
Badai yang di maksud oleh Clara adalah Devano. Dulu, ia harus melupakan Devano namun dirinya pergi jauh. Dan tak pernah bertemu lagi dengannya, namun sekarang? Dirinya harus menahan emosionalnya, setiap hari bertemu dengan Devano bahkan menjadi psikolog pribadi untuk istrinya Devano.
Dirinya tak ada masalah dengan Kimmy, namun perasaannya dengan Devano?
**************
Di sisi lain, ada Namira yang menangis dan khawatir dengan keadaan mertuanya.
"Bagaimana kabar mama? Aku terlalu kekanak-kanakan, andai aku tidak melibatkan mama dan papa ini semua tidak akan pernah terjadi,"
Dirinya menangis,
Kevin pulang kerumah bersama kedua orang tuanya
"Mama,"
"Nak,"
"Ma, mama harus istirahat! Kondisi mama sangat lemah, jangan menghabiskan waktu dengan sia-sia!" seakan Kevin menyindir Namira dan membuat Namira sadar jika dirinya tidak penting namun Namira tak mau berdebat, ia melihat wajah mamanya yang pucat
"Namira sayang, mama minta maaf ya nak? Karena anak mama, kamu harus menderita!"
Mamanya Kevin menangis, Namira meminta ibu mertuanya untuk tenang
"Jangan menangis ma! Semuanya akan baik-baik aja, yang penting mama harus sembuh dulu ya?" Ujar Namira dengan mata yang berkaca-kaca, Kevin membawa mamanya masuk ke dalam kamar dan mengabaikan Namira..
"Nak, kamu harus sabar ya? Papa bungkam karena papa memikirkan kesehatan mama, dokter mengatakan jika mama kamu stres, itu tak akan baik untuk kesehatannya,"
Namira mengangguk "Tak masalah pa! Namira baik-baik aja, papa jangan khawatir ya pa? Yang penting saat ini kesembuhan mama,"
Di kamar
Mamanya Kevin hanya diam, ia merasa gagal menjadi orang tua
"Saya gagal, saya gagal mendidik kamu!"
"Ma, ini semua bukan kesalahan Kevin!"
"Iya Kevin, ini bukan kesalahan kamu! Tapi ini kesalahan saya, saya yang telah gagal mendidik kamu! Sehingga kamu menjadi seperti ini! Ini bukan kesalahan kamu kok!"
"Ma, tolong jangan katakan itu!"
Kevin sedih, seakan dirinya orang asing bagi sang mama.
"Mama tau bagaimana Kevin sangat menyayangi mama bukan?"
Mamanya memalingkan wajah ke sembarang arah, Kevin sedih dengan sikap mamanya yang begitu dingin
"Ma, jangan seperti ini! Kevin sayang sama mama,"
Mamanya Kevin menoleh ke arahnya
"Di abaikan oleh orang yang kita sayang itu sakit dan sangat membuat kita menderita, apalagi enggak di anggap sama sekali. Begitu lah yang istri kamu rasakan! Hatinya hancur, dunianya terasa runtuh saat mengetahui suaminya menganggap dirinya meninggal!"
Kevin terdiam, ucapan mamanya membuat Kevin sedikit sadar.
"Kamu lihat pengorbanannya selama ini! Dia gadis yang cantik dan pintar harus menikah dengan suami kakaknya yang sudah meninggal dunia demi masa depan anak kakaknya! Ia mengorbankan masa depannya, impiannya demi kamu dan Tammy. Namun apa balasan kamu? Kamu enggak pernah anggap dia, kamu enggak anggap dia, kamu anggap dia meninggal. Dan lebih parahnya kamu membawa anak kakaknya ke wanita lain!"
__ADS_1
"Kevin,"
"Iya ma?"
Kevin menatap mamanya
"Apakah kamu mengira dia mencintai kamu sebelum kalian menikah?"
Kevin terdiam
"Tidak nak! Dia tidak mencintai kamu saat kamu masih menjadi suami kakaknya, ia memiliki kehidupan lain, memiliki pasangan lain. Namun, demi masa depan Tammy, ia harus mengorbankan semuanya. Itu semua demi anak kamu, lalu apakah ini adil untuk dia? Di saat dia sudah mengabdikan hidupnya, cintanya kamu menyakitinya? Apakah adil nak?" Kevin menangis, betapa bodohnya dia
"Kamu enggak mencintai dia, enggak apa-apa nak! Cinta butuh waktu dan jangan memaksa. Tapi setidaknya kamu harus menghargai nya, hargai cintanya, hargai komitmen dan janji pernikahan kalian!"
"Ma, maafin Kevin!" Mamanya menggeleng "Jangan dengan mama! Minta maaf kepada istri kamu! Ubah semuanya! Jangan membuat kesalahan lama terulang kembali! Kamu bukan anak kecil lagi nak!"
Kevin mengangguk "Iya ma, maafin Kevin ma! Setelah itu, Kevin akan meminta maaf dengan Namira!"
Tiba-tiba dada mamanya Kevin sesak "Ma?" Kevin terlihat panik. Ibunya menghembuskan nafas terakhirnya di dalam pelukan Kevin. Kevin pun menjadi hancur dan menangis.
Suara teriakannya membuat papa dan juga Namira masuk
"Ada apa Kevin?"
"Ada apa mas?"
Mereka melihat ibunya Kevin sudah tak bernyawa, semuanya terasa hancur dan menangis.
"Mama!"
"Ma, bangun!" Namira meminta mertuanya bangun, ia merasa bersalah. Ini semua kesalahannya! Harusnya ia tak membuat keributan hingga mama mertuanya menjadi drop dan kini meninggal dunia.
Tammy mencari negara yang cocok untuk ia dan Bintang.
"Kemana ya?" ia juga harus memikirkan masa depan untuk anaknya, hanya Bintang yang dirinya punya.
Walau Bintang hanya anak angkat, namun Tammy sangat menyayangi dan mencintai Bintang dengan segenap jiwanya.
Ia sudah bersumpah akan menyayangi dan mencintai Bintang. Ia akan memberikan masa depan terbaik untuk anak angkatnya itu.
Ting!
Satu notif dari ponselnya
Kak, boleh kan aku dan kak Devano menjenguk Bintang? Jika boleh, besok kami kan terbang kesana menggunakan pesawat ~ Zaskia
Tammy menghela nafas panjang, ia bingung. Namun, dirinya juga enggak bisa memisahkan Bintang dari papanya, bagaimana pun Devano juga sudah menjadi papanya Bintang.
Tapi, kalau ia mengizinkan Devano dan Zaskia ke sini, bagaimana dengan Kimmy? Ia tak mau Kimmy menjadi salah paham, Tammy nggak mau menyakiti hati saudara kembarnya sendiri.
"Aku harus balas apa?" Gumamnya bingung, ia menoleh ke arah Bintang. Anak sekecil itu juga membutuhkan kasih sayang dan perhatian seorang ayah. Walau Tammy sudah mencurahkan kasih sayang yang begitu besar untuk Bintang itu tak akan cukup pastinya.
Ting!
Pesan kembali datang dari Zaskia
Kak, tolong untuk sekali ini saja! Kami juga merindukan Bintang, jangan pisahkan kami dari Bintang. Kakak jangan khawatir dengan Kak Kimmy, kak Kimmy selama satu Minggu ke depan ada jadwal untuk kontrol ke psikolog, jadi kak Kimmy enggak di rumah! ~ Zaskia.
__ADS_1
Tammy membacanya kaget
"Psikolog? Apakah Kimmy masih berduka dengan kepergian Kayla!"
Memang, tak mudah melupakan dan mengikhlaskan kematian dari separuh kehidupan kita. Namun, apakah harus separah itu.
Tammy hanya berdoa untuk keselamatan, kesembuhan dan juga kebahagiaan saudara kembarnya itu.
Saat Tammy sudah mulai bangkit dari keterpurukan, Kimmy justru terjebak dalam kesedihan yang panjang.
Tammy membalas pesan Zaskia
Maaf Zaskia, namun saat ini aku dan Bintang sedang liburan. Aku sangat senang kalian mau datang, namun maaf sekali, semoga lain waktu kita bisa bertemu. Salam untuk Devano, dan juga Kimmy. Tolong jaga kembaran aku ya hingga sembuh dan suatu saat nanti kita akan berkumpul semuanya menjadi keluarga yang lebih baik ~ Tammy
Pesan itu terkirim,
Ia masih menolak untuk bertemu dengan Devano juga Zaskia. Saat ini, Kimmy lebih membutuhkan mereka, sangat enggak baik kalau mereka menemui Tammy sedangkan di sisi lain, Kimmy berjuang untuk masa depannya.
"Aku ingin kalian menemani Kimmy di saat masa-masa terpuruknya. Dan di saat ia bisa keluar dari masa sulit itu, kita akan bertemu dan berkumpul untuk melampiaskan kerinduan ini!" Ujarnya kembali
**********
"Kak, kak Tammy masih sama. Selalu menolak kedatangan kita," Devano hanya diam, ia tahu dengan jawaban Tammy yang akan selalu menolak jika Devano dan Zaskia ingin berkunjung.
"Kak, sabar ya! Aku yakin suatu saat nanti kak Tammy akan mengizinkan kakak bertemu dengan Bintang,"
Devano menatap adiknya "Kakak ini juga papanya Bintang, namun kenapa hak kakak di ambil? Apa salah bertemu dengan anak sendiri?"
Devano terlihat gusar, ia tak ingin kembali dengan Tammy ia hanya ingin bertemu dengan Bintang saja.
"Kak, sudah! Nanti kak Kimmy mendengarnya, ia akan sedih!"
Zaskia menuang sebagai bandrek ke gelas dan akan diberikan kepada Kimmy.
Beberapa menit lalu
Saat Devano sampai kerumah, wajahnya terlihat sedih. Zaskia pun menghampiri kakaknya
"Kak, gimana dapat bandreknya?" Devano memberikan bungkusan itu kepada sang adik membuat Zaskia tersenyum senang. Lalu ia menatap kakaknya yang sedih.
"Apa apa kak?" Zaskia mendekati Devano yang terlihat murung. Awalnya Devano tak ingin memberitahu
"Kak, tolong katakan kepada Zaskia ada apa?"
"Tadi saat kakak membeli ini, kakak melihat anak bayi yang digendong oleh ibunya,"
Zaskia langsung memahami kakaknya "Kakak merindukan Bintang?" Devano mengangguk
Zaskia meminta kakaknya tenang "Kak, tenang aja ya? Zaskia akan memberikan pesan kepada kak Tammy. Agar besok kita bisa menemui mereka,"
Devano menggelengkan kepalanya "Enggak mungkin! Tammy pasti tak akan setuju,"
"Kita coba dulu ya kak?"
Zaskia segera memberikan pesan WhatsApp kepada Tammy, berharap agar wanita itu memberikan izin. Namun jawaban Tammy membuat Devano semakin kecewa.
********
__ADS_1
Zaskia sudah berusaha, namun ia juga menghargai keputusan Tammy. Menjadi Tammy juga tak mudah, ia harus meninggalkan suaminya dan mengikhlaskan suaminya dengan kembarannya sendiri. Lalu, ia membawa anak yang masih sangat kecil. Hidup di negara orang seorang diri dan mengurus Bintang sendirian.
Namun, Zaskia selalu berdoa agar suatu saat Tammy mengizinkan Devano bertemu dengan Bintang.