
Tammy menoleh ke arah Zaskia, ia mendekati Zaskia "Aku tau, kamu enggak pernah suka sama aku Zas,"
Zaskia menatap Tammy, air matanya menetes "Kak, aku bukannya enggak suka sama kakak! Aku juga sayang sama kakak, tapi aku juga enggak bisa menjelaskan perasaan aku kak. Kak, jika saja kakak menjalani kehidupan berumah tangga dengan orang lain aku pasti akan sangat bahagia, tapi ini? Gimana aku bisa bahagia sementara disisi lain ada yang terluka,"
Tammy terdiam, ucapan Zaskia memang tak salah. Dibalik kebahagiaan rumah tangga Tammy, ada wanita lain yang terluka
"Zaskia, kenapa kamu selalu menyalahkan Tammy? Ini bukan keinginannya, kakak yang meminta nya dan ini semua demi Queen! Tammy banyak berjasa dalam kehidupan kita,"
"Sudah! Aku mohon jangan berdebat lagi, aku enggak mau jika Kimmy mendengar semuanya!"
Tammy memikirkan tentang kesehatan Kimmy,.mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan
"Mami, lihat Tante itu! Wajahnya sangat mirip dengan mami,"
Bianca berlari lalu memeluk Tammy, tammy segera menggendong keponakannya itu
"Iya sayang, itu namanya Mami Kimmy!"
"No mami! Maminya Bianca cuma mami, bukan yang lain!"
Kimmy menatap wanita yang sangat mirip dengannya "Kenapa wajah kita sama?"
Ia masih bertanya dengan kebingungan, Tammy mendekat Kimmy "Aku Tammy, saudara kembar kamu!"
"S-saudara kembar?"
Tammy mengangguk, ia melihat ke arah Zaskia, Vero dan juga Devano
Tammy menoleh kebelakang "Ini Zaskia, dia adalah adiknya Devano. Dan ini Vero, suaminya Zaskia,"
"Lalu dia?"
"Dia Devano, s-suami ku,"
Kimmy mengangguk mengerti "Zaskia ini adalah adik ipar mu?"
Tammy mengangguk, memang benar Zaskia adalah adik iparnya dan Devano suaminya. Namun Devano juga suami Kimmy, dan zaskia juga merupakan adik iparnya.
"Maaf, aku tak mengingat kalian,"
Kimmy meminta maaf kepada Tammy dan yang lainnya "lalu, dimana kedua orang tua kita?"
"Mama dan papa sudah meninggal tujuh belas tahun yang lalu,"
Kimmy meneteskan air matanya "Maaf, aku tidak berguna! Aku tidak mengingat siapa kalian,"
Kimmy menoleh ke arah Bianca "Dia Bianca, anaknya pertama Zaskia,"
Kimmy tersenyum pada gadis kecil itu "Kamu sangat cantik seperti mamamu,"
"Terimakasih Tante,"
Bianca membalas senyuman wanita yang sangat mirip dengan Tammy.
Sebelumnya dokter sudah memeriksa keadaan Kimmy, dan besok Kimmy udah boleh pulang.
"Kamu jangan terlalu banyak memikirkan apapun, dokter bilang besok kamu udah boleh pulang,"
Tammy menyatakannya dengan mata yang berkaca-kaca, ia tak tau apakah harus senang atau sedih melihat keadaan saudara kembarnya itu
Tammy pun merawat Kimmy, memberikannya makan lalu minum obat. Meminta Kimmy untuk banyak istirahat agar dirinya kembali fit
__ADS_1
"Kamu harus istirahat, jadi besok pulang kerumah keadaan kamu udah baik-baik saja!"
Kimmy mengangguk, setelah selesai minum obat dia segera memejamkan kedua matanya.
Setelah saudara kembarnya tertidur, Tammy keluar dengan air mata yang berlinang. Di susul oleh Devano, Devano menguatkan istrinya
"Jangan menangis! Kamu harus kuat demi Kimmy, demi aku, dan demi anak-anak,"
Tammy mengangguk dan tak mengatakan apapun
"Kita sebaiknya pulang, anak-anak juga sebentar lagi akan pulang sekolah,"
Vero juga mengajak Zaskia pulang kerumah karena anak kedua mereka kasihan jika berlama-lama di tinggal. Zaskia dan Vero berpamitan kepada Tammy dan Devano. Namun sebelum pulang Zaskia meminta kepada Tammy untuk menyiapkan hatinya
"Kak, cepat atau lambat ingatan kak Kimmy akan kembali, mulai sekarang kakak harus mulai terbiasa dan kembali mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milik kak Kimmy, kakak juga harus mulai menjelaskan dan membuat Queen untuk mengerti sekarang!"
Devano menegur adiknya "Hentikan Zaskia! Jangan membuat kakak iparmu merasa tertekan dengan semua ini,"
"Kak! Aku tau ini enggak mudah! Tapi kalian juga jangan melupakan semua kebenaranya yang ada! Queen milik kak Kimmy, bukan kak Tammy! Dan saat ingatan kak Kimmy kembali, kalian harus memberikan Queen kepada ibu kandungnya!"
"Sayang, jangan mengatakan itu didepan Bianca. Dia masih anak-anak,"
"Biar kan saja mas! Aku tidak mau terlalu lama menutup kebenaran ini, Bianca juga harus tau asal usul saudarinya bukan?"
Zaskia memang orang yang keras kepala, ia hanya memikirkan tentang perasaan Kimmy tanpa memikirkan bagaimana hancurnya Tammy
"Aku menyesal, dan aku minta maaf!"
Hanya maaf yang bisa diberikan oleh Tammy, ia berjanji akan mulai membuat Queen mengerti dengan semuanya
"Aku janji, aku akan membuat Queen mengerti. Tapi aku mohon, aku butuh waktu!" Tammy memohon kepada Zaskia, ini sangat berat baginya.
Zaskia memeluk Tammy seakan memberikan kekuatan, Zaskia tidak pernah jahat atau membenci Tammy. Ia hanya ingin kebenaran tetap menjadi kebenaran
Zaskia hanya membayangkan bagaimana sakitnya menjadi Kimmy, saat dirinya bertaruh nyawa untuk melahirkan anak. Ia harus melawan berbagai cara kematian untuk tetap hidup selama sepuluh tahun namun setelah bisa melewati kematian itu, dirinya harus kehilangan ingatannya. Dan suatu saat, saat dirinya bisa mengingat semuanya ia harus menghadapi kenyataan jika suaminya telah menikah lagi dengan saudara kembarnya sendiri.
Bahkan, anak kesayangannya! Memanggil wanita lain sebagai ibu, dan menganggap dirinya sebagai orang asing.
Apalagi yang lebih sakit dari itu? "Kami pamit dulu,"
Vero langsung membawa Zaskia dan anaknya Bianca untuk pulang kerumah. Ia tak mau istrinya semakin berbicara hal yang akan menyakiti hati Tammy.
Menurut Vero, bukan hanya Kimmy saja yang menderita namun juga Tammy. Tammy sudah merawat dan menyayangi Queen seperti anaknya sendiri namun keadaan harus membuatnya menyerahkan Queen kepada ibu kandungnya.
************
Di dalam mobil, Zaskia terlihat sangat kesal "Kenapa kak Devano selalu membela kak Tammy? Aku tau, kak Tammy juga enggak salah tapi apa kak Devano enggak pernah memikirkan perasaan kak Kimmy?"
Vero menoleh ke arah istrinya "Sayang, aku tau kamu sangat menyayangi nona Kimmy, tapi sekali saja kamu merasakan penderitaan nona Tammy? Disini dia sudah banyak berkorban untuk keluarga saudara kembarnya, ia menjadi ibu dan istri pengganti untuk keluarga saudara kembarnya. Semua itu dia lakukan demi masa depan anak dari saudara kembarnya, kamu lupa sayang? Semua ini bukan kemauan nona Tammy, awalnya dia juga menolak kan? Tapi keluarga memaksanya dan membuatnya tak berdaya,"
Zaskia diam, ia juga bingung dengan semua situasi yang ada
"Sayang, kita sebagai keluarga hanya bisa mensuport. kita tidak bisa terlalu mencampuri urusan rumah tangga mereka, karena semuanya tidak ada yang salah! Semuanya juga terluka, semuanya menderita, semuanya hancur dan tidak ada yang bahagia, semuanya korban sayang!"
Zaskia terdiam, Vero meminta istrinya untuk mendoakan kebaikan rumah tangga dan cinta segitiga antara Devano, Kimmy dan juga Tammy.
Zaskia hanya mengangguk, bagaimana pun kedepannya Zaskia hanya ingin kebahagiaan untuk kakak iparnya Kimmy. Kimmy wanita yang sangat baik, dan baginya hanya Kimmy lah kakak ipar kesayangannya tak ada orang lain.
"Jangan hanya karena kamu menyayangi salah satu kakak ipar kamu, lantas kamu mengabaikan rasa sakit kakak ipar kamu yang lainnya,"
Ucapan Vero mampu membuat hati Zaskia tersentuh, apakah selama ini ia hanya melihat penderitaan Kimmy? Tanpa memikirkan rasa sakit Tammy?
__ADS_1
************
"Kita jemput anak-anak sekalian ya?" Devano ingin membuat suasana tidak kaku, namun tetap saja Tammy hanya bungkam dan diam
"Tammy, apapun yang dikatakan oleh Zaskia aku minta maaf! Aku tau, adikku salah dan menyakiti hati mu," Tammy menggelengkan kepalanya "Enggak! Aku enggak sakit hati sama ucapannya karena aku tau ucapannya juga enggak salah!"
"Lalu mengapa kamu merenung?"
"Aku hanya bingung bagaimana caranya menjelaskannya kepada Queen! Aku enggak sanggup harus mengatakan semua kebenaranya!"
"Iyaa, bahkan aku juga tak sanggup tapi semua ini juga harus kita lakukan bukan?"
Ucapan Devano membuat Tammy semakin sadar akan kehadirannya
Apakah ada rasa cinta sedikit saja di hati Devano untuk Tammy?
Tammy pun berpikir, apakah dirinya ini hanya sebuah pengganti yang tak berarti? Yang hanya di butuhkan jika pemeran utamanya tidak ada, dan setelah pemeran utama kembali, maka pengganti wajib pergi kapan saja
"Kau memikirkan sesuatu lagi?"
Tammy menggelengkan kepalanya, baginya juga tak ada guna untuk mengatakan apapun.
"Tidak!"
Mereka telah sampai ke sekolah anak-anak, Tammy turun dari mobil wajahnya terlihat sembab. Matanya terlihat kesedihan yang tak bisa di bohongi
"Mami, papi!"
Bintang dan Queen berlari kearah Tammy dan juga Devano, Queen anak yang paling peka dengan perasaan maminya.
Melihat wajah maminya yang sedih membuatnya kesal "Mami, mami sedih? Kenapa mami? Tadi pagi mami menangis dan sekarang mami sedih,"
Bintang melihat wajah ibunya itu, yang dikatakan adiknya memang benar
"Iya mami, siapa yang sudah membuat mami menjadi sedih seperti ini?"
Tammy tersenyum kepada anaknya, menyembunyikan kesedihannya "Tidak sayang! Mami enggak sedih kok, ayo kita pulang?"
Tammy mengajak anak-anaknya pulang, di dalam mobil Queen bertanya kepada Devano hal apa yang membuat papinya sampai tidak sempat mengantar mereka
"Papi, sepenting apa orang di rumah sakit itu sehingga papi mengabaikan kami? Untuk pertama kalinya papi tidak mengantar kami kesekolah. Biasanya, walau ada rapat penting pun papi tetap menyempatkan waktu mengantar kami,"
Queen terlalu banyak berbicara, berbeda dengan Bintang yang hanya mengamati namun enggan untuk bertanya
"Dan mengapa mami harus menangis? Enggak ada yang boleh membuat mami menangis!"
Queen terlihat marah dengan papinya
"Sayang, papi minta maaf ya? Papi enggak bermaksud mengabaikan kalian. Dan besok, kalian akan tau jawabannya,"
"Jawaban apa papi?" kini Bintang yang bertanya dengan penasaran, Devano hanya tersenyum saja.
"Besok kalian akan tau,"
Tammy hanya diam, besok Kimmy akan kembali pulang kerumah tentu saja Devano akan senang
"Queen enggak mau menunggu sampai besok papi!" Queen cemberut, ia pun memeluk Tammy
Entah mengapa Queen merasa akan ada kesedihan setelah esok
"Mami, Queen enggak tau apa yang akan terjadi kedepannya tapi Queen merasa kejutan besok akan membuat keluarga kita berantakan, Queen sayang banget sama mami. Queen enggak mau kehilangan mami apapun yang terjadi nantinya,"
__ADS_1
"Sayang, mami juga sayang banget sama Queen!"