. Itu udah kesepakatan Kevin dengan Amira kakak kamu dulu, mungkin saja mereka terinspirasi dengan kebaikan dan kecantikan Tammy, atau mungkin hanya kebetulan saja,"


Kevin meletakan sendoknya, ia pun menatap Amira


"Nama anak aku enggak ada hubungannya dengan siapapun!"


"Maaf," Namira meminta maaf, ia merasa tidak enak hati.


"Namira sayang, kamu tau? Sedih loh kehidupan Tammy itu, dia kembar dan kedua orang tuanya selalu membandingkan dia dengan kembarannya, Kimmy!"


Yang mengenal keluarga Baskoro Tan sudah tak heran dengan perilaku mereka yang membedakan kedua putri kembarnya itu.


"Mama juga kasihan banget loh sama Tammy, hidupnya sangat menderita dulu. Tapi untung saja dia sudah menikah dan hidup dengan bahagia,"


"Enggak ma! Tammy juga enggak bahagia di dalam pernikahannya! Dia mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga,"


"Apa?"


"Sudah! Kalian ini jangan membahas orang lain! Tidak baik terlalu mengurusi dapur orang lain, lebih baik kita fokus dengan keluarga kita sendiri!" Papanya Kevin tak ingin keluarganya terlalu ikut campur dengan masalah orang lain.


"Sesekali ajak lah Tammy main ke rumah! Mama juga kangen sekali sama dia,"


"Pastinya ma!" Kevin mengatakan itu dengan senang dan penuh semangat. Namira menoleh ke arah suaminya, mengapa setiap kali membahas tentang wanita itu suaminya terlihat sangat antusias?

__ADS_1


Setelah selesai makan, Namira membersihkan meja makan


"Lihat menantu idaman kita, padahal ada pelayan namun ia tetap mengerjakan semuanya sendirian," ujar papanya Kevin.


"Iya pa, Namira gadis yang baik dan cantik. Namun sayang dia belum memberikan kita cucu,"


Namira mendengar perbincangan mertuanya, air matanya menetes dengan sendirinya.


Bagaimana aku mau hamil, jika suami ku saja tak pernah menyentuh ku? ~gumamnya.


************


Di kantor


Devano sedang memantau semua pekerjaan, bahkan memantau keuangan yang keluar dan masuk. Ia bukan hanya menghandle satu perusahaan saja, namun semua milik kedua orang tua Kimmy dan Tammy..


Semuanya di limpahkan kepada Devano,


Terkadang, Devano juga pulang sampai larut malam untuk mengurus semua itu. Zaskia juga bekerja di salah satu perusahaan milik keluarga Baskoro Tan.


Ia membantu kakaknya dalam segala hal. Semenjak meninggalnya Kayla, seperti Kimmy kehilangan selera untuk melakukan apapun.


"Kak, usia kehamilan kak Kimmy memasuki usia lima bulan, kak Kimmy seharusnya enggak terlalu banyak pikiran,"


"Satu jam lagi kita juga bertemu dengan klien yang sangat penting kak,"


Devano mengangguk "Iya, kamu persiapkan semuanya untuk persentasi nanti!"


Devano mempercayakan semua itu kepada Zaskia,.karena ia tau adiknya sangat pintar dalam marketing.


"Tadi aku telepon kak Tammy,"


Seketika, pekerjaan Devano berhenti. Bibirnya tersenyum lebar "Bagaimana keadaannya? Gimana kabar Bintang? Apakah ia kesulitan?"


Zaskia menggeleng "Enggak kak, aku lihat kak Tammy begitu happy dengan hidupnya sekarang,"


Devano turut senang dengan kabar mantan istrinya itu..


"Kakak senang, akhirnya ia bisa bangkit dan melanjutkan hidupnya dengan baik,"


Setiap bulan Devano selalu memberikan nafkah untuk Bintang, di luar dari jatah pembagian hak warisan

__ADS_1


"Kak Tammy mampu melewati semuanya kak, dan kakak tau? Bintang menjadi anak yang begitu tampan, wajahnya sangat menggemaskan!"


Sebenarnya Devano ingin sekali menghubungi Tammy hanya sekedar bertanya keadaannya. Namun Tammy sudah meminta kepada Devano untuk tidak pernah mencari tau keadaanya dan harus fokus dengan Kimmy. Devano pun tak bisa melawan perintah Tammy..


Tammy mengatakan jika dirinya ingin mandiri, jika Devano selalu ada untuknya kapan ia bisa keluar dari traumanya sendiri?


"Kakak merindukan mereka ya?" Zaskia bertanya kepada kakaknya "Ayah mana yang tak merindukan anaknya? Memang, dia bukan anak kandung Tammy namun kami sudah mengadopsinya, kakak pasti akan merindukan Bintang. Sampai kapan pun dia akan tetap menjadi anak kakak,"


Zaskia mengerti "Iya kak, Zakia juga kangen banget sama Bintang. Kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kak Tammy juga Bintang di sana kak,"


Devano mengangguk. Ia melihat bingkai gambar Kimmy dan Kayla di meja kerjanya


"Papa juga merindukan kamu sayang," membelai wajah Kayla walau hanya dari balik album saja.


Ingin sekali rasanya Devano memeluk sang anak, mengajak bermain seperti dulu


**********************


Du-du-du, anakku sayang!


Du-du-du buah hati ku!


Du-du-du kehidupan ku


Tidur lah, tidur lah sayang! Jika suatu saat ibu mu tiada, jangan menangis! Jangan menangis sayang! Du-du-du anakku sayang! Permata kehidupan bunda!


Kimmy bernyanyi, mengelus perutnya dengan tatapan yang kosong. Lagu yang ia ciptakan sendiri, untuk anaknya yang ada di dalam kandungan.


"Nak, kamu harus sehat-sehat ya? Apapun yang akan terjadi kelak kamu harus tetap kuat!"


Kimmy berharap, kandungannya baik-baik saja. Ia tak akan sanggup kehilangan anak untuk kedua kalinya..


"Nak, kamu satu-satunya alasan mama untuk tetap bertahan hidup! Kamu satu-satunya alasan untuk mama bisa bernafas tanpa adanya kakak kamu,"


Kimmy menoleh ke seluruh ruangan, kenangan Kayla masih terbesit jelas dalam ingatannya.


"Mama dulu mungkin bukan mama yang baik, mama selalu bergantung kepada orang agar merawat kakak mu, sebenarnya bukan karena mama tidak mau merawat sendirian! Hanya saja, mama takut kakak mu terluka dan kenapa-kenapa jika berada di tangan yang tidak profesional seperti mama,"


Kimmy takut kekurangannya yang manja, yang tidak mengerti menjadi ibu bagaimana akan membuat anaknya kesulitan. Itu sebabnya ia mempercayakan pengasuh yang profesional dalam menjaga anaknya.


Namun sialnya! Anaknya telah pergi dan tiada. Ia mengingat surat yang di kirimkan oleh Rama.

__ADS_1


Kematiannya bahkan belum cukup untuk menghukumnya atas perbuatannya ~batin Kimmy


__ADS_2