
Keesokan harinya,
Devano meminta adiknya Zaskia untuk bersiap-siap, dengan malas Zaskia menuruti ucapan kakaknya. Setelah bersiap mereka pun segera sarapan bersama di meja makan.
"Bibi dan Paman selalu saja menjadi pengacau kehidupan ku!" gerutunya di dalam hati.
Bagaimana tidak? Sudah bagus rahasia dan wasiat itu di simpan, mengapa di beritahukan segala?
Rasanya, Zaskia ingin hari di mana paman dan bibinya datang tak pernah ada!
"Seharusnya paman enggak sakit kanker, jadinya enggak harus tobat dan memberikan segalanya;" gumamnya dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Devano.
"Zaskia, semua ini sudah takdir!"
"Takdir semacam apa kak? Mereka itu jahat dan tiba-tiba ingin menjadi pahlawan kesiangan?"
Kimmy menenangkan adik iparnya, semenjak kejadian kemarin Kimmy bisa mengintrol emosinya. Ia ingin menenangkan adik iparnya itu
"Kakak sedang tak ingin berdebat Zaskia!"
"Apa kakak mengira aku ingin berdebat? Enggak kak!"
"Zaskia!"
Huft!
Zaskia menyenderkan badannya di kursi, lalu membuang nafas dengan kasar
"Semua ini demi kebaikan kamu! Demi masa depan kamu,"
"Kak, kakak sudah berjanji kepada ku jika dia sudah memiliki istri, jangan pernah meminta ku menikah kepadanya oke?"
Devano setuju, lagipula ia tak akan membiarkan adiknya menjadi orang ketiga di rumah tangga orang lain
"Tentu saja, jika dia sudah menikah maka kakak akan mengenalkan mu dengan teman kakak! Ganteng loh, masih muda juga!"
"Kak, apa sih? Kenapa sekarang jadi main perjodohan begini? Kakak enggak suka aku tinggal sama kalian?"
Zaskia menatap kakaknya dengan mata yang berkaca-kaca, ia sadar selama ini dirinya selalu saja menyusahkan Devano juga kakak iparnya, namun kenapa harus di usir secara halus begini?
"Zaskia, bukan begitu! Kakak juga senang sekali kamu tinggal dengan kami. Namun, amanah dari mama dan papa juga harus kita laksanakan bukan?"
"Mama dan papa juga minta aku nikah sama Vero, kalau dia udah menikah yaudah enggak ada itu amanah-amanah!"
Kimmy meminta Devano untuk tidak berdebat di depan makanan
"Sudah lah Van! Jangan berdebat di depan makanan itu enggak baik, sebaiknya kita sarapan saja!"
__ADS_1
Devano dan Zaskia mendengarkan ucapan Kimmy, Zaskia kehilangan nikmat untuk makan.
Memikirkan menikah sudah membuatnya menjadi sangat pusing sekali
"Kenapa harus menikah sih?"
Lagi dan lagi, Zaskia merasa galau. Pernikahan sangat menakutkan baginya dan hal itu yang harus ia laksanakan?
*************
Setelah sarapan,
Mereka bertiga pergi ke kediaman rumah teman mama dan papanya "Kak, kita balik aja yuk? Malu tau, kita pihak wanita namun kita yang datang;"
Zaskia rasanya ingin memutar badan dan berlari jauh, namun Devano yang mengetahui rencana adiknya langsung menggenggam tangan adiknya
"Sudah diam!"
Devano, Kimmy juga Zaskia berjalan mendekati rumah teman mamanya itu. Menekan bel, dan menunggu penghuni rumahnya untuk keluar.
Terlihat seorang wanita paru baya yang begitu cantik membuka pintu, berdiri di luar pintu
"Siapa ya?" tanyanya dengan senyuman ramah
"Maaf, Tante kedatangan kami ke sini,"
Devano pun memperkenalkan dirinya dan juga Kimmy, Zaskia. Ia mengatakan kedatangannya ke sini
Wanita itu mempersilahkan Kimmy, Devano juga Zaskia untuk masuk.
********
Di ruang tamu,
Chyntia mempersilakan ketiganya untuk duduk, ia meminta pelayan untuk menghidangkan cemilan ringan juga teh.
"Enggak usah repot-repot Tante!"
"Enggak apa-apa sayang! Tante kangen banget sama kalian, Tante dan Vero selalu mencari kalian namun paman dan bibi kalian mengatakan jika kalian kabur dari rumah! Kalian menghilang, dan mereka juga mencari keberadaan kalian,"
Zaskia tak habis pikir, bisa-bisanya paman dan bibi memutar balikan fakta.
"Tante, lupakan saja! Pastinya kami sudah datang kesini. Dan ya Tante, apakah Vero sudah menikah?"
"Sudah!"
Ucapan wanita itu tentu membuat Zaskia senang, ia tersenyum lebar menunjukan giginya yang putih dan bersih
__ADS_1
"Tapi di dalam mimpi haha,"
Senyuman di wajah Zaskia langsung memudar, bisa-bisanya wanita itu bercanda. Devano dan Kimmy tertawa kecil, namun berbeda dengan Zaskia
"Maaf Tante, apakah ini sebuah lelucon?" tampaknya Zaskia sangat kesal dan emosi mendengar candaan yang dibawa oleh teman mamanya itu.
"Zaskia!" Devano menegur adiknya pelan
"Gimana mau menikah, Vero udah terikat dengan Zaskia sejak mereka kecil! Ya walau, kalian menghilang, namun Vero tidak niat untuk mencari wanita lain, dia setia dan percaya suatu saat nanti kekasih hatinya akan datang,"
Rasanya, Zaskia mau muntah mendengarkan ucapan itu
"Dasar lebay! Ibu dan anak sama saja!" batinnya, seharusnya lelaki itu menikah saja kan?
"Zaskia, kalian itu teman kecil. Vero sudah menyayangi kamu, dan tanpa kamu sadari sejak kecil kami sudah mengikat kalian dalam sebuah janji,"
Zaskia malas mendengarkannya, ia sudah lemas. Namun dirinya berpikir, akan berbicara dengan Vero saja. Siapa tau pria itu juga tak menginginkan pernikahan ini, ia hanya menghargai kedua orang tuanya saja.
"Maaf Tante, kalau boleh tau Vero di mana ya?"
"Vero lagi di kantor dengan papanya, dan udah memberikan kabar kalau dia dan papanya harus ke luar kota selama satu Minggu untuk mengurus pekerjaan penting,"
Sumpah enggak nanya! Ngapain harus di jelasin! ~batin Zaskia!
"Vero pasti sangat senang kalau tau Zaskia datang ke sini,"
Zaskia hanya tersenyum terpaksa saja, ia juga tak mau kurang ajar dengan orang yang lebih tua.
Setelah berbincang dengan lama, Devano berpamitan untuk pulang. Kedua keluarga akan bertemu seminggu lagi setelah Vero pulang dari luar kota untuk membicarakan tanggal pernikahan, sebelumnya Devano juga sudah memberikan surat amanah dari mamanya terlebih dahulu.
Chyntia memeluk Zaskia dengan erat "Calon menantu mama jaga diri baik-baik ya sayang, sabar seminggu lagi calon suami kamu akan pulang,"
Zaskia merasa sangat jijik, bukan karena di peluk dan dicium oleh teman mamanya itu namun karena mendengar kata 'Calon Suami'
Devano dan Kimmy hanya tersenyum, melihat Zaskia di sayang dengan tulus membuat Devano merasa lega. Ia lega jika adiknya nanti akan di perlakukan seperti layaknya anak di rumah itu. Namun, ia juga harus mengetahui bagaimana sifat Vero, ia tak mau adiknya menikah di tangan orang yang salah.
Ketiganya segera kembali ke rumah.
**********
Zaskia masuk ke dalam kamar dengan perasaan galau, kenapa kakaknya begitu cepat menentukan tanggal pernikahan?
Apa aku kabur saja? Agar kakak tak bisa menikah kan aku dengannya? ~ujar Zaskia
"Kamu bisa pergi ke mana pun yang kamu mau Zaskia, tapi apakah dengan kamu pergi bisa menyelesaikan masalah? Zaskia, pernikahan ini bukan keinginan kakak mu," Zakia bangkit, menoleh ke arah suara itu berasal, Kimmy mendekati adik iparnya
"Zaskia, kamu tau bagaimana Devano sangat menyayangi kamu bukan? Jika dia memang tidak suka kamu tinggal dengan kami, pasti kamu sudah di minta dan di paksa menikah sejak dulu, kenapa baru sekarang? Karena sekarang, itu pemintaan dari almarhum kedua orang tua kalian,"
__ADS_1
Zaskia memeluk Kimmy, ia menangis "Kak, kenapa mama dan papa meminta hal yang aku enggak suka?"
"Mereka sayang kamu Zaskia! Mereka ingin yang terbaik untuk kamu, kamu harus mengerti itu semua sayang! Mama dan papa tau bagaimana keluarga temannya itu, dia yakin anaknya akan merasa bahagia jika kamu menikah dengan keluarga itu,"