Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 36 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Tammy yang kesal melemparkan barang-barang yang ada disekitarnya


"Siapa mereka? Apa hak mereka mengatakan aku sebagai perusak rumah tangga orang? Kenapa? Apa salah ku!"


Tammy begitu emosi, ia begitu kesal dengan semua yang ada. Dia marah kepada takdir, marah dengan keadaan. Mengapa kehidupan tak pernah berpihak kepada dirinya?


"Kalau aku enggak berhak bahagia, kenapa aku harus lahir? Kenapa!"


*********


Zaskia kembali kerumah, dihadang oleh Devano "Dari mana kamu?"


"Kalau kakak tanya, kamu jawab Zaskia!"


Zaskia kaget, namun masih tetap diam "Siapa yang memberikan kamu hak untuk datang kerumah orang lain dan marah-marah? Apakah mama dan papa pernah mengajari kamu seperti itu? Apakah kakak mengajari mu begitu? Begitu didikan keluarga kita?"


"Jawab Zaskia!" Devano membentak adiknya, suaranya yang keras membuat Kimmy berlari menuruni anak tangga. Melihat keadaan di bawah


"Ada apa ini? Kenapa kamu marah-marah?"


"Jangan ikut campur dengan masalahku dan Zaskia!"


"Kenapa? Apa kesalahannya sehingga kau marah besar seperti ini?"


Wajah Devano memerah "Jawab kakak Zaskia!"


Pria itu kembali membentak adiknya, membuat Zaskia yang kaget pun langsung menangis


"K-kak,"


"Kenapa? Kenapa kamu marah-marah di kediaman Tammy?"


"Apa?"


Kimmy juga kaget mendengar ucapan suaminya "Zaskia, benar apa yang kakak kamu katakan?"


Zaskia mengangguk "Zaskia hanya enggak mau rumah tangga kakak dan kakak Devano rusak hanya karena wanita itu,"


Devano memukul dinding membuat Zaskia dan Kimmy kaget


"Zaskia! Kamu masih kecil, enggak tau apa-apa. Dan jangan ikut campur dengan masalah orang dewasa!"


"Cukup Devano!"


Kimmy tak menerima jika Devano berprilaku kasar kepada Zaskia hanya karena Tammy.


Pernikahan Kimmy dan Devano nyaris sempurna lima tahun belakangan ini, keluarga yang harmonis tanpa adanya pertengkaran. Namun, setelah kehadiran Tammy semuanya berubah.


Tidak ada lagi ketenangan, selalu ada pertengkaran dan pertengkaran. Kimmy tak mengerti, hal apa yang sudah terjadi sehingga Devano menjadi pemarah.


"Kamu itu wanita! Nanti saat kamu menikah dan kamu disiksa sama suami mu baru kamu mengerti!"


"Cukup Devano! Kamu mendoakan adik kamu mendapatkan suami yang pemukul?"


Devano menepis bahu Zaskia yang awal tadi ia cengkram dengan kuat


Zaskia menangis "Kalian ini sesama wanita namun tidak bisa merasakan penderitaan wanita lain!"


"Kak, karena Zaskia ini wanita! Zaskia enggak mau melihat kakak ipar Zaskia terus ketawa takut dan khawatir dengan suaminya yang akan main gila dengan saudara kembarnya sendiri!"


"Kakak benci pikiran kalian berdua,"


Setelah mengatakan itu, Devano keluar dari rumah. Kimmy memeluk Zaskia "Sudah jangan menangis lagi!"


"Kak, kak Devano enggak pernah kasar sama aku. Dari sejak kami kecil, bahkan mama dan papa tiada kakak makin menyayangi ku. Tapi kenapa sekarang kakak tega kasar sama aku?"

__ADS_1


Zaskia tak percaya dengan kakaknya sekarang. Semuanya berubah begitu saja semenjak kedatangan Tammy lagi.


"Kak, Zaskia juga sedih melihat kak Tammy di siksa. Tapi itu udah jalan pilihan hidupnya sendiri, dia yang memilih bertahan kepada suaminya. Lalu, kenapa rumah tangga kakak yang harus terancam?"


"Sudah Zaskia!" Kimmy menenangkan adik iparnya, ketakutan itu bukan hanya di rasakan oleh Kimmy. Namun, adik iparnya juga merasakan ketakutan yang sama.


"Jangan menangis lagi, Zaskia!" Kimmy menghibur adik iparnya, namun hati Zaskia merasa sakit sekali saat Devano membentaknya hanya karena orang asing yang baru ia kenal.


***********


Devano pergi ke rumah Tammy, ia pun meminta maaf atas apa yang adiknya lakukan


"Aku mohon, pergi dari hidup ku! Sudah cukup adik mu mengatakan aku sebagai perusak rumah tangga mu dan Kimmy!" Devano menggelengkan kepalanya


"Tidak Tammy! Kamu bukan perusak rumah tangga ku, aku tak pernah berpikiran seperti itu,"


Tammy mendekati Devano "Tapi, adik kamu mengatakan itu! Kamu boleh pergi sekarang! Dengar, kita enggak kenal jadi berhenti perduli sama aku!"


Devano akhirnya pun ingin pergi, namun saat Devano ingin pergi. Tammy tiba-tiba tak sadarkan diri, tubuhnya jatuh di lantai


"Tammy!" Devano terlihat begitu panik, ia pun menggendong tubuh Tammy. Membawanya masuk ke dalam rumah.


Devano tahu, Tammy pasti sedang merasa sedih dan tertekan apalagi dengan sikap Zaskia yang menuduhnya sebagai pelakor.


"Aku bukan pelakor!"


Begitu terlukanya Tammy? Bahkan, ia sampai mengigau. Zaskia sungguh keterlaluan, Devano tak percaya dengan sikap kurang ajar adiknya itu


"Apakah Kimmy yang meminta Zaskia untuk kesini?"


Devano berpikir keras, karena tak biasanya Zaskia bersikap seperti itu. Devano hanya menatapi Tammy yang masih tertidur.


**********


"Kak, kenapa kakak biarin kak Devano pergi? Bagaimana kalau dia datang kerumah kak Tammy?"


Kimmy terdiam, apakah Devano suaminya pergi kerumah kembarannya itu?


"Zaskia, kita jangan terlalu berburuk sangka!"


"Kak, gimana enggak berburuk sangka. Kakak ku sudah sebulan enggak pulang kerumah kak!"


Kimmy diam, Kayla datang mendekati keduanya "Mama, aunty di mana papa? Kayla rindu papa,"


Terdengar suara langkah kaki yang mendekat masuk ke rumah.


Kimmy, Zaskia kaget melihat Devano dan Tammy datang berdua menggunakan baju pengantin.


"Kak, apa ini?" Zaskia mendekati kakaknya Devano


"Papa! Mami,"


Kayla mendekati Devano dan juga Tammy. Kimmy meminta Baby sister membawa Kayla ke kamar paling atas. Bukan hanya kayla, namun juga semua pelayan. Di minta untuk ke lantai paling atas, Kimmy tak aau pelayannya mendengar pembicaraan mereka.


Setelah semua pelayan dan Kayla pergi, Kimmy mendekati Devano


"Apa ini semua?"


"Kim, kamu sebelumnya meminta aku agar aku boleh menikah dengan wanita pilihan ku bukan? Dan sekarang, aku memilih Tammy menjadi istri ku,"


Plak!


Zaskia menampar kakaknya, untuk pertama kalinya Zaskia menampar kakaknya "Kakak udah gila ya?" Zaskia berteriak, Kimmy meminta Zaskia untuk tenang.


"Tenang lah Zaskia!"

__ADS_1


"Kak, apa kakak lupa dengan kebaikan kak Kimmy? Jika bukan karena dia! Kita bukan apa-apa! Kakak enggak ingat?" Zaskia menangis kecewa melihat sikap kakaknya yang tak tau diri dan tak tau terimakasih.


Adik mana yang tak hancur hatinya melihat kakaknya yang begitu berubah


"Kak, udah lima tahun kakak menikah dengan kak Kimmy, pernikahan kalian memasuki usia enam tahun lalu kenapa kak?" Tanya Zaskia dengan nada yang berat, Devano diam. Zaskia menatap Tammy dengan penuh kebencian.


"Wanita tak malu! Apa tidak ada lagi pria di muka bumi ini sehingga kau harus merebut suami dari kembaran mu sendiri,"


Kimmy meminta Zaskia diam "Diam lah Zaskia! Kalau kamu enggak bisa tenang, kamu bisa pergi ke atas dengan Kayla!" Zaskia berlari menuju atas sambil menangis. Kimmy masih terlihat tenang


"Duduk!" Meminta Devano dan Tammy untuk duduk


"Ini alasan kamu enggak pernah pulang?"


Devano mengangguk "Aku tau, mungkin perbuatan ku salah. Tapi ini enggak salah Kimmy, pernikahan kita hanya sebatas perjanjian saja. Dan kamu yang udah mengizinkan aku untuk menikah lagi dengan wanita pilihan ku. Dan Tammy lah orangnya!"


Kimmy mengangguk mengerti, dadanya terasa sesak namun ia berusaha untuk tenang. Mungkin, jika ini wanita lain Kimmy akan mengerti namun kenapa dengan saudara kembarnya berbagi suami?


"Jadi, selama ini kalian udah memiliki hubungan?"


Devano menggelengkan kepalanya


"Enggak! Aku enggak pernah berniat mengkhianati pernikahan kita, tapi ini harus aku lakukan!"


"Agar?"


Kimmy menatap Devano, ia ingin suaminya menjelaskan segalanya namun Devano tak menjelaskan alasannya menikahi Tammy


"Kamu cinta sama Tammy?" pertanyaan yang begitu menyakitkan, namun Kimmy harus tau.


"Jika Devano menikah dengan ku, tandanya dia cinta sama aku!" Tammy yang menjawab dengan ketus.


"Aku bicara dengan suami ku,"


"Tapi sekarang dia juga suami ku!" Tammy memegang lengan Devano, Tammy menatap Kimmy lalu tersenyum


"Kalian saling mencintai?"


"Tentu saja!"


Tammy tidak.merasa bersalah, Kimmy pun mengangguk mengerti


"Selamat atas pernikahan kalian, maaf aku belum sempat memilih kado untuk pernikahan kalian,"


"Tidak masalah!"


Hal yang tak masuk akal bagi Kimmy, harus berbagi suami dengan kembarannya sendiri.


"Lalu, tujuan kalian kesini apa?"


Kimmy bertanya mengapa Devano dan Tammy datang kerumahnya.


"Ya, untuk tinggal di sini! Kita akan tinggal bersama,"


Kimmy kaget "Ini juga punya mama dan papa, ada hak ku disini!" ujar Tammy.


"Tidak! Aku membelinya sendiri,"


"Menggunakan uang mama dan papa kan? Itu tandanya aku juga memiliki hak di sini!"


Kimmy berusaha tetap tenang, walau hatinya berantakan, hatinya hancur dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh Devano.


"Cari lah kamar kalian sendiri!"


Kimmy tak bisa membayangkan, Devano selama ini tak pernah menyentuh Kimmy, apakah ia akan melakukan itu dengan Tammy?

__ADS_1


__ADS_2