Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 92 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Dengan gemetar, Tammy tersenyum kepada Kimmy "Yang punya ku sekarang ini juga punya mu, jangan sungkan ikut bersama ku ya?"


"Tidak! Mana mungkin yang milik mu menjadi milikku, nanti suami dan anakmu aku ambil lagi haha,"


Wajah Tammy langsung berubah menjadi sedih, bukan Kimmy yang mengambilnya namun Tammy lah yang mengambilnya


"Aku bercanda, maafkan aku!"


Tammy mengatakan jika dirinya tak keberatan dengan semua itu "Aku tidak masalah kok!"


"Sebaiknya kita pulang sekarang, anak-anak pasti sudah menunggu,"


Tammy mengangguk, terlihat jelas dari raut wajah Devano jika pria itu sangat semangat untuk membawa Kimmy pulang kerumah, Tammy pun tak merasa keberatan namun yang membuatnya takut adalah ia semakin jauh dengan Queen.


"Sayang,"


Tammy, Kimmy dan Devano melihat ke arah pintu. Itu adalah Laras "Tante," Tammy berjalan mendekati tantenya, Laras pun memeluk Tammy seakan memahami kesedihan yang dialami oleh keponakannya itu.


"Kimmy, kamu ikut Tante pulang kerumah tante ya?"


"Maaf, kamu siapa?"


Laras melepaskan pelukannya dengan Tammy, lalu berjalan mendekati Kimmy "Saya Tante kalian, dan saya adalah orang tua pengganti kalian. Jadi, kamu mulai sekarang tinggal dengan Tante ya?"


Kimmy hanya mengangguk tersenyum "Iya Tante, maaf jika saya tidak mengingat Tante,"


"Ya tidak apa!"


Laras memasang senyuman palsu terhadap Kimmy "Tapi Tante, Kimmy akan pulang bersama kami," Tammy pun memberikan pengertian kepada tantenya


"Sayang, Tante ini bukan hanya Tante untuk kalian. Namun Tante juga ibu untuk kalian, sebagaimana seorang ibu harus merawat anaknya yang sedang sakit bukan? Kimmy sedang sakit, dan dia membutuhkan ibunya. Lagipula, kalian memiliki keluarga, kamu juga harus mengurus anak-anak kamu bagaimana kamu bisa mengurus Kimmy?"


"Tante, ada saya yang akan membantu Tammy-,"


Laras menatap Devano dengan tajam "Saat ini kamu suaminya Tammy! Kamu enggak bisa menempatkan dua ratu dalam satu atap! Biarkan dia bersama Tante sampai ingatannya pulih!"


"Menempatkan dua ratu dalam satu atap? Maksudnya apa?"


Kimmy kebingungan dengan ucapan Laras, Laras pun menoleh ke arah Kimmy "Kimmy, bagaimana bisa kamu tinggal dengan saudara kembar mu sementara dia sudah mempunyai suami dan anak. Lebih baik kamu dengan Tante saja ya! Jangan membuat mereka repot!"


"Tante, Kimmy tinggal dengan kami saja," Tammy tetap mempertahankan agar Kimmy tinggal dengan dirinya namun Kimmy menolak dan lebih memilih tinggal dengan Tante mereka


"Tidak! Yang Tante bilang itu emang benar, lebih baik aku tinggal dengan Tante,"


"T-tapi!"


Devano terlihat ingin protes namun tak bisa, ia mengingat ucapan dokter yang mengatakan agar jangan memaksa Kimmy untuk berfikir dengan keras. Devano memilih mengalah dan bungkam


"Kalau itu maunya Kamu ya sudah enggak apa-apa!"


Kimmy tersenyum, ia memeluk Laras. Sebenarnya Laras enggan untuk merawat Kimmy namun ini semua demi kebaikan Tammy


"Tante, Tammy mau bicara dengan tante sebentar ya?"


"Kenapa sayang? Bicara di sini saja jika menyangkut tentang Kimmy! Tante enggak mau suami kamu menganggap kamu dan Tante bekerja sama!"


Tammy menatap suaminya, Devano hanya diam seperti menahan geram

__ADS_1


"Kita pulang sekarang ya Kimmy?" Kimmy mengangguk, Laras segera membawa Kimmy kembali kerumahnya


Setelah kepergian Kimmy dan Laras. Devano membanting barang yang ada disebelahnya


"Kenapa Tante kamu melakukan ini semua? Apa dia sengaja ingin menjauhkan Kimmy dengan anaknya? Iyakan? Apakah ini semua rencana jahat Tante kamu!"


Devano membentak Tammy, Tammy menatap Devano "Jika kamu ingin kembali dengan istri mu katakan yang sebenarnya dengan Kimmy! Ambil hak mu dan berikan haknya! Aku tidak perduli, tapi jangan pernah kamu mengatakan hal yang buruk tentang Tante ku!"


Tammy tidak suka jika ada yang mengatakan hal buruk tentang tantenya, bagaimana pun bagi Tammy, tantenya sudah seperti ibu kandungnya sendiri


"Apa aku yang meminta mu menikah dengan ku? Apa aku yang meminta mu untuk menjadi ibu Queen? Tidak kan? Kau yang membuat keputusannya, jika menurut mu Tante ku jahat kenapa waktu itu kau setuju dengannya Dev! Kenapa?"


Tammy terlihat kesal, matanya pun berkaca-kaca "Maafkan aku Tammy! Sungguh aku nggak bermaksud membuat kamu sakit hati atau tersinggung!"


Devano pun meminta maaf kepada Tammy, ia sadar ucapannya sudah membuat Tammy terluka "Aku hanya tidak bisa melihat Kimmy terus jauh dengan anaknya,"


Devano mengatakan tanpa memikirkan perasaan Tammy, lalu bagaimana dengan Tammy nantinya? Ia akan jauh dengan Queen. Padahal Tammy sudah menganggap Queen seperti anaknya sendiri.


"Aku hanya ingin Kimmy bertemu dengan anaknya sekali saja,"


Keinginan Devano juga tak salah "Besok kita akan membawa Queen kerumah tante Laras, jika perlu sekarang! Kita jemput Queen dan mengajaknya kerumah tante Laras!"


"Bener sayang?"


Tammy mengangguk, Devano tersenyum lalu memeluk Tammy "Terimakasih banyak! Kamu begitu sangat pengertian! Kamu istri yang sangat pengertian! Aku sangat menyayangi kamu!"


Tammy tak menjawab pertanyaan dari Devano, mereka pun segera kembali kerumah. Kimmy yang masih bingung menatap seluruh rumah tantenya, ia ingin menemukan jawaban yang ada di kepalanya


Kimmy melihat banyak Poto, namun ia tak tau apakah itu dirinya atau Tammy "Maaf tante, begitu banyak gambar namun itu aku atau Tammy?"


Laras menatap Kimmy dengan tajam, lalu tersenyum "Tentu saja itu kamu sayang! Kamu kan tau jika Tante sangat menyayangi kamu makanya Tante ingin kamu tinggal dengan Tante,"


"Iy-iya karena tante dari dulu kan sayangnya sama kamu,"


Laras berbohong, semua itu ia lakukan agar Kimmy mau tinggal dengannya


"Di mana kamar aku Tante?" Laras terdiam, sebenarnya ia tak rela memberikan kamar Tammy kepada Kimmy, namun demi kebaikan dan ketenangan Tammy. Laras terpaksa harus memberikan kamar Tammy


"T-tentu saja ada,"


Laras pun menunjukan kamar Tammy untuk Kimmy


"Ini kamar kamu,"


"Wah indah sekali Tante! Kamarnya sangat bagus,"


"Iya tentu saja, kamar ini untuk kesayangan ku!"


Kimmy memeluk Laras "Terimakasih banyak Tante, maaf tante jika Kimmy melupakan Tante padahal Tante sangat menyayangi aku,"


Laras hanya tersenyum saja, ia tak perlu apa yang dikatakan oleh Kimmy yang penting sekarang Tammy merasa aman. Tinggal Laras memikirkan langkah selanjutnya agar Kimmy tak mengingat tentang masa lalunya.


"Ya sudah, kamu istirahat saja ya? Jangan terlalu memikirkan apapun. Kamu harus banyak istirahat!" Kimmy mengangguk, menuruti ucapan tantenya "Makasih ya Tante, Tante udah sayang banget sama aku!"


"Udah jangan banyak bicara, langsung istirahat saja dirumah!"


"Maaf tante,"

__ADS_1


Laras meninggalkan Kimmy seorang diri, ia kesal dan sangat marah "Aku harus mengorbankan segalanya. Bahkan, walau aku tak rela dia memasuki kamar Tammy, sekarang dia lah yang menempati kamar Tammy!"


Ting!


Suara pintu berbunyi,


Laras membuka pintu, melihat Tammy, Devano dan juga Queen sayang


Laras menarik tangan Tammy dan bertanya mengapa dia datang kerumah "Kenapa kamu kesini? Dan untuk apa kamu mengajak Queen."


"Grandma, grandma enggak suka ya aku datang?"


Laras menoleh ke arah Queen


Ibu dan anak sama saja! ~batinnya, baru saja Laras pusing dengan Kimmy kini anaknya sudah ikut membuatnya pusing


"Tante, kami ingin mengenalkan Kimmy dengan Queen!"


"Kalian gila!"


Laras spontan memarahi keponakannya "Tante, bagaimana pun dia berhak mengenal Kimmy,"


Laras rasanya sudah lelah, mengapa Tammy tak mau mengerti? Semua ini Laras lakukan demi Tammy namun keponakannya tak pernah mengerti


"Tante, kami boleh masuk ya?"


"Kalau kedatangan kalian kesini mau lihat Kimmy, kalian datang nanti saja! Saat ini Kimmy sedang istirahat dan tidak ada yang boleh mengganggunya!"


"Tapi tante-,"


"Ini rumah saya, saya berhak memilih siapa yang boleh atau tidak masuk kerumah saja!" Tammy sedih dengan ucapan tantenya, Laras meminta Tammy, Devano dan Queen pergi.


Mereka pun pergi dengan perasaan kecewa dan sedih, tanpa disadari Kimmy memperhatikan dari jauh "Tante sangat sayang dengan ku, bahkan tidak ada yang boleh menggangu waktu istirahat ku. Tapi kenapa Tante begitu ketus dengan Tammy? Bukannya kami ini saudara kembar? Dan, dirumah ini hanya ada gambar aku saja. Mengapa begitu?"


Kimmy terlihat bingung, mengapa tantenya sangat membenci Tammy. Tanpa ia sadari jika sebenarnya yang dibenci oleh tantenya bukan Tammy, melainkan dirinya sendiri.


Kimmy kembali ke kamarnya, ia tak tau apa yang terjadi namun dirinya sangat sedih "Walau Tante enggak suka sama Tammy, aku merasa Tante juga enggak suka sama aku. Benci sama aku, kenapa aku berpikir seperti itu? Padahal Tante sangat menyayangi aku! Seluruh rumah ini lebih banyak gambar aku ketimbang gambar Tante,"


**********


Di mobil Tammy menangis, mengapa tantenya begitu ingin memisahkan Kimmy dari Queen?


"Tammy, aku minta maaf kalau ucapan ku menyakiti mu tapi aku yakin semua yang dilakukan oleh Tante kamu hanya untuk kamu, mengapa dia begitu ingin memisahkan-,"


"Kita bahas ini nanti dirumah, dan jangan pernah lupa bahwa ada Queen di sini!"


"Mami kenapa? Memangnya kenapa kalau ada Queen? Queen juga mau dengar,"


"Sayang! Ini masalah orang dewasa nak! Kamu enggak perlu tau tentang itu ya? Jika nanti sudah waktunya, kamu juga akan tau,"


"Mami, tadi papi bilang kalau ada kejutan dirumah Grandma, namun mengapa grandma mengusir kita? Apa kesalahan kita?"


Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Queen "Sayang, seperti yang mami katakan sebelumnya bahwa ini adalah urusan orang dewasa, kamu masih terlalu kecil untuk memahami semuanya ya?" Devano mengatakan dengan nada yang sedikit keras membuat Queen ketakutan


"Apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu membentak Queen? Dia ketakutan Dev!"


"Sungguh Tammy!! Kamu terlalu memanjakan anak ini!" Kekesalan Devano terhadap Laras tantenya Tammy ia lampiaskan kepada anaknya Queen.

__ADS_1


"Sudah lah Dev! Aku enggak mau berdebat sama kamu!"


__ADS_2