
Bagai buah simalakama untuk Devano, jika Bintang mengenalnya sebagai seorang paman suami dari kembaran mamanya, tentu saja Bintang kelak tak ada kebencian kepada Devano, Kimmy dan anak mereka. Namun, tentu itu akan membuat Bintang sedih. Ia tak tau siapa papanya, tidak mendapatkan kasih saja dan identitas dari Devano namun jika Devano memberikan hak Bintang sebagai anak tentunya kelak Bintang akan membenci Devano dan juga Kimmy.
Ia akan menganggap, Kimmy dan anak-anaknya kelak telah merebut kebahagiaan Tammy dan juga dirinya.
Devano terlihat gusar, ia memikirkan masa depan Bintang namun juga anak yang ada didalam kandungannya.
"Nak, sudah selesai ini!" Devano di kaget kan oleh pemilik warung
"Makasih banyak Bu, anda sangat berjasa untuk saya!" tak segan Devano memberikan uang satu juta sebagai ucapan terimakasih
"Nak, ini terlalu banyak!"
Devano tersenyum "Ini hadiah untuk orang baik seperti anda!"
Devano berpamitan untuk pulang, membawa pesanan Kimmy. Ia merasa senang karena bisa membantu orang lain.
Dulu, saat ia masih menggunakan harta kekayaan orang tuanya, Devano tak pernah perduli dengan orang-orang sekitar yang membutuhkan. Hingga akhirnya, dunia merubah segala. Membuatnya menjadi pemulung dan hidup di kolong jembatan.
__ADS_1
Devano masuk ke dalam mobil, ia berencana untuk menghubungi Tammy
Setidaknya ia harus mencari tau tentang kabar Bintang, bagaimana pun Bintang juga anak yang ia angkat dari panti asuhan, Devano mempunyai tanggungjawab kepada anak tersebut.
Namun, mengingat pemintaan Tammy sebelum pergi ia mengurungkan niatnya. Hanya bisa berdoa untuk kebaikan Tammy dan juga Bintang .
Devano harus menghargai keputusan wanita yang pernah menjadi istrinya itu. Namun sering kali Devano memikirkan kabar Tammy apakah wanita itu masih muda sedih?
"Tammy, semoga kamu baik-baik saja menjaga anak kita,"
Hanya itu harapan Devano, semuanya membaik seperti adanya.
***********************
Clara merenung,
Memikirkan ucapan Devano
__ADS_1
Apakah dirinya harus meng-cancel untuk menangani Kimmy? Namun jika ia membatalkan itu, sama saja dirinya tak profesional kan?
"Aku harus apa? Apakah aku harus melanjutkan atau membatalkan untuk menangani istrinya itu? Tidak Clara! Kamu harus bersikap profesional selayaknya seorang psikolog jangan mengingat atau melibatkan masa lalu yang tidak penting. Jangan hanya karena masa lalu itu, integritas kamu sebagai seorang psikolog hancur!"
Clara meyakinkan diri, walau sebenarnya ia tak yakin. Clara pasti akan sering bertemu dengan Devano, pria yang selalu menghina dan juga mengkhianati cintanya.
"Aku harus profesional! Clara, kamu pasti bisa!"
Clara masih gusar, bukannya ia tak mau membantu Kimmy. Namun, jika terus bertemu dengan Devano itu tak akan baik untuk hatinya apalagi dengan ucapan Devano yang sangat pedas dan menyakiti hatinya itu
"Aku enggak boleh lemah kan?"
Clara sepertinya sedang berperang dengan pikiran dan juga hatinya. Pertemuan itu mampu membuatnya menjadi tidak waras.
"Pria brengsek! Aku sudah berusaha sembuh dari trauma ku selama bertahun-tahun, aku juga berusaha bangkit namun dalam sekejap usaha ku sia-sia?"
Bukannya Clara enggak bisa move-on namun siapapun yang pernah mendapatkan perlakuan manis Devano tak akan pernah muda melupakannya.
__ADS_1
Clara menatap dirinya di cermin dengan keadaan yang kacau
"Kenapa masalah yang sama hadir lagi? Apa aku bisa? Badai kemarin emang besar, namun ini jauh lebih besar rasanya seperti mau stunami saja!" Ujarnya dengan sendu.