
Namun, makanan itu berserakan di lantai. Dengan sabar Devano mengutip dan membersihkannya.
Tammy melihat apa yang dilakukan oleh iparnya itu "Apa yang kau lakukan?"
"Kelihatannya?"
Bukannya menjawab, Devano justru memberikan pertanyaan balik kepada Tammy "Kurang ajar, beraninya kau!" Tammy berteriak, namun perutnya terasa sakit
"Udah, kalau lagi sakit jangan marah-marah! Mending diem, dan nurut aja. Biar cepat sembuh dan bahagia,"
"Kenapa kau membawa-bawa tentang bahagia?" Kesal Tammy kembali
Devano dengan santainya lagi menjawab "Coba ingat, kapan terakhir kali kamu bahagia tanpa adanya dendam dan kebencian?"
Tammy terdiam, bahkan ia sendiri tidak mengingat kapan ia bahagia dan tenang.
"Keluar sana!" Tammy mengusir, namun Devano tak mendengarkannya
"Iya saya keluar kalau anda sudah makan!"
"Memangnya siapa kau yang berani mengatur ku?"
Tammy membanting vas bunga yang ada disampingnya. Namun, Devano masih saja santai membersihkan makanan yang ada di lantai itu.
"Dasar pria tidak tahu malu!" Tammy berulangkali menghinanya namun Devano seakan bersikap tuli tidak memperdulikan ucapan Tammy
"Apa yang harus aku lakukan biar kamu keluar dari ruangan ku?"
"Makan! Simple!"
Tammy menghela nafas dengan kasar "Oke aku makan!"
Akhirnya Tammy menyerah, setelah membersihkan makanan yang berserak itu Devano kembali membuka kotak baru. Ia menyuapi Tammy makan
Tammy memakannya dengan terpaksa, bahkan menatap Devano dengan kesal
"Habis ini keluar kamu dan jangan kembali lagi!"
"Bahkan, aku akan tiga kali sehari kesini untuk memastikan kamu makan dan minum obat, jika tidak mau aku berlama-lama di sini, makan makan saja tanpa protes dan drama!"
__ADS_1
"Daripada mengurusku! Lebih baik urus saja istri mu yang sedang hamil anak haram kalian itu!"
Devano menghentikan aktifitasnya, menatap Tammy dengan kesal. Tammy yang melihat tatapan maut itu langsung ketakutan
Apakah pria ini akan menyakitinya seperti yang dilakukan oleh Rama?
Namun, nyatanya tidak "Kamu perempuan, jadilah perempuan yang manis dan menjaga ucapannya. Ingat kata pepatah, mulut mu harimau mu! Dan aku yakin, keberadaan mu disini ini semua karena ucapan mu sendiri kan? Itu sebabnya suami mu kehilangan kendali dan menghajar mu habis-habisan seperti ini,"
Tammy terdiam, memang selama bertahun-tahun ini Rama selalu sabar dengan ucapannya yang selalu menghina dan menyakiti Rama. Namun, ia sangat mencintai suaminya bahkan ia rela membunuh kedua orang tuanya hanya demi Rama saja.
"Kamu enggak tahu apa-apa tentang aku, jadi enggak usah sok tahu!"
"Iya emang enggak tahu apa-apa, tapi kalau tingkah kamu begitu anak kecil juga paham!"
"Kenapa kamu sama-samakan aku dengan anak kecil?" Terlihat ia menjadi kesal kembali, Tammy sudah dewasa namun pria itu menganggapnya seperti anak kecil
"Kamu enggak tahu usia aku dua puluh lima tahun? Kenapa bilang seperti anal-anak?"
"Iya usia juga enggak menjamin kedewasaan seseorang! Buktinya aja tingkah dan sifat mu,"
Setelah selesai makan, Devano memberikan Tammy obat agar ia minum.
Semuanya sudah selesai, tanpa mengatakan apapun Devano pergi keluar dari ruangan itu
*******
Ia keluar ruangan, terlihat Kimmy sudah menunggunya di luar "Gimana? Mau dia makan?"
Devano mengangguk, Kimmy memeluknya dan mengucapkan terimakasih banyak "Terimakasih ya, kamu udah mau sabar menghadapi Tammy. Pasti dia sulit di luluhkan?"
"Tidak terlalu sulit, hanya perlu sedikit tuli saja,"
Kimmy tersenyum, ia mengajak suaminya pulang "Yaudah kita pulang yuk? Malam nanti kita kesini lagi, kamu paksa dia makan dan minum obat lagi ya? Dengan begitu, dia akan cepat sembuh,"
Devano mengangguk, semua ia lakukan demi Kimmy saja. Jika bukan karena Kimmy ia tidak akan melakukan itu untuk Tammy.
********
Zaskia duduk di taman, ia merenung. Rasanya malas sekali kembali belajar dikampus dengan orang-orang palsu seperti ini. Namun, ia tidak bisa mengecewakan almarhum kedua orang tuanya, perjuangan Devano dan juga kebaikan Kimmy.
__ADS_1
Ia yakin, membeli kampus itu tidak murah. Mengapa Kimmy melakukan ini semua hanya demi dia?
"Hai, Zaskia!" Zaskia kaget, Dio mantan kekasihnya yang menegur bahkan tanpa ragu duduk di sampingnya
"Zaskia, aku minta maaf ya? Atas semua perlakuan aku selama ini sama kamu, sebenernya aku masih sayang dan cinta banget sama kamu. Aku putusin kamu terpaksa, aku di ancam oleh Manissa, kalau aku enggak mutusi kamu dan pacaran sama dia. Dia akan menyakiti kamu,"
Zaskia hanya tersenyum sinis dan menggelengkan kepalanya "Segitu sayangnya ya kamu sama aku? Makanya enggak bisa lihat aku disakiti sama Manissa?"
Dio mengangguk dengan cepat "Kamu kan tahu gimana sayangnya aku sama kamu kan? Aku cinta banget sama kamu!"
"Kalau gitu, kamu jauhi aku lagi ya? Kamu enggak mau kan kalau Manissa nyakiti aku?"
Dia menatap Zaskia "Sayang, sekarang sudah aman! Kampus ini milik kamu, dia enggak akan berani macam-macam lagi sama kamu. Dan aku bisa kembali lagi sama kamu!"
"Tapi aku enggak mau!" Zaskia menepis tangan Dio "Dengar ya! Sekali lagi kamu dekati aku! Ganggu aku, kamu tahu akibatnya bukan?"
Zaskia pergi meninggalkan Dio seorang diri di taman, pria itu kesal
"Sombong sekali dia, awas saja!"
Zaskia kembali ke kelas, tangannya gemetar. Sebenarnya, ia masih mencintai Dio namun mengingat semua perlakuan Dio selama ini terhadapnya, ia tidak akan tergoda lagi. Manissa mendatangi bangku Zaskia
"Jangan karena kampus ini milik kamu, kamu bisa seenaknya caper sama pacar aku!"
Zaskia menoleh pandangannya ke atas sedikit, menatap mantan sahabatnya "Ikat aja pacar mu dan bilang jangan dekati aku lagi!"
"Sial!"
Manissa ingin menampar Zaskia, namun Dio datang dan mendorong Manissa
"Jangan kurang ajar kamu sama dia!"
Manissa kaget, hanya demi wanita itu pacarnya mendorongnya sampai jatuh?
Anak-anak lain menyaksikan kejadian itu, Zaskia malas melihat drama yang ada memilih bangkit dan pergi dari kelas
Ia tak mau terlibat drama antara kedua pasangan itu.
Zaskia duduk di kursi depan kelas, dosen pun berjalan mendekati kelas. Kericuhan itu membuat dosen datang untuk menghukum Dio dan Manissa karena sudah menganggu ketenangan Zaskia. Kini, Zaskia menjadi anak emas bagi dosen-dosen tersebut. Karena karir mereka ada ditangan Zaskia.
__ADS_1
Dio dan Manissa segera dipanggil keruangan Dekan. Zaskia masuk ke kelas untuk memulai pelajaran, banyak siswa dan siswi yang mencoba mendekatinya namun Zaskia tidak percaya lagi dengan siapapun. Ia hanya fokus dengan pendidikannya saja
Demi kakak dan kakak iparnya ia harus berjuang, ia akan mendapatkan nilai yang bagus. Ia akan membanggakan keluarganya, dan membuktikan kepada orang-orang bahwa ia Zaskia wanita yang pernah tinggal di kolong jembatan, bisa kembali bangkit dari keterpurukannya.