Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 24 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

"Sayang, ikut lah bersama ku! Kita akan hidup bahagia selamanya hanya ada kita berdua saja! Kamu ingat kan? Selama ini hanya aku yang selalu ada buat kamu! Aku yang selalu ada untuk kamu sayang ku! Aku yang paling memahami dan mengerti kamu. Apakah hanya karena satu ke-khilaf-an aku, kamu tidak sudi lagi bersama suami mu?" ujar Rama dengan mata yang berkaca-kaca, membuat Tammy pun luluh


Bukan kah manusia tempatnya salah? Bukan kah manusia juga akan melakukan kesalahan? Tidak ada manusia sempurna yang tak luput dari kesalahan


Tammy mengingat bagaimana manis suaminya selama ini, bagaimana sabarnya Rama selama ini.


"Iya aku maafin kamu," Rama memasangkan senyuman lebarnya, ia pun memeluk sang istri dengan penuh cinta dan keyakinan


"Tapi, apakah kamu bisa jamin enggak akan melakukan hal yang sama?"


"Sayang ku, apakah selama ini aku pernah menyakiti mu? Memang aku ini bajingan, tetapi aku tak kan sanggup menyakiti mu. Kemarin itu hanya khilaf, dan sungguh aku menyesal! Dan percayalah sayang ku! Bukan aku yang membunuh umi. Bisa saja kan itu Kimmy dan suami barunya yang melakukan itu? Dia ingin membalas rasa sakit karena kita sudah membunuh mama dan papa. Kimmy tau, jika kamu sangat menyayangi dan mencintai umi. Umi segalanya bagi kamu,"


Tammy menggelengkan kepalanya tak percaya "Tapi, dia juga sangat menyayangi umi. Bahkan, dia dan aku lebih dekat dengan umi daripada mama dan papa,"


Rama pun meyakinkan Tammy kembali "Sayang, di dunia ini enggak ada yang tak mungkin! Jika kita saja, kamu sanggup membunuh kedua orang tua kamu karena rasa sakit hati. Kenapa dia tidak? Dia ingin melihat kamu hancur, dan dia tahu kelemahan kamu ada pada umi!"


Tammy memikirkan ucapan suaminya, apa yang Rama katakan memang ada benarnya. Toh selama ini, umi lebih menyayangi Tammy daripada Kimmy. Bahkan seringkali Kimmy merasa cemburu padanya karena Tammy mendapatkan kasih sayang umi lebih besar.


*******


"Ayo, sebelum pengawal itu tersadar dan Kimmy juga tahu keberadaan ku di sini sayang! Polisi sedang mencari aku sekarang!"


"Untuk apa takut? Aku bisa mencabut laporan itu. Aku bisa mengeluarkan kamu,"


"Sayang! Tidak segampang itu! Yang melaporkan aku bukan kamu, tapi saudara kembar mu yang picik itu! Kimmy tak akan membiarkan aku dibebaskan begitu saja! Jalan satu-satunya adalah kabur sayang! Kita berdua akan pergi jauh dari kota ini bahkan dari negara ini!"


Tammy terdiam, berat baginya meninggalkan kota yang sudah membesarkannya itu "Sayang, apa kamu enggak mau hidup bahagia bersama ku?" Rama meminta Tammy untuk menatap matanya "Kamu lupa, kalau hanya aku yang menyayangi kamu dan memberikan perhatian yang penuh? Yang kamu enggak dapat dari orang tua mu?"


Tammy meneteskan air matanya, memang benar! Rama adalah orang yang mengerti dan menyayanginya setelah pelayan yang ia anggap sebagai ibunya itu.


"Sekarang, umi udah enggak ada. Yang kamu punya hanya aku, aku enggak bisa disini lagi. Kalau kamu enggak ikut aku, kamu gimana? Kamu sama siapa? Siapa yang akan jagain kamu?" Rama mencium kedua tangan Tammy bergantian


"Aku salah, salah banget! Aku khilaf udah menyakiti kamu tapi itu bukan maunya aku! Aku juga enggak tau kenapa aku sebodoh itu nyakitin kamu! Aku janji enggak akan mengulanginya lagi sayang,"


Rama begitu lama meyakinkan Tammy, hingga akhirnya Tammy menurut. Dan ikut bersamanya, keduanya pergi dengan menyamar agar pihak rumah sakit tidak tau kepergian Tammy.


*********


Kimmy mendapatkan telepon, jika saudara kembarnya tidak ada di kamar. Dengan perut yang besar, ia pun turun ke bawah


Devano dan Zaskia tak terlihat, mungkin saja mereka sedang keluar. Kimmy memutuskan untuk pergi, namun saat ia keluar dari rumah.


Devano dan Zaskia mendekatinya "Mau kemana kak? Kenapa terlihat sangat gelisah?"


"T-tammy,"


"Kenapa dengan Tammy?"

__ADS_1


Suara yang tak beraturan membuat Kimmy terdengar tak jelas berbicara


"Kita harus kerumah sakit!"


Kimmy pun mengatakan dengan suara yang gelisah, Devano dan Zaskia ikut tanpa bertanya lagi


"Tammy enggak ada di kamarnya," terlihat jelas nada dan seluruh tubuh yang gemetar


"Enggak ada gimana? Tadi aku meninggalkannya dengan teman lama kalian itu!"


"Lala? Pasti dia penyusup dan di suruh oleh Rama jika tidak! Kenapa dia ada dirumah sakit yang sama? Kenapa dia tau aku ada disana!"


Kimmy pun menyalahkan Lala, karena selama ini penjagaannya sangat ketat. Dan mengapa disaat Lala datang dan menjenguk semuanya seperti ini?


*********


Sesampai di rumah sakit, dan diruangan Tammy. Seluruh pengawal meminta maaf "Nyonya, maafkan kami! Entah mengapa tiba-tiba saja kami,"


Plak!.


Satu tamparan mendapat di pipi Lala, Kimmy menatapnya dengan tajam "Aku menganggap mu teman karena kau adalah sahabat dari saudara kembar ku. Tapi ternyata? Kau pengkhianat! Kenapa kau melakukan ini?"


"Sungguh, aku bersumpah aku tidak tau apa-apa Kimmy,"


"Diam! Apa kau mengira aku percaya dengan kata-kata mu? Di mana saudara kembar aku!"


"Tenang lah Kimmy!"


"Di mana saudara kembar aku?"


Kimmy kembali berteriak sambil menangis "Kau pasti memberikannya kepada lelaki bangsat itu kan? Dasar bajingan!"


"Kimmy, aku tak tahu apapun. Tiba-tiba aku di pukul dari belakang oleh seseorang. Dan saat aku terbangun, Tammy sudah tidak ada! Kau boleh mengecek rekaman CCTV di rumah sakit ini!"


Devano pun mengajak Kimmy untuk melihat rekaman rumah sakit, Kimmy akhirnya mau namun ia meminta pengawalnya untuk tidak melepaskan Lala.


"Jaga dia! Jangan biarkan dia kabur!"


"Aku enggak bersalah Kimmy, aku bersumpah!"


Lala meyakinkan Kimmy, namun wanita itu tak percaya dengan ucapan teman lamanya itu.


Ia dan Devano juga Zaskia pergi keruangan pemantau kamera CCTV. Mereka melihat jelas apa yang dilakukan oleh Rama


"Sial!"


Namun terlihat jelas dari cctv, jika kepergian Tammy bukan karena paksaan

__ADS_1


"Lelaki itu sudah berhasil mempengaruhi Tammy, gimana kalau nanti dia menyakiti Tammy?"


Kimmy cemas, bagaimana pun Rama sudah memukuli Tammy hingga saudar kembarnya itu koma, dan Kimmy khawatir hal yang sama akan terulang kembali. Ia mengerahkan semua pengawalnya untuk mencari keberadaan Tammy juga Rama.


Ia tak tenang, membiarkan Tammy hidup dengan pria sakit jiwa seperti Rama! Kimmy menangis lemas


"Tammy, kamu dimana?"


Devano berusaha menenangkan istrinya, ia kembali keruangan Tammy di rawat. Meminta kepada pengawal untuk menyekap Lala sampai Tammy ditemukan.


"Sekap dia!"


"Jangan Kimmy!" Devano mencegahnya, ia tidak mau jika Kimmy menjadi orang yang kejam.


"Jangan menghukum orang yang belum tentu bersalah! Kamu bukan manusia kejam seperti itu!"


"Aku harus! Agar dia mau mengakui kesalahannya!"


"Tapi bagaimana jika dia tidak bersalah? Kita melihat gimana Rama memukulnya begitu kuat tadi kan melalui rekaman itu? Apakah itu disebut kerja sama?"


"Bisa saja! Agar tidak ada yang curiga jika dia terlibat!"


"Kimmy tolong dengarkan aku! Melihat rekaman itu, terlihat jelas jika Tammy tidak di culik! Tidak ada paksaan sama sekali!"


"Kamu enggak lihat? Ada perdebatan diantara keduanya!"


"Iya, tapi itu awalnya bukan? Pada akhirnya, Tammy tersenyum bahagia memeluk Rama suaminya. Itu tandanya, Tammy pergi tanpa adanya paksaan!"


"Pasti Tammy di rayu!"


"Pada akhirnya Tammy yang memutuskan untuk ikut kan? Bagaimana bisa Lala terlibat? Bisa saja Lala tidak di pukul hingga tak sadarkan diri. Mengapa Rama memukulnya? Agar tidak ada penghalang saat ia berbicara dengan Tammy, istrinya sendiri!"


********


"Kimmy, aku bersumpah! Aku tidak tau apa-apa tentang semua ini. Jika aku tau semuanya akan seperti ini, aku tak akan datang kesini tadi!"


Lala menangis, meyakinkan Kimmy agar Kimmy percaya. Lala bukan orang hebat seperti keluarga Kimmy, bahkan suaminya juga gak akan bisa melakukan apapun jika sudah berurusan dengan keluarga Baskoro Tan!


"Kak, apa yang kak Devano bilang itu benar! Jangan menghukum orang yang tak bersalah! Kakak akan menyesal seumur hidup nantinya!"


Zaskia berharap agar Kimmy bisa berfikir dengan akal yang jernih "Kak, Zaskia paham kekhawatiran kakak tapi jangan hukum orang-orang yang belum tentu bersalah kak!"


Akhirnya Kimmy membolehkan Lala pulang, namun jika terbukti Lala bekerjasama dengan Rama. Maka Kimmy, tak akan membiarkan hidup Lala dan keluarganya tenang


"Kamu bisa pulang sekarang, namun jika kecurigaan aku benar, maka kamu akan bersiap-siap mengalami kehancuran hingga tujuh turunan itu janji ku!" Kimmy masih menatapnya dengan tajam. Baginya, karena kehadiran Lala semuanya kacau begini.


Devano dan Zaskia mengajak Kimmy pulang kerumah, tak ada gunanya berlama-lama di rumah sakit karena Tammy juga sudah menghilang.

__ADS_1


__ADS_2