
Keesokan paginya
Kimmy mencoba untuk menghubungi Tammy
"Apakah aku harus menghubunginya?" Kimmy merasa dilema, namun bagaimana jika Tammy mengadu semua ini kepada Devano? Devano pasti akan memarahinya demi Tammy
"Tidak! Aku enggak boleh gegabah!"
Kimmy mengingat bagaimana dulu, Zaskia habis di marah-marahi oleh Devano hanya karena Zaskia menemui Tammy
"Tenang lah Kimmy! Bermain lah lebih cantik lagi! Jangan mau terpengaruhi!" Kimmy berusaha tenang, ia tak bisa marah-marah jalan satu-satunya adalah bermain cantik agar Devano tetap dalam pelukannya.
"Maafkan aku Tammy! Aku tidak mau bermusuhan dengan mu, tapi ini semua aku lakukan demi masa depan anakku!"
Kimmy memutuskan untuk terbang menuju negara X menemui Tammy dan juga keponakannya Bintang dalam keadaan hamil tua
Kimmy meminta orang-orangnya untuk memesan kan tiket, ini memang sangat mendadak namun Kimmy harus menyelesaikan semuanya.
Ceklek!
"Sayang, kamu memesan tiket? Untuk apa!" Devano segera tau, karena dia selalu mengontrol tentang keluarganya. Kemana pun istri dan adiknya pergi, Devano akan tau
"Sayang, tadi aku mendapatkan info jika orang suruhan kamu memesan tiket ke luar negeri untuk kamu, kamu mau kemana?"
"Sayang, semuanya yang terjadi membuat aku pusing. Dan sepertinya aku membutuhkan refreshing!"
Devano menolak! Ia tidak bisa membuat keselamatan istrinya menjadi terancam "Tidak sayang! Jangan! Kamu lagi hamil tua,"
Devano tak mau mengambil resiko untuk keselamatan Kimmy
"Sayang, aku juga bersama pengawal!"
"Aku akan ikut!"
"Tidak sayang! Kamu harus mengurus pernikahan Zaskia, begitu juga dengan Zaskia! Aku juga tak akan lama hanya sehari saja ya?"
Devano masih menolak, ia cemas dengan Kimmy.
Di hamil tua dan berpergian jauh? Itu sangat berbahaya untuk Kimmy
"Sayang, aku kan membawa pengawal, aku juga akan membawa dokter pribadi untuk ku! Kamu jangan khawatir ya?"
"Sayang,"
Devano pun mengalah, ia mengizinkan Kimmy pergi dengan syarat, Kimmy harus di kawal dengan dua puluh orang pengawal pribadi
"Dan, Kamu harus naik helikopter pribadi milik kita!" Kimmy awalnya menolak namun Devano memberikan pilihan. Naik helikopter pribadi mereka atau tidak pergi sama sekali.
Kimmy mengalah, mengikuti semua syarat dari suaminya. Devano juga menyiapkan tim medis siaga untuk Kimmy
"Sayang, ini terlalu berlebihan! Aku hanya pergi sehari saja enggak usah terlalu begitu!"
Devano ingin yang terbaik untuk Kimmy dan juga anak mereka "Sayang, aku hanya ingin istri dan anakku baik-baik saja. Kamu harus memahami aku ya? Aku ini khawatir dengan kamu yang tiba-tiba mau pergi,"
Semua negosiasi pun telah di sepakati keduanya, Kimmy bersiap-siap ia juga tak membawa baju ganti. Karena dirinya bisa membeli baju ganti di mana saja. Bahkan di luar negeri sekali pun tak akan menjadi masalah baginya.
"Aku akan mengantar kamu!" Ujar Devano, Kimmy tak akan membantah, namun yang membuatnya bingung bagaimana jika pengawal yang di perintahkan oleh Devano mengatakan jika Kimmy menemui Tammy dan Bintang?
"Sayang, sebenarnya aku mau bertemu dengan Tammy! Aku merindukannya, enggak apa-apa kan?"
Devano menoleh ke arah Kimmy, lalu menatap matanya "Sayang, kamu yakin enggak mau aku temani?"
Kimmy mengangguk "Iya sayang! Aku yakin, lagipula aku ingin sekali mengajak mu dan Zaskia tapi kamu tau kan? Tammy tak ingin kamu menemuinya lagi, jadi aku harap kamu mengerti dan menghargai keputusannya,"
"Iya sayang, aku mengerti kok. Kalau nanti kamu ketemu sama Bintang, tolong ambil banyak video dan gambarnya ya? Aku sangat merindukannya,"
Kimmy mengangguk dan tersenyum "Kamu jangan khawatir, aku akan memberikan semua dokumentasi tentang Bintang saat aku di sana ya? Dengan begitu, akan mengurangi rasa rindu kamu dengannya!"
Devano memeluk Kimmy, ia berharap dengan begitu rasa rindu untuk anaknya itu akan hilang
************************
__ADS_1
Tiga jam berlalu
Kini, Kimmy telah sampai di negara Tammy dan Bintang tinggal. Terlihat sangat indah sekali, Kimmy pun menghampiri tempat tinggal Tammy
Namun, saat ingin ke apartemen Tammy. Seseorang mencegahnya
"Tammy!"
Kimmy menoleh kebelakang, ia tau jika bukan dirinya yang di panggil namun saudara kembarnya itu namun Kimmy mengira jika Tammy ada disekitar sini
"B-bagaimana keadaan mu?" Dengan nada yang terengah-engah wanita yang memanggil saudara kembarnya menghampiri.
"Aku tau, papa telah menyakiti mu dengan membuat kamu malu didepan umum, tindakan papa tidak benar. Aku tau, kamu bukan pelakor dalam rumah tangga ku dan mas Kevin, kalian hanya lah teman sewaktu sekolah. Aku minta maaf karena papa sudah menghina kamu ya?"
kini, Kimmy mengerti bahkan walau sudah pindah jauh Tammy tetap mendapatkan masalah di negara orang.
"Mengapa Tammy membuat masalah lagi? Setelah menjadi perusak rumah tangga ku. Dia mencoba menjadi perusak di rumah tangga orang lain? Kevin? Bukannya dia kakak kelas kami dulu?" batin Kimmy, ia mengingat kelas Kevin.
"Tammy, aku mohon jangan tersinggung dengan ucapan papa! Papa enggak bermaksud menyakiti kamu. Papa hanya terluka karena mamanya mas Kevin meninggal dunia,"
Kimmy kaget, ternyata ibunya Kevin telah meninggal dunia "Papa menuduh kamu penyebab meninggalnya mama mertua ku. Padahal, hubungan ku dan mas kevin yang sudah renggang! Seharusnya papa enggak menuduh dan mengatakan hal-hal buruk kepada mu. Aku minta maaf, tapi aku yakin jika papa mertua ku tak bermaksud apapun! Dia tak memiliki niat menghina Kamu apalagi di depan umum!"
"Maaf, tapi aku bukan Tammy! Lihat perut ku! Aku sedang hamil besar sedangkan Tammy tidak! Aku adalah Kimmy, saudara kembarnya,"
"Nona, apakah wanita ini menganggu kenyamanan anda?"
Kimmy menggelengkan kepalanya "Tidak! Kalian jangan khawatir!"
Para pengawal pun mundur kebelakang, Kimmy mendekati wanita itu
Plak!
Satu tamparan mendarat di wajah Namira, Kimmy menamparnya dengan keras
"Berani sekali kalian membuat saudara kembar ku mempunyai masalah! Dan siapa kalian? Berani mempermalukannya? Dengar aku! Walau aku dan Tammy jauh namun bukan berarti siapapun berani menyakitinya!"
Kimmy mencengkram pipi Namira dengan kuat, dia merasa geram dan sangat kesal
"Siapa keluarga kalian? Beraninya menghina saudara kembar ku?"
"M-maaf! Bukan bermaksud menyakiti,"
Kimmy pun meminta Namira untuk menunjukkan tempat tinggal Tammy
"Tunjukan kepada ku di mana dia tinggal sekarang!"
Menurut informasi, Kimmy hanya tau di negara mana Tammy tinggal namun ia tidak tau alamat lengkapnya
Namira pun menunjukkannya di mana apartemen Tammy
Ting!
Kimmy menekan bel apartemen itu, ia meminta Namira pergi dari pandangannya
"Pergi lah dan aku peringati kepada mu dan juga keluarga mu untuk tidak menganggu saudara kembar ku atau aku akan membuat keluarga kalian hancur!" Namira segera pergi dari tempat itu
Tammy membuka pintunya,
Kaget melihat kedatangan Kimmy "Ki-kimmy?"
"Boleh aku masuk?" dua saudara yang tidak bertemu setelah beberapa bulan, Tammy mempersilakan Kimmy untuk masuk
"Ada apa?"
Kimmy mengatakan jika dirinya merindukan Tammy dan juga Bintang "Aku merindukan kalian, enggak apa-apa kan aku menjenguk?"
Tammy mengangguk "Tentu saja tak masalah, namun mengapa kau datang saat hamil besar seperti ini?"
Tammy melihat hanya Kimmy dan beberapa pengawalnya saja "Aku datang hanya dengan pengawal dan tim medis. Tidak dengan Devano juga Zaskia. Sebagian pengawal dan tim medis memang aku minta untuk istirahat di hotel!"
"Kapan kau datang ke sini?"
__ADS_1
"Baru saja,"
"Lalu, dari mana kau tau alamat ku?"
"Dari seorang wanita yang kau rebut suaminya,"
Tammy menatap Kimmy "Apa maksud mu?"
"Istrinya Kevin yang memberitahu aku! Dia memang bodoh, mengira aku adalah kau! Dia meminta maaf dan menceritakan semuanya termasuk penghinaan yang kau dapat saat mamanya Kevin meninggal,"
Tammy menunduk malu "Aku sendiri juga enggak tau, apakah wajah ku sehina itu?"
"Wajah mu juga wajah ku, Tammy!"
"Kimmy, aku tau jika aku telah melakukan kesalahan dulu kepada mu. Aku telah menikah dengan suami mu, tapi itu semua karena keadaan. Begitu juga dengan kau kan? Hamil dari anak suami ku, itu bukan kemauan mu tapi udah takdirnya. Aku juga enggak mau seperti itu,"
"Sudah lah Tammy! Jangan membahas masa lalu!"
Kimmy enggak mau membalas tentang masa lalu. Ia pun bertanya di mana keberadaan Bintang, Tammy menunjukkan di mana kamar Bintang..
Kimmy masuk, ia juga mengambil ponselnya untuk mengambil rekaman video dan gambar Bintang
"Aku ambil karena Devano dan Zaskia sangat merindukannya!"
Tammy tidak masalah, ia mempersilahkan kepada Kimmy mengambil video anaknya
"Kamu enggak mau menggendongnya?" tawar Tammy, Kimmy menggelengkan kepalanya "Maaf Tammy bukannya aku tak ingin, tapi kamu tau gimana keadaan ku kan? Membawa diri ku sendiri saja aku enggak sanggup apalagi jika menggendong anak, lihat badannya! Sangat sehat dan gembul! Pasti aku mudah lelah,"
"Iya aku mengerti, tunggu sebentar ya? Akan aku buatkan teh, perjalanan jauh pasti kau sangat lelah dan lapar!"
Tammy keluar dari kamar Bintang menuju dapur. Tammy juga meninggalkan ponsel pribadinya di meja terdekat. Setelah memastikan Tammy keluar, Kimmy langsung mengambil ponsel Tammy..
Ponselnya terkunci, untung saja wajah mereka mirip hingga mudah menggunakan face-id
Ponsel Kimmy terbuka,
Melihat pesan dari Devano yang sudah tak ada bahkan panggilan.
Terlihat Tammy tidak mau terlibat dengan Devano lagi, bahkan menghapus semua kenangan mereka. Kimmy segera memblokir nomer Devano dan menghapusnya dari kontak Tammy.
Kimmy berharap, dengan begitu keduanya tak akan berkomunikasi lagi
"Maafin aku Tammy!""
Kimmy menyayangi Tammy, namun ia lebih menyayangi anak yang ada di kandungannya. Masa depan anaknya juga lebih penting, Kimmy kembali meletakkan ponsel Tammy ke tempat semula. Ia menatap Bintang, dan mengucapkan kata maaf berulang kali
"Maaf sayang! Maafkan aku! Sungguh aku tak mau menyakiti siapapun! Tapi aku juga harus melindungi keluarga kecil ku! Aku tak bisa membuat depan anakku hancur hanya karena anak pungut seperti mu! Maafkan aku!"
Kimmy meneteskan air matanya, video dan gambar yang sudah ia ambil tadi akan dia kirim dengan Devano nantinya setelah ia sampai ke tanah air.
Tammy masuk ke dalam kamar anaknya kembali, membawa makanan ringan juga teh "Maaf lama! Maklum aku tidak menggunakan asisten untuk membantu,"
Kimmy menoleh ke arah Tammy "Kenapa? Kita mampu membayar asisten pribadi dan juga Baby sister?"
Tammy tertawa kecil "Kimmy, istana ku ini tak terlalu besar. Jadi aku saja mampu membersihkannya,"
Kimmy mengerutkan dahinya "Apakah kamu enggak merasa lelah? Mengurus anak dan rumah secara bersamaan tanpa ada bantuan siapa pun?"
Tammy menggelengkan kepalanya "Tidak bahkan aku merasa senang sekali mengerjakannya!"
Kimmy pun meminta kepada Tammy untuk tidak lemah menjadi orang "Tammy, aku ingin kau menjadi seperti dulu! Bukan menjadi wanita jahat dan kejam namun menjadi wanita yang kuat dan tangguh! Jangan diam saja saat orang-orang menghina mu!"
Tammy tau kemana arah tujuan pembicaraan itu "Aku sudah memutuskan untuk berubah dan ikhlas dengan semua yang aku lalui,"
"Tidak Tammy! Aku sangat sakit hati saat mendengar penjelasan dari wanita itu! Mengapa keluarganya Kevin menghina mu?"
Tammy tersenyum "Tak apa-apa Kimmy! Lagipula, bukan kak Kevin lelaki yang aku cintai saat ini,"
"Lalu siapa?" tanya Kimmy dengan menatap mata Tammy serius, Tammy berkaca-kaca matanya
Apakah Devano lelaki yang saat ini Tammy cintai?
__ADS_1
Kimmy berperang dengan pikirannya sendiri "J-jawab aku Tammy, siapa lelaki yang kau cintai saat ini?"
"Tidak ada! Dan jika ada itu hanya Bintang! Aku hanya fokus dengan anakku saja!"