
Laras masih bungkam mendengar ucapan wanita yang ada didepannya "Saya tidak mengerti, Kimmy dan Tammy adalah keponakan anda. Namun mengapa anda bersikap tidak adil dan lebih berat dengan sebelah kasih sayangnya "
Laras menatap Cyntia dengan mata yang berkaca-kaca, ia pun mengatakan jika dirinya adalah saksi hidup bagaimana Tammy diperlakukan secara tidak adil sejak kecil dan juga keponakannya harus menangis setiap harinya
"Anda tidak tau apapun tentang keluarga kami jadi sebaiknya anda jangan pernah ikut campur! Apakah anda tau bagaimana sakitnya saat melihat Tammy setiap hari, setiap menit dan detiknya selalu menangis? Di permalukan? Apa anda tau?"
Cyntia menggeleng kepalanya "Tidak! Saya memang tidak tau tentang hal itu, namun anda tau pasti bukan gimana rasanya? Jika anda tau bagaimana sakitnya Tammy diperlakukan secara tidak adil lalu mengapa anda membuat kesalahan yang sama? Apa anda mengira jika anda adil? Lihat! Kasih sayang yang berlebihan membuat semuanya hancur. Dulu, kedua orang tua Kimmy dan Tammy bersikap tidak adil. Dan siapa yang menderita? Kimmy! Kimmy menderita karena kasih sayang yang begitu berlimpah dari kedua orang tuanya. Dan sekarang, anda melakukan kesalahan yang sama bukan? Kasih sayang anda yang terlalu berlebihan menghancurkan Tammy! Menghancurkan masa depannya!"
Laras terdiam, ia mengatakan jika semua ini dia lakukan demi kebahagiaan Tammy "Saya tantenya! Semua ini saya lakukan demi kebaikan Tammy!"
"Kebaikan apa yang anda maksud? Tammy akan semakin menderita dan sengsara. Dia harus kembali menyerahkan semua miliki Kimmy yang selama ini dia anggap adalah miliknya! Anda memberikan dia harapan yang enggak bisa ia dapatkan!"
Cyntia ingin Laras mengerti, namun cintanya membuat Laras menjadi buta
__ADS_1
"Nyonya Laras, anda lihat! Sekarang ini Tammy sedang sedih dan menderita, saya sedih dengan keadaannya dan posisinya sekarang. Namun yang membuatnya berada dalam posisi ini adalah anda! Tantenya sendiri!"
Laras berusaha tenang, meneguk teh itu dengan elegan namun tak bisa dibohongi dirinya juga merasa khawatir. Terlihat jelas dengan tangannya yang gemetar memegang gelas teh tersebut
"Tidak ada yang bahagia dengan ini semua, semuanya menderita. Banyak orang yang tersakiti dan itu semua karena ide gila anda sepuluh tahun yang lalu!"
"Cukup! Tammy dan Kimmy adalah keponakan saya! Queen juga cucu saya, saya tau apa yang terbaik untuk anak dan cucu saya! Anda jangan mengajari saya!"
Laras yang kesal menatap tajam Cyntia, Cyntia hanya tersenyum
Cyntia segera bangkit dan pergi meninggalkan Laras seorang diri di cafe
"Aku harus memikirkan sesuatu, aku enggak bisa melihat Tammy menangis dan menderita lagi!"
__ADS_1
Apapun akan dilakukan oleh Laras untuk kebahagian Tammy. Dia sangat menyayangi Tammy, jika memang harus mengorbankan perasaan dan kebahagiaan Kimmy sekaligus dirinya tak perduli. Prioritas pertamanya adalah Tammy
"Sayang! Selama Tante masih hidup kamu jangan khawatir nak! Tante akan memastikan kebahagiaan dan kebaikan kamu! Tante rela melakukan apapun agar kamu hidup dengan tenang dan damai!"
Laras seakan memikirkan sesuatu,.lalu senyuman licik terlihat jelas dari wajahnya.
********************
Devano dan Tammy menjemput Kimmy, mereka akan membawa Kimmy kembali kerumah. Bagaimana pun kedepannya Tammy sudah siap menerima semua konsekuensi yang ada. Ini salahnya jadi ia harus menanggung semua kesalahannya sendiri
"Aku ikut dengan mu? Apakah suami mu tidak keberatan?" Kimmy menolak saat Tammy mengajaknya pulang kerumah. Devano mengatakan kepada Kimmy jika dirinya tak merasa keberatan
"Tidak keberatan! Jangan sungkan dan anggap saja rumah itu juga rumah mu,"
__ADS_1
Tammy menahan rasa sakitnya walau ia tau apa yang Devano katakan memang benar namun mengapa sesakit ini mendengarnya?