
"Izin kan aku mengantar mu," Devano meminta kepada Tammy agar mengizinkannya mengantarkan Tammy kemana pun ia mau.
Tammy menggelengkan kepalanya, ia ingin segera terlepas dan melupakan Devano "Enggak usah, ada paman dan bibi. Mereka akan membantu ku mengurus surat pindah aku dan Bintang,"
Devano hanya bisa menghargai keputusan Tammy, keluarga besar segera berpamitan dan membawa Tammy juga Bintang
Kimmy dan Tammy kembali berpelukan, mereka akan berpisah kembali
"Jangan lupakan kami," gumam Kimmy, Tammy mengangguk. Ia tak akan mungkin melupakan Kimmy, Zaskia dan Devano. Namun, ia harus membiarkan mereka hidup tenang tanpa dirinya.
Tammy pun kembali mengingatkan Kimmy untuk tidak terlalu berlarut dalam kesedihan
"Ingat, kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan ini!" Kimmy mengangguk, berjanji kepada Tammy jika pengorbanan Tammy enggak akan sia-sia.
*****************
Semua berlalu begitu cepat
Setelah meninggalnya Kayla empat bulan lalu, Tammy tak pernah ada kabar. Ia sudah pindah ke luar negeri bersama Bintang. Dan Tammy resmi berpisah dengan Devano.
Pagi ini,
Kimmy, Zaskia, dan Devano sarapan bersama suasana begitu berbeda karena tak ada Kayla.
Kimmy masih sering merindukan anaknya, ibu mana yang bisa melupakan anaknya begitu cepat?
"Kak, sepertinya Zaskia pulang lebih lama ya?"
Suara pintu berbunyi..
Zaskia bangkit dari meja makan, ia ingin membuka pintu namun pelayan lebih cepat membuka pintu..
Beberapa Polisi datang
Ketiganya bingung, langsung melihat kedepan. Apakah ini ada hubungannya dengan Rama?
Kimmy mendekati pihak kepolisan dan bertanya apa yang terjadi
"Selamat pagi, kami pihak kepolisan ingin memberitahu jika saudara Rama telah tiada akibat menghabisi dirinya sendiri dengan cara minum racun,"
Polisi juga memberikan selembar surat kepada Kimmy
Amanah yang diberikan oleh Rama
Kimmy memegang surat tersebut dan langsung membukanya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
****************************
Teruntuk Kimmy,
__ADS_1
Wanita yang sudah mengandung dan melahirkan benih dari ku, ibu dari anak yang telah aku bunuh. Mungkin, kata-kata maaf saja tak akan mampu menyembuhkannya luka dan juga menghilangkan kesalahan ku.
Aku, pria yang telah gagal menjadi seorang anak, menjadi seorang menantu, menjadi seorang suami dan juga gagal menjadi seorang ayah. Kesalahan ku tak pantas dimaafkan! Aku seorang pecundang yang selalu menyakiti orang-orang di sekitarku. Kenyataan bahwa Kayla anak kandung ku adalah cara Tuhan yang paling tepat menghukum ku, aku tau! Seharusnya Kayla tak harus membayar semua perbuatan ku. Aku bersalah dan sampai kapan pun akan terus merasa bersalah, aku tidak mampu merubah waktu! Dan tak pantas mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki segalanya.
Kimmy, terimakasih! Kau sudah mewujudkan mimpi ku untuk bisa menjadi seorang ayah walau aku tak pantas menjadi seorang ayah
Aku berharap, dengan kematian ku. Bisa mengurangi sedikit perasaan sedih mu, ingin sekali aku menyerahkan diri ku kepada mu dan membiarkan mu langsung membunuh ku. Namun aku tersadar, kalian bukan aku! Dan jangan pernah menjadi aku! Aku tidak mau kebaikan dan kesucian hati mu kotor penuh dengan kebencian hanya karena orang seperti aku. Itu sebabnya aku pergi meninggalkan dunia ini. Maaf!
Rama!
**********************
***********************
Kimmy membuang kertas itu, kini Rama telah meninggal dunia
Entah bagaimana ia mendapatkan racun di penjara, namun yang pasti Rama telah tenang di sana.
Polisi itu pun berpamitan karena menganggap tugasnya sudah selesai.
Devano mendekati istrinya, ia dan Zaskia tak akan membuka surat itu karena mereka tak akan lancang.
"Setelah semua perbuatan yang dia lakukan, dia seenaknya pergi dari dunia? Seharusnya dia menderita dan membusuk di dalam penjara!"
Zaskia mendekati Kimmy "Kak orang-orang yang telah menyakiti kakak sudah mendapatkan hukumannya masing-masing, kak Tammy kehilangan rahimnya dan tak bisa punya anak, dan Rama? Mengetahui anak yang dia bunuh adalah anak kandungnya itu lebih dari hukuman apapun kak! Seumur hidup ia merasakan penyesalan,"
Zaskia tidak menganggap meninggalnya Kayla sebagai keberuntungan! Namun, di saat kesedihan itu datang. Banyak hikmah yang diambil
Kimmy pun diam, memikirkan ucapan adik iparnya
"Tapi apalah arti ketenangan jika kehilangan anak? Mengapa aku harus membayar mahal untuk semua ketenangan ini?"
"Itu udah takdir dari Allah kak! Kita enggak bisa mencegahnya!"
Devano memeluk istrinya "Semuanya sudah baik-baik saja Kimmy! Semuanya akan hidup dengan tenang, tak akan ada lagi kebencian!"
********
Di sisi lain, Tammy yang tinggal berdua dengan anaknya di luar negeri hidup dengan bahagia. Tak ada lagi kesedihan, menurutnya keputusannya itu sudah benar.
"Aku enggak mau apa-apa lagi, hanya mau hidup tenang dan bahagia bersama anakku,"
Hari ini, Tammy berencana berjalan-jalan dengan anaknya Bintang
Ia bosan terus berada di apartemen "Cuaca di luar juga bagus, enggak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Cocok untuk aku dan Bintang berjalan-jalan,"
Tammy juga berencana berbelanja keperluan Bintang di supermarket.
Tammy meletakkan Bintang ke stoler anak, jadi ia tak terlalu kerepotan sambil membawa berbelanjaan.
__ADS_1
Di supermarket
Tammy mengambil stok susu dan juga Pampers
"Tammy?" Ia menoleh ke belakang dan tersenyum, wajah yang tak asing baginya
"Kak Kevin?"
"Ini Tammy kan?"
Tammy mengangguk, keduanya berjabat tangan. Sudah lama sekali tidak bertemu "Anak kamu?" Tammy mengangguk
"Papa," terdengar suara langkah anak kecil yang berlari. Keduanya menoleh "Anak kakak?"
Pria itu mengangguk "Sudah lama kita enggak bertemu, bisa makan sebentar untuk mengobrol!"
Tammy berpikir sejenak, lalu mengangguk. Ia tidak enak menolak ajakan kakakan kelasnya dulu saat di bangku SMA.
Mereka pun duduk di sebuah restaurant dekat supermarket itu
"Gimana kabar kamu? Rasanya sudah lama kita enggak berkabar setelah kamu menikah dengan suami mu," Tammy tersenyum.
"Anak cantik siapa namanya?"
"Tammy, Tante!"
Tammy kaget, menatap Kevin "Tammy?"
Kevin mengangguk "Iya aku memberikan namanya Tammy,"
Sedikit aneh bagi Tammy "Di mana mamanya Tammy, kak?"
Kevin mengatakan jika maminya Tammy sudah meninggal saat melahirkan Tammy.
"Maaf kak, aku enggak tau!"
"Enggak apa-apa, usia Tammy sekarang empat tahun,"
Ia melihat Tammy kecil mengingatkan dirinya dengan Kayla
"Anak cantik,"
"Anak kamu baru satu ini?" Kevin bertanya kepada Tammy, wanita itu mengangguk.
"Masih sangat kecil, kenapa pergi berdua saja? Di mana suami kamu?"
"Aku udah lama pisah sama suami aku,"
Kevin menatap Tammy dengan dalam dan tersenyum "Mungkin ini udah takdir Tuhan,"
Tammy kaget dengan ucapan Kevin "M-maksud aku ini udah kuasa Tuhan, kamu jangan sedih ya!"
__ADS_1
Tammy mengangguk, makanan yang mereka pesan segera datang
Kevin terus menatap Tammy, ia sudah lama menyukai Tammy di saat Tammy dan Kimmy baru masuk. Dan Kevin, patah hati saat mendengar pernikahan Tammy dengan suaminya. Itu sebabnya, Kevin memberikan nama anaknya dengan nama Tammy.