Menjadi Suami Bayaran

Menjadi Suami Bayaran
Bab 50 ~ Menjadi Suami Bayaran


__ADS_3

Tammy menyantap makanan dengan santai, ia sesekali menoleh ke arah anaknya yang terlelap tidur.


"Gimana kabar saudara kembar kamu?"


Tammy pun menatap Kevin "Baik, tapi tidak terlalu baik karena ia baru kehilangan anak pertamanya,"


Kevin turut berduka cita, ia sedih mendengar kabar duka itu


"Aku turut berduka cita,"


Tammy mengangguk "Apa kegiatan sekarang, kak?"


"Aku mengurus perusahaan keluarga di sini,"


Tammy mengangguk mengerti, Kevin menyuapi makan anaknya dengan telaten. Terlihat jelas bagaimana Kevin sangat telaten mengurus anak perempuannya itu.


"Kau tahu Tammy? Aku sangat senang dengan pertemuan kita sekarang," Tammy tersenyum, ia juga mengatakan senang bisa bertemu dengan teman lamanya.


"Aku juga senang kak bertemu dengan teman lama, soalnya semenjak tamat udah enggak pernah kontak dengan teman-teman SMA! Maybe, mereka pada sibuk dengan urusan masing-masing,"


"Tapi, aku akan menyempatkan waktu untuk pertemuan ini setiap hari," ujar Kevin, Tammy pun tertawa


"Kalau aku enggak bisa kak, maklum lah udah jadi ibu-ibu fokus sama anak! Ini keluar juga karena membeli kebutuhan anak aku Bintang,"


"Bintang? Nama yang indah ya seperti mamanya,"

__ADS_1


Kevin terus menatap Tammy, membuat wanita itu merasa risih


Setelah selesai makan, Tammy berpamitan untuk pulang "Kak, aku dan Bintang pulang dulu ya?"


"Kenapa cepat sekali?"


Kevin seakan tak ingin berpisah dengan Tammy, ia sudah menunggu momen pertemuan ini.


"Kak, seperti yang aku bilang tadi. Ibu-ibu fokus dengan mengurus anaknya,"


"Papa, ini mama?"


Tammy kecil bertanya dengan Kevin, Kevin meminta maaf kepada Tammy atas perkataan anaknya


"Maafkan anakku! Sejak kecil dia tak pernah bertemu dan merasakan kasih sayang seorang ibu. Jadinya, setiap bertemu dengan orang lain selalu mengatakan itu mamanya,"


Tammy menatap anak malang itu, matanya nanar. Begitu polos dan menggemaskan "Hai sayang,"


"Mama,"


Ujarnya dengan nada yang sedih, mungkin ia merindukan sosok ibunya


Tammy pun mendekat dan tanpa ragu memeluk anak perempuan itu "Sayang, Tante bukan mamanya Tammy! Tapi, Tammy boleh kok anggap mama sebagai mamanya Tammy!"


Ia memeluk gadis kecil dengan tulus, Tammy memang tidak pernah melahirkan namun ia wanita yang penuh sosok keibuan.

__ADS_1


Kevin tersenyum senang, bahkan ia berharap jika Tammy mau menjadi ibu sambung untuk anaknya.


"Sayang, Tante pulang dulu ya? Kasihan adik Bintang, dia mau istirahat,"


"Ikut mama,"


Tammy pun tersenyum dengan sabar "Kalau Tammy ikut, gimana dengan papa?"


"Papa ikut kita,"


Tammy menatap Kevin, ia tak sanggup menolak permintaan anak kecil, namun jika Kevin ikut bersamanya juga tidak mungkin.


"Sayang, jangan merepotkan Tante,"


Tammy kecil menangis, membuat Tammy tak tega "Jangan menangis sayang! Ya sudah kamu boleh ikut ke rumah Tante ya? Tapi Tammy enggak boleh menangis lagi,"


Tammy membujuk anaknya Kevin "Maaf, anak aku udah buat kamu repot!"


"Enggak apa-apa kak, namanya juga anak-anak. Dia juga belum mengerti, masih taunya dunia main saja!"


Sebenarnya Kevin tak enak, namun ia juga senang jika selalu didekat dengan wanita yang ia sukai sejak di bangku SMA.


"Mama gendong!"


Tammy kecil meminta gendong kepada Tammy, wanita itu pun menurutinya. Namun ia bingung bagaimana membawa Bintang dan juga barang belanjaannya.

__ADS_1


"Maaf ya, Tammy udah membuat kamu kerepotan. Sebagai pemintaan maaf izinkan aku membawa Bintang dan semua barang belanjaan kamu,"


"Duh kak, aku jadi enggak enak,"


__ADS_2