
Devano pun ingin membantu mencari wanita yang sudah dianggap oleh Kimmy sebagai keluarganya itu. Namun, Zaskia melarang. Ia menarik tangan kakaknya untuk menjauh
"Kak, kakak lihat sendiri bagaimana gila dan kejamnya lelaki itu bukan? Bagaimana jika kakak pergi, dia datang untuk menyakiti kami kak?"
Zaskia menatap kakaknya dengan tatapan nanar, ia ketakutan tak menentu "Kak, aku takut!"
Zaskia memeluk kakaknya Devano, membuat Devano mengurungkan niatnya.
"Keluarga mereka sangat mengerikan kan, kenapa nyawa sepertinya begitu mudah bagi mereka untuk menghabisi!"
Devano menenangkan sang adik "Selama ada kakak, kakak enggak akan membiarkan kamu di sakiti oleh orang lain! Itu janji kakak!"
Dua jam sudah berlalu
Kimmy masih belum mendapatkan kabar tentang uminya "Umi kemana? Kenapa umi pergi, harusnya aku ikut sama umi tadi hiks,"
Mata Kimmy terlihat sembab, pikirannya masih tak karuan
"Cepat gimana caranya temukan umi!" Ia marah dan membentak orang suruhannya di telepon "Sudah lama aku menunggu dan kau hanya meminta aku sabar? Dasar tidak berguna! Kalian payah dan bodoh!" Kimmy histeris berteriak, Devano mengambil telepon Kimmy dan mencoba menghiburnya
"Kamu enggak ingat apa kata umi kamu tadi sebelum pergi? Kenapa kamu jadi seperti ini?"
"Kamu enggak tahu gimana rasanya menjadi aku," Devano menghela nafas dengan kasar "Jauh sebelum kamu, aku udah merasakan pahitnya kehidupan. Aku dan Zaskia sudah merasakan kehilangan mama dan papa. Bahkan, kami harus menelannya kepahitan hidup. Tinggal dijalanan dan makan sisa makanan di pembuangan sampah, makan hanya nasi putih saja. Bahkan tidak makan selama berhari-hari, kami sudah terlebih dahulu merasakannya!"
Kimmy terdiam, seharusnya ia jauh lebih beruntung daripada nasib Devano dan Zaskia "Iya aku tau, tapi kenapa Tuhan juga memberikan ujian aku seperti ini? Tammy, Rama dan sekarang umi!"
Devano mengelus bahu istirnya "Sabar adalah kunci yang baik! Kamu jangan terus Percaya umi pasti akan segera ditemukan!"
************
Dua hari berlalu
__ADS_1
Belum ada kabar apapun dari Uminya, Kimmy selalu menangis memikirkan dimana keberadaan pelayannya itu.
"Umi di mana? Apa yang mereka lakukan kepada Umi?" Ia bersandar di kursi rumah sakit, bahkan Tammy juga belum siuman. Rama juga belum ditemukan.
"Selamat siang nona, kami membawa kabar buruk! Umi anda ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan tragis,"
Kimmy histeris, begitu juga dengan Zaskia yang mendengar jika kedua mata pelayan itu di congkel, mulutnya dan tubuhnya di tutup menggunakan kerak lilin panas.
"Enggak!"
Betapa tragis meninggalnya pelayan keluarga Kimmy, ia merasa hancur dan terluka. Zaskia menyadari betapa berbahayanya keluarga Kimmy, ia menyesal telah terlibat dalam keluarga yang begitu sadis seperti itu.
"Kak, kita harus pergi! Aku enggak mau sesuatu terjadi kepada kita juga!" Zaskia mengajak kakaknya untuk pergi, ia tidak mau kakaknya juga menjadi korban dari kejamnya suami Tammy.
"Mereka manusia-manusia yang enggak punya hati kak! Keluarga ini toxic dan kriminal!"
Devano menenangkan adiknya "Tenang lah Zaskia! Semua akan baik-baik saja dan tidak akan ada yang terjadi terhadap kamu dan kakak juga Kimmy!"
Zaskia mendekati Kimmy "Kak, kami salah apa? Kenapa kakak membuat kami terjebak dalam kriminalnya keluarga kakak? Tolong kan, tolong lepaskan kakak ku! Dan biarkan kami hidup dengan damai, enggak apa-apa jika harus tidur di kolong jembatan! Asal tidak ada nyawa lagi yang melayang!"
Polisi pun sedang menangani kasus yang terjadi.
Kimmy hanya diam lemas, ia tahu harus menjawab apa dan tidak menyangka jika manusia bisa bertindak begitu buas seperti binatang.
*******
Jenazah pelayan itu telah di urus dan dimakamkan dengan layak di makam keluarga Kimmy. Begitu berharganya umi bagi ia dan Tammy, dan Kimmy yakin jika Tammy sadar. Ia juga akan hancur, Tammy memang jahat kepadanya namun Tammy sangat menyayangi pelayan yang sudah mereka anggap sebagai ibunya itu.
"Umi tenang di sana ya? Kimmy janji akan menjaga Tammy gimana pun keadaannya, umi jangan khawatir! Tammy akan baik-baik aja, Kimmy udah memperketat penjagaan di rumah sakit. Rama enggak akan bisa menyakiti Tammy lagi!"
Kimmy sudah memperketat semua penjagaan untuk saudara kembarnya. Bahkan hanya dua perawat dan dua dokter tetap yang menangani Tammy. Selain itu, tidak ada yang boleh masuk ke dalam ruangan. Dan sebelum masuk, dokter juga perawat wajib membuka masker dan menunjukkan wajah mereka untuk verifikasi wajah agar bisa masuk ke dalam ruangan ICU.
__ADS_1
Itu Kimmy lakukan, agar tidak ada penyusup yang bisa masuk untuk menyakiti Tammy. Kimmy sangat menjaga keamanan saudara kembarnya
"Umi tenang-tenang di sana, Kimmy enggak bisa janji untuk Kimmy dan Tammy akur dan bersama, tapi Kimmy janji akan melindungi Tammy, walau itu dari jauh umi. Makasih umi udah menjaga, merawat dan mencintai kami seperti anak umi sendiri,"
Kimmy berbicara sendirian di makam pelayannya itu, bahkan ia lebih hancur dan kehilangan pelayan tersebut daripada kedua orang tuanya. Sejak kecil, kedua orang tuanya jarang di rumah, mereka pergi keluar negeri sampai berbulan-bulan dan si kembar hanya di rawat oleh pelayan yang mereka panggil dengan sebutan "Umi,"
"Umi, apa yang mau Kimmy bilang ke Tammy? Pasti Tammy hancur banget kalau tahu, suaminya sudah membunuh umi dengan tragis seperti ini,"
Tatapan Kimmy sangat kosong, seperti kehilangan semangat untuk hidup.
Dunia jahat, tapi manusia didalamnya jauh lebih jahat.
Bahkan, manusia jauh lebih menyeramkan daripada binatang buas sekaligus.
**********
Devano mengajak istri dan adiknya untuk pulang ke rumah "Kalian aja yang pulang, aku masih mau sama umi,"
"Kak,"
Zaskia sangat sedih melihat keadaan Kimmy, ia sadar jika Kimmy tidak bersalah dalam hal ini. Kenapa ia harus menyalahkan Kimmy?
Zaskia sadar, saat ini mereka harus saling menyayangi dan melindungi satu sama lain "Kak, setidaknya kakak masih punya ini, dan ingat kesehatannya kak," Zaskia mengarahkan tangan Kimmy ke perut rata milik Kimmy. Semua itu Zaskia lakukan agar Kimmy sadar jika saat ini Kimmy sedang hamil
"Aku benci anak ini, Zaskia! Kenapa aku harus mengandung anak dari pria yang tidak mempunyai hati?"
Zaskia memeluk Kimmy, untung saja kakaknya berada dalam mobil untuk mengambil payung. Karena hujan mulai turun, jadinya Devano tidak mendengar ucapan Kimmy yang tanpa sadar mengakui jika anak yang kandung adalah anak Rama.
"Jahat banget dia,"
"Sudah kak!" Zaskia menyenderkan kepala Kimmy di pundaknya "Kita pulang sekarang ya kak?"
__ADS_1
Devano memayungi istri dan adiknya "Hujan semakin lebat, kita harus pulang. Kalau sakit, bagaimana bisa menjaga Tammy dan menerima amanah dari umi?"
Kimmy akhirnya mau pulang, ia sudah berjanji tidak akan membuat uminya kecewa.