
Tammy memikirkan kedatangan Namira tadi, sebenarnya ia tak merasa sakit hati karena mengetahui Kevin memiliki istri karena dirinya juga enggak memiliki hubungan atau pun perasaan apapun kepadanya.
Ponselnya terus saja berbunyi,
Terlihat Kevin yang berusaha menghubunginya dan memberikan ia pesan
Tammy, maaf atas semua yang terjadi. Aku enggak bermaksud membuat kamu di hina oleh istri ku ~ Kevin
Aku mohon angkat Tammy! ~Tammy
Tammy mematikan ponselnya, ia tak mau terlibat lagi dengan suami orang..
"Sudah cukup sekali aku membuat kesalahan dengan merusak rumah tangan saudara kembar ku sendiri! Aku enggak mau melakukan kesalahan lagi! Semuanya sudah cukup! Aku muak dengan semuanya!"
Tammy hanya mau hidupnya tenang dengan anaknya Bintang.
Ia menggendong Bintang
"Sayang, maafin mami ya? Seharusnya, mami enggak membuat kita dalam masalah begini. Seharusnya mami enggak terlalu ramah dengan orang lain, orang baru atau pun teman lama! Mami harusnya lebih fokus dengan kamu aja!"
Memang, ia tak ada niatan menjalin hubungan apapun dengan siapapun, namun karena pertemanannya dengan Kevin. Beraninya orang lain menanyakan tentang nilai-nilai yang ada pada dirinya
Tammy mengingat beberapa tahun lalu, saat Zaskia melabrak dirinya. Dan sekarang? Istri sah sendiri yang melabrak!
Bintang menangis, sepertinya ia sangat haus.
"Sayang, jangan menangis nak!"
Tammy langsung membuatkan susu untuknya.
Ting!
Satu notif dari ponselnya
Uang masuk ke dalam rekeningnya, Devano yang telah mengirimkan uang kepada Tammy. Walau keduanya tak pernah berkomunikasi, namun Devano tak pernah lepas dari tanggung jawabnya kepada Bintang..
Tammy juga tau,.kalau itu bukan uang jatah warisan dia, karena Devano pernah mengirimkan pesan padanya..
Jumlah uang itu tak banyak, namun Devano memberikan nafkah yang adil kepadanya dan juga kepada Kimmy..
Devano tau kalau Tammy bukan istrinya lagi, namun merasa mempunyai anak yang bernama Bintang. Dia berhak mendapatkan nafkah dari Devano, walau memang anak itu hanya anak adopsi namun Devano sudah mengambilnya untuk di rawat.
"Apakah aku harus pindah dari sini?"
Tammy memikirkan sesuatu,
Ia malas jika Kevin terus menerornya dan datang ke apartemennya itu
"Bagaimana kalau kak Kevin melakukan hal yang nekat? Hanya ada aku dan Bintang di sini. Bahkan, aku tak memakai asisten pribadi,"
__ADS_1
Memang, Tammy tak memakai pelayan atau pun baby sister. Ia mengerjakan semuanya sendirian, ia ingin menjadi seorang ibu yang utuh..
Ia hanya ingin berdua dengan anaknya tanpa kehadiran siapapun. Ia trauma, jika ia menyewa pelayan. Bagaimana jika pelayan itu menyakiti Bintang dan dirinya?
Pemikiran Tammy begitu jauh, bahkan apartemennya juga menggunakan pin yang hanya dia saja yang membukanya. Itu sebagai kewaspadaannya kepada orang luar
"Kamu juga masih sangat kecil nak, pindah bukan hal yang masalah pastinya. Mami akan selalu mencari tempat ke tempat untuk ketenangan kamu, sampai waktunya kamu sekolah baru lah kita menetap di satu tempat. Kita akan menjelajahi negara mana yang pas untuk kita nak,"
Manusia yang memiliki banyak uang, bisa melakukan apa saja bukan?
Pindah bukan hal yang masalah baginya, ia memiliki uang yang bisa membantunya melanjutkan kehidupan.
********
"Kamu liat! Kamu lihat!" Kevin menunjukan ponselnya, ia kesal saat Tammy tak menjawab pesannya
Namira hanya diam
"Menyesal aku menikah dengan wanita enggak waras seperti mu!" ujar Kevin yang membuat Namira merasa hancur dan terluka akibat ucapan suaminya.
"Kevin!"
Kevin dan Namira enggak tau kalau kedua orang tua Kevin akan datang ke sini
"Mama, papa!" Namira kaget, bagaimana jika mereka mendengar pertengkaran itu
Plak!
"Apa kah tidak ada rasa bersalah mu telah menyakiti hati istri mu sendiri? Apa yang kau katakan?"
Kevin terdiam sejenak, lalu membela diri
"Mama coba tanya dengan menantu kesayangan mama ini! Apa yang sudah ia lakukan ma! Dia sudah membuat malu aku!"
"Membuat malu apa?"
"Dia datang kerumah Tammy dan marah-marah! Dia juga menghina Tammy! Padahal mama tau bagaimana dekatnya pertemanan aku dengan Tammy kan?"
"Dia melakukan itu pasti karena suatu alasan!" Papanya Kevin membela menantunya
"Nak, kenapa kamu menghina Tammy?"
Namira menatap kedua mertuanya
"Mama, papa maaf! Namira memang salah, Namira hanya merasa sakit saat mengetahui jika suami Namira tak mengakui Namira, mas Kevin mengaku kepada Tammy, jika istrinya meninggal dunia. Ia hanya tinggal berdua dengan Tammy, dan hanya mas Kevin yang mengurus anaknya sendirian!"
Kedua orang tua Kevin kaget mendengar ucapan menantunya
"Benar yang Namira katakan?"
__ADS_1
Kurang ajar!
Kini, gantian papanya Kevin yang memukulnya. Mereka kesal dengan perbuatan anaknya
"Yang ada di otak kamu itu apa? Jadi kamu anggap apa Namira?"
"Dia itu istri kamu! Kamu seharusnya bersyukur memiliki istri yang baik dan cantik seperti Namira!"
"Enggak pa! Pernikahan ini juga mau nya Kevin! Kalian yang memaksa aku menikah dengan adiknya Namira! Wanita satu-satunya yang bisa aku terima hanya Amira! Bukan Namira! Amira, wanita yang aku terima menjadi istri ku saja tak mampu membuat Kevin melupakan Tammy walau Kevin sangat menyayangi Amira!"
"Kamu lihat Namira! Kamu lihat dia! Wanita itu sudah sangat tulus membantu kamu merawat anak kamu dengan penuh kasih sayang! Memangnya siapa yang mengurus dia kalau bukan Namira? Apakah anak kamu bisa tumbuh menjadi anak yang pintar seperti sekarang tanpa adanya bantuan Namira, istri mu?""
"Ma, pa! Membantu membesarkan Tammy juga bisa di lakukan oleh pengasuh kan? Banyak kok anak-anak yang besar tanpa mamanya! Dan itu bukan hal yang masalah!"
Plak!
Satu tamparan lagi mendapat di pipi Kevin, bahkan papanya memukul ia.
Mereka tak menyangka dengan jalan pikiran anaknya itu "Kamu udah enggak waras! Mama dan papa malu mempunyai anak seperti kamu!"
"Malu? Hanya karena Namira mama dan papa malu mempunyai anak seperti aku?"
"Iya! Kami malu dan sangat malu punya anak yang tidak punya perasaan seperti kamu!"
Namira meminta kepada mertuanya untuk tidak menyakiti Kevin
"Mama, papa tolong jangan menyakiti mas Kevin!"
"Kamu lihat dia Kevin! Istri yang kamu sakiti hatinya, kamu anggap dia enggak ada namun tetap saja dia menolong kamu! Tetap saja dia tidak mau kamu disakiti! Kamu lihat dia,"
Mamanya sangat emosi dan kecewa dengan perlakuan anaknya.
Ia merasa gagal mendidik anak, karena anaknya sudah bersikap tidak menghormati wanita
Mamanya Kevin jatuh tak sadarkan diri, tubuhnya terjatuh di atas lantai
"Mama,"
Mereka mendekati ibunya Kevin, terlihat ke khawatiran di wajah semuanya
"Ini semua karena kamu Namira!" Kevin masih saja menyalahkan istrinya
"Diam kamu!" Kevin di bentak oleh papanya membuat Kevin hanya terdiam
"Mama dan papa terlalu membelanya, jadi ia keras kepala seperti ini!"
"Cukup mas! Ini bukan waktunya untuk berdebat. Kita harus membawa mama kerumah sakit;"
Namira meminta suaminya untuk tidak memperpanjangan urusan, yang paling penting sekarang adalah kesehatan mama mertuanya itu.
__ADS_1